← Kembali ke pelajaran
Hari 85 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Fath · 1
﴿ 1 ﴾

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا

إِنَّا
innā
Sesungguhnya
فَتَحْنَا
fataḥnā
Kami telah memberi kemenangan
لَكَ
laka
bagimu
فَتْحًۭا
fatḥan
kemenangan
مُّبِينًۭا
mubīnan
jelas

Innā fataḥnā laka fatḥam mubīnā(n).

Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata

Al-Fath · 2
﴿ 2 ﴾

لِّيَغْفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَٲطًا مُّسْتَقِيمًا

لِّيَغْفِرَ
liyaghfira
Agar Dia mengampuni
لَكَ
laka
bagimu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
مَا
apa
تَقَدَّمَ
taqaddama
mendahului
مِن
min
dari
ذَنۢبِكَ
dhanbika
dosa-dosamu
وَمَا
wamā
dan apa
تَأَخَّرَ
ta-akhara
akan mengikuti
وَيُتِمَّ
wayutimma
dan menyempurnakan
نِعْمَتَهُۥ
niʿ'matahu
nikmat-Nya
عَلَيْكَ
ʿalayka
atasmu
وَيَهْدِيَكَ
wayahdiyaka
dan Dia akan memberimu petunjuk
صِرَٰطًۭا
ṣirāṭan
jalan
مُّسْتَقِيمًۭا
mus'taqīman
Lurus

Liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta'akhkhara wa yutimma ni‘matahū ‘alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā(n).

agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Nabi Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus,

Al-Fath · 3
﴿ 3 ﴾

وَيَنصُرَكَ ٱللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

وَيَنصُرَكَ
wayanṣuraka
Dan Allah akan menolongmu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
نَصْرًا
naṣran
dengan pertolongan
عَزِيزًا
ʿazīzan
Maha Perkasa

Wa yanṣurakallāhu naṣran ‘azīzā(n).

dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang besar.

Al-Fath · 4
﴿ 4 ﴾

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓاْ إِيمَـٰنًا مَّعَ إِيمَـٰنِهِمْ‌ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِىٓ
alladhī
Dialah yang
أَنزَلَ
anzala
menurunkan
ٱلسَّكِينَةَ
l-sakīnata
ketenangan
فِى
di
قُلُوبِ
qulūbi
hati
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
orang-orang mukmin
لِيَزْدَادُوٓا۟
liyazdādū
agar mereka bertambah
إِيمَـٰنًۭا
īmānan
iman
مَّعَ
maʿa
dengan
إِيمَـٰنِهِمْ ۗ
īmānihim
iman mereka
وَلِلَّهِ
walillahi
dan bagi Allah
جُنُودُ
junūdu
adalah bala tentara
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ ۚ
wal-arḍi
dan bumi
وَكَانَ
wakāna
dan Allah
ٱللَّهُ
l-lahu
dan Allah
عَلِيمًا
ʿalīman
Maha Mengetahui
حَكِيمًۭا
ḥakīman
Maha Bijaksana

Huwal-lażī anzalas-sakīnata fī qulūbil-mu'minīna liyazdādū īmānam ma‘a īmānihim, wa lillāhi junūdus-samāwāti wal-arḍ(i), wa kānallāhu ‘alīman ḥakīmā(n).

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Al-Fath · 5
﴿ 5 ﴾

لِّيُدْخِلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّـَٔـاتِهِمْ‌ۚ وَكَانَ ذَٲلِكَ عِندَ ٱللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

لِّيُدْخِلَ
liyud'khila
agar Dia memasukkan
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
orang-orang mukmin
وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ
wal-mu'mināti
dan wanita-wanita mukmin
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
ke surga-surga
تَجْرِى
tajrī
mengalir
مِن
min
dari
تَحْتِهَا
taḥtihā
di bawahnya
ٱلْأَنْهَـٰرُ
l-anhāru
sungai-sungai
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
kekal
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
وَيُكَفِّرَ
wayukaffira
dan untuk menghapus
عَنْهُمْ
ʿanhum
dari mereka
سَيِّـَٔاتِهِمْ ۚ
sayyiātihim
kesalahan-kesalahan mereka
وَكَانَ
wakāna
dan adalah
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
عِندَ
ʿinda
di sisi
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
فَوْزًا
fawzan
suatu keberhasilan
عَظِيمًۭا
ʿaẓīman
besar

Liyudkhilal-mu'minīna wal-mu'mināti jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā wa yukaffira ‘anhum sayyi'ātihim, wa kāna żālika ‘indallāhi fauzan ‘aẓīmā(n).

(Hal itu) agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dia pun akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar.

Al-Fath · 6
﴿ 6 ﴾

وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ وَٱلْمُشْرِكِينَ وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ ٱلظَّآنِّينَ بِٱللَّهِ ظَنَّ ٱلسَّوْءِ‌ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ‌ۖ وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ‌ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

وَيُعَذِّبَ
wayuʿadhiba
Dan Dia (mungkin) menghukum
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
l-munāfiqīna
orang-orang munafik
وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ
wal-munāfiqāti
dan wanita-wanita munafik
وَٱلْمُشْرِكِينَ
wal-mush'rikīna
dan orang-orang musyrik
وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ
wal-mush'rikāti
dan wanita musyrik
ٱلظَّآنِّينَ
l-ẓānīna
yang menduga
بِٱللَّهِ
bil-lahi
tentang Allah
ظَنَّ
ẓanna
dugaan
ٱلسَّوْءِ ۚ
l-sawi
kejahatan
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
دَآئِرَةُ
dāiratu
adalah giliran
ٱلسَّوْءِ ۖ
l-sawi
kejahatan
وَغَضِبَ
waghaḍiba
dan kemurkaan Allah
ٱللَّهُ
l-lahu
dan kemurkaan Allah adalah
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
وَلَعَنَهُمْ
walaʿanahum
dan Dia telah melaknat mereka
وَأَعَدَّ
wa-aʿadda
dan Dia menyiapkan
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
جَهَنَّمَ ۖ
jahannama
Neraka Jahanam
وَسَآءَتْ
wasāat
dan buruk
مَصِيرًۭا
maṣīran
adalah tempat kembali

Wa yu‘ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-sau'(i), ‘alaihim dā'iratus-sau'(i), wa gaḍiballāhu ‘alaihim wa la‘anahum wa a‘adda lahum jahannam(a), wa sā'at maṣīrā(n).

(Juga agar) Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk. Allah pun murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan (neraka) Jahanam bagi mereka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Al-Fath · 7
﴿ 7 ﴾

وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

وَلِلَّهِ
walillahi
dan bagi Allah
جُنُودُ
junūdu
adalah bala tentara
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ ۚ
wal-arḍi
dan bumi
وَكَانَ
wakāna
dan Allah
ٱللَّهُ
l-lahu
dan Allah
عَزِيزًا
ʿazīzan
Mahaperkasa
حَكِيمًا
ḥakīman
Maha Bijaksana

Wa lillāhi junūdus-samāwāti wal-arḍ(i), wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā(n).

Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Fath · 8
﴿ 8 ﴾

إِنَّآ أَرْسَلْنَـٰكَ شَـٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

إِنَّآ
innā
sesungguhnya Kami
أَرْسَلْنَـٰكَ
arsalnāka
Kami telah mengutusmu
شَـٰهِدًۭا
shāhidan
sebagai saksi
وَمُبَشِّرًۭا
wamubashiran
dan sebagai pembawa kabar gembira
وَنَذِيرًۭا
wanadhīran
dan (sebagai) seorang pemberi peringatan

Innā arsalnāka syāhidaw wa mubasysyiraw wa nażīrā(n).

Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan

Al-Fath · 9
﴿ 9 ﴾

لِّتُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

لِّتُؤْمِنُوا۟
litu'minū
Agar kamu beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ
warasūlihi
dan Rasul-Nya
وَتُعَزِّرُوهُ
watuʿazzirūhu
dan (kamu) memuliakannya
وَتُوَقِّرُوهُ
watuwaqqirūhu
dan menghormatinya
وَتُسَبِّحُوهُ
watusabbiḥūhu
dan kalian bertasbih kepada-Nya
بُكْرَةًۭ
buk'ratan
pagi
وَأَصِيلًا
wa-aṣīlan
dan petang

Litu'minū billāhi wa rasūlihī wa tu‘azzirūhu wa tuwaqqirūh(u), wa tusabbiḥūhu bukrataw wa aṣīlā(n).

agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya, baik pagi maupun petang.

Al-Fath · 10
﴿ 10 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ يَدُ ٱللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ‌ۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ‌ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَـٰهَدَ عَلَيْهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يُبَايِعُونَكَ
yubāyiʿūnaka
mereka berbaiat kepadamu
إِنَّمَا
innamā
hanya
يُبَايِعُونَ
yubāyiʿūna
mereka berjanji setia
ٱللَّهَ
l-laha
kepada Allah
يَدُ
yadu
Tangan
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
فَوْقَ
fawqa
berada di atas
أَيْدِيهِمْ ۚ
aydīhim
tangan mereka
فَمَن
faman
Maka barangsiapa
نَّكَثَ
nakatha
ia melanggar (sumpahnya)
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka hanyalah
يَنكُثُ
yankuthu
dia melanggar
عَلَىٰ
ʿalā
atas
نَفْسِهِۦ ۖ
nafsihi
dirinya
وَمَنْ
waman
dan siapa pun
أَوْفَىٰ
awfā
memenuhi
بِمَا
bimā
apa yang
عَـٰهَدَ
ʿāhada
dia telah berjanji
عَلَيْهُ
ʿalayhu
dengan
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
فَسَيُؤْتِيهِ
fasayu'tīhi
maka Dia akan memberinya
أَجْرًا
ajran
pahala
عَظِيمًۭا
ʿaẓīman
besar

Innal-lażīna yubāyi‘ūnaka innamā yubāyi‘ūnallāh(a), yadullāhi fauqa aidīhim, faman nakaṡa fa'innamā yankuṡu ‘alā nafsih(ī), wa man aufā bimā ‘āhada ‘alaihullāha fa sayu'tīhi ajran ‘aẓīmā(n).

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), (pada hakikatnya) mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji (setia itu), maka sesungguhnya (akibat buruk dari) pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar.