← Kembali ke pelajaran
Hari 97 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Mumtahanah · 1
﴿ 1 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِٱلْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُواْ بِمَا جَآءَكُم مِّنَ ٱلْحَقِّ يُخْرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ‌ۙ أَن تُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَـٰدًا فِى سَبِيلِى وَٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِى‌ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِٱلْمَوَدَّةِ وَأَنَا۟ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ وَمَآ أَعْلَنتُمْ‌ۚ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
لَا
Jangan
تَتَّخِذُوا۟
tattakhidhū
kalian mengambil
عَدُوِّى
ʿaduwwī
musuh-musuhku
وَعَدُوَّكُمْ
waʿaduwwakum
dan musuh-musuhmu
أَوْلِيَآءَ
awliyāa
sebagai pelindung
تُلْقُونَ
tul'qūna
menawarkan
إِلَيْهِم
ilayhim
mereka
بِٱلْمَوَدَّةِ
bil-mawadati
dan perkataan mereka
وَقَدْ
waqad
padahal
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka telah kafir
بِمَا
bimā
dalam apa
جَآءَكُم
jāakum
datang kepadamu
مِّنَ
mina
dari
ٱلْحَقِّ
l-ḥaqi
kebenaran
يُخْرِجُونَ
yukh'rijūna
mengusir
ٱلرَّسُولَ
l-rasūla
Rasul
وَإِيَّاكُمْ ۙ
wa-iyyākum
api
أَن
an
karena
تُؤْمِنُوا۟
tu'minū
kalian beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
رَبِّكُمْ
rabbikum
Tuhanmu
إِن
in
Jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian
خَرَجْتُمْ
kharajtum
kamu keluar
جِهَـٰدًۭا
jihādan
(untuk) berjuang
فِى
di
سَبِيلِى
sabīlī
Jalanku
وَٱبْتِغَآءَ
wa-ib'tighāa
dan mencari
مَرْضَاتِى ۚ
marḍātī
Keridaan-Ku
تُسِرُّونَ
tusirrūna
kamu merahasiakan
إِلَيْهِم
ilayhim
kepada mereka
بِٱلْمَوَدَّةِ
bil-mawadati
dan perkataan mereka
وَأَنَا۠
wa-anā
tetapi Aku
أَعْلَمُ
aʿlamu
Maha Mengetahui
بِمَآ
bimā
dari apa
أَخْفَيْتُمْ
akhfaytum
kalian menyembunyikan
وَمَآ
wamā
dan apa
أَعْلَنتُمْ ۚ
aʿlantum
kamu menyatakan
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَفْعَلْهُ
yafʿalhu
melakukannya
مِنكُمْ
minkum
di antara kalian
فَقَدْ
faqad
maka sungguh
ضَلَّ
ḍalla
dia telah tersesat
سَوَآءَ
sawāa
dari yang lurus
ٱلسَّبِيلِ
l-sabīli
jalan

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tattakhiżū ‘aduwwī wa ‘aduwwakum auliyā'a tulqūna ilaihim bil-mawaddati wa qad kafarū bimā jā'akum minal-ḥaqq(i), yukhrijūnar-rasūla wa iyyākum an tu'minū billāhi rabbikum, in kuntum kharajtum jihādan fī sabīlī wabtigā'a marḍātī tusirrūna ilaihim bil-mawaddah(ti), wa ana a‘lamu bimā akhfaitum wa mā a‘lantum, wa may yaf‘alhu minkum faqad ḍalla sawā'as-sabīl(i).

Wahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) karena rasa kasih sayang (kamu kepada mereka). Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu (dari Makkah) karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (hal-hal yang seharusnya dirahasiakan) kepada mereka karena rasa kasih sayang. Aku lebih tahu tentang apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Siapa di antara kamu yang melakukannya sungguh telah tersesat dari jalan yang lurus.

Al-Mumtahanah · 2
﴿ 2 ﴾

إِن يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُواْ لَكُمْ أَعْدَآءً وَيَبْسُطُوٓاْ إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُم بِٱلسُّوٓءِ وَوَدُّواْ لَوْ تَكْفُرُونَ

إِن
in
Jika
يَثْقَفُوكُمْ
yathqafūkum
mereka menguasai kalian
يَكُونُوا۟
yakūnū
mereka akan menjadi
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
أَعْدَآءًۭ
aʿdāan
musuh-musuh
وَيَبْسُطُوٓا۟
wayabsuṭū
dan mereka membentangkan
إِلَيْكُمْ
ilaykum
terhadapmu
أَيْدِيَهُمْ
aydiyahum
tangan mereka
وَأَلْسِنَتَهُم
wa-alsinatahum
dan lidah mereka
بِٱلسُّوٓءِ
bil-sūi
dengan kejahatan
وَوَدُّوا۟
wawaddū
dan mereka menginginkan
لَوْ
law
bahwa
تَكْفُرُونَ
takfurūna
yang

Iy yaṡqafūkum yakūnū lakum a‘dā'aw wa yabsuṭū ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bis-sū'i wa waddū lau takfurūn(a).

Jika (suatu saat) mereka menangkapmu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu. Lalu, mereka melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.

Al-Mumtahanah · 3
﴿ 3 ﴾

لَن تَنفَعَكُمْ أَرْحَامُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ‌ۚ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ‌ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

لَن
lan
Tidak akan
تَنفَعَكُمْ
tanfaʿakum
akan bermanfaat bagi kalian
أَرْحَامُكُمْ
arḥāmukum
kerabatmu
وَلَآ
walā
dan tidak
أَوْلَـٰدُكُمْ ۚ
awlādukum
anak-anakmu
يَوْمَ
yawma
pada hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
Kiamat
يَفْصِلُ
yafṣilu
Dia akan memutuskan
بَيْنَكُمْ ۚ
baynakum
di antara kamu
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بِمَا
bimā
tentang apa
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
بَصِيرٌۭ
baṣīrun
(Maha) Melihat

Lan tanfa‘akum arḥāmukum wa lā aulādukum yaumal-qiyāmati yafṣilu bainakum, wallāhu bimā ta‘malūna baṣīr(un).

Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Kelak Dia akan memisahkan antara kamu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Al-Mumtahanah · 4 🤲 Doa
﴿ 4 ﴾

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٲهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُواْ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَٲٓؤُاْ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٲوَةُ وَٱلْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥٓ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَٲهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ‌ۖ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

قَدْ
qad
Sungguh
كَانَتْ
kānat
adalah
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
أُسْوَةٌ
us'watun
sebuah teladan
حَسَنَةٌۭ
ḥasanatun
baik
فِىٓ
di dalam
إِبْرَٰهِيمَ
ib'rāhīma
Ibrahim
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
مَعَهُۥٓ
maʿahu
Bersamanya
إِذْ
idh
ketika
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
لِقَوْمِهِمْ
liqawmihim
kepada kaum mereka
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
بُرَءَٰٓؤُا۟
buraāu
indah
مِنكُمْ
minkum
dari kalian
وَمِمَّا
wamimmā
dan dari apa yang
تَعْبُدُونَ
taʿbudūna
kalian sembah
مِن
min
dari
دُونِ
dūni
selain
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
كَفَرْنَا
kafarnā
kami telah ingkar
بِكُمْ
bikum
kalian
وَبَدَا
wabadā
dan telah tampak
بَيْنَنَا
baynanā
antara kami
وَبَيْنَكُمُ
wabaynakumu
dan di antara kamu
ٱلْعَدَٰوَةُ
l-ʿadāwatu
permusuhan
وَٱلْبَغْضَآءُ
wal-baghḍāu
dan kebencian
أَبَدًا
abadan
selamanya
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga
تُؤْمِنُوا۟
tu'minū
kalian beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَحْدَهُۥٓ
waḥdahu
Sendiri
إِلَّا
illā
kecuali
قَوْلَ
qawla
ucapan
إِبْرَٰهِيمَ
ib'rāhīma
Ibrahim
لِأَبِيهِ
li-abīhi
kepada ayahnya
لَأَسْتَغْفِرَنَّ
la-astaghfiranna
sungguh aku memohon ampun
لَكَ
laka
bagimu
وَمَآ
wamā
tetapi tidak
أَمْلِكُ
amliku
aku memiliki
لَكَ
laka
bagimu
مِنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
مِن
min
dari
شَىْءٍۢ ۖ
shayin
sesuatu
رَّبَّنَا
rabbanā
Tuhan kami
عَلَيْكَ
ʿalayka
atasmu
تَوَكَّلْنَا
tawakkalnā
kami bertawakal
وَإِلَيْكَ
wa-ilayka
dan kepada-Mu
أَنَبْنَا
anabnā
kami kembali
وَإِلَيْكَ
wa-ilayka
dan kepada-Mu
ٱلْمَصِيرُ
l-maṣīru
adalah tempat kembali

Qad kānat lakum uswatun ḥasanatun fī ibrāhīma wal-lażīna ma‘ah(ū), iż qālū liqaumihim innā bura'ā'u minkum wa mimmā ta‘budūna min dūnillāh(i), kafarnā bikum wa badā bainanā wa bainakumul-‘adāwatu wal-bagḍā'u abadan ḥattā tu'minū billāhi waḥdahū illā qaula ibrāhīma li'abīhi la'astagfiranna laka wa mā amliku laka minallāhi min syai'(in), rabbanā ‘alaika tawakkalnā wa ilaika anabnā wa ilaikal-maṣīr(u).

Sungguh, benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu pada (diri) Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami mengingkari (kekufuran)-mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” Akan tetapi, (janganlah engkau teladani) perkataan Ibrahim kepada ayahnya, “Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, tetapi aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata,) “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal, hanya kepada Engkau kami bertobat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.

Al-Mumtahanah · 5 🤲 Doa
﴿ 5 ﴾

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

رَبَّنَا
rabbanā
Ya Tuhan kami
لَا
jangan
تَجْعَلْنَا
tajʿalnā
jadikanlah kami
فِتْنَةًۭ
fit'natan
suatu cobaan
لِّلَّذِينَ
lilladhīna
bagi orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
وَٱغْفِرْ
wa-igh'fir
dan ampunilah
لَنَا
lanā
kami
رَبَّنَآ ۖ
rabbanā
Tuhan kami
إِنَّكَ
innaka
Sesungguhnya Engkau
أَنتَ
anta
Engkau
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana

Rabbanā lā taj‘alnā fitnatal lil-lażīna kafarū wagfir lanā rabbanā, innaka antal-‘azīzul-ḥakīm(u).

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Al-Mumtahanah · 6
﴿ 6 ﴾

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُواْ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْأَخِرَ‌ۚ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

لَقَدْ
laqad
sungguh
كَانَ
kāna
ada
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
فِيهِمْ
fīhim
di dalamnya
أُسْوَةٌ
us'watun
sebuah teladan
حَسَنَةٌۭ
ḥasanatun
baik
لِّمَن
liman
bagi siapa
كَانَ
kāna
adalah
يَرْجُوا۟
yarjū
berharap
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَٱلْيَوْمَ
wal-yawma
dan hari
ٱلْـَٔاخِرَ ۚ
l-ākhira
yang Terakhir
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَوَلَّ
yatawalla
berpaling
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلْغَنِىُّ
l-ghaniyu
Maha Kaya
ٱلْحَمِيدُ
l-ḥamīdu
Yang Maha Terpuji

Laqad kāna lakum fīhim uswatun ḥasanatul liman kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhir(a), wa may yatawalla fa'innallāha huwal-ganiyyul-ḥamīd(u).

Sungguh pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) benar-benar terdapat suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari Kemudian. Siapa yang berpaling, sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Al-Mumtahanah · 7
﴿ 7 ﴾

۞ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ عَادَيْتُم مِّنْهُم مَّوَدَّةً‌ۚ وَٱللَّهُ قَدِيرٌ‌ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

۞ عَسَى
ʿasā
Semoga
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
أَن
an
[bahwa]
يَجْعَلَ
yajʿala
akan menjadikan
بَيْنَكُمْ
baynakum
di antara kalian
وَبَيْنَ
wabayna
dan antara
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
عَادَيْتُم
ʿādaytum
kalian memusuhi
مِّنْهُم
min'hum
di antara mereka
مَّوَدَّةًۭ ۚ
mawaddatan
cinta
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
قَدِيرٌۭ ۚ
qadīrun
Maha Kuasa
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
غَفُورٌۭ
ghafūrun
Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ
raḥīmun
Maha Penyayang

‘Asallāhu ay yaj‘ala bainakum wa bainal-lażīna ‘ādaitum minhum mawaddah(tan), wallāhu qadīr(un), wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Mumtahanah · 8
﴿ 8 ﴾

لَّا يَنْهَـٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓاْ إِلَيْهِمْ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

لَّا
Tidak
يَنْهَىٰكُمُ
yanhākumu
melarangmu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
عَنِ
ʿani
dari
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
لَمْ
lam
Tidak
يُقَـٰتِلُوكُمْ
yuqātilūkum
memerangi kalian
فِى
di
ٱلدِّينِ
l-dīni
agama
وَلَمْ
walam
dan tidak
يُخْرِجُوكُم
yukh'rijūkum
mengusirmu
مِّن
min
dari
دِيَـٰرِكُمْ
diyārikum
rumah-rumah kalian
أَن
an
bahwa
تَبَرُّوهُمْ
tabarrūhum
kamu berbuat baik kepada mereka
وَتُقْسِطُوٓا۟
watuq'siṭū
dan berlaku adil
إِلَيْهِمْ ۚ
ilayhim
bersama mereka
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يُحِبُّ
yuḥibbu
mencintai
ٱلْمُقْسِطِينَ
l-muq'siṭīna
orang-orang yang berlaku adil

Lā yanhākumullāhu ‘anil-lażīna lam yuqātilūkum fid-dīni wa lam yukhrijūkum min diyārikum an tabarrūhum wa tuqsiṭū ilaihim, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn(a).

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Al-Mumtahanah · 9
﴿ 9 ﴾

إِنَّمَا يَنْهَـٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَـٰتَلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ وَظَـٰهَرُواْ عَلَىٰٓ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ‌ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

إِنَّمَا
innamā
Hanya
يَنْهَىٰكُمُ
yanhākumu
melarangmu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
عَنِ
ʿani
dari
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
قَـٰتَلُوكُمْ
qātalūkum
mereka memerangimu
فِى
di
ٱلدِّينِ
l-dīni
agama
وَأَخْرَجُوكُم
wa-akhrajūkum
dan mengusirmu
مِّن
min
dari
دِيَـٰرِكُمْ
diyārikum
rumah-rumah kalian
وَظَـٰهَرُوا۟
waẓāharū
dan mendukung
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
إِخْرَاجِكُمْ
ikh'rājikum
pengusiran kalian
أَن
an
bahwa
تَوَلَّوْهُمْ ۚ
tawallawhum
kamu menjadikan mereka sekutu
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَتَوَلَّهُمْ
yatawallahum
menjadikan mereka sekutu
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ
l-ẓālimūna
orang-orang zalim

Innamā yanhākumullāhu ‘anil-lażīna qātalūkum fid-dīni wa akhrajūkum min diyārikum wa ẓāharū ‘alā ikhrājikum an tawallauhum, wa may yatawallahum fa'ulā'ika humuẓ-ẓālimūn(a).

Sesungguhnya Allah hanya melarangmu (berteman akrab) dengan orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama, mengusirmu dari kampung halamanmu, dan membantu (orang lain) dalam mengusirmu. Siapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Al-Mumtahanah · 10
﴿ 10 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا جَآءَكُمُ ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ مُهَـٰجِرَٲتٍ فَٱمْتَحِنُوهُنَّ‌ۖ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَـٰنِهِنَّ‌ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَـٰتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى ٱلْكُفَّارِ‌ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ‌ۖ وَءَاتُوهُم مَّآ أَنفَقُواْ‌ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ‌ۚ وَلَا تُمْسِكُواْ بِعِصَمِ ٱلْكَوَافِرِ وَسْــَٔلُواْ مَآ أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْــَٔلُواْ مَآ أَنفَقُواْ‌ۚ ذَٲلِكُمْ حُكْمُ ٱللَّهِ‌ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ‌ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
mereka beriman
إِذَا
idhā
Apabila
جَآءَكُمُ
jāakumu
datang kepadamu
ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ
l-mu'minātu
wanita-wanita mukmin
مُهَـٰجِرَٰتٍۢ
muhājirātin
sebagai emigran
فَٱمْتَحِنُوهُنَّ ۖ
fa-im'taḥinūhunna
maka ujilah mereka
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
بِإِيمَـٰنِهِنَّ ۖ
biīmānihinna
iman mereka
فَإِنْ
fa-in
Dan jika
عَلِمْتُمُوهُنَّ
ʿalim'tumūhunna
kalian mengetahui mereka
مُؤْمِنَـٰتٍۢ
mu'minātin
orang-orang mukmin
فَلَا
falā
maka jangan
تَرْجِعُوهُنَّ
tarjiʿūhunna
kalian mengembalikan mereka
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْكُفَّارِ ۖ
l-kufāri
orang-orang kafir
لَا
Tidak
هُنَّ
hunna
mereka
حِلٌّۭ
ḥillun
halal
لَّهُمْ
lahum
bagi mereka
وَلَا
walā
dan tidak
هُمْ
hum
mereka
يَحِلُّونَ
yaḥillūna
halal
لَهُنَّ ۖ
lahunna
untuk mereka
وَءَاتُوهُم
waātūhum
tetapi berikanlah kepada mereka
مَّآ
apa
أَنفَقُوا۟ ۚ
anfaqū
mereka telah membelanjakan
وَلَا
walā
Dan tidak
جُنَاحَ
junāḥa
suatu dosa
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
أَن
an
jika
تَنكِحُوهُنَّ
tankiḥūhunna
kalian menikahi mereka
إِذَآ
idhā
ketika
ءَاتَيْتُمُوهُنَّ
ātaytumūhunna
kalian telah berikan kepada mereka
أُجُورَهُنَّ ۚ
ujūrahunna
mahar mereka
وَلَا
walā
Dan jangan
تُمْسِكُوا۟
tum'sikū
kalian pegang
بِعِصَمِ
biʿiṣami
ikatan pernikahan
ٱلْكَوَافِرِ
l-kawāfiri
wanita-wanita kafir
وَسْـَٔلُوا۟
wasalū
Tetapi mintalah
مَآ
apa
أَنفَقْتُمْ
anfaqtum
kamu telah membelanjakan
وَلْيَسْـَٔلُوا۟
walyasalū
dan hendaklah mereka bertanya
مَآ
apa
أَنفَقُوا۟ ۚ
anfaqū
mereka telah membelanjakan
ذَٰلِكُمْ
dhālikum
Itu
حُكْمُ
ḥuk'mu
(adalah) Hukum
ٱللَّهِ ۖ
l-lahi
Allah
يَحْكُمُ
yaḥkumu
dia menghakimi
بَيْنَكُمْ ۚ
baynakum
di antara kamu
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
عَلِيمٌ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ
ḥakīmun
Maha Bijaksana

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā jā'akumul-mu'minātu muhājirātin famtaḥinūhunn(a), allāhu a‘lamu bi'īmānihinna fa'in ‘alimtumūhunna mu'minātin falā tarji‘ūhunna ilal-kuffār(i), lā hunna ḥillul lahum wa lā hum yaḥillūna lahunn(a), wa ātūhum mā anfaqū, wa lā junāḥa ‘alaikum an tankiḥūhunna iżā ātaitumūhunna ujūrahunn(a), wa lā tumsikū bi‘iṣamil-kawāfiri was'alū mā anfaqū, żālikum ḥukmullāh(i), yaḥkumu bainakum, wallāhu ‘alīmun ḥakīm(un).

Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui (keadaan) mereka bahwa mereka (benar-benar sebagai) perempuan-perempuan mukmin, janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka. Berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu membayar mahar kepada mereka. Janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir. Hendaklah kamu meminta kembali (dari orang-orang kafir) mahar yang telah kamu berikan (kepada istri yang kembali kafir). Hendaklah mereka (orang-orang kafir) meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Al-Mumtahanah · 11
﴿ 11 ﴾

وَإِن فَاتَكُمْ شَىْءٌ مِّنْ أَزْوَٲجِكُمْ إِلَى ٱلْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَـَٔـاتُواْ ٱلَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَٲجُهُم مِّثْلَ مَآ أَنفَقُواْ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

وَإِن
wa-in
Dan jika
فَاتَكُمْ
fātakum
telah luput darimu
شَىْءٌۭ
shayon
sesuatu
مِّنْ
min
dari
أَزْوَٰجِكُمْ
azwājikum
istri-istrimu
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْكُفَّارِ
l-kufāri
orang-orang kafir
فَعَاقَبْتُمْ
faʿāqabtum
maka kamu membalas
فَـَٔاتُوا۟
faātū
maka berikanlah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
kepada orang-orang yang
ذَهَبَتْ
dhahabat
telah pergi
أَزْوَٰجُهُم
azwājuhum
istri-istri mereka
مِّثْلَ
mith'la
seperti
مَآ
apa
أَنفَقُوا۟ ۚ
anfaqū
mereka telah membelanjakan
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
Dan bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
ٱلَّذِىٓ
alladhī
yang
أَنتُم
antum
kamu
بِهِۦ
bihi
padanya
مُؤْمِنُونَ
mu'minūna
adalah orang-orang mukmin

Wa in fātakum syai'um min azwājikum ilal-kuffāri fa‘āqabtum fa'ātul-lażīna żahabat azwājuhum miṡla mā anfaqū, wattaqullāhal-lażī antum bihī mu'minūn(a).

Jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka, berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.

Al-Mumtahanah · 12
﴿ 12 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰٓ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِٱللَّهِ شَيْــًٔا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَـٰدَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَـٰنٍ يَفْتَرِينَهُۥ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِى مَعْرُوفٍ‌ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُنَّ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلنَّبِىُّ
l-nabiyu
Nabi
إِذَا
idhā
Apabila
جَآءَكَ
jāaka
datang kepadamu
ٱلْمُؤْمِنَـٰتُ
l-mu'minātu
wanita-wanita mukmin
يُبَايِعْنَكَ
yubāyiʿ'naka
berjanji setia kepadamu
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
أَن
an
bahwa
لَّا
tidak
يُشْرِكْنَ
yush'rik'na
mereka akan menyekutukan
بِٱللَّهِ
bil-lahi
dengan Allah
شَيْـًۭٔا
shayan
sesuatu
وَلَا
walā
dan tidak
يَسْرِقْنَ
yasriq'na
mereka akan mencuri
وَلَا
walā
dan tidak
يَزْنِينَ
yaznīna
mereka akan berzina
وَلَا
walā
dan tidak
يَقْتُلْنَ
yaqtul'na
mereka akan membunuh
أَوْلَـٰدَهُنَّ
awlādahunna
anak-anak mereka
وَلَا
walā
dan tidak
يَأْتِينَ
yatīna
mereka membawa
بِبُهْتَـٰنٍۢ
bibuh'tānin
fitnah
يَفْتَرِينَهُۥ
yaftarīnahu
mereka mengada-adakannya
بَيْنَ
bayna
antara
أَيْدِيهِنَّ
aydīhinna
tangan mereka
وَأَرْجُلِهِنَّ
wa-arjulihinna
dan kaki mereka
وَلَا
walā
dan tidak
يَعْصِينَكَ
yaʿṣīnaka
mereka akan mendurhakaimu
فِى
di
مَعْرُوفٍۢ ۙ
maʿrūfin
yang baik
فَبَايِعْهُنَّ
fabāyiʿ'hunna
maka terimalah janji setia mereka
وَٱسْتَغْفِرْ
wa-is'taghfir
dan mohon ampunlah
لَهُنَّ
lahunna
bagi mereka
ٱللَّهَ ۖ
l-laha
dari Allah
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
غَفُورٌۭ
ghafūrun
Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ
raḥīmun
Maha Penyayang

Yā ayyuhan-nabiyyu iżā jā'akal-mu'minātu yubāyi‘naka ‘alā allā yusyrikna billāhi syai'aw wa lā yasriqna wa lā yaznīna wa lā yaqtulna aulādahunna wa lā ya'tīna bibuhtāniy yaftarīnahū baina aidīhinna wa arjulihinna wa lā ya‘ṣīnaka fī ma‘rūfin fabāyi‘hunna wastagfir lahunnallāh(a), innallāha gafūrur raḥīm(un).

Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Mumtahanah · 13
﴿ 13 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَوَلَّوْاْ قَوْمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُواْ مِنَ ٱلْأَخِرَةِ كَمَا يَئِسَ ٱلْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْقُبُورِ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
لَا
Jangan
تَتَوَلَّوْا۟
tatawallaw
menjadikan sekutu
قَوْمًا
qawman
suatu kaum
غَضِبَ
ghaḍiba
kemurkaan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
قَدْ
qad
Sungguh
يَئِسُوا۟
ya-isū
mereka berputus asa
مِنَ
mina
dari
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
akhirat
كَمَا
kamā
sebagaimana
يَئِسَ
ya-isa
putus asa
ٱلْكُفَّارُ
l-kufāru
orang-orang kafir
مِنْ
min
dari
أَصْحَـٰبِ
aṣḥābi
para penghuni
ٱلْقُبُورِ
l-qubūri
kuburan

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tatawallau qauman gaḍiballāhu ‘alaihim qad ya'isū minal-ākhirati kamā ya'isal-kuffāru min aṣḥābil-qubūr(i).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan kaum yang dimurkai Allah sebagai teman-teman akrab. Sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa (dari rahmat Allah di akhirat).