Surah Al-Fath, yang berarti 'Kemenangan', ditempatkan setelah Surah Muhammad, yang banyak membahas tentang jihad dan peperangan. Penempatan ini menunjukkan bahwa kemenangan sejati (Al-Fath) adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan yang dijelaskan dalam surah sebelumnya. Kemenangan ini, sebagaimana dijelaskan dalam ayat pertama, merujuk pada Perjanjian Hudaibiyyah, sebuah peristiwa yang secara lahiriah tampak seperti kekalahan tetapi secara batiniah adalah pembuka jalan bagi penaklukan Mekah dan tersebarnya Islam. Ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah datang dalam berbagai bentuk, terkadang melalui jalan yang tidak terduga. Hubungan internal antar ayat sangat erat, dimulai dengan janji kemenangan dan ampunan bagi Rasulullah (ayat 1-3), kemudian menjelaskan bagaimana Allah menurunkan ketenangan kepada kaum mukminin (ayat 4) sebagai kunci kemenangan tersebut. Ayat-ayat selanjutnya membedakan ganjaran bagi mukmin dan munafik/musyrik (ayat 5-6), menegaskan kekuasaan Allah (ayat 7), peran Nabi sebagai saksi dan pemberi peringatan (ayat 8-9), dan mengakhiri dengan penegasan nilai baiat kepada Nabi sebagai baiat kepada Allah (ayat 10).
Hari 85 Langkah 5 / 9 +10 XP