← Kembali ke pelajaran
Hari 108 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Nuh · 1
﴿ 1 ﴾

إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

إِنَّآ
innā
sesungguhnya Kami
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami utus
نُوحًا
nūḥan
Nuh
إِلَىٰ
ilā
kepada
قَوْمِهِۦٓ
qawmihi
kaumnya
أَنْ
an
bahwa
أَنذِرْ
andhir
peringatkanlah
قَوْمَكَ
qawmaka
kaummu
مِن
min
dari
قَبْلِ
qabli
sebelum
أَن
an
[bahwa]
يَأْتِيَهُمْ
yatiyahum
datang kepada mereka
عَذَابٌ
ʿadhābun
siksaan
أَلِيمٌۭ
alīmun
pedih

Innā arsalnā nūḥan ilā qaumihī an anżir qaumaka min qabli ay ya'tiyahum ‘ażābun alīm(un).

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang azab yang pedih kepadanya!”

Nuh · 2
﴿ 2 ﴾

قَالَ يَـٰقَوْمِ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

قَالَ
qāla
Dia berkata
يَـٰقَوْمِ
yāqawmi
Wahai kaumku
إِنِّى
innī
Sesungguhnya, aku
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan
مُّبِينٌ
mubīnun
jelas

Qāla yā qaumi innī lakum nażīrum mubīn(un).

Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku ini adalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,

Nuh · 3
﴿ 3 ﴾

أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

أَنِ
ani
bahwa
ٱعْبُدُوا۟
uʿ'budū
Sembahlah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَٱتَّقُوهُ
wa-ittaqūhu
dan bertakwalah kepada-Nya
وَأَطِيعُونِ
wa-aṭīʿūni
dan taatlah kepadaku

Ani‘budullāha wattaqūhu wa aṭī‘ūn(i).

(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku,

Nuh · 4
﴿ 4 ﴾

يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُ‌ۖ لَوْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

يَغْفِرْ
yaghfir
Dia akan mengampuni
لَكُم
lakum
bagi kalian
مِّن
min
dari
ذُنُوبِكُمْ
dhunūbikum
dosa-dosamu
وَيُؤَخِّرْكُمْ
wayu-akhir'kum
dan memberimu penangguhan
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَجَلٍۢ
ajalin
suatu batas waktu
مُّسَمًّى ۚ
musamman
ditentukan
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
أَجَلَ
ajala
batas waktu
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
إِذَا
idhā
apabila
جَآءَ
jāa
itu datang
لَا
tidak
يُؤَخَّرُ ۖ
yu-akharu
ditunda
لَوْ
law
jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
mengetahui

Yagfir lakum min żunūbikum wa yu'akhkhirkum ilā ajalim musammā(n), inna ajalallāhi iżā jā'a lā yu'akhkhar(u), lau kuntum ta‘lamūn(a).

niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkanmu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda. Seandainya kamu mengetahui(-nya).”

Nuh · 5
﴿ 5 ﴾

قَالَ رَبِّ إِنِّى دَعَوْتُ قَوْمِى لَيْلاً وَنَهَارًا

قَالَ
qāla
Dia berkata
رَبِّ
rabbi
Tuhanku
إِنِّى
innī
Sesungguhnya, aku
دَعَوْتُ
daʿawtu
mengundang
قَوْمِى
qawmī
kaumku
لَيْلًۭا
laylan
malam
وَنَهَارًۭا
wanahāran
dan siang

Qāla rabbi innī da‘atu qaumī lailaw wa nahārā(n).

Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,

Nuh · 6
﴿ 6 ﴾

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَآءِىٓ إِلَّا فِرَارًا

فَلَمْ
falam
Tetapi tidak
يَزِدْهُمْ
yazid'hum
menambah mereka
دُعَآءِىٓ
duʿāī
seruanku
إِلَّا
illā
kecuali
فِرَارًۭا
firāran
melarikan diri

Falam yazidhum du‘ā'ī illā firārā(n).

tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, melainkan mereka (makin) lari (dari kebenaran).

Nuh · 7
﴿ 7 ﴾

وَإِنِّى كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوٓاْ أَصَـٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَٱسْتَغْشَوْاْ ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّواْ وَٱسْتَكْبَرُواْ ٱسْتِكْبَارًا

وَإِنِّى
wa-innī
dan sesungguhnya aku
كُلَّمَا
kullamā
setiap kali
دَعَوْتُهُمْ
daʿawtuhum
aku mengundang mereka
لِتَغْفِرَ
litaghfira
agar Engkau mengampuni
لَهُمْ
lahum
mereka
جَعَلُوٓا۟
jaʿalū
mereka meletakkan
أَصَـٰبِعَهُمْ
aṣābiʿahum
jari-jari mereka
فِىٓ
di dalam
ءَاذَانِهِمْ
ādhānihim
Telinga mereka
وَٱسْتَغْشَوْا۟
wa-is'taghshaw
dan mereka menutupi diri
ثِيَابَهُمْ
thiyābahum
pakaian mereka
وَأَصَرُّوا۟
wa-aṣarrū
dan mereka bersikeras
وَٱسْتَكْبَرُوا۟
wa-is'takbarū
dan mereka menyombongkan diri
ٱسْتِكْبَارًۭا
is'tik'bāran
(dengan) kesombongan

Wa innī kullamā da‘autuhum litagfira lahum ja‘alū aṣābi‘ahum fī āżānihim wastagsyau ṡiyābahum wa aṣarrū wastakbarustikbārā(n).

Sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya). Mereka pun tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.

Nuh · 8
﴿ 8 ﴾

ثُمَّ إِنِّى دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِنِّى
innī
sesungguhnya, aku
دَعَوْتُهُمْ
daʿawtuhum
mengundang mereka
جِهَارًۭا
jihāran
secara terang-terangan

Ṡumma innī da‘autuhum jihārā(n).

Kemudian, sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.

Nuh · 9
﴿ 9 ﴾

ثُمَّ إِنِّىٓ أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِنِّىٓ
innī
sesungguhnya, aku
أَعْلَنتُ
aʿlantu
aku umumkan
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
وَأَسْرَرْتُ
wa-asrartu
dan aku merahasiakan
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
إِسْرَارًۭا
is'rāran
secara rahasia

Ṡumma innī a‘lantu lahum wa asrartu lahum isrārā(n).

Lalu, aku menyeru mereka secara terbuka dan diam-diam.

Nuh · 10
﴿ 10 ﴾

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

فَقُلْتُ
faqul'tu
Maka aku berkata
ٱسْتَغْفِرُوا۟
is'taghfirū
Mohonlah ampun
رَبَّكُمْ
rabbakum
(dari) Tuhanmu
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
كَانَ
kāna
adalah
غَفَّارًۭا
ghaffāran
Maha Pengampun

Faqultustagfirū rabbakum innahū kāna gaffārā(n).

Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Nuh · 11
﴿ 11 ﴾

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

يُرْسِلِ
yur'sili
Dia akan menurunkan
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
عَلَيْكُم
ʿalaykum
atas kamu
مِّدْرَارًۭا
mid'rāran
melimpah

Yursilis-samā'a ‘alaikum midrārā(n).

(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

Nuh · 12
﴿ 12 ﴾

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٲلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّـٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَـٰرًا

وَيُمْدِدْكُم
wayum'did'kum
dan Dia memberimu
بِأَمْوَٰلٍۢ
bi-amwālin
dengan kekayaan
وَبَنِينَ
wabanīna
dan anak-anak
وَيَجْعَل
wayajʿal
dan menjadikan
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
kebun-kebun
وَيَجْعَل
wayajʿal
dan menjadikan
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
أَنْهَـٰرًۭا
anhāran
sungai-sungai

Wa yumdidkum bi'amwāliw wa banīna wa yaj‘al lakum jannātiw wa yaj‘al lakum anhārā(n).

memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Nuh · 13
﴿ 13 ﴾

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

مَّا
apa
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
لَا
tidak
تَرْجُونَ
tarjūna
kamu menyandarkan
لِلَّهِ
lillahi
milik Allah
وَقَارًۭا
waqāran
keagungan

Mā lakum lā tarjūna lillāhi waqārā(n).

Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?

Nuh · 14
﴿ 14 ﴾

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

وَقَدْ
waqad
Dan sungguh
خَلَقَكُمْ
khalaqakum
Dia menciptakan kalian
أَطْوَارًا
aṭwāran
tahapan

Wa qad khalaqakum aṭwārā(n).

Padahal, sungguh, Dia telah menciptakanmu dalam beberapa tahapan (penciptaan).

Nuh · 15
﴿ 15 ﴾

أَلَمْ تَرَوْاْ كَيْفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبْعَ سَمَـٰوَٲتٍ طِبَاقًا

أَلَمْ
alam
Tidakkah
تَرَوْا۟
taraw
kalian melihat
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
خَلَقَ
khalaqa
menciptakan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
سَبْعَ
sabʿa
tujuh
سَمَـٰوَٰتٍۢ
samāwātin
langit
طِبَاقًۭا
ṭibāqan
berlapis-lapis

Alam tara kaifa khalaqallāhu sab‘a samāwātin ṭibāqā(n).

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?

Nuh · 16
﴿ 16 ﴾

وَجَعَلَ ٱلْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ ٱلشَّمْسَ سِرَاجًا

وَجَعَلَ
wajaʿala
dan Dia menjadikan
ٱلْقَمَرَ
l-qamara
bulan
فِيهِنَّ
fīhinna
di dalamnya
نُورًۭا
nūran
cahaya
وَجَعَلَ
wajaʿala
dan menjadikan
ٱلشَّمْسَ
l-shamsa
matahari
سِرَاجًۭا
sirājan
pelita

Wa ja‘alal-qamara fīhinna nūraw wa ja‘alasy-syamsa sirājā(n).

Di sana Dia menjadikan bulan bercahaya dan matahari sebagai pelita (yang cemerlang).

Nuh · 17
﴿ 17 ﴾

وَٱللَّهُ أَنۢبَتَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ نَبَاتًا

وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
أَنۢبَتَكُم
anbatakum
telah menumbuhkan kamu
مِّنَ
mina
dari
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
نَبَاتًۭا
nabātan
sebagai tumbuhan

Wallāhu ambatakum minal-arḍi nabātā(n).

Allah benar-benar menciptakanmu dari tanah.

Nuh · 18
﴿ 18 ﴾

ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

ثُمَّ
thumma
Kemudian
يُعِيدُكُمْ
yuʿīdukum
Dia akan mengembalikan kalian
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
وَيُخْرِجُكُمْ
wayukh'rijukum
dan mengeluarkan kalian
إِخْرَاجًۭا
ikh'rājan
pengeluaran

Ṡumma yu‘īdukum fīhā wa yukhrijukum ikhrājā(n).

Kemudian, dia akan mengembalikanmu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkanmu (pada hari Kiamat) dengan pasti.

Nuh · 19
﴿ 19 ﴾

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ بِسَاطًا

وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
جَعَلَ
jaʿala
menjadikan
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
بِسَاطًۭا
bisāṭan
hamparan

Wallāhu ja‘ala lakumul-arḍa bisāṭā(n).

Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan

Nuh · 20
﴿ 20 ﴾

لِّتَسْلُكُواْ مِنْهَا سُبُلاً فِجَاجًا

لِّتَسْلُكُوا۟
litaslukū
agar kalian menempuh
مِنْهَا
min'hā
di dalamnya
سُبُلًۭا
subulan
jalan-jalan
فِجَاجًۭا
fijājan
luas

Litaslukū minhā subulan fijājā(n).

agar kamu dapat pergi dengan leluasa di jalan-jalan yang luas.

Nuh · 21
﴿ 21 ﴾

قَالَ نُوحٌ رَّبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِى وَٱتَّبَعُواْ مَن لَّمْ يَزِدْهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارًا

قَالَ
qāla
Dia berkata
نُوحٌۭ
nūḥun
Nuh
رَّبِّ
rabbi
Tuhanku
إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya mereka
عَصَوْنِى
ʿaṣawnī
mendurhakai aku
وَٱتَّبَعُوا۟
wa-ittabaʿū
dan mereka mengikuti
مَن
man
orang yang
لَّمْ
lam
(tidak)
يَزِدْهُ
yazid'hu
menambahnya
مَالُهُۥ
māluhu
hartanya
وَوَلَدُهُۥٓ
wawaladuhu
dan anak-anaknya
إِلَّا
illā
kecuali
خَسَارًۭا
khasāran
kerugian

Qāla nūḥur rabbi innahum ‘aṣaunī wattaba‘ū mal lam yazidhu māluhū wa waladuhū illā khasārā(n).

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku dan mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya.

Nuh · 22
﴿ 22 ﴾

وَمَكَرُواْ مَكْرًا كُبَّارًا

وَمَكَرُوا۟
wamakarū
dan mereka telah merencanakan
مَكْرًۭا
makran
tipu daya
كُبَّارًۭا
kubbāran
besar

Wa makarū makran kubbārā(n).

Mereka pun melakukan tipu daya yang sangat besar.

Nuh · 23
﴿ 23 ﴾

وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

وَقَالُوا۟
waqālū
Dan mereka berkata
لَا
Jangan
تَذَرُنَّ
tadharunna
kalian tinggalkan
ءَالِهَتَكُمْ
ālihatakum
tuhan-tuhan kalian
وَلَا
walā
dan jangan
تَذَرُنَّ
tadharunna
kalian tinggalkan
وَدًّۭا
waddan
Wadd
وَلَا
walā
dan tidak
سُوَاعًۭا
suwāʿan
Suwa
وَلَا
walā
dan tidak
يَغُوثَ
yaghūtha
Yaghuts
وَيَعُوقَ
wayaʿūqa
dan Yauq
وَنَسْرًۭا
wanasran
dan Nasr

Wa qālū lā tażarunna ālihatakum wa lā tażarunna waddaw wa lā suwā‘ā(n), wa lā yagūṡa wa ya‘ūqa wa nasrā(n).

Mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhanmu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan Wadd, Suwā‘, Yagūṡ, Ya‘ūq, dan Nasr.’

Nuh · 24
﴿ 24 ﴾

وَقَدْ أَضَلُّواْ كَثِيرًا‌ۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَـٰلاً

وَقَدْ
waqad
Dan sungguh
أَضَلُّوا۟
aḍallū
mereka telah menyesatkan
كَثِيرًۭا ۖ
kathīran
banyak
وَلَا
walā
Dan tidak
تَزِدِ
tazidi
tambahilah
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang zalim
إِلَّا
illā
kecuali
ضَلَـٰلًۭا
ḍalālan
kesesatan

Wa qad aḍallū kaṡīrā(n), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā ḍalālā(n).

Sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kesesatan.”

Nuh · 25
﴿ 25 ﴾

مِّمَّا خَطِيٓـَٔـٰتِهِمْ أُغْرِقُواْ فَأُدْخِلُواْ نَارًا فَلَمْ يَجِدُواْ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَنصَارًا

مِّمَّا
mimmā
Karena
خَطِيٓـَٔـٰتِهِمْ
khaṭīātihim
dosa-dosa mereka
أُغْرِقُوا۟
ugh'riqū
mereka ditenggelamkan
فَأُدْخِلُوا۟
fa-ud'khilū
lalu dimasukkan
نَارًۭا
nāran
api
فَلَمْ
falam
dan tidak
يَجِدُوا۟
yajidū
mereka menemukan
لَهُم
lahum
untuk diri mereka
مِّن
min
dari
دُونِ
dūni
selain
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَنصَارًۭا
anṣāran
penolong

Mimmā khaṭī'ātihim ugriqū fa'udkhilū nārā(n), falam yajidū lahum min dūnillāhi anṣārā(n).

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan, lalu dimasukkan ke neraka. Mereka tidak mendapat penolong selain Allah.

Nuh · 26
﴿ 26 ﴾

وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى ٱلْأَرْضِ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ دَيَّارًا

وَقَالَ
waqāla
Dan Dia berkata
نُوحٌۭ
nūḥun
Nuh
رَّبِّ
rabbi
Tuhanku
لَا
Jangan
تَذَرْ
tadhar
tinggalkan
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
مِنَ
mina
buta
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir
دَيَّارًا
dayyāran
sebagai penghuni

Wa qāla nūḥur rabbi lā tażar ‘alal-arḍi minal-kāfirīna dayyārā(n).

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

Nuh · 27
﴿ 27 ﴾

إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّواْ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓاْ إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

إِنَّكَ
innaka
Sesungguhnya Engkau
إِن
in
jika
تَذَرْهُمْ
tadharhum
kamu tinggalkan mereka
يُضِلُّوا۟
yuḍillū
Mereka akan menyesatkan
عِبَادَكَ
ʿibādaka
hamba-hamba-Mu
وَلَا
walā
dan tidak
يَلِدُوٓا۟
yalidū
mereka akan melahirkan
إِلَّا
illā
kecuali
فَاجِرًۭا
fājiran
durhaka
كَفَّارًۭا
kaffāran
orang yang sangat ingkar

Innaka in tażarhum yuḍillū ‘ibādaka wa lā yalidū illā fājiran kaffārā(n).

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu. Mereka pun hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.

Nuh · 28 🤲 Doa
﴿ 28 ﴾

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٲلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا

رَّبِّ
rabbi
Tuhanku
ٱغْفِرْ
igh'fir
Ampunilah
لِى
bagiku
وَلِوَٰلِدَىَّ
waliwālidayya
dan kedua orang tuaku
وَلِمَن
waliman
dan siapa pun
دَخَلَ
dakhala
Masuk
بَيْتِىَ
baytiya
rumahku
مُؤْمِنًۭا
mu'minan
seorang mukmin
وَلِلْمُؤْمِنِينَ
walil'mu'minīna
dan bagi orang-orang mukmin
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
wal-mu'mināti
dan wanita-wanita mukmin
وَلَا
walā
Dan jangan
تَزِدِ
tazidi
tambahilah
ٱلظَّـٰلِمِينَ
l-ẓālimīna
orang-orang zalim
إِلَّا
illā
kecuali
تَبَارًۢا
tabāran
kehancuran

Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu'minaw wa lil-mu'minīna wal-mu'mināt(i), wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā(n).

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”