← Daftar Pelajaran
Hari 79 · Asy-Syura · Ayat 1–10

Musyawarah dan wahyu (Asy-Syura)

Wahyu Allah melalui wahyu; keimanan kepada akhirat; perbedaan dan kesatuan dalam tauhid.

Niat Hari 79 · Asy-Syura ayat 1–10

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Asy-Syura الشورى
Musyawarah · Makkiyyah · 53 ayat

Tema sentral

Surah Asy-Syura menegaskan wahyu sebagai sarana Allah berkomunikasi dengan manusia, menjelaskan bahwa semua nabi membawa risalah tauhid yang sama. Surah ini menyerukan persatuan umat Islam dalam beragama, menjauhi perpecahan, dan menegakkan keadilan berdasarkan syariat.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan hakikat wahyu dan kenabian.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Asy-Syura

Menegaskan kesatuan risalah para nabi, pentingnya musyawarah, dan keharusan berserah diri kepada ketetapan Allah.

Tema Sentral

Surah ini berpusat pada hakikat wahyu dan kesatuan agama tauhid yang dibawa oleh seluruh nabi, dari Nuh hingga Muhammad. Allah menegaskan otoritas mutlak-Nya dalam menetapkan syariat dan mengingatkan manusia bahwa tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Sifat-sifat Allah seperti Maha Pengampun dan Maha Mengetahui sangat ditonjolkan untuk menenangkan hati orang beriman.

Selain itu, surah ini menyoroti karakter dasar masyarakat Islam yang sehat, yaitu mengedepankan syura (musyawarah) dalam segala urusan. Keputusan yang diambil bersama dengan landasan iman akan membawa keberkahan dan menjauhkan umat dari perpecahan yang merusak.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin menolak keras wahyu dan meragukan kerasulan Muhammad. Tujuannya adalah untuk meneguhkan hati beliau dan kaum muslimin bahwa penolakan semacam itu juga dialami para nabi terdahulu. Umat Islam diajarkan untuk bersabar dan tetap berpegang teguh pada kebenaran.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kesatuan agama tauhid dari masa ke masa yang diwahyukan kepada para nabi.
  • Menjelaskan keagungan Al-Quran sebagai wahyu yang menjaga manusia dari kesesatan.
  • Mengajak umat Islam untuk menjadikan musyawarah sebagai landasan dalam mengambil keputusan.
  • Mengingatkan bahwa musibah sering kali adalah akibat perbuatan manusia, namun Allah Maha Pemaaf.
Hikmah Utama (4)
  • Jadikan musyawarah sebagai kebiasaan dalam keluarga dan pekerjaan agar keputusan membawa berkah dan meminimalisir ego.
  • Bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan, karena kesabaran dan pemaafan adalah tanda kematangan jiwa.
  • Selalu kembali kepada Al-Quran dan Sunnah saat terjadi perselisihan agar menemukan jalan keluar yang adil.
  • Perbanyak istighfar saat tertimpa musibah, menyadari bahwa Allah Maha Pemaaf atas segala kekurangan kita.
Munasabah

Melanjutkan Surah Fussilat yang membahas kebenaran Al-Quran, Asy-Syura merinci bahwa wahyu ini adalah mata rantai risalah terdahulu. Surah ini kemudian dilanjutkan oleh Az-Zukhruf yang juga diawali dengan penegasan tentang kemuliaan Al-Quran sebagai kitab yang jelas.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Terjadi perbedaan pendapat dengan pasangan mengenai keuangan atau pendidikan anak.

    Pesan surah Keputusan terbaik lahir dari musyawarah yang dilandasi niat baik dan ketaatan kepada Allah.

    Langkah kecil Ajak pasangan duduk bersama dan dengarkan pendapatnya tanpa memotong pembicaraan.

  • Situasi Mengalami kegagalan atau musibah yang membuat hati sedih dan kecewa.

    Pesan surah Musibah bisa jadi teguran atas kesalahan kita, dan Allah mengampuni banyak dosa melaluinya.

    Langkah kecil Ucapkan istighfar dan evaluasi diri atas kesalahan yang mungkin baru saja dilakukan.

  • Situasi Merasa disakiti oleh rekan kerja atau tetangga.

    Pesan surah Membalas keburukan dengan keburukan diperbolehkan secara adil, tetapi memaafkan jauh lebih mulia di sisi Allah.

    Langkah kecil Maafkan kesalahan kecil mereka hari ini dan lepaskan rasa dendam di hati.

Amalan dari Maqasid

Menghidupkan Budaya Syura

Surah ini menjadikan 'musyawarah' sebagai identitas orang beriman, sejajar dengan mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Keputusan bersama mencegah kezaliman dan memperkuat ukhuwah.

Cara praktis Libatkan anggota keluarga atau tim kerja sebelum mengambil keputusan yang berdampak pada mereka hari ini.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, tanyakan pendapat satu orang terdekat sebelum Anda memutuskan sesuatu yang biasanya Anda putuskan sendiri.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 11 Ayat ini adalah fondasi aqidah tauhid bahwa tidak ada satu pun makhluk yang menyerupai Allah.
  • Ayat 13 Menegaskan bahwa inti ajaran Islam sama dengan ajaran para nabi besar terdahulu, yaitu menegakkan agama dan tidak berpecah belah.
  • Ayat 38 Menyebutkan musyawarah (syura) sebagai pilar kehidupan sosial orang beriman, yang menjadi nama surah ini.

Asy-Syura · 1
﴿ 1 ﴾

حٰمۤ ۚ

Ḥā mīm.

Ḥā Mīm.

Asy-Syura · 2
﴿ 2 ﴾

عۤسۤقۤ ۗ

‘Ain sīn qāf.

‘Aīn Sīn Qāf

Asy-Syura · 3
﴿ 3 ﴾

كَذٰلِكَ يُوْحِيْٓ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۙ اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Każālika yūḥī ilaika wa ilal-lażīna min qablik(a), allāhul-‘azīzul-ḥakīm(u).

Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana menurunkan wahyu kepadamu (Nabi Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu.

Asy-Syura · 4
﴿ 4 ﴾

لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Asy-Syura · 5
﴿ 5 ﴾

تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min fauqihinna wal-malā'ikatu yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim wa yastagfirūna liman fil-arḍ(i), alā innallāha huwal-gafūrur-raḥīm(u).

(Karena keagungan-Nya,) hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allahlah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asy-Syura · 6
﴿ 6 ﴾

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهُ حَفِيْظٌ عَلَيْهِمْۖ وَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ

Wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'allāhu ḥafīẓun ‘alaihim, wa mā anta ‘alaihim biwakīl(in).

Orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain-Nya, Allah mengawasi (perbuatan) mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah penanggung jawab mereka.

Asy-Syura · 7
﴿ 7 ﴾

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗفَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ

Wa każālika auḥainā ilaika qur'ānan ‘arabiyyal litunżira ummal-qurā wa man ḥaulahā wa tunżira yaumal-jam‘i lā raiba fīh(i), farīqun fil-jannati wa farīqun fis-sa‘īr(i).

Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu Al-Qur’an yang berbahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurā (Makkah) dan penduduk di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak diragukan keberadaannya. Segolongan masuk surga dan segolongan (lain) masuk neraka.

Asy-Syura · 8
﴿ 8 ﴾

وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَهُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمُوْنَ مَا لَهُمْ مِّنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

Wa lau syā'allāhu laja‘alahum ummataw wāḥidataw wa lākiy yudkhilu may yasyā'u fī raḥmatih(ī), waẓ-ẓālimūna mā lahum miw waliyyiw wa lā naṣīr(in).

Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan mereka umat yang satu. Akan tetapi, Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Adapun orang-orang zalim, mereka sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong.

Asy-Syura · 9
﴿ 9 ﴾

اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۚ فَاللّٰهُ هُوَ الْوَلِيُّ وَهُوَ يُحْيِ الْمَوْتٰى ۖوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ

Amittakhażū min dūnihī auliyā'(a), fallāhu huwal-waliyyu wa huwa yuḥyil-mautā, wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Bahkan, apakah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Padahal, hanya Allahlah pelindung (yang sebenarnya). Dia menghidupkan orang-orang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Asy-Syura · 10
﴿ 10 ﴾

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُۖ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ

Wa makhtalaftum fīhi min syai'in faḥukmuhū ilallāh(i), żālikumullāhu rabbī ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb(u).

Apa pun yang kamu perselisihkan, keputusannya (diserahkan) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku kembali.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 79, lanjutkan tema Surat Asy-Syura