وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Was-samā'i waṭ-ṭāriq(i).
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
Bintang yang menembus langit, perenungan asal manusia: setetes air mani yang memancar.
Surah At-Tariq menegaskan kekuasaan Allah dalam menciptakan langit dan bumi serta membangkitkan manusia setelah kematian. Ia menekankan bahwa setiap jiwa diawasi, serta memperingatkan tentang hari perhitungan dan kebenaran Al-Qur'an sebagai pembeda antara yang hak dan batil.
Menegaskan kekuasaan Allah dalam menciptakan manusia dan kepastian hari kebangkitan yang selalu diawasi oleh malaikat penjaga.
Surah At-Tariq berfokus pada dua bukti utama kekuasaan Allah: penciptaan alam semesta yang menakjubkan dan penciptaan manusia dari air yang memancar. Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang bersinar terang untuk menegaskan bahwa setiap jiwa memiliki malaikat penjaga yang mencatat segala amalnya.
Lebih jauh, surah ini membantah keraguan kaum musyrikin tentang hari kebangkitan. Jika Allah mampu menciptakan manusia dari ketiadaan, maka mengembalikan manusia hidup kembali setelah mati adalah hal yang sangat mudah bagi-Nya. Pada hari itu, segala rahasia akan terbongkar tanpa ada yang bisa disembunyikan.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin secara terang-terangan menolak konsep hari kiamat dan kebangkitan. Allah merespons keraguan mereka dengan mengajak manusia merenungkan asal-usul penciptaannya sendiri. Pesan ini menguatkan hati Nabi Muhammad dan kaum muslimin yang sedang menghadapi penolakan keras.
Surah At-Tariq memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Buruj, yang membahas penjagaan Allah terhadap orang beriman dan azab bagi yang zalim. Di surah ini, penjagaan itu dirinci melalui keberadaan malaikat pencatat amal. Sementara dengan surah sesudahnya, Al-A'la, keduanya sama-sama mengajak manusia bertasbih memuji penciptaan Allah yang sempurna.
Situasi Merasa aman melakukan keburukan karena tidak ada orang yang melihat.
Pesan surah Setiap jiwa memiliki penjaga yang mencatat segala amal perbuatan tanpa terlewat.
Langkah kecil Tahan diri dari satu kebiasaan buruk hari ini dengan mengingat pengawasan malaikat.
Situasi Terjebak dalam kesombongan karena pencapaian karir atau kekayaan.
Pesan surah Manusia diciptakan dari air yang hina, sehingga tidak pantas untuk menyombongkan diri.
Langkah kecil Ucapkan istigfar saat merasa lebih baik dari orang lain dan ingat asal penciptaan kita.
Situasi Menyimpan niat buruk atau dendam yang disembunyikan rapat-rapat di dalam hati.
Pesan surah Pada hari kiamat, segala rahasia yang tersembunyi di dalam dada akan ditampakkan seluruhnya.
Langkah kecil Maafkan satu orang yang pernah menyakiti kita untuk membersihkan hati dari dendam tersembunyi.
Surah ini menekankan bahwa segala rahasia akan dibongkar pada hari kiamat. Oleh karena itu, kita perlu rutin memeriksa niat di balik setiap amal agar selalu ikhlas karena Allah.
Cara praktis Sebelum tidur, luangkan waktu lima menit untuk mengevaluasi niat dari aktivitas yang dilakukan sepanjang hari.
Hari ini, periksa kembali niat Anda sebelum melakukan satu pekerjaan penting, pastikan murni karena Allah, bukan untuk mencari pujian manusia.
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
Was-samā'i waṭ-ṭāriq(i).
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
Wa mā adrāka maṭ-ṭāriq(u).
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
An-najmuṡ-ṡāqib(u).
(Itulah) bintang yang bersinar tajam.
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
In kullu nafsil lammā ‘alaihā ḥāfiẓ(un).
Setiap orang pasti ada penjaganya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
Falyanẓuril-insānu mimma khuliq(a).
Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ
Khuliqa mim mā'in dāfiq(in).
Dia diciptakan dari air (mani) yang memancar,
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ
Yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā'ib(i).
yang keluar dari antara tulang sulbi (punggung) dan tulang dada.
اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ
Innahū ‘alā raj‘ihī laqādir(un).
Sesungguhnya Dia (Allah) benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati)
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ
Yauma tublas-sarā'ir(u).
pada hari ditampakkan segala rahasia.
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ
Famā lahū min quwwatiw wa lā nāṣir(in).
Maka, baginya (manusia) tidak ada lagi kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ
Was-samā'i żātir-raj‘(i).
Demi langit yang mengandung hujan
وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
Wal-arḍi żātiṣ-ṣad‘(i).
dan bumi yang memiliki rekahan (tempat tumbuhnya pepohonan),
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
Innahū laqaulun faṣl(un).
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil)
وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
Wa mā huwa bil-hazl(i).
dan ia (Al-Qur’an) sama sekali bukan perkataan senda gurau.
اِنَّهُمْ يَكِيْدُوْنَ كَيْدًاۙ
Innahum yakīdūna kaidā(n).
Sesungguhnya mereka (orang kafir) melakukan tipu daya.
وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ
Wa akīdu kaidā(n).
Aku pun membalasnya dengan tipu daya.
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ࣖ
Fa mahhilil-kāfirīna amhilhum ruwaidā(n).
Maka, tangguhkanlah orang-orang kafir itu. Biarkanlah mereka sejenak (bersenang-senang).
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] -d…
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Abdul Malik] dari [Atha'] dari [Abu Hurairah…
Telah menceritakan kepada kami [Adam] Telah menceritakan kepada kami [Warqa] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] ia berkata; [Ibnu Abbas] menyuruhnya untuk …
Surat At-Tariq ditutup dengan penegasan kekuasaan Allah yang mutlak. Pada ayat ke-17, Allah berfirman, famahhilil-kāfirīna amhil-hum ruwaydā, yang memerintah…
Dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan rencana manusia, seringkali kita merasa terhimpit oleh tipu daya orang lain atau ketidakpastian masa depan. Allah T…
Dalam perjalanan meniti jalan Allah, seringkali kita merasa terhimpit oleh rencana-rencana manusia yang terlihat begitu kokoh dan menakutkan. Di tengah kegel…