← Kembali ke pelajaran
Hari 45 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Anfal · 1
﴿ 1 ﴾

يَسْــَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ‌ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ‌ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بَيْنِكُمْ‌ۖ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

يَسْـَٔلُونَكَ
yasalūnaka
Mereka bertanya kepadamu
عَنِ
ʿani
tentang
ٱلْأَنفَالِ ۖ
l-anfāli
harta rampasan perang
قُلِ
quli
Katakanlah
ٱلْأَنفَالُ
l-anfālu
Harta rampasan perang
لِلَّهِ
lillahi
(adalah) bagi Allah
وَٱلرَّسُولِ ۖ
wal-rasūli
dan Rasul
فَٱتَّقُوا۟
fa-ittaqū
Maka bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَأَصْلِحُوا۟
wa-aṣliḥū
dan perbaiki
ذَاتَ
dhāta
itu
بَيْنِكُمْ ۖ
baynikum
di antara kamu
وَأَطِيعُوا۟
wa-aṭīʿū
dan taatlah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَرَسُولَهُۥٓ
warasūlahu
dan Rasul-Nya
إِن
in
jika
كُنتُم
kuntum
kalian
مُّؤْمِنِينَ
mu'minīna
orang-orang mukmin

Yas'alūnaka ‘anil-anfāl(i), qulil-anfālu lillāhi war-rasūl(i), fattaqullāha wa aṣliḥū żāta bainikum, wa aṭī‘ullāha wa rasūlahū in kuntum mu'minīn(a).

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya). Maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang mukmin.”

Al-Anfal · 2
﴿ 2 ﴾

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

إِنَّمَا
innamā
Hanya
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin
ٱلَّذِينَ
alladhīna
mereka yang
إِذَا
idhā
apabila
ذُكِرَ
dhukira
disebutkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
وَجِلَتْ
wajilat
merasa takut
قُلُوبُهُمْ
qulūbuhum
hati mereka
وَإِذَا
wa-idhā
dan ketika
تُلِيَتْ
tuliyat
dibacakan
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
kepada mereka
ءَايَـٰتُهُۥ
āyātuhu
ayat-ayat-Nya
زَادَتْهُمْ
zādathum
mereka menambah mereka
إِيمَـٰنًۭا
īmānan
iman
وَعَلَىٰ
waʿalā
dan atas
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
يَتَوَكَّلُونَ
yatawakkalūna
mereka bertawakal

Innamal-mu'minūnal-lażīna iżā żukirallāhu wajilat qulūbuhum wa iżā tuliyat ‘alaihim āyātuhū zādathum īmānaw wa ‘alā rabbihim yatawakkalūn(a).

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,

Al-Anfal · 3
﴿ 3 ﴾

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٲةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يُقِيمُونَ
yuqīmūna
mereka mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ
l-ṣalata
salat
وَمِمَّا
wamimmā
dan dari apa
رَزَقْنَـٰهُمْ
razaqnāhum
Kami telah memberi mereka rezeki
يُنفِقُونَ
yunfiqūna
mereka menafkahkan

Al-lażīna yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a).

(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Al-Anfal · 4
﴿ 4 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا‌ۚ لَّهُمْ دَرَجَـٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
هُمُ
humu
mereka adalah
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin
حَقًّۭا ۚ
ḥaqqan
dengan benar
لَّهُمْ
lahum
Bagi mereka
دَرَجَـٰتٌ
darajātun
derajat
عِندَ
ʿinda
di sisi
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
وَمَغْفِرَةٌۭ
wamaghfiratun
dan ampunan
وَرِزْقٌۭ
wariz'qun
dan rezeki
كَرِيمٌۭ
karīmun
mulia

Ulā'ika humul-mu'minūna ḥaqqā(n), lahum darajātun ‘inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqun karīm(un).

Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia.

Al-Anfal · 5
﴿ 5 ﴾

كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَـٰرِهُونَ

كَمَآ
kamā
Sebagaimana
أَخْرَجَكَ
akhrajaka
mengeluarkanmu
رَبُّكَ
rabbuka
Tuhanmu
مِنۢ
min
dari
بَيْتِكَ
baytika
rumahmu
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
وَإِنَّ
wa-inna
padahal sesungguhnya
فَرِيقًۭا
farīqan
sekelompok
مِّنَ
mina
di antara
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
orang-orang mukmin
لَكَـٰرِهُونَ
lakārihūna
tentu membenci

Kamā akhrajaka rabbuka mim baitika bil-ḥaqq(i), wa inna farīqam minal-mu'minīna lakārihūn(a).

(Peristiwa itu) sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan (berdasar) kebenaran meskipun sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman, itu tidak menyukainya.

Al-Anfal · 6
﴿ 6 ﴾

يُجَـٰدِلُونَكَ فِى ٱلْحَقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ

يُجَـٰدِلُونَكَ
yujādilūnaka
mereka membantahmu
فِى
tentang
ٱلْحَقِّ
l-ḥaqi
kebenaran
بَعْدَ مَا
baʿdamā
setelah apa
تَبَيَّنَ
tabayyana
telah jelas
كَأَنَّمَا
ka-annamā
seolah-olah
يُسَاقُونَ
yusāqūna
mereka digiring
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْمَوْتِ
l-mawti
kematian
وَهُمْ
wahum
sedangkan mereka
يَنظُرُونَ
yanẓurūna
sedang melihat

Yujādilūnaka fil-ḥaqqi ba‘da mā tabayyana ka'annamā yusāqūna ilal-mauti wa hum yanẓurūn(a).

Mereka membantahmu (Nabi Muhammad) tentang kebenaran (Perang Badar) setelah nyata (bahwa mereka pasti menang) seakan-akan mereka dihalau pada kematian dan melihat (sebab kematian itu).

Al-Anfal · 7
﴿ 7 ﴾

وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحْدَى ٱلطَّآئِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

وَإِذْ
wa-idh
Dan ketika
يَعِدُكُمُ
yaʿidukumu
menjanjikan kalian
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
إِحْدَى
iḥ'dā
salah satu
ٱلطَّآئِفَتَيْنِ
l-ṭāifatayni
kedua golongan
أَنَّهَا
annahā
bahwa itu akan menjadi
لَكُمْ
lakum
untukmu
وَتَوَدُّونَ
watawaddūna
dan kamu berharap
أَنَّ
anna
bahwa
غَيْرَ
ghayra
selain
ذَاتِ
dhāti
itu
ٱلشَّوْكَةِ
l-shawkati
yang bersenjata
تَكُونُ
takūnu
akan menjadi
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
وَيُرِيدُ
wayurīdu
Tetapi bermaksud
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
أَن
an
untuk
يُحِقَّ
yuḥiqqa
membenarkan
ٱلْحَقَّ
l-ḥaqa
kebenaran
بِكَلِمَـٰتِهِۦ
bikalimātihi
dengan firman-Nya
وَيَقْطَعَ
wayaqṭaʿa
dan memotong
دَابِرَ
dābira
akar
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir

Wa iż ya‘idukumullāhu iḥdaṭ-ṭā'ifataini annahā lakum wa tawaddūna anna gaira żātisy-syaukati takūnu lakum wa yurīdullāhu ay yuḥiqqal-ḥaqqa bikalimātihī wa yaqṭa‘a dābiral-kāfirīn(a).

(Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya

Al-Anfal · 8
﴿ 8 ﴾

لِيُحِقَّ ٱلْحَقَّ وَيُبْطِلَ ٱلْبَـٰطِلَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ

لِيُحِقَّ
liyuḥiqqa
Agar Dia membenarkan
ٱلْحَقَّ
l-ḥaqa
kebenaran
وَيُبْطِلَ
wayub'ṭila
dan membatalkan
ٱلْبَـٰطِلَ
l-bāṭila
kebatilan
وَلَوْ
walaw
sekalipun
كَرِهَ
kariha
membenci
ٱلْمُجْرِمُونَ
l-muj'rimūna
orang-orang yang berdosa

Liyuḥiqqal-ḥaqqa wa yubṭilal-bāṭila wa lau karihal-mujrimūn(a).

agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya).

Al-Anfal · 9
﴿ 9 ﴾

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَٱسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُرْدِفِينَ

إِذْ
idh
Ketika
تَسْتَغِيثُونَ
tastaghīthūna
kalian meminta pertolongan
رَبَّكُمْ
rabbakum
Tuhanmu
فَٱسْتَجَابَ
fa-is'tajāba
dan Dia menjawab
لَكُمْ
lakum
bagimu
أَنِّى
annī
Sesungguhnya, aku adalah
مُمِدُّكُم
mumiddukum
akan memperkuat kalian
بِأَلْفٍۢ
bi-alfin
dengan seribu
مِّنَ
mina
dari
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ
l-malāikati
para Malaikat
مُرْدِفِينَ
mur'difīna
berturut-turut

Iż tastagīṡūna rabbakum fastajāba lakum annī mumiddukum bi'alfim minal-malā'ikati murdifīn(a).

(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Al-Anfal · 10
﴿ 10 ﴾

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ‌ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

وَمَا
wamā
Dan tidak
جَعَلَهُ
jaʿalahu
(itu) dijadikan
ٱللَّهُ
l-lahu
demi Allah
إِلَّا
illā
melainkan
بُشْرَىٰ
bush'rā
kabar gembira
وَلِتَطْمَئِنَّ
walitaṭma-inna
dan agar tenteram
بِهِۦ
bihi
dengannya
قُلُوبُكُمْ ۚ
qulūbukum
hati kalian
وَمَا
wamā
Dan tidak ada
ٱلنَّصْرُ
l-naṣru
pertolongan
إِلَّا
illā
kecuali
مِنْ
min
dari
عِندِ
ʿindi
di sisi
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
عَزِيزٌ
ʿazīzun
Maha Perkasa
حَكِيمٌ
ḥakīmun
Maha Bijaksana

Wa mā ja‘alahullāhu illā busyrā wa litaṭma'inna bihī qulūbukum, wa man-naṡru illā min ‘indillāh(i), innallāha ‘azīzun ḥakīm(un).

Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.