Surah Al-Mursalat, sebagai surah Makkiyah, berfokus pada penegasan Hari Kiamat dan kebangkitan, sebuah tema sentral dalam dakwah awal Nabi Muhammad ﷺ. Surah ini memiliki hubungan erat dengan surah sebelumnya, Al-Insan, yang juga banyak membahas tentang hari pembalasan dan balasan bagi orang-orang beriman dan kafir. Al-Mursalat memperkuat argumen dengan serangkaian sumpah yang dahsyat tentang fenomena alam dan malaikat sebagai bukti kekuasaan Allah yang tak terbantahkan.
Secara internal, surah ini dimulai dengan serangkaian sumpah (ayat 1-6) yang menggambarkan berbagai tugas malaikat atau fenomena alam, yang semuanya mengarah pada satu kesimpulan mutlak: "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi" (ayat 7). Pengulangan kecaman "Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran)" (ayat 15, 19) berfungsi sebagai penekanan yang kuat dan peringatan berulang akan konsekuensi mendustakan kebenaran. Transisi dari sumpah, deskripsi Kiamat, hingga pelajaran dari umat terdahulu, semuanya terjalin untuk mengukuhkan keyakinan akan Hari Pembalasan dan keadilan ilahi.