Surah At-Takwir, yang merupakan surah Makkiyah, berfokus pada peristiwa-peristiwa dahsyat yang akan terjadi pada Hari Kiamat, dimulai dengan kehancuran alam semesta dan diakhiri dengan pertanggungjawaban manusia. Surah ini memiliki hubungan erat dengan surah sebelumnya, Abasa, yang juga membahas tentang Hari Kiamat dan pentingnya mempersiapkan diri. At-Takwir secara spesifik menggambarkan "big crunch" atau penyusutan alam semesta, kehancuran benda-benda langit, dan kebangkitan kembali manusia untuk dihisab.
Munasabah internal surah ini sangat kuat, dimulai dengan 13 ayat pertama yang secara berurutan menggambarkan tanda-tanda Kiamat, mulai dari "matahari digulung" hingga "surga didekatkan". Setelah itu, ayat 14 menjadi kesimpulan dari semua peristiwa tersebut, yaitu "setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya." Bagian kedua surah (ayat 15-29) kemudian menegaskan kebenaran risalah Al-Qur'an sebagai wahyu dari Allah yang dibawa oleh Jibril, mengaitkan kebesaran penciptaan alam semesta dengan kebenaran pesan ilahi.
Tema kehancuran alam semesta dan kebangkitan ini juga terhubung dengan surah-surah lain seperti Al-Haqqah (69:13-16) dan Al-Ma'arij (70:8), yang memberikan gambaran serupa tentang kedahsyatan Kiamat. Penekanan pada tanggung jawab individu atas amal perbuatan juga merupakan benang merah yang kuat dalam Al-Qur'an, mengingatkan setiap Muslim akan pentingnya kesadaran akan Hari Pembalasan.