وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
Wal-‘ādiyāti ḍabḥā(n).
Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
Sumpah dengan kuda perang sebagai saksi: manusia sungguh ingkar terhadap Tuhannya.
Surah Al-'Adiyat menggambarkan sifat dasar manusia yang cenderung mengingkari nikmat Tuhannya dan mencintai harta secara berlebihan. Surah ini menekankan bahwa manusia akan dibangkitkan dan segala rahasia hati mereka akan diungkap pada hari perhitungan, menyoroti pentingnya muhasabah diri.
Mengingatkan manusia akan sifat ingkarnya terhadap nikmat Allah dan kecintaannya yang berlebihan pada harta duniawi.
Surah ini diawali dengan sumpah Allah menggunakan kuda perang yang berlari kencang hingga terengah-engah. Sumpah ini menegaskan betapa hewan saja rela berjuang dan patuh pada tuannya, sementara manusia sering kali ingkar dan tidak bersyukur kepada Penciptanya yang telah memberikan segalanya.
Selain itu, surah ini menyoroti tabiat buruk manusia yang sangat mencintai harta benda duniawi hingga melupakan kehidupan akhirat. Allah mengingatkan bahwa pada hari kiamat nanti, semua yang ada di dalam kubur akan dibangkitkan dan segala rahasia di dalam dada akan ditampakkan untuk dipertanggungjawabkan.
Surah ini diturunkan di Makkah untuk menegur masyarakat jahiliyah yang sangat materialistis dan sering melupakan Tuhan. Ayat-ayat ini hadir untuk menggugah kesadaran mereka bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan semua amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan kelak.
Surah Al-'Adiyat berhubungan erat dengan surah sebelumnya, Az-Zalzalah, yang sama-sama membahas hari kiamat dan pembalasan amal. Sementara surah sesudahnya, Al-Qari'ah, juga melanjutkan tema dahsyatnya hari kiamat, membentuk rangkaian peringatan yang kuat tentang akhirat.
Situasi Sibuk mengejar karir hingga lupa waktu dan keluarga.
Pesan surah Harta dunia tidak dibawa mati, jangan sampai melalaikan kewajiban utama.
Langkah kecil Sempatkan shalat tepat waktu di sela kesibukan kerja hari ini.
Situasi Merasa kurang dengan rezeki yang didapat saat ini.
Pesan surah Manusia memang sering ingkar, maka perbanyaklah melihat ke bawah agar pandai bersyukur.
Langkah kecil Tulis tiga hal kecil yang disyukuri hari ini sebelum tidur.
Situasi Menyimpan rasa iri hati terhadap pencapaian orang lain.
Pesan surah Allah mengetahui segala isi dada, bersihkan hati dari penyakit rohani.
Langkah kecil Doakan kebaikan secara diam-diam untuk orang yang membuat kita iri.
Mengingat kembali nikmat Allah untuk melawan sifat dasar manusia yang sering ingkar dan terlalu mencintai dunia. Amalan ini menjaga hati agar tetap terikat pada akhirat.
Cara praktis Luangkan waktu lima menit di penghujung hari untuk merenungkan dan menyebutkan nikmat Allah yang diterima hari ini.
Hari ini, sisihkan sebagian uang Anda untuk sedekah sebagai bukti bahwa cinta Anda pada Allah mengalahkan cinta pada harta.
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
Wal-‘ādiyāti ḍabḥā(n).
Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
Fal-mūriyāti qadḥā(n).
yang memercikkan bunga api (dengan entakan kakinya),
فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
Fal-mugīrāti ṣubḥā(n).
yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi
فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
Fa'aṡarna bihī naq‘ā(n).
sehingga menerbangkan debu,
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
Fawasaṭna bihī jam‘ā(n).
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ
Innal-insāna lirabbihī lakanūd(un).
sesungguhnya manusia itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya.
وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
Wa innahū ‘alā żālika lasyahīd(un).
Sesungguhnya dia benar-benar menjadi saksi atas hal itu (keingkarannya).
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ
Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd(un).
Sesungguhnya cintanya pada harta benar-benar berlebihan.
۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ
Afalā ya‘lamu iżā bu‘ṡira mā fil-qubūr(i).
Maka, tidakkah dia mengetahui (apa yang akan dialaminya) apabila dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur
وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ
Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr(i).
dan ditampakkan apa yang tersimpan di dalam dada?
اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ ࣖ
Inna rabbahum bihim yauma'iżil lakhabīr(un).
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu benar-benar Maha Teliti terhadap (keadaan) mereka.
Telah menceritakan kepadaku [Thalq bin Ghannam] Telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] dia be…
Dan telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] dan [Utsman bin Abu Syaibah] dan [Ishaq bin Ibrahim] -Ishaq- berkata, telah mengabarkan kepada kami -dua…
Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah menceritakan kepadaku [Al A'masy] dari [Khaitsumah] dari ['…
Surat Al-'Adiyat ditutup dengan sebuah ketukan keras bagi kesadaran manusia melalui ayat ke-11: Inna rabbahum bihim yauma'idzil lakhabiir (Sesungguhnya Tuhan…
Dalam Surat Al-'Adiyat ayat 10, Allah berfirman, wa hussila ma fis-sudur (dan ditampakkan apa yang tersimpan di dalam dada). Ayat ini merupakan penutup dari…
Dalam hiruk-pikuk ujian kehidupan, kita sering kali salah mengartikan tawakal sebagai kepasrahan tanpa daya. Namun, Allah menyentak kesadaran kita melalui Su…