حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
Ḥā Mīm.
Lailatul mubarakah; azab Firaun dan kasih sayang Allah bagi mukmin.
Surah Ad-Dukhan menegaskan keesaan Allah, keniscayaan hari kiamat, serta ganjaran bagi kaum beriman dan hukuman bagi kaum ingkar. Surah ini memperingatkan manusia tentang dahsyatnya azab bagi mereka yang mendustakan risalah kenabian, dengan mencontohkan kisah Firaun dan kaumnya sebagai pelajaran, sekaligus menyoroti kebenaran Al-Qur'an sebagai petunjuk yang jelas.
Peringatan tentang kebenaran Al-Quran, ancaman azab bagi yang mendustakan, dan kepastian Hari Kiamat.
Surah Ad-Dukhan menegaskan kemuliaan Al-Quran yang diturunkan pada malam yang diberkahi sebagai rahmat dari Allah. Surah ini memberikan peringatan keras kepada kaum musyrikin Mekah yang meragukan kebenaran wahyu tersebut, mengingatkan mereka akan azab berupa kabut (dukhan) yang menyiksa akibat keingkaran mereka.
Selain itu, surah ini menceritakan kisah Nabi Musa dan Firaun sebagai bukti sejarah bahwa kesombongan akan berujung pada kehancuran. Pada akhirnya, tema sentral bermuara pada kepastian Hari Kiamat, di mana nasib orang-orang yang bertakwa di surga sangat kontras dengan penderitaan para pendosa di neraka.
Surah ini diturunkan di Mekah saat kaum musyrikin terus-menerus menolak dakwah Nabi Muhammad dan bersikap sombong. Allah menurunkan surah ini untuk memperingatkan mereka tentang azab kelaparan dan penderitaan yang menimpa mereka akibat penolakan tersebut. Pesan ini bertujuan untuk melunakkan hati yang keras dan mengingatkan mereka akan kekuasaan Allah.
Surah Ad-Dukhan melanjutkan tema dari Surah Az-Zukhruf tentang kebenaran wahyu dan penolakan kaum musyrikin. Setelah Ad-Dukhan, Surah Al-Jasiyah kembali menegaskan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Ketiganya merupakan bagian dari kelompok surah Hawamim yang fokus pada kemuliaan Al-Quran dan tauhid.
Situasi Merasa aman dari teguran Allah saat berbuat salah.
Pesan surah Azab bisa datang kapan saja, seperti kabut yang tiba-tiba menyelimuti.
Langkah kecil Segera beristigfar setiap kali menyadari kesalahan kecil maupun besar.
Situasi Terlalu bangga dengan jabatan atau harta.
Pesan surah Kisah Firaun menunjukkan bahwa harta dan kekuasaan akan ditinggalkan.
Langkah kecil Bersedekah hari ini untuk mengingatkan diri bahwa harta hanyalah titipan.
Situasi Menjalani hidup tanpa tujuan yang jelas.
Pesan surah Hari Kiamat adalah waktu pemisahan yang pasti antara yang benar dan salah.
Langkah kecil Menuliskan satu tujuan akhirat yang ingin dicapai dan merencanakan langkahnya.
Surah ini diawali dengan penyebutan malam yang diberkahi saat Al-Quran diturunkan. Menghidupkan malam dengan membaca Al-Quran mendekatkan diri pada keberkahan tersebut.
Cara praktis Membaca beberapa ayat Al-Quran beserta terjemahannya sebelum tidur atau saat sepertiga malam.
Hari ini, luangkan waktu 10 menit untuk membaca Al-Quran di tempat yang tenang dan renungkan satu ayat yang paling menyentuh hati.
حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
Ḥā Mīm.
وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ
Wal-kitābil-mubīn(i).
Demi Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn(a).
Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ
Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm(in).
Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ
Amram min ‘indinā, innā kunnā mursilīn(a).
(Hal itu merupakan) urusan (yang besar) dari sisi Kami. Sesungguhnya Kamilah yang mengutus (para rasul)
رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُۗ
Raḥmatam mir rabbik(a), innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).
sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
رَبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۘ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).
yaitu Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya jika kamu orang-orang yang yakin.
لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۗرَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
Lā ilāha illā huwa yuḥyī wa yumīt(u), rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn(a).
Tidak ada tuhan selain Dia (yang) menghidupkan dan mematikan. (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.
بَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ يَّلْعَبُوْنَ
Bal hum fī syakkiy yal‘abūn(a).
Akan tetapi, mereka dalam keraguan; mereka bermain-main.
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dan [Waki']. Telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'id…
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengkhabarkan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Adh Dhuha] dari [Masruq] berkata: Kami du…
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari ['Abdullah radliallahu …
Dalam menghadapi ujian ketidakpastian hidup, seringkali hati terjebak pada kegelisahan yang melumpuhkan langkah. Allah SWT berfirman dalam Surat Ad-Dukhan ay…
Dalam mengarungi ujian kehidupan yang sering kali membuat hati merasa terombang-ambing, kita sering lupa kepada siapa kendali hakiki berada. Allah Subhanahu…
Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 7, Allah berfirman, Rabbus-samawati wal-ardi wa ma bainahuma, in kuntum muqinin (Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antar…