← Kembali ke pelajaran
Hari 76 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Az-Zumar · 1
﴿ 1 ﴾

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

تَنزِيلُ
tanzīlu
Wahyu
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
مِنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمِ
l-ḥakīmi
Maha Bijaksana

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Az-Zumar · 2
﴿ 2 ﴾

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ

إِنَّآ
innā
sesungguhnya Kami
أَنزَلْنَآ
anzalnā
Kami telah menurunkan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
فَٱعْبُدِ
fa-uʿ'budi
maka sembahlah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
مُخْلِصًۭا
mukh'liṣan
tulus
لَّهُ
lahu
baginya
ٱلدِّينَ
l-dīna
(dalam) agama

Innā anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi fa‘budillāha mukhliṣal lahud-dīn(a).

Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.

Az-Zumar · 3
﴿ 3 ﴾

أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ‌ۚ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ كَـٰذِبٌ كَفَّارٌ

أَلَا
alā
Ketahuilah
لِلَّهِ
lillahi
milik Allah
ٱلدِّينُ
l-dīnu
agama
ٱلْخَالِصُ ۚ
l-khāliṣu
yang murni
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟
ittakhadhū
mereka mengambil
مِن
min
selain Dia
دُونِهِۦٓ
dūnihi
selain Dia
أَوْلِيَآءَ
awliyāa
pelindung
مَا
Bukan
نَعْبُدُهُمْ
naʿbuduhum
kami menyembah mereka
إِلَّا
illā
kecuali
لِيُقَرِّبُونَآ
liyuqarribūnā
agar mereka mendekatkan kami
إِلَى
ilā
kepada
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
زُلْفَىٰٓ
zul'fā
kedekatan
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَحْكُمُ
yaḥkumu
akan menghakimi
بَيْنَهُمْ
baynahum
di antara mereka
فِى
di
مَا
apa
هُمْ
hum
mereka
فِيهِ
fīhi
di dalamnya
يَخْتَلِفُونَ ۗ
yakhtalifūna
berbeda
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
لَا
tidak
يَهْدِى
yahdī
memberi petunjuk
مَنْ
man
orang yang
هُوَ
huwa
dia
كَـٰذِبٌۭ
kādhibun
pembohong
كَفَّارٌۭ
kaffārun
dan seorang yang ingkar

Alā lillāhid-dīnul-khāliṣ(u), wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'(a), mā na‘buduhum illā liyuqarribūnā ilallāhi zulfā, innallāha yaḥkumu bainahum fī mā hum fīhi yakhtalifūn(a), innallāha lā yahdī man huwa kāżibun kaffār(un).

Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta lagi sangat ingkar.

Az-Zumar · 4
﴿ 4 ﴾

لَّوْ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا لَّٱصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ‌ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ‌ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْوَٲحِدُ ٱلْقَهَّارُ

لَّوْ
law
Jika
أَرَادَ
arāda
Allah menghendaki
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah menghendaki
أَن
an
untuk
يَتَّخِذَ
yattakhidha
mengambil
وَلَدًۭا
waladan
seorang putra
لَّٱصْطَفَىٰ
la-iṣ'ṭafā
tentu, Dia (bisa) memilih
مِمَّا
mimmā
dari apa yang
يَخْلُقُ
yakhluqu
Dia menciptakan
مَا
apa pun
يَشَآءُ ۚ
yashāu
Dia menghendaki
سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ
sub'ḥānahu
Maha Suci Dia
هُوَ
huwa
Dia
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
ٱلْوَٰحِدُ
l-wāḥidu
Yang Maha Esa
ٱلْقَهَّارُ
l-qahāru
Yang Maha Perkasa

Wa lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā'(u), subḥānah(ū), huwallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Seandainya Allah hendak mengambil (makhluk-Nya sebagai) anak, pasti akan memilih yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan. Maha Suci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Az-Zumar · 5
﴿ 5 ﴾

خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ‌ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيْلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَيُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيْلِ‌ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ‌ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۗ أَلَا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفَّـٰرُ

خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
بِٱلْحَقِّ ۖ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
يُكَوِّرُ
yukawwiru
Dia menggulung
ٱلَّيْلَ
al-layla
malam
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلنَّهَارِ
l-nahāri
siang
وَيُكَوِّرُ
wayukawwiru
dan membungkus
ٱلنَّهَارَ
l-nahāra
siang
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلَّيْلِ ۖ
al-layli
malam
وَسَخَّرَ
wasakhara
Dan Dia menundukkan
ٱلشَّمْسَ
l-shamsa
matahari
وَٱلْقَمَرَ ۖ
wal-qamara
dan bulan
كُلٌّۭ
kullun
masing-masing
يَجْرِى
yajrī
mengalir
لِأَجَلٍۢ
li-ajalin
dalam kebodohan
مُّسَمًّى ۗ
musamman
ditentukan
أَلَا
alā
Ketahuilah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْغَفَّـٰرُ
l-ghafāru
Yang Maha Pengampun

Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq(i), yukawwirul-laila ‘alan-nahāri wa yukawwirun nahāra ‘alal-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar(a), kulluy yajrī li'ajalim musammā(n), alā huwal-‘azīzul-gaffār(u).

Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan hak (yang benar). Dia menutupkan malam atas siang, menutupkan siang atas malam, serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Ketahuilah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Az-Zumar · 6
﴿ 6 ﴾

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٲحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَـٰمِ ثَمَـٰنِيَةَ أَزْوَٲجٍ‌ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَـٰتٍ ثَلَـٰثٍ‌ۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ‌ۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

خَلَقَكُم
khalaqakum
Dia menciptakan kalian
مِّن
min
dari
نَّفْسٍۢ
nafsin
وَٰحِدَةٍۢ
wāḥidatin
satu
ثُمَّ
thumma
Kemudian
جَعَلَ
jaʿala
Dia menjadikan
مِنْهَا
min'hā
darinya
زَوْجَهَا
zawjahā
pasangannya
وَأَنزَلَ
wa-anzala
dan Dia menurunkan
لَكُم
lakum
bagi kalian
مِّنَ
mina
dari
ٱلْأَنْعَـٰمِ
l-anʿāmi
hewan ternak
ثَمَـٰنِيَةَ
thamāniyata
delapan
أَزْوَٰجٍۢ ۚ
azwājin
jenis
يَخْلُقُكُمْ
yakhluqukum
Dia menciptakan kamu
فِى
di
بُطُونِ
buṭūni
rahim
أُمَّهَـٰتِكُمْ
ummahātikum
Ibu-ibu kalian
خَلْقًۭا
khalqan
ciptaan
مِّنۢ
min
dari
بَعْدِ
baʿdi
setelah
خَلْقٍۢ
khalqin
ciptaan
فِى
di
ظُلُمَـٰتٍۢ
ẓulumātin
kegelapan(-kegelapan)
ثَلَـٰثٍۢ ۚ
thalāthin
tiga
ذَٰلِكُمُ
dhālikumu
Itu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhanmu
لَهُ
lahu
baginya
ٱلْمُلْكُ ۖ
l-mul'ku
adalah kerajaan
لَآ
Tidak ada
إِلَـٰهَ
ilāha
Tuhan
إِلَّا
illā
kecuali
هُوَ ۖ
huwa
Dia
فَأَنَّىٰ
fa-annā
Maka bagaimana
تُصْرَفُونَ
tuṣ'rafūna
kamu berpaling

Khalaqakum min nafsiw wāḥidatin ṡumma ja‘ala minhā zaujahā wa anzala lakum minal-an‘āmi ṡamāniyata azwāj(in), yakhluqukum fī buṭūni ummahātikum khalqam mim ba‘di khalqin fī ẓulumātin ṡalāṡ(in), żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk(u), lā ilāha illā huw(a), fa'annā tuṣrafūn(a).

Dia menciptakanmu dari jiwa yang satu (Adam), kemudian darinya Dia menjadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menciptakanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pemilik kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia. Mengapa kamu dapat berpaling (dari kebenaran)?

Az-Zumar · 7
﴿ 7 ﴾

إِن تَكْفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ‌ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ‌ۖ وَإِن تَشْكُرُواْ يَرْضَهُ لَكُمْ‌ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ‌ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ‌ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

إِن
in
Jika
تَكْفُرُوا۟
takfurū
kamu ingkar
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
غَنِىٌّ
ghaniyyun
tidak membutuhkan
عَنكُمْ ۖ
ʿankum
dari kalian
وَلَا
walā
Dan tidak
يَرْضَىٰ
yarḍā
Dia suka
لِعِبَادِهِ
liʿibādihi
pada hamba-hamba-Nya
ٱلْكُفْرَ ۖ
l-kuf'ra
kekafiran
وَإِن
wa-in
Dan jika
تَشْكُرُوا۟
tashkurū
kalian bersyukur
يَرْضَهُ
yarḍahu
Dia menyukainya
لَكُمْ ۗ
lakum
padamu
وَلَا
walā
Dan tidak
تَزِرُ
taziru
akan memikul
وَازِرَةٌۭ
wāziratun
pemikul beban
وِزْرَ
wiz'ra
beban
أُخْرَىٰ ۗ
ukh'rā
lain
ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِلَىٰ
ilā
kepada
رَبِّكُم
rabbikum
Tuhanmu
مَّرْجِعُكُمْ
marjiʿukum
adalah tempat kembali kalian
فَيُنَبِّئُكُم
fayunabbi-ukum
maka Dia akan memberitahumu
بِمَا
bimā
tentang apa
كُنتُمْ
kuntum
kalian dahulu
تَعْمَلُونَ ۚ
taʿmalūna
kamu kerjakan
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۢ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
بِذَاتِ
bidhāti
dari apa (yang ada) di dada
ٱلصُّدُورِ
l-ṣudūri
apa (yang ada) di dalam dada

In takfurū fa'innallāha ganiyyun ‘ankum, wa lā yarḍā li‘ibādihil-kufr(a), wa in tasykurū yarḍahu lakum, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Jika kamu kufur, sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu. Dia pun tidak meridai kekufuran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada.

Az-Zumar · 8
﴿ 8 ﴾

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓاْ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلاً‌ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلنَّارِ

۞ وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
مَسَّ
massa
menyentuh
ٱلْإِنسَـٰنَ
l-insāna
manusia
ضُرٌّۭ
ḍurrun
kemudaratan
دَعَا
daʿā
dia memanggil
رَبَّهُۥ
rabbahu
Tuhannya
مُنِيبًا
munīban
kembali
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
ثُمَّ
thumma
kemudian
إِذَا
idhā
apabila
خَوَّلَهُۥ
khawwalahu
Dia menganugerahinya
نِعْمَةًۭ
niʿ'matan
suatu nikmat
مِّنْهُ
min'hu
dari diri-Nya
نَسِىَ
nasiya
dia lupa
مَا
apa yang
كَانَ
kāna
dia biasa memanggil
يَدْعُوٓا۟
yadʿū
ia biasa memanggil
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
مِن
min
sebelum
قَبْلُ
qablu
sebelumnya
وَجَعَلَ
wajaʿala
dan Dia menetapkan
لِلَّهِ
lillahi
milik Allah
أَندَادًۭا
andādan
saingan
لِّيُضِلَّ
liyuḍilla
untuk menyesatkan
عَن
ʿan
dari
سَبِيلِهِۦ ۚ
sabīlihi
Jalan-Nya
قُلْ
qul
Katakanlah
تَمَتَّعْ
tamattaʿ
nikmatilah
بِكُفْرِكَ
bikuf'rika
dalam kekafiranmu
قَلِيلًا ۖ
qalīlan
sedikit
إِنَّكَ
innaka
sesungguhnya engkau
مِنْ
min
adalah dari
أَصْحَـٰبِ
aṣḥābi
para penghuni
ٱلنَّارِ
l-nāri
neraka

Wa iżā massal-insāna ḍurrun da‘ā rabbahū munīban ilaihi ṡumma iżā khawwalahū ni‘matan minhu nasiya mā kāna yad‘ū ilaihi min qablu wa ja‘ala lilllāhi andādal liyuḍilla ‘an sabīlih(ī), qul tamatta‘ bikufrika qalīlā(n), innaka min aṣḥābin-nār(i).

Apabila ditimpa bencana, manusia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya. Akan tetapi, apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa terhadap apa yang pernah dia mohonkan kepada Allah sebelum itu dan dia menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bersenang-senanglah dengan kekufuranmu untuk sementara waktu! Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.”

Az-Zumar · 9
﴿ 9 ﴾

أَمَّنْ هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْأَخِرَةَ وَيَرْجُواْ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ‌ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ‌ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَـٰبِ

أَمَّنْ
amman
Apakah (seseorang) yang
هُوَ
huwa
dia
قَـٰنِتٌ
qānitun
patuh
ءَانَآءَ
ānāa
selama waktu
ٱلَّيْلِ
al-layli
malam
سَاجِدًۭا
sājidan
bersujud
وَقَآئِمًۭا
waqāiman
dan berdiri
يَحْذَرُ
yaḥdharu
takut
ٱلْـَٔاخِرَةَ
l-ākhirata
akhirat
وَيَرْجُوا۟
wayarjū
dan berharap
رَحْمَةَ
raḥmata
untuk rahmat
رَبِّهِۦ ۗ
rabbihi
Tuhannya
قُلْ
qul
Katakanlah
هَلْ
hal
Apakah
يَسْتَوِى
yastawī
sama
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
لَا
jangan
يَعْلَمُونَ ۗ
yaʿlamūna
mengetahui
إِنَّمَا
innamā
Hanya
يَتَذَكَّرُ
yatadhakkaru
akan mengambil pelajaran
أُو۟لُوا۟
ulū
orang-orang yang berakal
ٱلْأَلْبَـٰبِ
l-albābi
orang-orang yang berakal

Amman huwa qānitun ānā'al-laili sājidaw wa qā'imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjū raḥmata rabbih(ī), qul hal yastawil-lażīna ya‘lamūna wal-lażīna lā ya‘lamūn(a), innamā yatażakkaru ulul-albāb(i).

(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.