← Kembali ke pelajaran
Hari 79 Langkah 5 / 9 +10 XP

Munasabah

Surah Asy-Syura ini memiliki hubungan erat dengan surah sebelumnya, Fussilat, yang juga menekankan keesaan Allah dan wahyu sebagai bukti kebenaran. Jika Fussilat banyak berbicara tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, Asy-Syura lebih fokus pada wahyu (Al-Qur'an) sebagai manifestasi kebesaran dan kebijaksanaan-Nya, serta urgensi musyawarah dalam syariat. Secara internal, ayat-ayat awal (1-2) yang berupa huruf muqattha'ah segera diikuti oleh penegasan bahwa wahyu dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (ayat 3) adalah inti risalah, baik kepada Nabi Muhammad maupun para nabi sebelumnya. Ini mengikat keseluruhan tema surah pada otoritas ilahi wahyu. Ayat-ayat selanjutnya (4-10) memperkuat keagungan Allah sebagai pemilik langit dan bumi, serta Pelindung sejati, menolak kesyirikan, dan menegaskan bahwa segala perselisihan harus dikembalikan kepada hukum Allah. Tema musyawarah (asy-syura) yang menjadi nama surah ini, meskipun baru muncul eksplisit di ayat 38, telah ditanamkan secara implisit melalui penekanan pada persatuan umat di bawah satu wahyu dan satu Tuhan.