← Daftar Pelajaran
Hari 99 · Al-Jumu'ah · Ayat 1–11

Jumat: shalat yang menyatukan (Al-Jumu'ah)

Perintah shalat Jumat; meninggalkan urusan dunia saat azan; keutamaan ibadah berjamaah.

Niat Hari 99 · Al-Jumu'ah ayat 1–11

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Al-Jumu'ah الجمعة
Jumat · Madaniyyah · 11 ayat

Tema sentral

Surah Al-Jumu'ah menekankan keagungan Allah dan hikmah-Nya dalam mengutus Rasulullah SAW untuk mengajarkan kitab suci dan menyucikan umat. Surah ini juga mengkritik orang-orang Yahudi yang gagal mengamalkan Taurat serta memerintahkan kaum Muslimin untuk menghadiri salat Jumat dan mencari karunia Allah setelahnya.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan pentingnya salat Jumat dan kewajiban menghentikan transaksi saat adzan.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Jumu'ah

Mengingatkan umat Islam untuk mengutamakan akhirat atas dunia, khususnya melalui kewajiban salat Jumat dan menuntut ilmu.

Tema Sentral

Surah Al-Jumu'ah menyoroti pentingnya merespons panggilan Allah dengan segera, terutama kewajiban salat Jumat yang menjadi simbol persatuan dan ketakwaan umat. Surah ini menegaskan bahwa Allah mengutus Rasulullah untuk menyucikan jiwa dan mengajarkan hikmah kepada umat manusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan yang nyata.

Selain itu, surah ini memberikan peringatan keras melalui perumpamaan orang-orang Yahudi yang diberi Taurat namun tidak mengamalkannya, bagaikan keledai yang membawa kitab-kitab tebal. Pesan utamanya adalah agar umat Islam tidak terbuai oleh perniagaan dan urusan duniawi hingga melalaikan zikir kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Madinah saat masyarakat Muslim mulai membangun peradaban dan pasar niaga yang sibuk. Allah menurunkan surah ini untuk mendidik para sahabat agar menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, menyusul insiden di mana sebagian jamaah meninggalkan khotbah Nabi demi menyambut kafilah dagang.

Tujuan / Maqasid (5)
  • Menegaskan keagungan Allah yang senantiasa disucikan oleh seluruh makhluk di langit dan bumi.
  • Mengingatkan umat Islam tentang nikmat diutusnya seorang Rasul untuk membacakan ayat-ayat Allah dan menyucikan jiwa.
  • Memperingatkan umat agar tidak meniru perilaku orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya.
  • Menyeru orang-orang beriman untuk segera memenuhi panggilan salat Jumat dan meninggalkan jual beli sejenak.
  • Mengajarkan keseimbangan hidup dengan kembali mencari karunia Allah setelah ibadah selesai ditunaikan.
Hikmah Utama (4)
  • Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan beban tanpa manfaat, sehingga kita harus berusaha mempraktikkan apa yang kita ketahui.
  • Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari, maka persiapan amal saleh lebih utama daripada sekadar takut mati.
  • Rezeki tidak akan tertukar atau hilang karena kita meluangkan waktu sejenak untuk beribadah kepada Allah.
  • Salat Jumat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen pengingat mingguan untuk meluruskan kembali niat dan tujuan hidup.
Munasabah

Surah sebelumnya, As-Saff, membahas tentang perjuangan dan pengorbanan harta serta jiwa di jalan Allah. Surah Al-Jumu'ah melengkapinya dengan menekankan pentingnya pembinaan spiritual melalui salat Jumat sebagai bekal perjuangan tersebut. Setelahnya, Surah Al-Munafiqun membongkar sifat orang-orang munafik yang secara fisik hadir namun hatinya lalai dari mengingat Allah.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Sibuk bekerja atau berbisnis saat azan berkumandang.

    Pesan surah Allah memerintahkan untuk meninggalkan jual beli sejenak demi memenuhi panggilan-Nya.

    Langkah kecil Hentikan aktivitas pekerjaan segera setelah azan dan bersiaplah untuk salat.

  • Situasi Banyak membaca buku agama namun perilaku tidak berubah.

    Pesan surah Ilmu tanpa amal diumpamakan seperti keledai yang memikul kitab tebal tanpa memahaminya.

    Langkah kecil Pilih satu ilmu agama yang baru dipelajari dan praktikkan hari ini.

  • Situasi Merasa cemas rezeki berkurang karena waktu tersita untuk ibadah.

    Pesan surah Apa yang ada di sisi Allah lebih baik dari perniagaan, dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki.

    Langkah kecil Berdoa memohon keberkahan rezeki setelah selesai menunaikan salat.

Amalan dari Maqasid

Bersegera Menuju Kebaikan

Surah ini mengajarkan bahwa panggilan Allah harus diprioritaskan di atas segala urusan duniawi. Bersegera dalam ibadah menunjukkan ketakwaan dan rasa syukur atas nikmat hidayah.

Cara praktis Datang lebih awal ke masjid untuk salat Jumat atau salat fardu lainnya, dan isi waktu menunggu dengan zikir.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, tinggalkan sejenak pekerjaan Anda tepat saat azan berkumandang dan fokuslah sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 5 Memberikan perumpamaan tajam tentang bahayanya memiliki ilmu agama namun tidak mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
  • Ayat 9 Merupakan perintah tegas untuk meninggalkan urusan duniawi dan bersegera mengingat Allah saat panggilan salat Jumat tiba.
  • Ayat 11 Mengingatkan bahwa pahala dan keberkahan di sisi Allah jauh lebih berharga daripada keuntungan materi yang fana.

Al-Jumu'ah · 1
﴿ 1 ﴾

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

Yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍil-malikil-quddūsil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Yang Maha Raja, Maha Suci, Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.

Al-Jumu'ah · 2
﴿ 2 ﴾

هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى الْاُمِّيّٖنَ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ

Huwal-lażī ba‘aṡa fil-ummiyyīna rasūlam minhum yatlū ‘alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu‘allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa in kānū min qablu lafī ḍalālim mubīn(in).

Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Al-Jumu'ah · 3
﴿ 3 ﴾

وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ

Wa ākharīna minhum lammā yalḥaqū bihim, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).

(Allah juga mengutus Nabi Muhammad) kepada (kaum) selain mereka yang belum (datang) menyusul mereka. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Jumu'ah · 4
﴿ 4 ﴾

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

Żālika faḍlullāhi yu'tīhi may yasyā'(u), wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm(i).

Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah memiliki karunia yang besar.

Al-Jumu'ah · 5
﴿ 5 ﴾

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

Maṡalul-lażīna ḥummilut-taurāta ṡumma lam yaḥmilūhā kamaṡalil-ḥimāri yaḥmilu asfārā(n), bi'sa maṡalul-qaumil-lażīna każżabū bi'āyātillāh(i), wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn(a).

Perumpamaan orang-orang yang dibebani tugas mengamalkan Taurat, kemudian tidak mengamalkannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab (tebal tanpa mengerti kandungannya). Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Al-Jumu'ah · 6
﴿ 6 ﴾

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْٓا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَاۤءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Qul yā ayyuhal-lażīna hādū in za‘amtum annakum auliyā'u lillāhi min dūnin-nāsi fa tamannawul-mauta in kuntum ṣādiqīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi, jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah (dan) bukan orang lain, harapkanlah kematianmu, jika kamu orang-orang benar.”

Al-Jumu'ah · 7
﴿ 7 ﴾

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ

Wa lā yatamannaunahū abadam bimā qaddamat aidīhim, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn(a).

Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan apa (keburukan) yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

Al-Jumu'ah · 8
﴿ 8 ﴾

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Qul innal-mautal-lażī tafirrūna minhu fa innahū mulāqīkum ṡumma turaddūna ilā ‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a).

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemuimu. Kamu kemudian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”

Al-Jumu'ah · 9
﴿ 9 ﴾

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā nūdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu‘ati fas‘au ilā żikrillāhi wa żarul-bai‘(a), żālikum khairul lakum in kuntum ta‘lamūn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Al-Jumu'ah · 10
﴿ 10 ﴾

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Fa iżā quḍiyatiṣ-ṣalātu fantasyirū fil-arḍi wabtagū min faḍlillāhi ważkurullāha kaṡīral la‘allakum tufliḥūn(a).

Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Al-Jumu'ah · 11
﴿ 11 ﴾

وَاِذَا رَاَوْا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًاۗ قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ࣖ

Wa iżā ra'au tijāratan au lahwaninfaḍḍū ilaihā wa tarakūka qā'imā(n), qul mā ‘indallāhi khairum minal-lahwi wa minat-tijārah(ti), wallāhu khairur-rāziqīn(a).

Apabila (sebagian) mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera berpencar (menuju) padanya dan meninggalkan engkau (Nabi Muhammad) yang sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan.” Allah pemberi rezeki yang terbaik.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 99, lanjutkan tema Surat Al-Jumu'ah