← Kembali ke pelajaran
Hari 102 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

At-Talaq · 1
﴿ 1 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُواْ ٱلْعِدَّةَ‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ رَبَّكُمْ‌ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنۢ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ‌ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ‌ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ‌ۚ لَا تَدْرِى لَعَلَّ ٱللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٲلِكَ أَمْرًا

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلنَّبِىُّ
l-nabiyu
Nabi
إِذَا
idhā
Apabila
طَلَّقْتُمُ
ṭallaqtumu
kamu menceraikan
ٱلنِّسَآءَ
l-nisāa
wanita
فَطَلِّقُوهُنَّ
faṭalliqūhunna
maka ceraikanlah mereka
لِعِدَّتِهِنَّ
liʿiddatihinna
untuk masa iddah mereka
وَأَحْصُوا۟
wa-aḥṣū
dan hitunglah
ٱلْعِدَّةَ ۖ
l-ʿidata
masa iddah
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
dan bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
رَبَّكُمْ ۖ
rabbakum
Tuhan kalian
لَا
Jangan
تُخْرِجُوهُنَّ
tukh'rijūhunna
mengusir mereka
مِنۢ
min
dari
بُيُوتِهِنَّ
buyūtihinna
rumah-rumah mereka
وَلَا
walā
dan tidak
يَخْرُجْنَ
yakhruj'na
mereka harus pergi
إِلَّآ
illā
kecuali
أَن
an
bahwa
يَأْتِينَ
yatīna
mereka melakukan
بِفَـٰحِشَةٍۢ
bifāḥishatin
perbuatan keji
مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ
mubayyinatin
yang menjelaskan
وَتِلْكَ
watil'ka
Dan ini
حُدُودُ
ḥudūdu
adalah batas-batas
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَعَدَّ
yataʿadda
melampaui batas
حُدُودَ
ḥudūda
batas-batas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
فَقَدْ
faqad
maka sungguh
ظَلَمَ
ẓalama
dia telah menzalimi
نَفْسَهُۥ ۚ
nafsahu
dirinya
لَا
Tidak
تَدْرِى
tadrī
kamu tahu
لَعَلَّ
laʿalla
semoga
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يُحْدِثُ
yuḥ'dithu
akan mendatangkan
بَعْدَ
baʿda
setelah
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
أَمْرًۭا
amran
suatu urusan

Yā ayyuhan-nabiyyu iżā ṭallaqtumun-nisā'a fa ṭalliqūhunna li‘iddatihinna wa aḥṣul-‘iddah(ta), wattaqullāha rabbakum, lā tukhrijūhunna mim buyūtihinna wa lā yakhrujna illā ay ya'tīna bifāḥisyatim mubayyinah(tin), wa tilka ḥudūdullāh(i), wa may yata‘adda ḥudūdallāhi faqad ẓalama nafsah(ū), lā tadrī la‘allallāha yuḥdiṡu ba‘da żālika amrā(n).

Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar), dan hitunglah waktu idah itu, serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah. Siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui boleh jadi setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.

At-Talaq · 2
﴿ 2 ﴾

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُواْ ذَوَىْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُواْ ٱلشَّهَـٰدَةَ لِلَّهِ‌ۚ ذَٲلِكُمْ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْأَخِرِ‌ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
بَلَغْنَ
balaghna
mereka telah mencapai
أَجَلَهُنَّ
ajalahunna
masa iddah mereka
فَأَمْسِكُوهُنَّ
fa-amsikūhunna
di dalamnya
بِمَعْرُوفٍ
bimaʿrūfin
dengan baik
أَوْ
aw
atau
فَارِقُوهُنَّ
fāriqūhunna
berpisahlah dengan mereka
بِمَعْرُوفٍۢ
bimaʿrūfin
dengan baik
وَأَشْهِدُوا۟
wa-ashhidū
dan ambillah saksi
ذَوَىْ
dhaway
dua orang
عَدْلٍۢ
ʿadlin
adil
مِّنكُمْ
minkum
di antara kalian
وَأَقِيمُوا۟
wa-aqīmū
dan dirikanlah
ٱلشَّهَـٰدَةَ
l-shahādata
kesaksian
لِلَّهِ ۚ
lillahi
bagi Allah
ذَٰلِكُمْ
dhālikum
Itu
يُوعَظُ
yūʿaẓu
diberi nasihat
بِهِۦ
bihi
dengannya
مَن
man
siapa
كَانَ
kāna
adalah
يُؤْمِنُ
yu'minu
dia beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَٱلْيَوْمِ
wal-yawmi
dan Hari
ٱلْـَٔاخِرِ ۚ
l-ākhiri
yang terakhir
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَّقِ
yattaqi
bertakwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَجْعَل
yajʿal
Dia akan menjadikan
لَّهُۥ
lahu
baginya
مَخْرَجًۭا
makhrajan
jalan keluar

Fa iżā balagna ajalahunna fa amsikūhunna bima‘rūfin au fāriqūhunna bima‘rūfiw wa asyhidū żawai ‘adlim minkum wa aqīmusy-syahādata lillāh(i), żālikum yū‘aẓu bihī man kāna yu'minu billāhi wal-yaumil-ākhir(i), wa may yattaqillāha yaj‘al lahū makhrajā(n).

Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya

At-Talaq · 3
﴿ 3 ﴾

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ‌ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

وَيَرْزُقْهُ
wayarzuq'hu
Dan Dia akan memberinya rezeki
مِنْ
min
dari
حَيْثُ
ḥaythu
di mana
لَا
tidak
يَحْتَسِبُ ۚ
yaḥtasibu
dia mengira
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَوَكَّلْ
yatawakkal
dia bertawakal
عَلَى
ʿalā
atas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
فَهُوَ
fahuwa
maka Dia
حَسْبُهُۥٓ ۚ
ḥasbuhu
cukuplah baginya
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
بَـٰلِغُ
bālighu
akan mencapai
أَمْرِهِۦ ۚ
amrihi
tujuan-Nya
قَدْ
qad
Sungguh
جَعَلَ
jaʿala
telah menetapkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
لِكُلِّ
likulli
untuk setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدْرًۭا
qadran
ukuran

Wa yarzuqhu min ḥaiṡu lā yaḥtasib(u), wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh(ū), innallāha bāligu amrih(ī), qad ja‘alallāhu likulli syai'in qadrā(n).

dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.

At-Talaq · 4
﴿ 4 ﴾

وَٱلَّــٰٓــِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَـٰثَةُ أَشْهُرٍ وَٱلَّــٰٓــِٔى لَمْ يَحِضْنَ‌ۚ وَأُوْلَـٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ‌ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

وَٱلَّـٰٓـِٔى
wa-allāī
Dan orang-orang yang
يَئِسْنَ
ya-is'na
telah berputus asa
مِنَ
mina
dari
ٱلْمَحِيضِ
l-maḥīḍi
haid
مِن
min
di antara
نِّسَآئِكُمْ
nisāikum
wanita-wanitamu
إِنِ
ini
jika
ٱرْتَبْتُمْ
ir'tabtum
kalian ragu
فَعِدَّتُهُنَّ
faʿiddatuhunna
maka masa iddah mereka
ثَلَـٰثَةُ
thalāthatu
adalah tiga
أَشْهُرٍۢ
ashhurin
bulan-bulan
وَٱلَّـٰٓـِٔى
wa-allāī
dan orang-orang yang
لَمْ
lam
tidak
يَحِضْنَ ۚ
yaḥiḍ'na
mereka haid
وَأُو۟لَـٰتُ
wa-ulātu
Dan mereka yang (adalah)
ٱلْأَحْمَالِ
l-aḥmāli
yang hamil
أَجَلُهُنَّ
ajaluhunna
masa idah mereka
أَن
an
sampai
يَضَعْنَ
yaḍaʿna
mereka melahirkan
حَمْلَهُنَّ ۚ
ḥamlahunna
beban mereka
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَّقِ
yattaqi
bertakwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَجْعَل
yajʿal
Dia akan menjadikan
لَّهُۥ
lahu
baginya
مِنْ
min
dari
أَمْرِهِۦ
amrihi
urusannya
يُسْرًۭا
yus'ran
kemudahan

Wal-lā'ī ya'isna minal-maḥīḍi min nisā'ikum inirtabtum fa ‘iddatuhunna ṡalāṡatu asyhur(in), wal-lā'ī lam yaḥiḍn(a), wa ulātul-aḥmāli ajaluhunna ay yaḍa‘na ḥamlahunn(a), wa may yattaqillāha yaj‘al lahū min amrihī yusrā(n).

Perempuan-perempuan yang tidak mungkin haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan. Begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid (belum dewasa). Adapun perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka adalah sampai mereka melahirkan kandungannya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.

At-Talaq · 5
﴿ 5 ﴾

ذَٲلِكَ أَمْرُ ٱللَّهِ أَنزَلَهُۥٓ إِلَيْكُمْ‌ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔـاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا

ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
أَمْرُ
amru
adalah Perintah
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَنزَلَهُۥٓ
anzalahu
yang Dia turunkan
إِلَيْكُمْ ۚ
ilaykum
kepadamu
وَمَن
waman
dan barangsiapa
يَتَّقِ
yattaqi
bertakwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يُكَفِّرْ
yukaffir
Dia akan menghapus
عَنْهُ
ʿanhu
darinya
سَيِّـَٔاتِهِۦ
sayyiātihi
perbuatan buruknya
وَيُعْظِمْ
wayuʿ'ẓim
dan membesarkan
لَهُۥٓ
lahu
baginya
أَجْرًا
ajran
pahala

Żālika amrullāhi anzalahū ilaikum, wa may yattaqillāha yukaffir ‘anhu sayyi'ātihī wa yu‘ẓim lahū ajrā(n).

(Ketentuan idah) itu merupakan perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan memperbesar pahala baginya.

At-Talaq · 6
﴿ 6 ﴾

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنتُم مِّن وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَآرُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُواْ عَلَيْهِنَّ‌ۚ وَإِن كُنَّ أُوْلَـٰتِ حَمْلٍ فَأَنفِقُواْ عَلَيْهِنَّ حَتَّىٰ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ‌ۚ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَـَٔـاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ‌ۖ وَأْتَمِرُواْ بَيْنَكُم بِمَعْرُوفٍ‌ۖ وَإِن تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُۥٓ أُخْرَىٰ

أَسْكِنُوهُنَّ
askinūhunna
tempatkanlah mereka
مِنْ
min
dari
حَيْثُ
ḥaythu
di mana
سَكَنتُم
sakantum
kamu tinggal
مِّن
min
dari
وُجْدِكُمْ
wuj'dikum
kemampuanmu
وَلَا
walā
dan jangan
تُضَآرُّوهُنَّ
tuḍārrūhunna
menyakiti mereka
لِتُضَيِّقُوا۟
lituḍayyiqū
untuk menyusahkan
عَلَيْهِنَّ ۚ
ʿalayhinna
atas mereka
وَإِن
wa-in
Dan jika
كُنَّ
kunna
mereka adalah
أُو۟لَـٰتِ
ulāti
orang-orang yang
حَمْلٍۢ
ḥamlin
hamil
فَأَنفِقُوا۟
fa-anfiqū
maka belanjakanlah
عَلَيْهِنَّ
ʿalayhinna
atas mereka
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga
يَضَعْنَ
yaḍaʿna
mereka melahirkan
حَمْلَهُنَّ ۚ
ḥamlahunna
beban mereka
فَإِنْ
fa-in
maka jika
أَرْضَعْنَ
arḍaʿna
mereka menyusui
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
فَـَٔاتُوهُنَّ
faātūhunna
maka berikanlah kepada mereka
أُجُورَهُنَّ ۖ
ujūrahunna
upah mereka
وَأْتَمِرُوا۟
watamirū
dan bermusyawarahlah
بَيْنَكُم
baynakum
di antara kalian
بِمَعْرُوفٍۢ ۖ
bimaʿrūfin
dengan baik
وَإِن
wa-in
Dan jika
تَعَاسَرْتُمْ
taʿāsartum
kalian berselisih
فَسَتُرْضِعُ
fasatur'ḍiʿu
maka menyusui
لَهُۥٓ
lahu
baginya
أُخْرَىٰ
ukh'rā
wanita lain

Askinūhunna min ḥaiṡu sakantum miw wujdikum wa lā tuḍārrūhunna lituḍayyiqū ‘alaihinn(a), wa in kunna ulāti ḥamlin fa anfiqū ‘alaihinna ḥattā yaḍa‘na ḥamlahunn(a), fa in arḍa‘na lakum fa ātūhunna ujūrahunn(a), wa'tamirū bainakum bima‘rūf(in), wa in ta‘āsartum fasaturḍi‘u lahū ukhrā.

Tempatkanlah mereka (para istri yang dicerai) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka (para istri yang dicerai) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)-mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu sama-sama menemui kesulitan (dalam hal penyusuan), maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

At-Talaq · 7
﴿ 7 ﴾

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ‌ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَـٰهُ ٱللَّهُ‌ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَـٰهَا‌ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

لِيُنفِقْ
liyunfiq
hendaklah ia membelanjakan
ذُو
dhū
pemilik
سَعَةٍۢ
saʿatin
kelapangan
مِّن
min
dari
سَعَتِهِۦ ۖ
saʿatihi
kemampuannya
وَمَن
waman
dan barang siapa
قُدِرَ
qudira
dibatasi
عَلَيْهِ
ʿalayhi
atasnya
رِزْقُهُۥ
riz'quhu
rezekinya
فَلْيُنفِقْ
falyunfiq
hendaklah dia menafkahkan
مِمَّآ
mimmā
dari apa
ءَاتَىٰهُ
ātāhu
dia telah diberi
ٱللَّهُ ۚ
l-lahu
oleh Allah
لَا
tidak
يُكَلِّفُ
yukallifu
membebani
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
نَفْسًا
nafsan
jiwa
إِلَّا
illā
kecuali
مَآ
dengan apa
ءَاتَىٰهَا ۚ
ātāhā
Dia telah memberikannya
سَيَجْعَلُ
sayajʿalu
Akan mendatangkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
بَعْدَ
baʿda
setelah
عُسْرٍۢ
ʿus'rin
kesulitan
يُسْرًۭا
yus'ran
kemudahan

Liyunfiq żū sa‘atim min sa‘atih(ī), wa man qudira ‘alaihi rizquhū falyunfiq mimmā ātāhullāh(u), lā yukallifullāhu nafsan illā mā ātāhā, sayaj‘alullāhu ba‘da ‘usriy yusrā(n).

Hendaklah orang yang lapang (rezekinya) memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari apa (harta) yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya. Allah kelak akan menganugerahkan kelapangan setelah kesempitan.

At-Talaq · 8
﴿ 8 ﴾

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِۦ فَحَاسَبْنَـٰهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَـٰهَا عَذَابًا نُّكْرًا

وَكَأَيِّن
waka-ayyin
Dan betapa banyak
مِّن
min
dari
قَرْيَةٍ
qaryatin
sebuah kota
عَتَتْ
ʿatat
ia memberontak
عَنْ
ʿan
terhadap
أَمْرِ
amri
perintah
رَبِّهَا
rabbihā
Tuhannya
وَرُسُلِهِۦ
warusulihi
dan Rasul-rasul-Nya
فَحَاسَبْنَـٰهَا
faḥāsabnāhā
maka Kami menghisabnya
حِسَابًۭا
ḥisāban
perhitungan
شَدِيدًۭا
shadīdan
keras
وَعَذَّبْنَـٰهَا
waʿadhabnāhā
dan Kami menghukumnya
عَذَابًۭا
ʿadhāban
siksaan
نُّكْرًۭا
nuk'ran
mengerikan

Wa ka'ayyim min qaryatin ‘atat ‘an amri rabbihā wa rusulihī fa ḥāsabnāhā ḥisāban syadīdā(n), wa ‘ażżabnāhā ‘ażāban nukrā(n).

Betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.

At-Talaq · 9
﴿ 9 ﴾

فَذَاقَتْ وَبَالَ أَمْرِهَا وَكَانَ عَـٰقِبَةُ أَمْرِهَا خُسْرًا

فَذَاقَتْ
fadhāqat
maka ia merasakan
وَبَالَ
wabāla
akibat (buruk)
أَمْرِهَا
amrihā
urusannya
وَكَانَ
wakāna
dan adalah
عَـٰقِبَةُ
ʿāqibatu
akibat
أَمْرِهَا
amrihā
urusannya
خُسْرًا
khus'ran
kerugian

Fa żāqat wabāla amrihā wa kāna ‘āqibatu amrihā khusrā(n).

Maka, mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya, dan akibat perbuatan mereka itu adalah kerugian yang besar.

At-Talaq · 10
﴿ 10 ﴾

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا‌ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ يَـٰٓأُوْلِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ‌ۚ قَدْ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا

أَعَدَّ
aʿadda
Telah menyiapkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
عَذَابًۭا
ʿadhāban
siksaan
شَدِيدًۭا ۖ
shadīdan
sangat keras
فَٱتَّقُوا۟
fa-ittaqū
Maka bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَـٰٓأُو۟لِى
yāulī
wahai orang-orang
ٱلْأَلْبَـٰبِ
l-albābi
orang-orang yang berakal
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟ ۚ
āmanū
telah beriman
قَدْ
qad
Sungguh
أَنزَلَ
anzala
telah menurunkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
إِلَيْكُمْ
ilaykum
kepada kamu
ذِكْرًۭا
dhik'ran
sebuah peringatan

A‘addallāhu lahum ‘ażāban syadīdan fattaqullāha yā ulil-albāb(i) - allażīna āmanū - qad anzalallāhu ilaikum żikrā(n).

Allah telah menyediakan azab yang sangat pedih bagi mereka. Maka, bertakwalah kepada Allah, wahai ululalbab (orang-orang yang berakal sehat, berhati bersih, dan cerdas,) (yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah telah menurunkan peringatan kepadamu

At-Talaq · 11
﴿ 11 ﴾

رَّسُولاً يَتْلُواْ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ مُبَيِّنَـٰتٍ لِّيُخْرِجَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ‌ۚ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ وَيَعْمَلْ صَـٰلِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا‌ۖ قَدْ أَحْسَنَ ٱللَّهُ لَهُۥ رِزْقًا

رَّسُولًۭا
rasūlan
seorang Rasul
يَتْلُوا۟
yatlū
membacakan
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
kepadamu
ءَايَـٰتِ
āyāti
ayat-ayat
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
مُبَيِّنَـٰتٍۢ
mubayyinātin
jelas
لِّيُخْرِجَ
liyukh'rija
agar dia mengeluarkan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
مِنَ
mina
dari
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan(-kegelapan)
إِلَى
ilā
kepada
ٱلنُّورِ ۚ
l-nūri
cahaya
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يُؤْمِنۢ
yu'min
beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَيَعْمَلْ
wayaʿmal
dan beramal
صَـٰلِحًۭا
ṣāliḥan
saleh
يُدْخِلْهُ
yud'khil'hu
Dia akan memasukkannya
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
ke dalam Surga
تَجْرِى
tajrī
mengalir
مِن
min
dari
تَحْتِهَا
taḥtihā
di bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ
l-anhāru
sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
kekal
فِيهَآ
fīhā
di dalamnya
أَبَدًۭا ۖ
abadan
selamanya
قَدْ
qad
Sungguh
أَحْسَنَ
aḥsana
telah diberikan kebaikan
ٱللَّهُ
l-lahu
demi Allah
لَهُۥ
lahu
baginya
رِزْقًا
riz'qan
rezeki

Rasūlay yatlū ‘alaikum āyātillāhi mubayyinātil liyukhrijal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr(i), wa may yu'mim billāhi wa ya‘mal ṣāliḥay yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), qad aḥsanallāhu lahū rizqā(n).

(berupa) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum) agar dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari kegelapan kepada cahaya. Siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya akan Dia masukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, Allah telah menganugerahkan rezeki yang baik kepadanya.

At-Talaq · 12
﴿ 12 ﴾

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَـٰوَٲتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمَۢا

ٱللَّهُ
al-lahu
Allah
ٱلَّذِى
alladhī
Dialah Yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
سَبْعَ
sabʿa
tujuh
سَمَـٰوَٰتٍۢ
samāwātin
langit
وَمِنَ
wamina
dan dari
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
مِثْلَهُنَّ
mith'lahunna
yang serupa dengan mereka
يَتَنَزَّلُ
yatanazzalu
turun
ٱلْأَمْرُ
l-amru
perintah itu
بَيْنَهُنَّ
baynahunna
di antara mereka
لِتَعْلَمُوٓا۟
litaʿlamū
agar kamu mengetahui
أَنَّ
anna
bahwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
عَلَىٰ
ʿalā
adalah atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌۭ
qadīrun
Maha Kuasa
وَأَنَّ
wa-anna
Dan bahwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
قَدْ
qad
sungguh
أَحَاطَ
aḥāṭa
meliputi
بِكُلِّ
bikulli
segala
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
عِلْمًۢا
ʿil'man
dalam pengetahuan

Allāhul-lażī khalaqa sab‘a samāwātiw wa minal-arḍi miṡlahunn(a), yatanazzalul-amru bainahunna lita‘lamū annallāha ‘alā kulli syai'in qadīr(un), wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syai'in ‘ilmā(n).

Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan (menciptakan pula) bumi seperti itu. Perintah-Nya berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.