← Kembali ke pelajaran
Hari 114 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Mursalat · 1
﴿ 1 ﴾

وَٱلْمُرْسَلَـٰتِ عُرْفًا

وَٱلْمُرْسَلَـٰتِ
wal-mur'salāti
Demi yang diutus
عُرْفًۭا
ʿur'fan
satu demi satu

Wal-mursalāti ‘urfā(n).

Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan

Al-Mursalat · 2
﴿ 2 ﴾

فَٱلْعَـٰصِفَـٰتِ عَصْفًا

فَٱلْعَـٰصِفَـٰتِ
fal-ʿāṣifāti
Dan angin yang bertiup kencang
عَصْفًۭا
ʿaṣfan
dengan keras

Fal-‘āṣifāti ‘aṣfā(n).

dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang;

Al-Mursalat · 3
﴿ 3 ﴾

وَٱلنَّـٰشِرَٲتِ نَشْرًا

وَٱلنَّـٰشِرَٰتِ
wal-nāshirāti
dan yang menyebarkan
نَشْرًۭا
nashran
menyebar luas

Wan-nāsyirāti nasyrā(n).

demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,

Al-Mursalat · 4
﴿ 4 ﴾

فَٱلْفَـٰرِقَـٰتِ فَرْقًا

فَٱلْفَـٰرِقَـٰتِ
fal-fāriqāti
Dan yang memisahkan
فَرْقًۭا
farqan
dengan kriteria

Fal-fāriqāti farqā(n).

dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,

Al-Mursalat · 5
﴿ 5 ﴾

فَٱلْمُلْقِيَـٰتِ ذِكْرًا

فَٱلْمُلْقِيَـٰتِ
fal-mul'qiyāti
Dan yang menurunkan
ذِكْرًا
dhik'ran
peringatan

Fal-mulqiyāti żikrā(n).

serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu

Al-Mursalat · 6
﴿ 6 ﴾

عُذْرًا أَوْ نُذْرًا

عُذْرًا
ʿudh'ran
sebagai alasan
أَوْ
aw
atau
نُذْرًا
nudh'ran
peringatan

‘Użran au nużrā(n).

untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan,

Al-Mursalat · 7
﴿ 7 ﴾

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَٲقِعٌ

إِنَّمَا
innamā
Sesungguhnya apa
تُوعَدُونَ
tūʿadūna
kalian dijanjikan
لَوَٰقِعٌۭ
lawāqiʿun
pasti akan terjadi

Innamā tū‘adūna lawāqi‘(un).

sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.

Al-Mursalat · 8
﴿ 8 ﴾

فَإِذَا ٱلنُّجُومُ طُمِسَتْ

فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
ٱلنُّجُومُ
l-nujūmu
bintang-bintang
طُمِسَتْ
ṭumisat
dihilangkan

Fa iżan-nujūmu ṭumisat.

Apabila bintang-bintang dihapuskan (cahayanya),

Al-Mursalat · 9
﴿ 9 ﴾

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ فُرِجَتْ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
ٱلسَّمَآءُ
l-samāu
langit
فُرِجَتْ
furijat
terbelah

Wa iżas-samā'u furijat.

apabila langit dibelah,

Al-Mursalat · 10
﴿ 10 ﴾

وَإِذَا ٱلْجِبَالُ نُسِفَتْ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
ٱلْجِبَالُ
l-jibālu
gunung-gunung
نُسِفَتْ
nusifat
diterbangkan

Wa iżal-jibālu nusifat.

apabila gunung-gunung dihancurleburkan,

Al-Mursalat · 11
﴿ 11 ﴾

وَإِذَا ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتْ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
ٱلرُّسُلُ
l-rusulu
para Rasul
أُقِّتَتْ
uqqitat
dikumpulkan pada waktu yang ditentukan

Wa iżar-rusulu uqqitat.

dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya,

Al-Mursalat · 12
﴿ 12 ﴾

لِأَىِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ

لِأَىِّ
li-ayyi
Untuk apa
يَوْمٍ
yawmin
Hari
أُجِّلَتْ
ujjilat
apakah ini ditunda

Li'ayyi yaumin ujjilat.

(niscaya dikatakan kepada mereka,) “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang kafir itu)?”

Al-Mursalat · 13
﴿ 13 ﴾

لِيَوْمِ ٱلْفَصْلِ

لِيَوْمِ
liyawmi
Untuk hari
ٱلْفَصْلِ
l-faṣli
penghakiman

Liyaumil-faṣl(i).

Sampai hari Keputusan.

Al-Mursalat · 14
﴿ 14 ﴾

وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ

وَمَآ
wamā
Dan apa
أَدْرَىٰكَ
adrāka
akan memberitahumu
مَا
apa
يَوْمُ
yawmu
adalah Hari
ٱلْفَصْلِ
l-faṣli
keputusan

Wa mā adrāka mā yaumul-faṣl(i).

Tahukah kamu apakah hari Keputusan itu?

Al-Mursalat · 15
﴿ 15 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 16
﴿ 16 ﴾

أَلَمْ نُهْلِكِ ٱلْأَوَّلِينَ

أَلَمْ
alam
Tidakkah
نُهْلِكِ
nuh'liki
Kami membinasakan
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang terdahulu

Alam nuhlikil-awwalīn(a).

Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu?

Al-Mursalat · 17
﴿ 17 ﴾

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ ٱلْأَخِرِينَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
نُتْبِعُهُمُ
nut'biʿuhumu
Kami mengikuti mereka
ٱلْـَٔاخِرِينَ
l-ākhirīna
dengan orang-orang yang kemudian

Ṡumma nutbi‘uhumul-ākhirīn(a).

Lalu, Kami susuli mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.

Al-Mursalat · 18
﴿ 18 ﴾

كَذَٲلِكَ نَفْعَلُ بِٱلْمُجْرِمِينَ

كَذَٰلِكَ
kadhālika
Demikianlah
نَفْعَلُ
nafʿalu
Kami berurusan
بِٱلْمُجْرِمِينَ
bil-muj'rimīna
dengan para penjahat

Każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).

Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka.

Al-Mursalat · 19
﴿ 19 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 20
﴿ 20 ﴾

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ

أَلَمْ
alam
Tidakkah
نَخْلُقكُّم
nakhluqkkum
Kami menciptakanmu
مِّن
min
dari
مَّآءٍۢ
māin
air
مَّهِينٍۢ
mahīnin
hina

Alam nakhluqkum mim mā'im mahīn(in).

Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)?

Al-Mursalat · 21
﴿ 21 ﴾

فَجَعَلْنَـٰهُ فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ

فَجَعَلْنَـٰهُ
fajaʿalnāhu
Lalu Kami menjadikannya
فِى
di
قَرَارٍۢ
qarārin
tempat tinggal
مَّكِينٍ
makīnin
aman

Fa ja‘alnāhu fī qarārim makīn(in).

Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim)

Al-Mursalat · 22
﴿ 22 ﴾

إِلَىٰ قَدَرٍ مَّعْلُومٍ

إِلَىٰ
ilā
untuk
قَدَرٍۢ
qadarin
suatu masa
مَّعْلُومٍۢ
maʿlūmin
diketahui

Ilā qadarim ma‘lūm(in).

sampai waktu yang ditentukan.

Al-Mursalat · 23
﴿ 23 ﴾

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ ٱلْقَـٰدِرُونَ

فَقَدَرْنَا
faqadarnā
Maka Kami mengukur
فَنِعْمَ
faniʿ'ma
dan sebaik-baik
ٱلْقَـٰدِرُونَ
l-qādirūna
Kami mampu

Fa qadarnā, fani‘mal-qādirūn(a).

Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu.

Al-Mursalat · 24
﴿ 24 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 25
﴿ 25 ﴾

أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ كِفَاتًا

أَلَمْ
alam
Tidakkah
نَجْعَلِ
najʿali
Kami jadikan
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
كِفَاتًا
kifātan
tempat berkumpul

Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n).

Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul

Al-Mursalat · 26
﴿ 26 ﴾

أَحْيَآءً وَأَمْوَٲتًا

أَحْيَآءًۭ
aḥyāan
bagi yang hidup
وَأَمْوَٰتًۭا
wa-amwātan
dan orang mati

Aḥyā'aw wa amwātā(n).

bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati?

Al-Mursalat · 27
﴿ 27 ﴾

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَٲسِىَ شَـٰمِخَـٰتٍ وَأَسْقَيْنَـٰكُم مَّآءً فُرَاتًا

وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
Dan Kami jadikan
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
رَوَٰسِىَ
rawāsiya
gunung-gunung yang kokoh
شَـٰمِخَـٰتٍۢ
shāmikhātin
tinggi
وَأَسْقَيْنَـٰكُم
wa-asqaynākum
dan Kami memberimu minum
مَّآءًۭ
māan
sebagai tuhan
فُرَاتًۭا
furātan
tawar

Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā'an furātā(n).

Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar?

Al-Mursalat · 28
﴿ 28 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 29
﴿ 29 ﴾

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

ٱنطَلِقُوٓا۟
inṭaliqū
Pergilah
إِلَىٰ
ilā
kepada
مَا
apa
كُنتُم
kuntum
Kalian dulu
بِهِۦ
bihi
dengannya
تُكَذِّبُونَ
tukadhibūna
mendustakan

Inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibūn(a).

(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan.

Al-Mursalat · 30
﴿ 30 ﴾

ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلٍّ ذِى ثَلَـٰثِ شُعَبٍ

ٱنطَلِقُوٓا۟
inṭaliqū
Pergilah
إِلَىٰ
ilā
kepada
ظِلٍّۢ
ẓillin
bayangan
ذِى
dhī
memiliki
ثَلَـٰثِ
thalāthi
tiga
شُعَبٍۢ
shuʿabin
tiang-tiang

Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in).

Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang

Al-Mursalat · 31
﴿ 31 ﴾

لَّا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِى مِنَ ٱللَّهَبِ

لَّا
tidak
ظَلِيلٍۢ
ẓalīlin
naungan yang sejuk
وَلَا
walā
dan tidak
يُغْنِى
yugh'nī
bermanfaat
مِنَ
mina
terhadap
ٱللَّهَبِ
l-lahabi
nyala api

Lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab(i).

yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.”

Al-Mursalat · 32
﴿ 32 ﴾

إِنَّهَا تَرْمِى بِشَرَرٍ كَٱلْقَصْرِ

إِنَّهَا
innahā
Sesungguhnya itu
تَرْمِى
tarmī
melemparkan
بِشَرَرٍۢ
bishararin
percikan api
كَٱلْقَصْرِ
kal-qaṣri
seperti istana

Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i).

Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi),

Al-Mursalat · 33
﴿ 33 ﴾

كَأَنَّهُۥ جِمَـٰلَتٌ صُفْرٌ

كَأَنَّهُۥ
ka-annahu
Seolah-olah mereka
جِمَـٰلَتٌۭ
jimālatun
unta
صُفْرٌۭ
ṣuf'run
kuning

Ka'annahū jimālatun ṣufr(un).

seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan.

Al-Mursalat · 34
﴿ 34 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 35
﴿ 35 ﴾

هَـٰذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ

هَـٰذَا
hādhā
Ini
يَوْمُ
yawmu
adalah Hari
لَا
tidak
يَنطِقُونَ
yanṭiqūna
mereka akan berbicara

Hāżā yaumu lā yanṭiqūn(a).

Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara.

Al-Mursalat · 36
﴿ 36 ﴾

وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ

وَلَا
walā
Dan tidak
يُؤْذَنُ
yu'dhanu
akankah diizinkan
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
فَيَعْتَذِرُونَ
fayaʿtadhirūna
untuk membuat alasan

Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a).

Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.

Al-Mursalat · 37
﴿ 37 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 38
﴿ 38 ﴾

هَـٰذَا يَوْمُ ٱلْفَصْلِ‌ۖ جَمَعْنَـٰكُمْ وَٱلْأَوَّلِينَ

هَـٰذَا
hādhā
Ini
يَوْمُ
yawmu
adalah Hari
ٱلْفَصْلِ ۖ
l-faṣli
keputusan
جَمَعْنَـٰكُمْ
jamaʿnākum
Kami telah mengumpulkanmu
وَٱلْأَوَّلِينَ
wal-awalīna
Dan orang-orang terdahulu

Hāżā yaumul-faṣli jama‘nākum wal-awwalīn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.

Al-Mursalat · 39
﴿ 39 ﴾

فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ

فَإِن
fa-in
Maka jika
كَانَ
kāna
adalah
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
كَيْدٌۭ
kaydun
sebuah rencana
فَكِيدُونِ
fakīdūni
ayat-ayat

Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i).

Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.”

Al-Mursalat · 40
﴿ 40 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 41
﴿ 41 ﴾

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى ظِلَـٰلٍ وَعُيُونٍ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلْمُتَّقِينَ
l-mutaqīna
orang-orang yang bertakwa
فِى
di
ظِلَـٰلٍۢ
ẓilālin
naungan
وَعُيُونٍۢ
waʿuyūnin
dan mata air

Innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyūn(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air

Al-Mursalat · 42
﴿ 42 ﴾

وَفَوَٲكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ

وَفَوَٰكِهَ
wafawākiha
Dan buah-buahan
مِمَّا
mimmā
dari apa yang
يَشْتَهُونَ
yashtahūna
mereka inginkan

Wa fawākiha mimmā yasytahūn(a).

serta buah-buahan yang mereka sukai.

Al-Mursalat · 43
﴿ 43 ﴾

كُلُواْ وَٱشْرَبُواْ هَنِيٓـــَٔۢا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

كُلُوا۟
kulū
Makanlah
وَٱشْرَبُوا۟
wa-ish'rabū
Dan minumlah
هَنِيٓـًٔۢا
hanīan
kepuasan
بِمَا
bimā
atas apa yang
كُنتُمْ
kuntum
kalian dahulu
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
melakukan

Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.”

Al-Mursalat · 44
﴿ 44 ﴾

إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
كَذَٰلِكَ
kadhālika
demikian
نَجْزِى
najzī
Kami membalas
ٱلْمُحْسِنِينَ
l-muḥ'sinīna
orang-orang yang berbuat baik

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Al-Mursalat · 45
﴿ 45 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 46
﴿ 46 ﴾

كُلُواْ وَتَمَتَّعُواْ قَلِيلاً إِنَّكُم مُّجْرِمُونَ

كُلُوا۟
kulū
Makanlah
وَتَمَتَّعُوا۟
watamattaʿū
dan bersenang-senanglah
قَلِيلًا
qalīlan
sedikit
إِنَّكُم
innakum
sesungguhnya kamu
مُّجْرِمُونَ
muj'rimūna
adalah orang-orang yang berdosa

Kulū wa tamatta‘ū qalīlan innakum mujrimūn(a).

(Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!”

Al-Mursalat · 47
﴿ 47 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 48
﴿ 48 ﴾

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرْكَعُواْ لَا يَرْكَعُونَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
قِيلَ
qīla
dikatakan
لَهُمُ
lahumu
bagi mereka
ٱرْكَعُوا۟
ir'kaʿū
Rukuklah
لَا
tidak
يَرْكَعُونَ
yarkaʿūna
mereka rukuk

Wa iżā qīla lahumurka‘ū lā yarka‘ūn(a).

Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.

Al-Mursalat · 49
﴿ 49 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).

Al-Mursalat · 50
﴿ 50 ﴾

فَبِأَىِّ حَدِيثِۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

فَبِأَىِّ
fabi-ayyi
Maka dalam hal apa
حَدِيثٍۭ
ḥadīthin
perkataan
بَعْدَهُۥ
baʿdahu
setelahnya
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
apakah mereka akan beriman

Fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu'minūn(a).

Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman?