← Kembali ke pelajaran
Hari 83 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Ahqaf · 1
﴿ 1 ﴾

حمٓ

حمٓ
hha-meem
Ha Mim

Ḥā mīm.

ḤāMīm.

Al-Ahqaf · 2
﴿ 2 ﴾

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

تَنزِيلُ
tanzīlu
Wahyu
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
مِنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمِ
l-ḥakīmi
Maha Bijaksana

Tanzīlul-kitābi minallāhil ‘azīzil-ḥakīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Ahqaf · 3
﴿ 3 ﴾

مَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَمَّآ أُنذِرُواْ مُعْرِضُونَ

مَا
Bukan
خَلَقْنَا
khalaqnā
Kami menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
وَمَا
wamā
dan apa
بَيْنَهُمَآ
baynahumā
(adalah) di antara keduanya
إِلَّا
illā
kecuali
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
وَأَجَلٍۢ
wa-ajalin
dan untuk suatu waktu
مُّسَمًّۭى ۚ
musamman
ditentukan
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
عَمَّآ
ʿammā
dari apa
أُنذِرُوا۟
undhirū
telah datang
مُعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
berpaling

Mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musammā(n), wal-lażīna kafarū ‘ammā unżirū mu‘riḍūn(a).

Kami tidak menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, kecuali dengan hak dan dalam wakyang ditentukan. Namun demikian, orang-orang yang kufur berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.

Al-Ahqaf · 4
﴿ 4 ﴾

قُلْ أَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِى مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ‌ۖ ٱئْتُونِى بِكِتَـٰبٍ مِّن قَبْلِ هَـٰذَآ أَوْ أَثَـٰرَةٍ مِّنْ عِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

قُلْ
qul
Katakanlah
أَرَءَيْتُم
ara-aytum
Apakah kalian melihat
مَّا
apa
تَدْعُونَ
tadʿūna
kalian seru
مِن
min
selain
دُونِ
dūni
selain
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَرُونِى
arūnī
Tunjukkanlah kepadaku
مَاذَا
mādhā
apa
خَلَقُوا۟
khalaqū
mereka menciptakan
مِنَ
mina
dari
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
أَمْ
am
atau
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
شِرْكٌۭ
shir'kun
adalah sekutu
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ۖ
l-samāwāti
langit
ٱئْتُونِى
i'tūnī
bawakan kepadaku
بِكِتَـٰبٍۢ
bikitābin
sebuah kitab
مِّن
min
dari
قَبْلِ
qabli
sebelum
هَـٰذَآ
hādhā
ini
أَوْ
aw
atau
أَثَـٰرَةٍۢ
athāratin
bekas
مِّنْ
min
dari
عِلْمٍ
ʿil'min
ilmu
إِن
in
jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
صَـٰدِقِينَ
ṣādiqīna
orang-orang yang benar

Qul ara'aitum mā tad‘ūna min dūnillāhi arūnī māżā khalaqū minal-arḍi am lahum syirkun fis-samāwāt(i), i'tūnī bikitābim min qabli hāżā au aṡāratim min ‘ilmin in kuntum ṣādiqīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah! Perlihatkanlah kepadaku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka memiliki peran serta dalam (penciptaan) langit! Datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini (Al-Qur’an) atau peninggalan dari pengetahuan (generasi terdahulu) jika kamu adalah orang-orang benar.”

Al-Ahqaf · 5
﴿ 5 ﴾

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَهُمْ عَن دُعَآئِهِمْ غَـٰفِلُونَ

وَمَنْ
waman
Dan siapa
أَضَلُّ
aḍallu
lebih sesat
مِمَّن
mimman
daripada orang yang
يَدْعُوا۟
yadʿū
menyeru
مِن
min
selain
دُونِ
dūni
selain
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
مَن
man
siapa
لَّا
tidak akan menanggapi
يَسْتَجِيبُ
yastajību
tidak akan menjawab
لَهُۥٓ
lahu
baginya
إِلَىٰ
ilā
sampai
يَوْمِ
yawmi
hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
Kiamat
وَهُمْ
wahum
dan mereka
عَن
ʿan
dari
دُعَآئِهِمْ
duʿāihim
seruan mereka
غَـٰفِلُونَ
ghāfilūna
lalai

Wa man aḍallu mimmay yad‘ū min dūnillāhi mal lā yastajību lahū ilā yaumil-qiyāmati wa hum ‘an du‘ā'ihim gāfilūn(a).

Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat mengabulkan (doa)-nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

Al-Ahqaf · 6
﴿ 6 ﴾

وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمْ أَعْدَآءً وَكَانُواْ بِعِبَادَتِهِمْ كَـٰفِرِينَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
حُشِرَ
ḥushira
dikumpulkan
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
manusia
كَانُوا۟
kānū
mereka akan menjadi
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
أَعْدَآءًۭ
aʿdāan
musuh-musuh
وَكَانُوا۟
wakānū
dan mereka akan
بِعِبَادَتِهِمْ
biʿibādatihim
dari ibadah mereka
كَـٰفِرِينَ
kāfirīna
orang-orang kafir

Wa iżā ḥusyiran-nāsu kānū lahum a‘dā'aw wa kānū bi‘ibādatihim kāfirīn(a).

Apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat), mereka (sesembahan) itu menjadi musuh-musuh mereka dan mereka mengingkari pemujaan-pemujaan yang dahulu mereka lakukan kepadanya.

Al-Ahqaf · 7
﴿ 7 ﴾

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُنَا بَيِّنَـٰتٍ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ هَـٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
kepada mereka
ءَايَـٰتُنَا
āyātunā
ayat-ayat Kami
بَيِّنَـٰتٍۢ
bayyinātin
jelas
قَالَ
qāla
katakanlah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
لِلْحَقِّ
lil'ḥaqqi
kebenaran
لَمَّا
lammā
ketika
جَآءَهُمْ
jāahum
itu datang kepada mereka
هَـٰذَا
hādhā
Ini
سِحْرٌۭ
siḥ'run
sihir
مُّبِينٌ
mubīnun
jelas

Wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā bayyinātin qālal-lażīna kafarū lil-ḥaqqi lammā jā'ahum, hāżā siḥrum mubīn(un).

Apabila dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas kepada mereka, orang-orang yang kufur berkata tentang kebenaran itu ketika datang kepada mereka, “Ini adalah sihir yang nyata.”

Al-Ahqaf · 8
﴿ 8 ﴾

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَٮٰهُ‌ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَلَا تَمْلِكُونَ لِى مِنَ ٱللَّهِ شَيْــًٔا‌ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ‌ۖ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدَۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ‌ۖ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

أَمْ
am
Atau
يَقُولُونَ
yaqūlūna
mereka berkata
ٱفْتَرَىٰهُ ۖ
if'tarāhu
dia telah mengada-adakannya
قُلْ
qul
Katakanlah
إِنِ
ini
jika
ٱفْتَرَيْتُهُۥ
if'taraytuhu
aku mengada-adakannya
فَلَا
falā
maka tidak
تَمْلِكُونَ
tamlikūna
kalian memiliki kekuasaan
لِى
bagiku
مِنَ
mina
terhadap
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
شَيْـًٔا ۖ
shayan
sesuatu
هُوَ
huwa
Dia
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
بِمَا
bimā
tentang apa
تُفِيضُونَ
tufīḍūna
kamu ucapkan
فِيهِ ۖ
fīhi
mengenainya
كَفَىٰ
kafā
Cukuplah Dia
بِهِۦ
bihi
cukuplah Dia
شَهِيدًۢا
shahīdan
sebagai saksi
بَيْنِى
baynī
antara aku
وَبَيْنَكُمْ ۖ
wabaynakum
dan di antara kamu
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
ٱلْغَفُورُ
l-ghafūru
Yang Maha Pengampun
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
Yang Maha Penyayang

Am yaqūlūnaftarāh(u), qul iniftaraituh(ū), falā tamlikūna lī minallāhi syai'ā(n), huwa a‘lamu bimā tufīḍūna fīh(i), kafā bihī syahīdam bainī wa bainakum, wa huwal-gafūrur-raḥīm(u).

Bahkan, mereka berkata, “Dia (Nabi Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur’an).” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika aku mengada-adakannya, tentu kamu tidak mampu sedikit pun menghindarkan aku dari (azab) Allah. Dia lebih tahu apa yang kamu percakapkan tentang itu (Al-Qur’an). Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Al-Ahqaf · 9
﴿ 9 ﴾

قُلْ مَا كُنتُ بِدْعًا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَآ أَدْرِى مَا يُفْعَلُ بِى وَلَا بِكُمْ‌ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ وَمَآ أَنَا۟ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

قُلْ
qul
Katakanlah
مَا
Bukan
كُنتُ
kuntu
Aku adalah
بِدْعًۭا
bid'ʿan
yang baru
مِّنَ
mina
di antara
ٱلرُّسُلِ
l-rusuli
para Rasul
وَمَآ
wamā
dan tidak
أَدْرِى
adrī
Aku tahu
مَا
apa
يُفْعَلُ
yuf'ʿalu
akan dilakukan
بِى
bersamaku
وَلَا
walā
dan tidak
بِكُمْ ۖ
bikum
bersamamu
إِنْ
in
Tidaklah
أَتَّبِعُ
attabiʿu
aku ikuti
إِلَّا
illā
melainkan
مَا
apa
يُوحَىٰٓ
yūḥā
diwahyukan
إِلَىَّ
ilayya
kepadaku
وَمَآ
wamā
dan tidak
أَنَا۠
anā
aku
إِلَّا
illā
melainkan
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan
مُّبِينٌۭ
mubīnun
jelas

Qul mā kuntu bid‘am minar-rusuli wa mā adrī mā yuf‘alu bī wa lā bikum, in attabi‘u illā mā yūḥā ilayya wa mā ana illā nażīrum mubīn(un).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara para rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat (Allah) kepadaku dan kepadamu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”

Al-Ahqaf · 10
﴿ 10 ﴾

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِۦ فَـَٔـامَنَ وَٱسْتَكْبَرْتُمْ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

قُلْ
qul
Katakanlah
أَرَءَيْتُمْ
ara-aytum
Apakah kamu melihat
إِن
in
jika
كَانَ
kāna
itu adalah
مِنْ
min
dari Allah
عِندِ
ʿindi
dari Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
dari Allah
وَكَفَرْتُم
wakafartum
dan kalian kafir
بِهِۦ
bihi
dengannya
وَشَهِدَ
washahida
dan bersaksi
شَاهِدٌۭ
shāhidun
seorang saksi
مِّنۢ
min
dari
بَنِىٓ
banī
Bani Israil
إِسْرَٰٓءِيلَ
is'rāīla
Bani Israil
عَلَىٰ
ʿalā
kepada
مِثْلِهِۦ
mith'lihi
yang serupa dengannya
فَـَٔامَنَ
faāmana
membingungkan kalian
وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ
wa-is'takbartum
sementara kalian sombong
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
لَا
tidak
يَهْدِى
yahdī
memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ
l-qawma
kaum itu
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang zalim

Qul ara'aitum in kāna min ‘indillāhi wa kafartum bihī wa syahida syāhidum mim banī isrā'īla ‘alā miṡlihī fa āmana wastakbartum, innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku bagaimana pendapatmu jika ia (Al-Qur’an) itu datang dari Allah dan kamu mengingkarinya, padahal seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an lalu dia beriman,sedangkan kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”