سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ
Sabbiḥisma rabbikal-a‘lā.
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, Dia yang menciptakan, menyempurnakan, menentukan, memberi petunjuk.
Surah Al-A'la menegaskan keesaan Allah dan menyucikan-Nya dari segala kekurangan, menekankan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi. Ini mencakup penciptaan yang sempurna, penetapan syariat, dan janji balasan akhirat, mengajak manusia untuk merenungkan kebesaran-Nya dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Fokusnya pada penyucian tauhid dan pentingnya mengingat Allah secara terus-menerus.
Surah ini mengajak kita menyucikan nama Allah dan mengingatkan bahwa akhirat lebih baik daripada dunia.
Surah Al-A'la berpusat pada pengagungan Allah Yang Maha Tinggi, Pencipta yang menyempurnakan ciptaan-Nya dan memberikan petunjuk. Allah menjamin bahwa Al-Quran akan dijaga dalam ingatan Nabi Muhammad, sehingga beliau tidak akan lupa kecuali apa yang dikehendaki-Nya.
Selain itu, surah ini menyoroti kontras antara kehidupan dunia yang fana dan kehidupan akhirat yang kekal. Manusia diingatkan untuk membersihkan jiwa mereka agar meraih kebahagiaan sejati, karena dunia hanyalah tempat persinggahan sementara.
Surah ini diturunkan di Makkah pada masa awal kenabian ketika Nabi Muhammad merasa khawatir akan melupakan wahyu yang diterimanya. Allah menurunkan surah ini untuk menenangkan hati beliau dan memberikan jaminan pemeliharaan Al-Quran. Pesan ini juga menguatkan kaum muslimin yang sedang menghadapi tekanan materialisme masyarakat Makkah.
Surah Al-A'la memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, At-Tariq, yang membahas penciptaan manusia dan alam semesta. Setelah menyadari kebesaran penciptaan itu, Al-A'la memerintahkan kita untuk bertasbih menyucikan Penciptanya. Surah ini juga dilanjutkan oleh Al-Gasyiyah yang merinci nasib manusia di akhirat, mempertegas pesan Al-A'la tentang pentingnya memprioritaskan akhirat.
Situasi Terjebak dalam ambisi karir hingga mengabaikan ibadah dan keluarga.
Pesan surah Kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada pencapaian duniawi semata.
Langkah kecil Berhenti sejenak saat azan berkumandang dan segera laksanakan salat tepat waktu.
Situasi Merasa cemas dan takut gagal dalam menghadapi ujian atau proyek penting.
Pesan surah Allah yang menciptakan dan memberi petunjuk, maka berserah dirilah kepada-Nya.
Langkah kecil Ucapkan Subhanallah saat merasa buntu, lalu minta kemudahan dari Allah.
Situasi Hati terasa gelisah karena sering membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial.
Pesan surah Orang yang beruntung adalah mereka yang menyucikan jiwanya dari penyakit hati.
Langkah kecil Kurangi waktu melihat media sosial hari ini dan perbanyak membaca istigfar.
Surah ini mengajarkan pentingnya menyucikan nama Allah dan menyadari kefanaan dunia. Dengan bertasbih, kita mengakui kebesaran-Nya dan menjaga orientasi hidup kita tetap pada akhirat.
Cara praktis Bacalah Subhanallahil A'la dengan penuh penghayatan, terutama saat sujud dalam salat.
Hari ini, bacalah tasbih dengan perlahan saat sujud dan ingatlah satu nikmat akhirat yang ingin Anda raih.
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ
Sabbiḥisma rabbikal-a‘lā.
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ
Allażī khalaqa fasawwā.
yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya),
وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ
Wal-lażī qaddara fahadā.
yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ
Wal-lażī akhrajal-mar‘ā.
dan yang menumbuhkan (rerumputan) padang gembala,
فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ
Fa ja‘alahū guṡā'an aḥwā.
lalu menjadikannya kering kehitam-hitaman.
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ
Sanuqri'uka falā tansā.
Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ
Illā mā syā'allāh(u), innahū ya‘lamul-jahra wa mā yakhfā.
kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ
Wa nuyassiruka lil-yusrā.
Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan (dalam segala urusan).
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ
Fa żakkir in nafa‘atiż-żikrā.
Maka, sampaikanlah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ
Sayażżakkaru may yakhsyā.
Orang yang takut (kepada Allah) akan mengambil pelajaran,
وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ
Wa yatajannabuhal-asyqā.
sedangkan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ
Allażī yaṣlan-nāral-kubrā.
(yaitu) orang yang akan memasuki api (neraka) yang besar.
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ
Ṡumma lā yamūtu fīhā wa lā yaḥyā.
Selanjutnya, dia tidak mati dan tidak (pula) hidup di sana.
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ
Qad aflaḥa man tazakkā.
Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran)
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ
Wa żakarasma rabbihī fa ṣallā.
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ
Bal tu'ṡirūnal-ḥayātad-dun-yā.
Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia,
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Wal-ākhiratu khairuw wa abqā.
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ
Inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ūlā.
Sesungguhnya (penjelasan) ini terdapat dalam suhuf (lembaran-lembaran) yang terdahulu,
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ
Ṣuḥufi ibrāhīma wa mūsā.
(yaitu) suhuf (yang diturunkan kepada) Ibrahim dan Musa.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al 'Ala`] Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dari Nabi …
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] Telah menceritakan kepada…
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib]; Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam]; Telah menceritakan kepada kami [Quthbah] dari [Al A'masy] dari …
Surat Al-A'la ayat 19, suhufi ibrahima wa musa, menjadi penutup yang agung dari sebuah surah yang berfokus pada pensucian Allah dan peringatan akan hakikat k…
Dalam surat Al-A'la ayat 18, Allah SWT berfirman: Inna hadza lafish-shuhufil ula (Sesungguhnya penjelasan ini terdapat dalam lembaran-lembaran yang terdahulu…
Dalam meniti jalan tawakal, hati sering kali terguncang oleh ketidakpastian duniawi. Allah Ta'ala memberi penawar bagi kegelisahan tersebut dalam Surat Al-A'…