وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Was-samā'i żātil-burūj(i).
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
Kisah ashabul ukhdud, ujian iman yang sangat berat. Pertolongan datang dari Yang Maha Perkasa.
Surah Al-Buruj menekankan kesabaran dan keteguhan iman kaum beriman dalam menghadapi penindasan. Ia menyajikan kisah-kisah umat terdahulu yang teguh dalam keimanan meskipun dianiaya, seperti Ashabul Ukhdud, untuk menguatkan hati Rasulullah dan para sahabatnya, serta menyoroti janji Allah akan pertolongan-Nya dan balasan bagi orang zalim.
Penegasan tentang kekuasaan Allah, perlindungan bagi orang beriman, dan kepastian azab bagi para penindas kebenaran.
Surah ini menyoroti kisah Ashabul Ukhdud (pembuat parit berapi) untuk menegaskan bahwa pengorbanan demi mempertahankan akidah tidak akan pernah sia-sia. Allah Maha Menyaksikan segala penderitaan orang beriman dan kekejaman para penindas. Sifat-sifat Allah seperti Al-Aziz (Maha Perkasa), Al-Hamid (Maha Terpuji), Al-Ghafur (Maha Pengampun), dan Al-Wadud (Maha Pengasih) sangat ditonjolkan.
Hal ini memberikan keseimbangan antara ketegasan azab bagi musuh-musuh agama dan kelembutan kasih sayang Allah bagi mereka yang bertaubat dan bersabar. Kemenangan sejati bukanlah sekadar selamat di dunia, melainkan keteguhan iman hingga akhir hayat dan meraih surga-Nya.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum muslimin sedang mengalami penindasan dan penyiksaan fisik yang berat dari kaum musyrikin. Tujuannya adalah untuk menguatkan mental dan keteguhan hati Nabi Muhammad beserta para sahabat. Kisah masa lalu dihadirkan agar mereka menyadari bahwa ujian keimanan adalah sunnatullah yang juga dialami umat terdahulu.
Surah sebelumnya, Al-Insyiqaq, menjelaskan tentang hari kiamat dan catatan amal manusia. Surah Al-Buruj melengkapinya dengan memberikan contoh nyata bagaimana amal keburukan berupa penindasan dan amal kebaikan berupa keteguhan iman akan dibalas. Setelahnya, Surah At-Tariq kembali menegaskan penjagaan Allah atas setiap jiwa dan keniscayaan hari kebangkitan.
Situasi Merasa terasing atau didiskriminasi karena memegang prinsip agama di tempat kerja.
Pesan surah Keteguhan iman adalah kemenangan sejati di mata Allah.
Langkah kecil Tetap bersikap profesional, ramah, dan berdoa memohon keistiqamahan.
Situasi Melihat banyak ketidakadilan dan kezaliman di berita yang membuat hati putus asa.
Pesan surah Allah Maha Menyaksikan segalanya dan azab-Nya sangat keras bagi para penindas.
Langkah kecil Berhenti mengeluh, perbanyak doa untuk mereka yang tertindas, dan fokus pada amal kebaikan sendiri.
Situasi Merasa banyak dosa dan ragu apakah Allah mau menerima taubat kita.
Pesan surah Allah itu Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi hamba-Nya yang bertaubat.
Langkah kecil Lakukan shalat taubat dua rakaat malam ini dan mohon ampunan dengan penuh harap.
Surah ini berulang kali menegaskan bahwa Allah adalah saksi atas segala sesuatu. Menyadari pengawasan Allah akan mencegah kita dari berbuat zalim dan menguatkan kita saat dizalimi.
Cara praktis Sebelum mengambil keputusan penting atau bereaksi terhadap sesuatu hari ini, diam sejenak dan ingatlah bahwa Allah sedang melihat.
Hari ini, doakan kebaikan dan keteguhan iman bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan atau penindasan di berbagai belahan dunia.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ
Was-samā'i żātil-burūj(i).
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ
Wal-yaumil-mau‘ūd(i).
demi hari yang dijanjikan,
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ
Wa syāhidiw wa masyhūd(in).
demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
Qutila aṣḥābul-ukhdūd(i).
binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)
النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ
An-nāri żātil-waqūd(i).
(yang dikobarkan) api penuh kayu bakar.
اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ
Iż hum ‘alaihā qu‘ūd(un).
Ketika (itu) mereka (hanya) duduk di sekitarnya.
وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌ ۗ
Wa hum ‘alā mā yaf‘alūna bil-mu'minīna syuhūd(un).
Mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.
وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ
Wa mā naqamū minhum illā ay yu'minū billāhil-‘azīzil-ḥamīd(i).
Tidaklah mereka menyiksa (membakar) orang-orang mukmin itu, kecuali karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗوَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۗ
Allażī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wallāhu ‘alā kulli syai'in syahīd(un).
yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
Innal-lażīna fatanul-mu'minīna wal-mu'mināti ṡumma lam yatūbū fa lahum ‘ażābu jahannama wa lahum ‘ażābul-ḥarīq(i).
Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-anhār(u), żālikal-fauzul-kabīr(u).
Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
Inna baṭsya rabbika lasyadīd(un).
Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras.
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
Innahū huwa yubdi'u wa yu‘īd(u).
Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang mengembalikan (hidup setelah mati).
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
Wa huwal-gafūrul-wadūd(u).
Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
Żul-‘arsyil-majīd(i).
Pemilik ʻArasy lagi Maha Mulia,
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
Fa‘‘ālul limā yurīd(u).
Maha Kuasa berbuat apa saja yang Dia kehendaki.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
Hal atāka ḥadīṡul-junūd(i).
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
Fir‘auna wa ṡamūd(a).
(yaitu bala tentara) Fir‘aun dan Samud?
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
Balil-lażīna kafarū fī takżīb(in).
Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
Wallāhu miw warā'ihim muḥīṭ(un).
padahal Allah mengepung dari belakang mereka.
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
Bal huwa qur'ānum majīd(un).
Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ࣖ
Fī lauḥim maḥfūẓ(in).
yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauhulmahfuz).
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari [Abu Hurairah]-) Allah berfirman: "Berinfaklah engkau, niscya aku memberi infak kepada…
Telah menceritakan kepadaku [Ishaq] Telah mengabarkan kepada kami ['Abdur Razzaq] Telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam] dari [Abu Hurairah rad…
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Burqan] telah …
Surat Al-Buruj ditutup dengan ayat ke-22 yang menegaskan posisi agung Al-Qur'an: فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ (di dalam Lauhulmahfuz). Ayat ini merupakan penutup…
Di tengah beratnya ujian yang mengguncang hati, manusia sering kali merasa kehilangan pegangan. Allah SWT menurunkan Surah Al-Buruj ayat 21 sebagai penegasan…
Dalam kehidupan yang penuh dengan tekanan, seringkali kita merasa terpojok oleh keadaan atau musuh yang tampak lebih kuat. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberik…