← Kembali ke pelajaran
Hari 79 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Asy-Syura · 1
﴿ 1 ﴾

حمٓ

حمٓ
hha-meem
Ha Mim

Ḥā mīm.

Ḥā Mīm.

Asy-Syura · 2
﴿ 2 ﴾

عٓسٓقٓ

عٓسٓقٓ
ain-seen-qaf
Ain Sin Qaf

‘Ain sīn qāf.

‘Aīn Sīn Qāf

Asy-Syura · 3
﴿ 3 ﴾

كَذَٲلِكَ يُوحِىٓ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

كَذَٰلِكَ
kadhālika
Demikianlah
يُوحِىٓ
yūḥī
mewahyukan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
وَإِلَى
wa-ilā
dan kepada
ٱلَّذِينَ
alladhīna
mereka
مِن
min
sebelum kamu
قَبْلِكَ
qablika
sebelummu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana

Każālika yūḥī ilaika wa ilal-lażīna min qablik(a), allāhul-‘azīzul-ḥakīm(u).

Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana menurunkan wahyu kepadamu (Nabi Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu.

Asy-Syura · 4
﴿ 4 ﴾

لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

لَهُۥ
lahu
Kepada-Nya
مَا
milik
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَمَا
wamā
dan apa pun
فِى
di
ٱلْأَرْضِ ۖ
l-arḍi
bumi
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
ٱلْعَلِىُّ
l-ʿaliyu
Yang Maha Tinggi
ٱلْعَظِيمُ
l-ʿaẓīmu
Yang Maha Agung

Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Asy-Syura · 5
﴿ 5 ﴾

تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٲتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ‌ۚ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَن فِى ٱلْأَرْضِ‌ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

تَكَادُ
takādu
Hampir
ٱلسَّمَـٰوَٰتُ
l-samāwātu
langit
يَتَفَطَّرْنَ
yatafaṭṭarna
pecah
مِن
min
dari
فَوْقِهِنَّ ۚ
fawqihinna
di atas mereka
وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
wal-malāikatu
dan para Malaikat
يُسَبِّحُونَ
yusabbiḥūna
memuliakan
بِحَمْدِ
biḥamdi
pujian
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
وَيَسْتَغْفِرُونَ
wayastaghfirūna
dan memohon ampun
لِمَن
liman
bagi mereka
فِى
pada
ٱلْأَرْضِ ۗ
l-arḍi
bumi
أَلَآ
alā
ketahuilah
إِنَّ
inna
sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلْغَفُورُ
l-ghafūru
Yang Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
Yang Maha Penyayang

Takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min fauqihinna wal-malā'ikatu yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim wa yastagfirūna liman fil-arḍ(i), alā innallāha huwal-gafūrur-raḥīm(u).

(Karena keagungan-Nya,) hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allahlah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asy-Syura · 6
﴿ 6 ﴾

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
ٱتَّخَذُوا۟
ittakhadhū
mereka mengambil
مِن
min
selain
دُونِهِۦٓ
dūnihi
selain-Nya
أَوْلِيَآءَ
awliyāa
pelindung
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
حَفِيظٌ
ḥafīẓun
seorang Penjaga
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
وَمَآ
wamā
dan tidak
أَنتَ
anta
engkau
عَلَيْهِم
ʿalayhim
(adalah) atas mereka
بِوَكِيلٍۢ
biwakīlin
seorang pengurus

Wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'allāhu ḥafīẓun ‘alaihim, wa mā anta ‘alaihim biwakīl(in).

Orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain-Nya, Allah mengawasi (perbuatan) mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah penanggung jawab mereka.

Asy-Syura · 7
﴿ 7 ﴾

وَكَذَٲلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ‌ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ

وَكَذَٰلِكَ
wakadhālika
Dan demikianlah
أَوْحَيْنَآ
awḥaynā
Kami telah wahyukan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
قُرْءَانًا
qur'ānan
sebuah Quran
عَرَبِيًّۭا
ʿarabiyyan
Arab
لِّتُنذِرَ
litundhira
agar kamu memberi peringatan
أُمَّ
umma
ibu
ٱلْقُرَىٰ
l-qurā
kota-kota
وَمَنْ
waman
dan siapa pun
حَوْلَهَا
ḥawlahā
ada di sekitarnya
وَتُنذِرَ
watundhira
dan kamu memperingatkan
يَوْمَ
yawma
hari
ٱلْجَمْعِ
l-jamʿi
perkumpulan
لَا
tidak ada
رَيْبَ
rayba
keraguan
فِيهِ ۚ
fīhi
di dalamnya
فَرِيقٌۭ
farīqun
sekelompok
فِى
di
ٱلْجَنَّةِ
l-janati
surga
وَفَرِيقٌۭ
wafarīqun
dan satu golongan
فِى
di
ٱلسَّعِيرِ
l-saʿīri
api yang menyala-nyala

Wa każālika auḥainā ilaika qur'ānan ‘arabiyyal litunżira ummal-qurā wa man ḥaulahā wa tunżira yaumal-jam‘i lā raiba fīh(i), farīqun fil-jannati wa farīqun fis-sa‘īr(i).

Demikianlah Kami mewahyukan kepadamu Al-Qur’an yang berbahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurā (Makkah) dan penduduk di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak diragukan keberadaannya. Segolongan masuk surga dan segolongan (lain) masuk neraka.

Asy-Syura · 8
﴿ 8 ﴾

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَٲحِدَةً وَلَـٰكِن يُدْخِلُ مَن يَشَآءُ فِى رَحْمَتِهِۦ‌ۚ وَٱلظَّـٰلِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

وَلَوْ
walaw
Dan jika
شَآءَ
shāa
Allah menghendaki
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah menghendaki
لَجَعَلَهُمْ
lajaʿalahum
Dia bisa saja menjadikan mereka
أُمَّةًۭ
ummatan
suatu umat
وَٰحِدَةًۭ
wāḥidatan
satu
وَلَـٰكِن
walākin
tetapi
يُدْخِلُ
yud'khilu
Allah menghendaki
مَن
man
siapa
يَشَآءُ
yashāu
Dia menghendaki
فِى
di dalam
رَحْمَتِهِۦ ۚ
raḥmatihi
Rahmat-Nya
وَٱلظَّـٰلِمُونَ
wal-ẓālimūna
Dan orang-orang zalim
مَا
tidak
لَهُم
lahum
bagi mereka
مِّن
min
apapun
وَلِىٍّۢ
waliyyin
pelindung
وَلَا
walā
dan tidak
نَصِيرٍ
naṣīrin
penolong

Wa lau syā'allāhu laja‘alahum ummataw wāḥidataw wa lākiy yudkhilu may yasyā'u fī raḥmatih(ī), waẓ-ẓālimūna mā lahum miw waliyyiw wa lā naṣīr(in).

Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan mereka umat yang satu. Akan tetapi, Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Adapun orang-orang zalim, mereka sama sekali tidak memiliki pelindung dan penolong.

Asy-Syura · 9
﴿ 9 ﴾

أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ‌ۖ فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ وَهُوَ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

أَمِ
ami
atau
ٱتَّخَذُوا۟
ittakhadhū
telah mereka ambil
مِن
min
selain Dia
دُونِهِۦٓ
dūnihi
selain Dia
أَوْلِيَآءَ ۖ
awliyāa
pelindung
فَٱللَّهُ
fal-lahu
Tetapi Allah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلْوَلِىُّ
l-waliyu
Pelindung
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
يُحْىِ
yuḥ'yī
Dia menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ
l-mawtā
orang-orang mati
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
عَلَىٰ
ʿalā
adalah atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌۭ
qadīrun
Maha Kuasa

Amittakhażū min dūnihī auliyā'(a), fallāhu huwal-waliyyu wa huwa yuḥyil-mautā, wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Bahkan, apakah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Padahal, hanya Allahlah pelindung (yang sebenarnya). Dia menghidupkan orang-orang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Asy-Syura · 10
﴿ 10 ﴾

وَمَا ٱخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَىْءٍ فَحُكْمُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبِّى عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

وَمَا
wamā
Dan apa pun
ٱخْتَلَفْتُمْ
ikh'talaftum
kalian berselisih
فِيهِ
fīhi
di dalamnya
مِن
min
dari
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
فَحُكْمُهُۥٓ
faḥuk'muhu
maka hukumnya
إِلَى
ilā
kepada
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
ذَٰلِكُمُ
dhālikumu
Itu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atas-Nya
تَوَكَّلْتُ
tawakkaltu
aku bertawakal
وَإِلَيْهِ
wa-ilayhi
dan kepada-Nya
أُنِيبُ
unību
aku kembali

Wa makhtalaftum fīhi min syai'in faḥukmuhū ilallāh(i), żālikumullāhu rabbī ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb(u).

Apa pun yang kamu perselisihkan, keputusannya (diserahkan) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku kembali.