← Daftar Pelajaran
Hari 77 · Ghafir · Ayat 1–9

Allah Maha Pengampun (Ghafir)

Sifat Allah Ghafir (Maha Pengampun); doa seorang mukmin di antara keluarga Firaun.

Niat Hari 77 · Ghafir ayat 1–9

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Ghafir غافر
Maha Pengampun · Makkiyyah · 85 ayat

Tema sentral

Surah Ghafir berpusat pada penegasan tauhid dan kekuasaan Allah sebagai Pencipta dan Pemberi Rezeki, serta peringatan keras terhadap kesombongan dan penolakan kebenaran. Surah ini menyoroti pertarungan abadi antara kebenaran dan kebatilan, meyakinkan orang beriman akan kemenangan akhir dan mengancam orang-orang kafir dengan azab yang pedih, sambil mengungkap sifat-sifat Allah yang Maha Agung dan Maha Pengampun.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menegaskan keesaan Allah, kekuasaan-Nya dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Ghafir

Menegaskan kebesaran Allah sebagai Maha Pengampun dan Pemberi Taubat bagi hamba yang beriman dan berdoa.

Tema Sentral

Surah Ghafir berpusat pada sifat Allah sebagai Maha Pengampun dosa dan Penerima taubat, sekaligus memiliki azab yang keras bagi mereka yang sombong. Surah ini menyoroti pentingnya doa dan harapan kepada Allah di tengah penolakan para penentang kebenaran.

Kisah seorang mukmin dari keluarga Firaun menjadi inti yang kuat dalam surah ini. Ia menyembunyikan imannya namun berani menyuarakan kebenaran dengan hikmah, menunjukkan bahwa keimanan sejati akan selalu membela kebenaran meskipun berada di lingkungan yang menindas.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat penolakan kaum musyrikin terhadap dakwah Nabi Muhammad semakin keras. Allah menurunkannya untuk menguatkan hati Rasulullah dan kaum muslimin agar tidak putus asa. Surah ini juga memperingatkan kaum musyrikin bahwa kesombongan mereka akan berujung pada kebinasaan seperti umat terdahulu.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan sifat Allah sebagai Maha Pengampun dan Penerima taubat bagi hamba-Nya.
  • Mengingatkan manusia akan bahaya kesombongan dan penolakan terhadap ayat-ayat Allah.
  • Menggugah umat Islam untuk terus berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah.
  • Menampilkan teladan mukmin keluarga Firaun dalam mendakwahkan kebenaran dengan berani dan bijaksana.
Hikmah Utama (4)
  • Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, karena Dia Maha Pengampun sebesar apa pun dosa kita.
  • Berdoalah dengan penuh keyakinan, karena Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.
  • Kesombongan karena jabatan atau harta hanya akan membawa kehancuran, seperti yang dialami Firaun.
  • Berani menyuarakan kebenaran di tempat kerja atau lingkungan sosial adalah tanda keimanan yang kuat.
Munasabah

Surah sebelumnya, Az-Zumar, ditutup dengan pemandangan hari kiamat dan pengelompokan manusia ke surga dan neraka. Surah Ghafir melanjutkannya dengan menjelaskan sifat Allah yang Maha Pengampun untuk mengajak manusia bertaubat sebelum kiamat tiba. Setelahnya, Surah Fussilat merinci lebih lanjut tentang ayat-ayat Al-Quran sebagai pedoman hidup.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa dosa terlalu banyak dan malu untuk bertaubat.

    Pesan surah Allah adalah Ghafir (Maha Pengampun) dan Qabil at-Taub (Penerima taubat).

    Langkah kecil Lakukan salat taubat dua rakaat malam ini dan menangislah memohon ampunan.

  • Situasi Sedang menghadapi atasan atau lingkungan kerja yang zalim.

    Pesan surah Belajarlah dari mukmin keluarga Firaun yang berdakwah dengan hikmah tanpa rasa takut.

    Langkah kecil Tetap pegang prinsip kejujuran di kantor meski banyak yang menentang.

  • Situasi Doa terasa belum dikabulkan dan mulai putus asa.

    Pesan surah Allah berfirman berdoalah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan.

    Langkah kecil Luangkan waktu lima menit setelah salat fardu khusus untuk berdoa dengan penuh harap.

Amalan dari Maqasid

Istigfar dan Doa Tanpa Henti

Surah ini menekankan bahwa Allah sangat menyukai hamba-Nya yang berdoa dan memohon ampunan. Kesombongan terbesar adalah enggan berdoa kepada Allah.

Cara praktis Bacalah sayyidul istigfar setiap pagi dan petang, serta berdoalah untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, berdoalah dengan sungguh-sungguh menyebut nama Allah Al-Ghafir, mohonkan ampunan untuk diri sendiri, orang tua, dan seluruh kaum muslimin.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 3 Ayat ini merangkum sifat kasih sayang Allah sekaligus ketegasan-Nya, menjadi fondasi harapan bagi setiap mukmin.
  • Ayat 44 Mengajarkan tawakal total dengan menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah saat menghadapi kesulitan.
  • Ayat 60 Janji mutlak dari Allah bahwa Dia akan mengabulkan doa, serta peringatan bagi yang sombong dari beribadah kepada-Nya.

Ghafir · 1
﴿ 1 ﴾

حٰمۤ ۚ

Ḥā mīm.

Ḥā Mīm.

Ghafir · 2
﴿ 2 ﴾

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۙ

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-‘alīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Ghafir · 3
﴿ 3 ﴾

غَافِرِ الذَّنْۢبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِى الطَّوْلِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ

Gāfiriż-żambi wa qābilit-taubi syadīdil-‘iqābi żiṭ-ṭaul(i), lā ilāha illā huw(a), ilaihil-maṣīr(u).

(Dia) Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, (dan) Pemilik karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali.

Ghafir · 4
﴿ 4 ﴾

مَا يُجَادِلُ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ اِلَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى الْبِلَادِ

Mā yujādilu fī āyātillāhi illal-lażīna kafarū falā yagrurka taqallubuhum fil-bilād(i).

Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kufur. Oleh karena itu, janganlah engkau (Nabi Muhammad) tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri.

Ghafir · 5
﴿ 5 ﴾

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّالْاَحْزَابُ مِنْۢ بَعْدِهِمْ ۖوَهَمَّتْ كُلُّ اُمَّةٍۢ بِرَسُوْلِهِمْ لِيَأْخُذُوْهُ وَجَادَلُوْا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوْا بِهِ الْحَقَّ فَاَخَذْتُهُمْ ۗفَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

Każżabat qablahum qaumu nūḥiw wal-aḥzābu mim ba‘dihim, wa hammat kullu ummatim birasūlihim liya'khużūhu wa jādalū bil-bāṭili liyudḥiḍū bihil-ḥaqqa fa'akhażtuhum, fa kaifa kāna ‘iqāb(i).

Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka mendustakan (rasul). Setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk membunuhnya. Mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran. Maka, Aku menyiksa mereka. Bagaimanakah (pedihnya) azab-Ku?

Ghafir · 6
﴿ 6 ﴾

وَكَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ النَّارِۘ

Wa każālika ḥaqqat kalimatu rabbika ‘alal-lażīna kafarū annahum aṣḥābun-nār(i).

Demikianlah (sebagaimana berlaku kepada umat terdahulu), ketetapan Tuhanmu itu berlaku pula bagi orang-orang yang kufur bahwa mereka adalah para penghuni neraka.

Ghafir · 7
﴿ 7 ﴾

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ

Allażīna yaḥmilūnal-‘arsya wa man ḥaulahū yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim wa yu'minūna bihī wa yastagfirūna lil-lażīna āmanū, rabbanā wasi‘ta kulla syai'ir raḥmataw wa ‘ilman fagfir lil-lażīna tābū wattaba‘ū sabīlaka wa qihim ‘ażābal-jaḥīm(i).

(Para malaikat) yang memikul ʻArasy dan yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman. (Mereka berkata,) “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari azab (neraka) Jahim.

Ghafir · 8
﴿ 8 ﴾

رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ِۨالَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ

Rabbanā wa adkhilhum jannāti ‘adninil-latī wa‘attahum wa man ṣalaḥa min ābā'ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim, innaka antal ‘azīzul-ḥakīm(u).

Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka serta orang yang saleh di antara nenek moyang, istri, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ghafir · 9
﴿ 9 ﴾

وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِۗ وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗوَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ࣖ

Wa qihimus-sayyi'āt(i), wa man taqis-sayyi'āti yauma'iżin faqad raḥimtah(ū), wa żālika huwal-fauzul-‘aẓīm(u).

Lindungilah mereka dari keburukan. Siapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya. Itulah kemenangan yang agung.”

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 77, lanjutkan tema Surat Ghafir