الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas (arti dan petunjuknya).
Ahsanal qasas: kisah Yusuf yang indah tentang sabar, doa, dan kepercayaan kepada Allah.
Surah Yusuf fokus pada kisah Nabi Yusuf AS secara terperinci, menyoroti kesabaran dalam menghadapi cobaan, keadilan ilahi yang terwujud pada akhirnya, dan hikmah di balik setiap peristiwa. Ini menggambarkan bagaimana Allah membimbing hamba-Nya melalui kesulitan menuju kemuliaan, serta pentingnya tawakal dan keimanan.
Surah ini mengajarkan kesabaran, keyakinan pada takdir Allah, dan akhir yang indah bagi orang yang bertakwa.
Surah Yusuf menceritakan kisah utuh Nabi Yusuf dari masa kecil hingga menjadi penguasa Mesir. Kisah ini menyoroti bagaimana Allah mengatur segala urusan hamba-Nya dengan sangat halus (Lathif) dan penuh hikmah, meskipun sering kali diawali dengan penderitaan, pengkhianatan, dan ujian berat.
Tema utama surah ini adalah kesabaran yang indah (shabrun jamil) dan keyakinan bahwa ketetapan Allah selalu berujung pada kebaikan bagi mereka yang bertakwa. Surah ini juga menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri saat diuji dengan godaan syahwat dan kekuasaan, serta kebesaran hati untuk memaafkan orang yang pernah menzalimi kita.
Surah ini diturunkan pada masa paling berat bagi Nabi Muhammad, yaitu Tahun Kesedihan (Amul Huzni), setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Allah menurunkannya sebagai pelipur lara untuk menguatkan hati beliau. Kisah ini membuktikan bahwa setelah kesulitan yang panjang pasti ada kemudahan dan kemenangan.
Surah Yusuf hadir setelah Surah Hud yang berisi kisah kebinasaan umat terdahulu akibat menolak para nabi. Jika Surah Hud diakhiri dengan perintah untuk bersabar, Surah Yusuf memberikan contoh nyata dan utuh tentang wujud kesabaran tersebut. Setelahnya, Surah Ar-Ra'd menguatkan kembali kebenaran Al-Quran dan kekuasaan Allah di alam semesta.
Situasi Merasa dikhianati atau disakiti oleh anggota keluarga sendiri.
Pesan surah Nabi Yusuf dijahati oleh saudara-saudaranya, namun ia bersabar dan akhirnya memaafkan mereka.
Langkah kecil Berdoa memohon kelapangan hati untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Situasi Menghadapi godaan maksiat di tempat kerja atau lingkungan pergaulan.
Pesan surah Nabi Yusuf memilih penjara daripada menuruti godaan berbuat zina.
Langkah kecil Segera menjauh dari situasi yang memicu syahwat dan berlindung kepada Allah.
Situasi Merasa putus asa karena impian tak kunjung terwujud dan masalah bertubi-tubi.
Pesan surah Rencana Allah bekerja dalam diam, mengubah status budak dan tahanan menjadi penguasa.
Langkah kecil Menuliskan tiga nikmat kecil hari ini untuk melatih husnuzan kepada takdir Allah.
Surah ini mengajarkan bahwa orang bertakwa tidak mengeluh kepada manusia saat ditimpa musibah. Mereka mencurahkan segala rasa sakit dan harapan hanya kepada Allah, seperti yang dilakukan Nabi Yakub.
Cara praktis Lakukan shalat sunnah dua rakaat di malam hari, lalu curhatkan semua masalah kepada Allah dalam sujud.
Hari ini, maafkanlah satu kesalahan kecil orang lain kepada Anda dan jangan mengungkitnya lagi, sebagai bentuk meneladani sifat pemaaf Nabi Yusuf.
الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas (arti dan petunjuknya).
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Innā anzalnāhu qur'ānan ‘arabiyyal la‘allakum ta‘qilūn(a).
Sesungguhnya Kami menurunkannya (Kitab Suci) berupa Al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu mengerti.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ
Naḥnu naquṣṣu ‘alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur'ān(a), wa in kunta min qablihī laminal-gāfilīn(a).
Kami menceritakan kepadamu (Nabi Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu. Sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang-orang yang tidak mengetahui.
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
Iż qāla yūsufu li'abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lī sājidīn(a).
(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya‘qub), “Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.”
قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru'yāka ‘alā ikhwatika fa yakīdū laka kaidā(n), innasy-syaiṭāna lil-insāni ‘aduwwum mubīn(un).
Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan membuat tipu daya yang sungguh-sungguh kepadamu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas bagi manusia.”
وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ اَتَمَّهَا عَلٰٓى اَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَۗ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ ࣖ
Wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu‘allimuka min ta'wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni‘matahū ‘alaika wa ‘alā āli ya‘qūba kamā atammahā ‘alā abawaika min qablu ibrāhīma wa isḥāq(a), inna rabbaka ‘alīmun ḥakīm(un).
Demikianlah, Tuhan memilihmu (untuk menjadi nabi), mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi, serta menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya‘qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada kedua kakekmu sebelumnya, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Telah bercerita kepada kami [Yahya bin Bukair] telah bercerita kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] berkata telah mengabarkan kepadaku ['U…
Telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin 'Umar] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari …
Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Alqamah] dari [Abdullah]…
Dalam perjalanan hidup yang penuh ujian, seringkali kita merasa terombang-ambing oleh ketidakpastian. Surat Yusuf ayat 6 hadir sebagai jangkar bagi jiwa yang…
Dalam meniti jalan kehidupan, seringkali kita memiliki harapan besar atau potensi kebaikan yang ingin kita raih. Namun, tidak semua hal harus disebarkan kepa…
Dalam Surat Yusuf ayat 4, Allah mengisahkan mimpi Nabi Yusuf as yang melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ayat ini menjadi pembuk…