حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
Ḥa Mīm.
Al-Quran diturunkan jelas dalam bahasa Arab; alam semesta bersaksi akan keesaan Allah.
Surah Fussilat berpusat pada penegasan kebenaran wahyu Al-Qur'an sebagai petunjuk dan rahmat Allah bagi umat manusia, serta menyerukan untuk merenungkan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan-Nya di alam semesta. Surah ini juga membahas respons manusia terhadap kebenaran, baik penerimaan maupun penolakan, serta konsekuensi dari pilihan tersebut.
Surah ini menegaskan kebenaran Al-Quran yang dijelaskan secara rinci sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman.
Surah Fussilat berpusat pada penegasan bahwa Al-Quran adalah wahyu yang ayat-ayatnya dirinci dengan sangat jelas. Allah menonjolkan sifat-Nya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang melalui turunnya kitab ini sebagai pedoman hidup. Namun, surah ini juga memaparkan sikap keras kepala kaum musyrikin yang menutup telinga dan hati mereka dari kebenaran.
Selain itu, surah ini menyoroti pentingnya dakwah yang dilakukan dengan cara terbaik, membalas keburukan dengan kebaikan. Allah juga mengingatkan manusia tentang hari kiamat, di mana anggota tubuh akan menjadi saksi atas segala perbuatan, menegaskan keadilan Allah yang mutlak.
Surah ini diturunkan di Makkah ketika penolakan kaum musyrikin terhadap dakwah Nabi Muhammad mencapai puncaknya. Mereka secara terang-terangan menyatakan bahwa hati dan telinga mereka tertutup dari pesan Al-Quran. Surah ini hadir untuk menguatkan hati Rasulullah dan kaum muslimin agar tetap istiqamah dalam berdakwah meski menghadapi penolakan keras.
Surah Fussilat memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Ghafir, yang sama-sama dimulai dengan huruf Ha Mim dan membahas penolakan terhadap wahyu. Surah ini kemudian dilanjutkan oleh surah Ash-Shura yang juga menekankan tentang esensi wahyu dan syariat yang diturunkan kepada para nabi. Benang merah ketiganya adalah penegasan atas kebenaran wahyu Ilahi dan respons manusia terhadapnya.
Situasi Menghadapi rekan kerja atau kerabat yang bersikap memusuhi dan memancing amarah.
Pesan surah Surah ini mengajarkan untuk menolak keburukan dengan cara yang lebih baik agar permusuhan mereda.
Langkah kecil Balaslah pesan atau ucapan yang kurang menyenangkan dengan tutur kata yang sopan dan mendoakan kebaikan.
Situasi Merasa lelah dan ingin menyerah dalam mempertahankan kebiasaan ibadah di tengah kesibukan.
Pesan surah Allah menjanjikan ketenangan dan hilangnya rasa takut bagi mereka yang berani untuk terus istiqamah.
Langkah kecil Luangkan waktu lima menit setelah shalat untuk berdiam diri dan memohon kekuatan istiqamah kepada Allah.
Situasi Tergoda untuk melakukan maksiat saat sedang sendirian dan merasa tidak ada yang melihat.
Pesan surah Anggota tubuh kita sendiri yang akan menjadi saksi atas setiap perbuatan tersembunyi di akhirat kelak.
Langkah kecil Pindahkan ponsel atau tutup layar sejenak, lalu istighfar tiga kali saat niat buruk mulai muncul.
Surah ini sangat menekankan pentingnya dakwah yang baik dan menolak keburukan dengan kebaikan. Sikap ini adalah wujud nyata dari keimanan yang kokoh.
Cara praktis Tahan diri dari membalas komentar negatif di media sosial hari ini, dan gantilah dengan membagikan satu pesan positif.
Hari ini, balaslah satu perlakuan atau perkataan yang kurang menyenangkan dari orang lain dengan senyuman dan sapaan yang ramah.
حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
Ḥa Mīm.
تَنْزِيْلٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۚ
Tanzīlum minar-raḥmānir-raḥīm(i).
(Al-Qur’an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
كِتٰبٌ فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَۙ
Kitābun fuṣṣilat āyātuhū qur'ānan ‘arabiyyal liqaumiy ya‘lamūn(a).
Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan sebagai bacaan dalam bahasa Arab untuk kaum yang mengetahui,
بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۚ فَاَعْرَضَ اَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُوْنَ
Basyīraw wa nażīrā(n), fa'a‘raḍa akṡaruhum fahum lā yasma‘ūn(a).
yang membawa berita gembira dan peringatan. Akan tetapi, kebanyakan mereka berpaling (darinya) serta tidak mendengarkan.
وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا فِيْٓ اَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُوْنَآ اِلَيْهِ وَفِيْٓ اٰذَانِنَا وَقْرٌ وَّمِنْۢ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ اِنَّنَا عٰمِلُوْنَ
Wa qālū qulūbunā fī akinnatim mimmā tad‘ūnā ilaihi wa fī āżāninā waqruw wa mim baininā wa bainika ḥijābun fa‘mal innanā ‘āmilūn(a).
Mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau serukan kepada kami. Dalam telinga kami ada penyumbat dan di antara kami dan engkau ada tabir. Oleh sebab itu, lakukanlah (apa yang kamu sukai). Sesungguhnya kami akan melakukan (apa yang kami sukai).”
قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۟ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰىٓ اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَاسْتَقِيْمُوْٓا اِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ ۗوَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِيْنَۙ
Qul innamā ana basyarum miṡlukum yūḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥidun fastaqīmū ilaihi wastagfirūh(u), wa wailul lil-musyrikīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, tetaplah (dalam beribadah) dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Celakalah orang-orang yang mempersekutukan(-Nya),
الَّذِيْنَ لَا يُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
Allażīna lā yu'tūnaz-zakāta wa hum bil-ākhirati hum kāfirūn(a).
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ࣖ
Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.”
۞ قُلْ اَىِٕنَّكُمْ لَتَكْفُرُوْنَ بِالَّذِيْ خَلَقَ الْاَرْضَ فِيْ يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُوْنَ لَهٗٓ اَنْدَادًا ۗذٰلِكَ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ
Qul a'innakum latakfurūna bil-lażī khalaqal-arḍa fī yaumaini wa taj‘alūna lahū andādā(n), żālika rabbul-‘ālamīn(a).
Katakanlah, “Pantaskah kamu mengingkari Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan semesta alam.”
Telah menceritakan kepada kami [As Shalt bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zura'i] dari [Rauh bin Al Qasim] dari [Manshur] dari [Mujahi…
Telah menceritakan kepada kami [Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] da…
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Umar Al Makki] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari…
Dalam membangun jiwa yang bertawakal, kita sering kali terjebak dalam keraguan terhadap kemampuan Allah dalam mengatur urusan hidup kita. Surat Fussilat ayat…
Dalam mengarungi ujian kehidupan, seringkali hati merasa cemas akan hasil akhir dari ikhtiar kita. Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala menenangkan jiwa melalui…
Dalam perjalanan meniti jalan tawakal, seringkali hati merasa cemas akan masa depan dan kecukupan duniawi. Padahal, hakikat tawakal adalah melepaskan keterga…