← Kembali ke pelajaran
Hari 77 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Ghafir · 1
﴿ 1 ﴾

حمٓ

حمٓ
hha-meem
Ha Mim

Ḥā mīm.

Ḥā Mīm.

Ghafir · 2
﴿ 2 ﴾

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

تَنزِيلُ
tanzīlu
Wahyu
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
مِنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْعَلِيمِ
l-ʿalīmi
Yang Maha Mengetahui

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-‘alīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Ghafir · 3
﴿ 3 ﴾

غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

غَافِرِ
ghāfiri
(Yang) Maha Pengampun
ٱلذَّنۢبِ
l-dhanbi
(dari) dosa
وَقَابِلِ
waqābili
dan Yang Menerima
ٱلتَّوْبِ
l-tawbi
(dari) [pertobatan]
شَدِيدِ
shadīdi
berat
ٱلْعِقَابِ
l-ʿiqābi
siksaan
ذِى
dhī
pemilik
ٱلطَّوْلِ ۖ
l-ṭawli
Pemilik karunia
لَآ
Tidak ada
إِلَـٰهَ
ilāha
Tuhan
إِلَّا
illā
kecuali
هُوَ ۖ
huwa
Dia
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
ٱلْمَصِيرُ
l-maṣīru
adalah tempat kembali

Gāfiriż-żambi wa qābilit-taubi syadīdil-‘iqābi żiṭ-ṭaul(i), lā ilāha illā huw(a), ilaihil-maṣīr(u).

(Dia) Pengampun dosa, Penerima tobat, Pemberi hukuman yang keras, (dan) Pemilik karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali.

Ghafir · 4
﴿ 4 ﴾

مَا يُجَـٰدِلُ فِىٓ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِى ٱلْبِلَـٰدِ

مَا
Bukan
يُجَـٰدِلُ
yujādilu
membantah
فِىٓ
tentang
ءَايَـٰتِ
āyāti
ayat-ayat
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
إِلَّا
illā
kecuali
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
فَلَا
falā
maka janganlah
يَغْرُرْكَ
yaghrur'ka
menipumu
تَقَلُّبُهُمْ
taqallubuhum
pergerakan mereka
فِى
di
ٱلْبِلَـٰدِ
l-bilādi
kota-kota

Mā yujādilu fī āyātillāhi illal-lażīna kafarū falā yagrurka taqallubuhum fil-bilād(i).

Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kufur. Oleh karena itu, janganlah engkau (Nabi Muhammad) tertipu oleh bolak-balik perjalanan mereka di seluruh negeri.

Ghafir · 5
﴿ 5 ﴾

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَعْدِهِمْۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةِۭ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُۖ وَجَـٰدَلُواْ بِٱلْبَـٰطِلِ لِيُدْحِضُواْ بِهِ ٱلْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

كَذَّبَتْ
kadhabat
mendustakan
قَبْلَهُمْ
qablahum
sebelum mereka
قَوْمُ
qawmu
kaum
نُوحٍۢ
nūḥin
Nuh
وَٱلْأَحْزَابُ
wal-aḥzābu
dan golongan-golongan
مِنۢ
min
dari
بَعْدِهِمْ ۖ
baʿdihim
setelah mereka
وَهَمَّتْ
wahammat
dan merencanakan
كُلُّ
kullu
setiap
أُمَّةٍۭ
ummatin
umat
بِرَسُولِهِمْ
birasūlihim
terhadap Rasul mereka
لِيَأْخُذُوهُ ۖ
liyakhudhūhu
untuk menangkapnya
وَجَـٰدَلُوا۟
wajādalū
dan mereka membantah
بِٱلْبَـٰطِلِ
bil-bāṭili
dengan kebatilan
لِيُدْحِضُوا۟
liyud'ḥiḍū
untuk membatalkan
بِهِ
bihi
dengannya
ٱلْحَقَّ
l-ḥaqa
kebenaran
فَأَخَذْتُهُمْ ۖ
fa-akhadhtuhum
maka aku menangkap mereka
فَكَيْفَ
fakayfa
Maka bagaimana
كَانَ
kāna
adalah
عِقَابِ
ʿiqābi
hukuman-Ku

Każżabat qablahum qaumu nūḥiw wal-aḥzābu mim ba‘dihim, wa hammat kullu ummatim birasūlihim liya'khużūhu wa jādalū bil-bāṭili liyudḥiḍū bihil-ḥaqqa fa'akhażtuhum, fa kaifa kāna ‘iqāb(i).

Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka mendustakan (rasul). Setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk membunuhnya. Mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran. Maka, Aku menyiksa mereka. Bagaimanakah (pedihnya) azab-Ku?

Ghafir · 6
﴿ 6 ﴾

وَكَذَٲلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمْ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ

وَكَذَٰلِكَ
wakadhālika
Dan demikianlah
حَقَّتْ
ḥaqqat
telah dibenarkan
كَلِمَتُ
kalimatu
Firman
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
عَلَى
ʿalā
terhadap
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟
kafarū
kafir
أَنَّهُمْ
annahum
bahwa mereka
أَصْحَـٰبُ
aṣḥābu
adalah penghuni
ٱلنَّارِ
l-nāri
neraka

Wa każālika ḥaqqat kalimatu rabbika ‘alal-lażīna kafarū annahum aṣḥābun-nār(i).

Demikianlah (sebagaimana berlaku kepada umat terdahulu), ketetapan Tuhanmu itu berlaku pula bagi orang-orang yang kufur bahwa mereka adalah para penghuni neraka.

Ghafir · 7 🤲 Doa
﴿ 7 ﴾

ٱلَّذِينَ يَحْمِلُونَ ٱلْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُۥ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِۦ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَٱغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُواْ وَٱتَّبَعُواْ سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يَحْمِلُونَ
yaḥmilūna
memikul
ٱلْعَرْشَ
l-ʿarsha
Arasy
وَمَنْ
waman
dan siapa
حَوْلَهُۥ
ḥawlahu
di sekitarnya
يُسَبِّحُونَ
yusabbiḥūna
memuliakan
بِحَمْدِ
biḥamdi
pujian
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
وَيُؤْمِنُونَ
wayu'minūna
dan mereka beriman
بِهِۦ
bihi
padanya
وَيَسْتَغْفِرُونَ
wayastaghfirūna
dan memohon ampunan
لِلَّذِينَ
lilladhīna
bagi orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
رَبَّنَا
rabbanā
Ya Tuhan kami
وَسِعْتَ
wasiʿ'ta
engkau meliputi
كُلَّ
kulla
semua
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
رَّحْمَةًۭ
raḥmatan
rahmat
وَعِلْمًۭا
waʿil'man
dan ilmu
فَٱغْفِرْ
fa-igh'fir
maka ampunilah
لِلَّذِينَ
lilladhīna
orang-orang yang
تَابُوا۟
tābū
mereka bertobat
وَٱتَّبَعُوا۟
wa-ittabaʿū
dan mereka mengikuti
سَبِيلَكَ
sabīlaka
jalan-Mu
وَقِهِمْ
waqihim
dan selamatkan mereka
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
ٱلْجَحِيمِ
l-jaḥīmi
neraka Jahim

Allażīna yaḥmilūnal-‘arsya wa man ḥaulahū yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim wa yu'minūna bihī wa yastagfirūna lil-lażīna āmanū, rabbanā wasi‘ta kulla syai'ir raḥmataw wa ‘ilman fagfir lil-lażīna tābū wattaba‘ū sabīlaka wa qihim ‘ażābal-jaḥīm(i).

(Para malaikat) yang memikul ʻArasy dan yang berada di sekelilingnya selalu bertasbih dengan memuji Tuhannya, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman. (Mereka berkata,) “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang bertobat serta mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari azab (neraka) Jahim.

Ghafir · 8 🤲 Doa
﴿ 8 ﴾

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّـٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٲجِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

رَبَّنَا
rabbanā
Ya Tuhan kami
وَأَدْخِلْهُمْ
wa-adkhil'hum
Dan masukkanlah mereka
جَنَّـٰتِ
jannāti
ke surga-surga
عَدْنٍ
ʿadnin
Adn
ٱلَّتِى
allatī
yang
وَعَدتَّهُمْ
waʿadttahum
Engkau telah menjanjikan mereka
وَمَن
waman
dan barangsiapa
صَلَحَ
ṣalaḥa
saleh
مِنْ
min
di antara
ءَابَآئِهِمْ
ābāihim
ayah-ayah mereka
وَأَزْوَٰجِهِمْ
wa-azwājihim
dan pasangan-pasangan mereka
وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۚ
wadhurriyyātihim
dan keturunan mereka
إِنَّكَ
innaka
Sesungguhnya Engkau
أَنتَ
anta
Engkau
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana

Rabbanā wa adkhilhum jannāti ‘adninil-latī wa‘attahum wa man ṣalaḥa min ābā'ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim, innaka antal ‘azīzul-ḥakīm(u).

Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka serta orang yang saleh di antara nenek moyang, istri, dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ghafir · 9 🤲 Doa
﴿ 9 ﴾

وَقِهِمُ ٱلسَّيِّـَٔـاتِۚ وَمَن تَقِ ٱلسَّيِّـَٔـاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُۥۚ وَذَٲلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

وَقِهِمُ
waqihimu
dan lindungilah mereka
ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ
l-sayiāti
dari kejahatan
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
تَقِ
taqi
kamu melindungi
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
l-sayiāti
dari kejahatan
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
فَقَدْ
faqad
maka sesungguhnya
رَحِمْتَهُۥ ۚ
raḥim'tahu
Engkau telah melimpahkan rahmat kepadanya
وَذَٰلِكَ
wadhālika
Dan itu
هُوَ
huwa
itu
ٱلْفَوْزُ
l-fawzu
adalah keberhasilan
ٱلْعَظِيمُ
l-ʿaẓīmu
Yang Maha Agung

Wa qihimus-sayyi'āt(i), wa man taqis-sayyi'āti yauma'iżin faqad raḥimtah(ū), wa żālika huwal-fauzul-‘aẓīm(u).

Lindungilah mereka dari keburukan. Siapa yang Engkau lindungi dari keburukan pada hari itu, sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya. Itulah kemenangan yang agung.”