← Daftar Pelajaran
Hari 35 · At-Takwir · Ayat 1–29

Matahari digulung (At-Takwir)

Tanda-tanda kiamat besar: matahari digulung, bintang berjatuhan, gunung dijalankan, kebenaran wahyu.

Niat Hari 35 · At-Takwir ayat 1–29

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah At-Takwir التكوير
Penggulungan · Makkiyyah · 29 ayat

Tema sentral

Surah At-Takwir menggambarkan kedahsyatan hari kiamat dan peristiwa-peristiwa kosmik yang mendahuluinya, menegaskan kebenaran kenabian Muhammad SAW serta otoritas Al-Qur'an sebagai peringatan yang jelas dan petunjuk bagi seluruh umat manusia menuju jalan yang lurus.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan tanda-tanda besar hari kiamat dan kehancuran alam semesta.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, At-Takwir

Surah ini menggambarkan kedahsyatan hari kiamat dan menegaskan kebenaran Al-Quran serta kerasulan Nabi Muhammad.

Tema Sentral

Surah At-Takwir berfokus pada dua tema besar, yaitu pemandangan hari kiamat yang luar biasa dahsyat dan penegasan atas kebenaran wahyu Al-Quran. Allah menggambarkan bagaimana tatanan alam semesta yang begitu kokoh akan hancur lebur, mulai dari matahari yang digulung, bintang-bintang yang berjatuhan, hingga gunung-gunung yang dihancurkan. Ini menunjukkan betapa mutlaknya kekuasaan Allah atas segala ciptaan-Nya.

Selain itu, surah ini membela kehormatan Nabi Muhammad dari tuduhan kaum musyrik yang menyebutnya gila atau dikendalikan setan. Al-Quran ditegaskan sebagai firman Allah yang dibawa oleh malaikat Jibril yang mulia dan terpercaya. Pesan moral utamanya adalah agar manusia menyadari bahwa setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya, sehingga mereka harus memilih jalan yang lurus selagi ada kesempatan.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah pada masa awal kenabian ketika kaum musyrik gencar menolak hari kebangkitan dan menuduh Nabi Muhammad sebagai orang gila atau penyihir. Allah menurunkan surah ini untuk membantah tuduhan tersebut sekaligus memberikan peringatan keras tentang kepastian kiamat. Pesan ini bertujuan untuk menggetarkan hati mereka agar berhenti mendustakan kebenaran.

Tujuan / Maqasid (5)
  • Menggambarkan kehancuran alam semesta pada hari kiamat untuk menyadarkan manusia akan kefanaan dunia.
  • Menegaskan bahwa setiap jiwa akan melihat secara langsung semua amal perbuatan yang telah dilakukannya.
  • Membantah tuduhan kaum musyrik Makkah terhadap kewarasan Nabi Muhammad dan kesucian Al-Quran.
  • Menjelaskan kedudukan malaikat Jibril sebagai utusan yang kuat, mulia, dan terpercaya di sisi Allah.
  • Mengajak manusia untuk menempuh jalan yang lurus dengan menyadari bahwa hidayah bergantung pada kehendak Allah.
Hikmah Utama (4)
  • Menyadari bahwa dunia ini sementara. Segala pencapaian materi yang kita kejar akan hancur, sehingga kita harus lebih fokus pada amal akhirat.
  • Menjaga setiap perbuatan dan ucapan. Kelak setiap jiwa akan dihadapkan pada catatan amalnya tanpa ada yang tersembunyi sedikit pun.
  • Meyakini kebenaran Al-Quran secara mutlak. Al-Quran adalah panduan hidup yang dibawa oleh utusan terpercaya, bukan perkataan manusia atau bisikan setan.
  • Memahami bahwa hidayah adalah anugerah termahal. Kita harus terus meminta petunjuk kepada Allah agar diteguhkan di atas jalan yang lurus.
Munasabah

Surah At-Takwir memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, 'Abasa, yang diakhiri dengan gambaran manusia yang lari dari keluarganya pada hari kiamat. At-Takwir melanjutkan tema ini dengan merinci kejadian alam semesta yang hancur pada hari tersebut. Kemudian, surah setelahnya, Al-Infitar, kembali menyambung deskripsi kiamat dengan fokus pada terbelahnya langit dan kelalaian manusia terhadap Tuhannya.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Terlalu sibuk mengejar harta dan karir hingga melupakan ibadah wajib.

    Pesan surah Surah ini mengingatkan bahwa bahkan harta yang paling berharga akan ditinggalkan saat kiamat tiba.

    Langkah kecil Hentikan pekerjaan sejenak saat azan berkumandang dan segeralah mendirikan shalat.

  • Situasi Merasa ragu atau lelah dalam mengamalkan ajaran Islam di tengah lingkungan yang sekuler.

    Pesan surah Al-Quran adalah firman mulia yang dijaga ketat, dan Nabi Muhammad bukanlah orang yang sesat, maka jalan ini adalah kebenaran mutlak.

    Langkah kecil Baca satu halaman Al-Quran beserta terjemahannya hari ini untuk menguatkan keyakinan di dalam hati.

  • Situasi Melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi karena merasa tidak ada orang yang melihat.

    Pesan surah Setiap jiwa pasti akan mengetahui dan dihadapkan pada apa yang telah ia kerjakan di dunia.

    Langkah kecil Lakukan satu kebaikan secara sembunyi-sembunyi hari ini sebagai penyeimbang dan bentuk taubat.

Amalan dari Maqasid

Muhasabah Akhir Hari

Surah ini menegaskan bahwa setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah ia persiapkan. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk mengevaluasi amal kita sebelum hari perhitungan itu tiba.

Cara praktis Luangkan waktu lima menit sebelum tidur untuk mengingat perbuatan hari ini dan beristighfar.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, catat tiga kebaikan dan tiga kesalahan yang Anda lakukan, lalu beristighfar dan bertekad memperbaikinya besok.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Ayat ini menjadi pembuka yang sangat menghentak tentang awal mula kehancuran tatanan alam semesta.
  • Ayat 14 Ini adalah puncak dari sumpah-sumpah sebelumnya, menegaskan bahwa setiap orang akan melihat hasil perbuatannya.
  • Ayat 29 Ayat ini mengingatkan bahwa kemauan kita untuk berada di jalan yang lurus sangat bergantung pada taufik dari Allah.

At-Takwir · 1
﴿ 1 ﴾

اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ

Iżasy-syamsu kuwwirat.

Apabila matahari digulung,

At-Takwir · 2
﴿ 2 ﴾

وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ

Wa iżan-nujūmunkadarat.

apabila bintang-bintang berjatuhan,

At-Takwir · 3
﴿ 3 ﴾

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ

Wa iżal-jibālu suyyirat.

apabila gunung-gunung dihancurkan,

At-Takwir · 4
﴿ 4 ﴾

وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ

Wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat.

apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),

At-Takwir · 5
﴿ 5 ﴾

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ

Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat.

apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

At-Takwir · 6
﴿ 6 ﴾

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ

Wa iżal-biḥāru sujjirat.

apabila lautan dipanaskan,

At-Takwir · 7
﴿ 7 ﴾

وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ

Wa iżan-nufūsu zuwwijat.

apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

At-Takwir · 8
﴿ 8 ﴾

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ

Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat.

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

At-Takwir · 9
﴿ 9 ﴾

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ

Bi'ayyi żambin qutilat.

“Karena dosa apa dia dibunuh,”

At-Takwir · 10
﴿ 10 ﴾

وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ

Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat.

apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,

At-Takwir · 11
﴿ 11 ﴾

وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ

Wa iżas-samā'u kusyiṭat.

apabila langit dilenyapkan,

At-Takwir · 12
﴿ 12 ﴾

وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ

Wa iżal-jaḥīmu su‘‘irat.

apabila (neraka) Jahim dinyalakan,

At-Takwir · 13
﴿ 13 ﴾

وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ

Wa iżal-jannatu uzlifat.

dan apabila surga didekatkan,

At-Takwir · 14
﴿ 14 ﴾

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ

‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.

setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

At-Takwir · 15
﴿ 15 ﴾

فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ

Falā uqsimu bil-khunnas(i).

Aku bersumpah demi bintang-bintang

At-Takwir · 16
﴿ 16 ﴾

الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ

Al-jawāril-kunnas(i).

yang beredar lagi terbenam,

At-Takwir · 17
﴿ 17 ﴾

وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ

Wal-laili iżā ‘as‘as(a).

demi malam apabila telah larut,

At-Takwir · 18
﴿ 18 ﴾

وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ

Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).

demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,

At-Takwir · 19
﴿ 19 ﴾

اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ

Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).

sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)

At-Takwir · 20
﴿ 20 ﴾

ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ

Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).

yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,

At-Takwir · 21
﴿ 21 ﴾

مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ

Muṭā‘in ṡamma amīn(in).

yang di sana (Jibril) ditaati lagi dipercaya.

At-Takwir · 22
﴿ 22 ﴾

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ

Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn(in).

Temanmu (Nabi Muhammad) itu bukanlah orang gila.

At-Takwir · 23
﴿ 23 ﴾

وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ

Wa laqad ra'āhu bil-ufuqil-mubīn(i).

Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.

At-Takwir · 24
﴿ 24 ﴾

وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ

Wa mā huwa ‘alal-gaibi biḍanīn(in).

Dia (Nabi Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.

At-Takwir · 25
﴿ 25 ﴾

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ

Wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm(in).

(Al-Qur’an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.

At-Takwir · 26
﴿ 26 ﴾

فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ

Fa aina tażhabūn(a).

Maka, ke manakah kamu akan pergi?

At-Takwir · 27
﴿ 27 ﴾

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ

In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).

(Al-Qur’an) itu tidak lain, kecuali peringatan bagi semesta alam,

At-Takwir · 28
﴿ 28 ﴾

لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ

Liman syā'a minkum ay yastaqīm(a).

(yaitu) bagi siapa di antaramu yang hendak menempuh jalan yang lurus.

At-Takwir · 29
﴿ 29 ﴾

وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Wa mā tasyā'ūna illā ay yasyā'allāhu rabbul-‘ālamīn(a).

Kamu tidak dapat berkehendak, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 35, lanjutkan tema Surat At-Takwir