← Kembali ke pelajaran
Hari 101 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

At-Tagabun · 1
﴿ 1 ﴾

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۖ لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ‌ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

يُسَبِّحُ
yusabbiḥu
bertasbih
لِلَّهِ
lillahi
bagi Allah
مَا
apa pun
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَمَا
wamā
dan apa pun
فِى
di
ٱلْأَرْضِ ۖ
l-arḍi
bumi
لَهُ
lahu
baginya
ٱلْمُلْكُ
l-mul'ku
adalah kerajaan
وَلَهُ
walahu
dan bagi-Nya
ٱلْحَمْدُ ۖ
l-ḥamdu
segala puji
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
عَلَىٰ
ʿalā
adalah atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌ
qadīrun
Maha Kuasa

Yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Milik-Nyalah segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

At-Tagabun · 2
﴿ 2 ﴾

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ‌ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
خَلَقَكُمْ
khalaqakum
menciptakan kamu
فَمِنكُمْ
faminkum
dan di antara kamu
كَافِرٌۭ
kāfirun
orang kafir
وَمِنكُم
waminkum
dan di antara kalian
مُّؤْمِنٌۭ ۚ
mu'minun
adalah seorang mukmin
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بِمَا
bimā
tentang apa
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
بَصِيرٌ
baṣīrun
Maha Melihat

Huwal-lażī khalaqakum fa minkum kāfiruw wa minkum mu'min(un), wallāhu bimā ta‘malūna baṣīr(un).

Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan ada yang mukmin. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

At-Tagabun · 3
﴿ 3 ﴾

خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ‌ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
وَصَوَّرَكُمْ
waṣawwarakum
dan Dia membentukmu
فَأَحْسَنَ
fa-aḥsana
dan berbuat baik
صُوَرَكُمْ ۖ
ṣuwarakum
bentuk-bentuk kalian
وَإِلَيْهِ
wa-ilayhi
dan kepada-Nya
ٱلْمَصِيرُ
l-maṣīru
adalah tempat kembali

Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa ṣawwarakum fa'aḥsana ṣuwarakum, wa ilaihil-maṣīr(u).

Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).

At-Tagabun · 4
﴿ 4 ﴾

يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ‌ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
مَا
apa
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
وَيَعْلَمُ
wayaʿlamu
dan Dia mengetahui
مَا
apa
تُسِرُّونَ
tusirrūna
kalian sembunyikan
وَمَا
wamā
dan apa
تُعْلِنُونَ ۚ
tuʿ'linūna
kalian nyatakan
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
عَلِيمٌۢ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
بِذَاتِ
bidhāti
dari apa
ٱلصُّدُورِ
l-ṣudūri
dada

Ya‘lamu mā fis-samāwāti wal-arḍi wa ya‘lamu mā tusirrūna wa mā tu‘linūn(a), wallāhu ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dia juga mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan. Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

At-Tagabun · 5
﴿ 5 ﴾

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

أَلَمْ
alam
Bukankah
يَأْتِكُمْ
yatikum
datang kepadamu
نَبَؤُا۟
naba-u
berita
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka ingkar
مِن
min
dari
قَبْلُ
qablu
sebelumnya
فَذَاقُوا۟
fadhāqū
Maka mereka merasakan
وَبَالَ
wabāla
akibat (buruk)
أَمْرِهِمْ
amrihim
urusan mereka
وَلَهُمْ
walahum
dan bagi mereka
عَذَابٌ
ʿadhābun
adalah azab
أَلِيمٌۭ
alīmun
pedih

Alam ya'tikum naba'ul-lażīna kafarū min qabl(u), fa żāqū wabāla amrihim wa lahum ‘ażābun alīm(un).

Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita (tentang) orang-orang yang kufur dahulu? Mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

At-Tagabun · 6
﴿ 6 ﴾

ذَٲلِكَ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأْتِيهِمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْ‌ۚ وَّٱسْتَغْنَى ٱللَّهُ‌ۚ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
بِأَنَّهُۥ
bi-annahu
karena sesungguhnya
كَانَت
kānat
telah
تَّأْتِيهِمْ
tatīhim
datang kepada mereka
رُسُلُهُم
rusuluhum
utusan-utusan mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ
bil-bayināti
dengan bukti-bukti nyata
فَقَالُوٓا۟
faqālū
tetapi mereka berkata
أَبَشَرٌۭ
abasharun
Apakah manusia
يَهْدُونَنَا
yahdūnanā
membimbing kami
فَكَفَرُوا۟
fakafarū
maka mereka ingkar
وَتَوَلَّوا۟ ۚ
watawallaw
dan berpaling
وَّٱسْتَغْنَى
wa-is'taghnā
Dan dapat berbuat tanpa mereka
ٱللَّهُ ۚ
l-lahu
Allah
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
غَنِىٌّ
ghaniyyun
Maha Kaya
حَمِيدٌۭ
ḥamīdun
Maha Terpuji

Żālika bi'annahū kānat ta'tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa qālū abasyaruy yahdūnanā, fa kafarū wa tawallau wastagnallāh(u), wallāhu ganiyyun ḥamīd(un).

(Hukuman) yang demikian itu (terjadi) karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul (yang membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata, “Apakah (pantas jenis) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

At-Tagabun · 7
﴿ 7 ﴾

زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبْعَثُواْ‌ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ‌ۚ وَذَٲلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

زَعَمَ
zaʿama
Klaim
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟
kafarū
mereka kafir
أَن
an
bahwa
لَّن
lan
tidak akan
يُبْعَثُوا۟ ۚ
yub'ʿathū
akan mereka dibangkitkan
قُلْ
qul
Katakanlah
بَلَىٰ
balā
Ya
وَرَبِّى
warabbī
demi Tuhanku
لَتُبْعَثُنَّ
latub'ʿathunna
sungguh kalian akan dibangkitkan
ثُمَّ
thumma
kemudian
لَتُنَبَّؤُنَّ
latunabba-unna
pasti kamu akan diberitahu
بِمَا
bimā
tentang apa
عَمِلْتُمْ ۚ
ʿamil'tum
yang kamu kerjakan
وَذَٰلِكَ
wadhālika
Dan itu
عَلَى
ʿalā
atas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
يَسِيرٌۭ
yasīrun
mudah

Za‘amal-lażīna kafarū allay yub‘aṡū, qul balā wa rabbī latub‘aṡunna ṡumma latunabba'unna bimā ‘amiltum, wa żālika ‘alallāhi yasīr(un).

Orang-orang yang kufur mengira bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak demikian. Demi Tuhanku, kamu pasti akan dibangkitkan, kemudian pasti akan diberitakan apa yang telah kamu kerjakan.” Yang demikian itu mudah bagi Allah.

At-Tagabun · 8
﴿ 8 ﴾

فَـَٔـامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلْنَا‌ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

فَـَٔامِنُوا۟
faāminū
Maka berimanlah
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ
warasūlihi
dan Rasul-Nya
وَٱلنُّورِ
wal-nūri
dan cahaya
ٱلَّذِىٓ
alladhī
yang
أَنزَلْنَا ۚ
anzalnā
Kami telah menurunkan
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بِمَا
bimā
tentang apa
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
خَبِيرٌۭ
khabīrun
Maha Mengetahui

Fa āminū billāhi wa rasūlihī wan-nūril-lażī anzalnā, wallāhu bimā ta‘malūna khabīr(un).

(Jika demikian halnya,) berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya, dan cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

At-Tagabun · 9
﴿ 9 ﴾

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ ٱلْجَمْعِ‌ۖ ذَٲلِكَ يَوْمُ ٱلتَّغَابُنِ‌ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَـٰلِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔـاتِهِۦ وَيُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

يَوْمَ
yawma
Hari
يَجْمَعُكُمْ
yajmaʿukum
Dia akan mengumpulkan kalian
لِيَوْمِ
liyawmi
untuk hari
ٱلْجَمْعِ ۖ
l-jamʿi
perkumpulan
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
يَوْمُ
yawmu
akan menjadi hari
ٱلتَّغَابُنِ ۗ
l-taghābuni
kerugian dan keuntungan
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يُؤْمِنۢ
yu'min
beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَيَعْمَلْ
wayaʿmal
dan beramal
صَـٰلِحًۭا
ṣāliḥan
saleh
يُكَفِّرْ
yukaffir
Dia akan menghapus
عَنْهُ
ʿanhu
darinya
سَيِّـَٔاتِهِۦ
sayyiātihi
perbuatan buruknya
وَيُدْخِلْهُ
wayud'khil'hu
dan Dia akan memasukkannya
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
ke surga-surga
تَجْرِى
tajrī
mengalir
مِن
min
dari
تَحْتِهَا
taḥtihā
di bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ
l-anhāru
sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
kekal
فِيهَآ
fīhā
di dalamnya
أَبَدًۭا ۚ
abadan
selamanya
ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
ٱلْفَوْزُ
l-fawzu
adalah keberhasilan
ٱلْعَظِيمُ
l-ʿaẓīmu
Yang Maha Agung

Yauma yajma‘ukum liyaumil-jam‘i żālika yaumut-tagābun(i), wa may yu'mim billāhi wa ya‘mal ṣāliḥay yukaffir ‘anhu sayyi'ātihī wa yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), żālikal-fauzul-‘aẓīm(u).

(Ingatlah) hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun (hari Kiamat). Itulah hari pengungkapan kesalahan. Siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

At-Tagabun · 10
﴿ 10 ﴾

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَآ أُوْلَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka ingkar
وَكَذَّبُوا۟
wakadhabū
dan mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِنَآ
biāyātinā
dalam ayat-ayat Kami
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
أَصْحَـٰبُ
aṣḥābu
adalah penghuni
ٱلنَّارِ
l-nāri
neraka
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
kekal abadi
فِيهَا ۖ
fīhā
di dalamnya
وَبِئْسَ
wabi'sa
Dan betapa buruknya
ٱلْمَصِيرُ
l-maṣīru
tempat kembali

Wal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā ulā'ika aṣḥābun-nāri khālidīna fīhā, wa bi'sal-maṣīr(u).

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

At-Tagabun · 11
﴿ 11 ﴾

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ‌ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ‌ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

مَآ
tidak
أَصَابَ
aṣāba
menimpa
مِن
min
apa pun
مُّصِيبَةٍ
muṣībatin
bencana
إِلَّا
illā
kecuali
بِإِذْنِ
bi-idh'ni
dengan izin
ٱللَّهِ ۗ
l-lahi
Allah
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يُؤْمِنۢ
yu'min
beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
يَهْدِ
yahdi
Dia membimbing
قَلْبَهُۥ ۚ
qalbahu
hatinya
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بِكُلِّ
bikulli
dari setiap
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
عَلِيمٌۭ
ʿalīmun
Maha Mengetahui

Mā aṣāba mim muṣībatin illā bi'iżnillāh(i), wa may yu'mim billāhi yahdi qalbah(ū), wallāhu bikulli syai'in ‘alīm(un).

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

At-Tagabun · 12
﴿ 12 ﴾

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ‌ۚ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلْبَلَـٰغُ ٱلْمُبِينُ

وَأَطِيعُوا۟
wa-aṭīʿū
Maka taatilah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَأَطِيعُوا۟
wa-aṭīʿū
dan taatlah
ٱلرَّسُولَ ۚ
l-rasūla
Rasul
فَإِن
fa-in
tetapi jika
تَوَلَّيْتُمْ
tawallaytum
kamu berpaling
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka hanyalah
عَلَىٰ
ʿalā
atas
رَسُولِنَا
rasūlinā
Utusan Kami
ٱلْبَلَـٰغُ
l-balāghu
(adalah) penyampaian
ٱلْمُبِينُ
l-mubīnu
yang jelas

Wa aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūl(a), fa'in tawallaitum fa innamā ‘alā rasūlinal-balāgul-mubīn(u).

Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (risalah) dengan terang.

At-Tagabun · 13
﴿ 13 ﴾

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ‌ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

ٱللَّهُ
al-lahu
Allah
لَآ
tidak ada
إِلَـٰهَ
ilāha
Tuhan
إِلَّا
illā
kecuali
هُوَ ۚ
huwa
Dia
وَعَلَى
waʿalā
Dan atas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ
falyatawakkali
hendaklah bertawakal
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin

Allāhu lā ilāha illā huw(a), wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu'minūn(a).

(Dialah) Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.

At-Tagabun · 14
﴿ 14 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنْ أَزْوَٲجِكُمْ وَأَوْلَـٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ‌ۚ وَإِن تَعْفُواْ وَتَصْفَحُواْ وَتَغْفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلَّذِينَ
alladhīna
kalian yang
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
mereka beriman
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
مِنْ
min
dari
أَزْوَٰجِكُمْ
azwājikum
pasangan kalian
وَأَوْلَـٰدِكُمْ
wa-awlādikum
dan anak-anak kalian
عَدُوًّۭا
ʿaduwwan
adalah musuh
لَّكُمْ
lakum
kepadamu
فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ
fa-iḥ'dharūhum
maka waspadalah terhadap mereka
وَإِن
wa-in
Dan jika
تَعْفُوا۟
taʿfū
kamu memaafkan
وَتَصْفَحُوا۟
wataṣfaḥū
dan memaafkan
وَتَغْفِرُوا۟
wataghfirū
dan kalian memaafkan
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
غَفُورٌۭ
ghafūrun
Maha Pengampun
رَّحِيمٌ
raḥīmun
Maha Penyayang

Yā ayyuhal-lażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum ‘aduwwal lakum faḥżarūhum, wa in ta‘fū wa taṣfaḥū wa tagfirū fa innallāha gafūrur raḥīm(un).

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

At-Tagabun · 15
﴿ 15 ﴾

إِنَّمَآ أَمْوَٲلُكُمْ وَأَوْلَـٰدُكُمْ فِتْنَةٌ‌ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

إِنَّمَآ
innamā
Hanyalah
أَمْوَٰلُكُمْ
amwālukum
harta kalian
وَأَوْلَـٰدُكُمْ
wa-awlādukum
dan anak-anakmu
فِتْنَةٌۭ ۚ
fit'natun
(adalah) sebuah cobaan
وَٱللَّهُ
wal-lahu
dan Allah
عِندَهُۥٓ
ʿindahu
di sisi-Nya
أَجْرٌ
ajrun
adalah pahala
عَظِيمٌۭ
ʿaẓīmun
agung

Innamā amwālukum wa aulādukum fitnah(tun), wallāhu ‘indahū ajrun ‘aẓīm(un).

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.

At-Tagabun · 16
﴿ 16 ﴾

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُواْ وَأَطِيعُواْ وَأَنفِقُواْ خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ‌ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

فَٱتَّقُوا۟
fa-ittaqū
Maka bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
مَا
apa
ٱسْتَطَعْتُمْ
is'taṭaʿtum
kamu mampu
وَٱسْمَعُوا۟
wa-is'maʿū
dan dengarkanlah
وَأَطِيعُوا۟
wa-aṭīʿū
dan taatlah
وَأَنفِقُوا۟
wa-anfiqū
dan infakkanlah
خَيْرًۭا
khayran
itu lebih baik
لِّأَنفُسِكُمْ ۗ
li-anfusikum
untuk dirimu sendiri
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يُوقَ
yūqa
diselamatkan
شُحَّ
shuḥḥa
dari kekikiran
نَفْسِهِۦ
nafsihi
jiwanya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ
l-muf'liḥūna
orang-orang yang beruntung

Fattaqullāha mastaṭa‘tum wasma‘ū wa aṭī‘ū wa anfiqū khairal li'anfusikum, wa may yūqa syuḥḥa nafsihī fa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu! Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

At-Tagabun · 17
﴿ 17 ﴾

إِن تُقْرِضُواْ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَـٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ‌ۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

إِن
in
Jika
تُقْرِضُوا۟
tuq'riḍū
kalian meminjamkan
ٱللَّهَ
l-laha
kepada Allah
قَرْضًا
qarḍan
Pinjaman
حَسَنًۭا
ḥasanan
baik
يُضَـٰعِفْهُ
yuḍāʿif'hu
Dia akan melipatgandakannya
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
وَيَغْفِرْ
wayaghfir
dan akan mengampuni
لَكُمْ ۚ
lakum
bagimu
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
شَكُورٌ
shakūrun
Maha Mensyukuri
حَلِيمٌ
ḥalīmun
Maha Penyantun

In tuqriḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā‘ifhu lakum wa yagfir lakum, wallāhu syakūrun ḥalīm(un).

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Dia akan melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampunimu. Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Penyantun.

At-Tagabun · 18
﴿ 18 ﴾

عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

عَـٰلِمُ
ʿālimu
Yang Maha Mengetahui
ٱلْغَيْبِ
l-ghaybi
yang gaib
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
wal-shahādati
dan yang disaksikan
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana

‘Ālimul-gaibi wasy-syahādatil-‘azīzul-ḥakīm(u).

Dialah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. (Dialah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.