← Kembali ke pelajaran
Hari 105 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Qalam · 1
﴿ 1 ﴾

نٓ‌ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

نٓ ۚ
noon
Nun
وَٱلْقَلَمِ
wal-qalami
Demi pena
وَمَا
wamā
dan apa
يَسْطُرُونَ
yasṭurūna
mereka menulis

Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a).

Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,

Al-Qalam · 2
﴿ 2 ﴾

مَآ أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

مَآ
tidak
أَنتَ
anta
kamu
بِنِعْمَةِ
biniʿ'mati
dengan karunia
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
بِمَجْنُونٍۢ
bimajnūnin
orang gila

Mā anta bini‘mati rabbika bimajnūn(in).

berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila.

Al-Qalam · 3
﴿ 3 ﴾

وَإِنَّ لَكَ لَأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ

وَإِنَّ
wa-inna
Dan sesungguhnya
لَكَ
laka
bagimu
لَأَجْرًا
la-ajran
kamu akan menyembah
غَيْرَ
ghayra
tanpa
مَمْنُونٍۢ
mamnūnin
berakhir

Wa inna laka la'ajran gaira mamnūn(in).

Sesungguhnya bagi engkaulah pahala yang tidak putus-putus.

Al-Qalam · 4
﴿ 4 ﴾

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

وَإِنَّكَ
wa-innaka
Dan sesungguhnya engkau
لَعَلَىٰ
laʿalā
sungguh (adalah)
خُلُقٍ
khuluqin
akhlak
عَظِيمٍۢ
ʿaẓīmin
agung

Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm(in).

Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Al-Qalam · 5
﴿ 5 ﴾

فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ

فَسَتُبْصِرُ
fasatub'ṣiru
Maka kamu akan melihat
وَيُبْصِرُونَ
wayub'ṣirūna
dan mereka akan melihat

Fasatubṣiru wa yubṣirūn(a).

Kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,

Al-Qalam · 6
﴿ 6 ﴾

بِأَييِّكُمُ ٱلْمَفْتُونُ

بِأَييِّكُمُ
bi-ayyikumu
Siapa di antara kamu
ٱلْمَفْتُونُ
l-maftūnu
orang yang gila

Bi'ayyikumul-maftūn(u).

siapa di antara kamu yang gila?

Al-Qalam · 7
﴿ 7 ﴾

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
رَبَّكَ
rabbaka
Tuhanmu
هُوَ
huwa
Dia
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
بِمَن
biman
dari orang yang
ضَلَّ
ḍalla
telah tersesat
عَن
ʿan
dari
سَبِيلِهِۦ
sabīlihi
jalan-Nya
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
أَعْلَمُ
aʿlamu
lebih mengetahui
بِٱلْمُهْتَدِينَ
bil-muh'tadīna
orang-orang yang mendapat petunjuk

Inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlih(ī), wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn(a).

Sesungguhnya Tuhanmulah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.

Al-Qalam · 8
﴿ 8 ﴾

فَلَا تُطِعِ ٱلْمُكَذِّبِينَ

فَلَا
falā
Maka janganlah
تُطِعِ
tuṭiʿi
patuhilah
ٱلْمُكَذِّبِينَ
l-mukadhibīna
para pendusta

Falā tuṭi‘il-mukażżibīn(a).

Maka, janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

Al-Qalam · 9
﴿ 9 ﴾

وَدُّواْ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

وَدُّوا۟
waddū
mereka berharap
لَوْ
law
bahwa
تُدْهِنُ
tud'hinu
kamu harus berkompromi
فَيُدْهِنُونَ
fayud'hinūna
maka mereka akan berkompromi

Waddū lau tudhinu fayudhinūn(a).

Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak. Maka, mereka bersikap lunak (pula).

Al-Qalam · 10
﴿ 10 ﴾

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ

وَلَا
walā
Dan jangan
تُطِعْ
tuṭiʿ
patuh
كُلَّ
kulla
setiap
حَلَّافٍۢ
ḥallāfin
banyak bersumpah
مَّهِينٍ
mahīnin
tidak berharga

Wa lā tuṭi‘ kulla ḥallāfim mahīn(in).

Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina,

Al-Qalam · 11
﴿ 11 ﴾

هَمَّازٍ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٍ

هَمَّازٍۢ
hammāzin
Pencela
مَّشَّآءٍۭ
mashāin
berjalan-jalan
بِنَمِيمٍۢ
binamīmin
dengan adu domba

Hammāzim masysyā'im binamīm(in).

suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong),

Al-Qalam · 12
﴿ 12 ﴾

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

مَّنَّاعٍۢ
mannāʿin
Seorang penghalang
لِّلْخَيْرِ
lil'khayri
kebaikan
مُعْتَدٍ
muʿ'tadin
pelanggar
أَثِيمٍ
athīmin
berdosa

Mannā‘il lil-khairi mu‘tadin aṡīm(in).

merintangi segala yang baik, melampaui batas dan banyak dosa,

Al-Qalam · 13
﴿ 13 ﴾

عُتُلِّۭ بَعْدَ ذَٲلِكَ زَنِيمٍ

عُتُلٍّۭ
ʿutullin
kejam
بَعْدَ
baʿda
setelah
ذَٰلِكَ
dhālika
semua itu
زَنِيمٍ
zanīmin
sama sekali tidak berguna

‘Utullim ba‘da żālika zanīm(in).

bertabiat kasar, dan selain itu juga terkenal kejahatannya,

Al-Qalam · 14
﴿ 14 ﴾

أَن كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ

أَن
an
karena
كَانَ
kāna
adalah
ذَا
dhā
pemilik
مَالٍۢ
mālin
harta
وَبَنِينَ
wabanīna
dan anak-anak

An kāna żā māliw wa banīn(a).

karena dia kaya dan mempunyai banyak anak.

Al-Qalam · 15
﴿ 15 ﴾

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

إِذَا
idhā
Apabila
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
عَلَيْهِ
ʿalayhi
kepadanya
ءَايَـٰتُنَا
āyātunā
ayat-ayat Kami
قَالَ
qāla
dia berkata
أَسَـٰطِيرُ
asāṭīru
dongeng
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang terdahulu

Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongengan orang-orang terdahulu.”

Al-Qalam · 16
﴿ 16 ﴾

سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ

سَنَسِمُهُۥ
sanasimuhu
Kami akan menandainya
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْخُرْطُومِ
l-khur'ṭūmi
belalai

Sanasimuhū ‘alal-khurṭūm(i).

Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai (hidung)-nya.

Al-Qalam · 17
﴿ 17 ﴾

إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُواْ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
بَلَوْنَـٰهُمْ
balawnāhum
Kami telah menguji mereka
كَمَا
kamā
sebagaimana
بَلَوْنَآ
balawnā
Kami menguji
أَصْحَـٰبَ
aṣḥāba
para sahabat
ٱلْجَنَّةِ
l-janati
surga
إِذْ
idh
ketika
أَقْسَمُوا۟
aqsamū
mereka bersumpah
لَيَصْرِمُنَّهَا
layaṣrimunnahā
pasti akan memetik buahnya
مُصْبِحِينَ
muṣ'biḥīna
di pagi hari

Innā balaunāhum kamā balaunā aṣḥābal-jannah(ti), iż aqsamū layaṣrimunnahā muṣbiḥīn(a).

Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (orang musyrik Makkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah bahwa mereka pasti akan memetik (hasil)-nya pada pagi hari,

Al-Qalam · 18
﴿ 18 ﴾

وَلَا يَسْتَثْنُونَ

وَلَا
walā
Dan tidak
يَسْتَثْنُونَ
yastathnūna
membuat pengecualian

Wa lā yastaṡnūn(a).

tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, “Insyaallah”).

Al-Qalam · 19
﴿ 19 ﴾

فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ

فَطَافَ
faṭāfa
maka datanglah
عَلَيْهَا
ʿalayhā
atasnya
طَآئِفٌۭ
ṭāifun
sebuah kunjungan
مِّن
min
dari
رَّبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
وَهُمْ
wahum
sedangkan mereka
نَآئِمُونَ
nāimūna
sedang tidur

Fa ṭāfa ‘alaihā ṭā'ifum mir rabbika wa hum nā'imūn(a).

Lalu, kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.

Al-Qalam · 20
﴿ 20 ﴾

فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ

فَأَصْبَحَتْ
fa-aṣbaḥat
Maka itu menjadi
كَٱلصَّرِيمِ
kal-ṣarīmi
seperti telah dipanen

Fa aṣbaḥat kaṣ-ṣarīm(i).

Maka, jadilah kebun itu hitam (karena terbakar) seperti malam yang gelap gulita.

Al-Qalam · 21
﴿ 21 ﴾

فَتَنَادَوْاْ مُصْبِحِينَ

فَتَنَادَوْا۟
fatanādaw
Dan mereka saling memanggil
مُصْبِحِينَ
muṣ'biḥīna
di pagi hari

Fa tanādau muṣbiḥīn(a).

Lalu, mereka saling memanggil pada pagi hari,

Al-Qalam · 22
﴿ 22 ﴾

أَنِ ٱغْدُواْ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ

أَنِ
ani
bahwa
ٱغْدُوا۟
igh'dū
pergilah pagi-pagi
عَلَىٰ
ʿalā
kepada
حَرْثِكُمْ
ḥarthikum
tanamanmu
إِن
in
jika
كُنتُمْ
kuntum
dan bagi-Nya (milik)
صَـٰرِمِينَ
ṣārimīna
memetik buah

Anigdū ‘alā ḥarṡikum in kuntum ṣārimīn(a).

“Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil.”

Al-Qalam · 23
﴿ 23 ﴾

فَٱنطَلَقُواْ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ

فَٱنطَلَقُوا۟
fa-inṭalaqū
Maka mereka pergi
وَهُمْ
wahum
sedangkan mereka
يَتَخَـٰفَتُونَ
yatakhāfatūna
merendahkan suara mereka

Fanṭalaqū wa hum yatakhāfatūn(a).

Mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik,

Al-Qalam · 24
﴿ 24 ﴾

أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ

أَن
an
Bahwa
لَّا
Tidak
يَدْخُلَنَّهَا
yadkhulannahā
akan memasukinya
ٱلْيَوْمَ
l-yawma
hari ini
عَلَيْكُم
ʿalaykum
atas kamu
مِّسْكِينٌۭ
mis'kīnun
orang miskin

Allā yadkhulannahal-yauma ‘alaikum miskīn(un).

“Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin yang masuk ke dalam kebunmu.”

Al-Qalam · 25
﴿ 25 ﴾

وَغَدَوْاْ عَلَىٰ حَرْدٍ قَـٰدِرِينَ

وَغَدَوْا۟
waghadaw
Dan mereka pergi pagi-pagi
عَلَىٰ
ʿalā
dengan
حَرْدٍۢ
ḥardin
tekad
قَـٰدِرِينَ
qādirīna
mampu

Wa gadau ‘alā ḥardin qādirīn(a).

Berangkatlah mereka pada pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin). Mereka mengira mampu (melakukan hal itu).

Al-Qalam · 26
﴿ 26 ﴾

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓاْ إِنَّا لَضَآلُّونَ

فَلَمَّا
falammā
Tetapi ketika
رَأَوْهَا
ra-awhā
mereka melihatnya
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
لَضَآلُّونَ
laḍāllūna
benar-benar tersesat

Falammā ra'auhā qālū innā laḍāllūn(a).

Ketika melihat kebun itu, mereka berkata, “Sesungguhnya kita benar-benar orang sesat.

Al-Qalam · 27
﴿ 27 ﴾

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

بَلْ
bal
Bahkan
نَحْنُ
naḥnu
Kami
مَحْرُومُونَ
maḥrūmūna
diharamkan

Bal naḥnu maḥrūmūn(a).

Bahkan, kita tidak memperoleh apa pun.”

Al-Qalam · 28
﴿ 28 ﴾

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

قَالَ
qāla
Dia berkata
أَوْسَطُهُمْ
awsaṭuhum
yang paling moderat di antara mereka
أَلَمْ
alam
Tidakkah
أَقُل
aqul
Aku katakan
لَّكُمْ
lakum
segala puji
لَوْلَا
lawlā
Mengapa tidak
تُسَبِّحُونَ
tusabbiḥūna
kamu bertasbih (kepada Allah)?

Qāla ausaṭuhum alam aqul lakum lau lā tusabbiḥūn(a).

Seorang yang paling bijak di antara mereka berkata, “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?”

Al-Qalam · 29
﴿ 29 ﴾

قَالُواْ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

قَالُوا۟
qālū
Mereka berkata
سُبْحَـٰنَ
sub'ḥāna
Maha Suci
رَبِّنَآ
rabbinā
kepada Tuhan kami
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
كُنَّا
kunnā
kami adalah
ظَـٰلِمِينَ
ẓālimīna
orang-orang zalim

Qālū subḥāna rabbinā innā kunnā ẓālimīn(a).

Mereka mengucapkan, “Maha Suci Tuhan kami. Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

Al-Qalam · 30
﴿ 30 ﴾

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَـٰوَمُونَ

فَأَقْبَلَ
fa-aqbala
maka mendekatlah
بَعْضُهُمْ
baʿḍuhum
sebagian mereka
عَلَىٰ
ʿalā
kepada
بَعْضٍۢ
baʿḍin
sebagian
يَتَلَـٰوَمُونَ
yatalāwamūna
saling menyalahkan

Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatalāwamūn(a).

Mereka saling berhadapan dengan saling mencela.

Al-Qalam · 31
﴿ 31 ﴾

قَالُواْ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَـٰغِينَ

قَالُوا۟
qālū
Mereka berkata
يَـٰوَيْلَنَآ
yāwaylanā
celakalah kami
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
كُنَّا
kunnā
kami adalah
طَـٰغِينَ
ṭāghīna
orang-orang yang melampaui batas

Qālū yā wailanā innā kunnā ṭāgīn(a).

Mereka berkata, “Aduh celaka kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.

Al-Qalam · 32
﴿ 32 ﴾

عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٲغِبُونَ

عَسَىٰ
ʿasā
Mungkin
رَبُّنَآ
rabbunā
Tuhan kami
أَن
an
[bahwa]
يُبْدِلَنَا
yub'dilanā
akan mengganti bagi kami
خَيْرًۭا
khayran
lebih baik
مِّنْهَآ
min'hā
darinya
إِنَّآ
innā
Sesungguhnya, kami
إِلَىٰ
ilā
kepada
رَبِّنَا
rabbinā
Tuhan kami
رَٰغِبُونَ
rāghibūna
berpaling dengan khusyuk

‘Asā rabbunā ay yubdilanā khairam minhā innā ilā rabbinā rāgibūn(a).

Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kita mengharapkan (ampunan dan kebaikan) Tuhan kita.”

Al-Qalam · 33
﴿ 33 ﴾

كَذَٲلِكَ ٱلْعَذَابُ‌ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْأَخِرَةِ أَكْبَرُ‌ۚ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

كَذَٰلِكَ
kadhālika
demikianlah
ٱلْعَذَابُ ۖ
l-ʿadhābu
(adalah) azab
وَلَعَذَابُ
walaʿadhābu
Dan sungguh azab
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
akhirat
أَكْبَرُ ۚ
akbaru
lebih besar
لَوْ
law
jika
كَانُوا۟
kānū
mereka
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui

Każālikal-‘ażāb(u), wa la‘ażābul-ākhirati akbar(u), lau kānū ya‘lamūn(a).

Seperti itulah azab (di dunia). Sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.