← Kembali ke pelajaran
Hari 107 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Ma'arij · 1
﴿ 1 ﴾

سَأَلَ سَآئِلُۢ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

سَأَلَ
sa-ala
bertanya
سَآئِلٌۢ
sāilun
seorang penanya
بِعَذَابٍۢ
biʿadhābin
tentang azab
وَاقِعٍۢ
wāqiʿin
pasti terjadi

Sa'ala sā'ilum bi‘ażābiw wāqi‘(in).

Seseorang (dengan nada mengejek) meminta (didatangkan) azab yang pasti akan terjadi

Al-Ma'arij · 2
﴿ 2 ﴾

لِّلْكَـٰفِرِينَ لَيْسَ لَهُۥ دَافِعٌ

لِّلْكَـٰفِرِينَ
lil'kāfirīna
bagi orang-orang kafir
لَيْسَ
laysa
bukan
لَهُۥ
lahu
darinya
دَافِعٌۭ
dāfiʿun
penghalang

Lil-kāfirīna laisa lahū dāfi‘(un).

bagi orang-orang kafir. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya (azab)

Al-Ma'arij · 3
﴿ 3 ﴾

مِّنَ ٱللَّهِ ذِى ٱلْمَعَارِجِ

مِّنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
ذِى
dhī
pemilik
ٱلْمَعَارِجِ
l-maʿāriji
tangga-tangga naik

Minallāhi żil-ma‘ārij(i).

dari Allah, Pemilik tempat-tempat (untuk) naik.

Al-Ma'arij · 4
﴿ 4 ﴾

تَعْرُجُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

تَعْرُجُ
taʿruju
naik
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ
l-malāikatu
para Malaikat
وَٱلرُّوحُ
wal-rūḥu
dan Ruh
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
فِى
di
يَوْمٍۢ
yawmin
suatu hari
كَانَ
kāna
adalah
مِقْدَارُهُۥ
miq'dāruhu
ukurannya
خَمْسِينَ
khamsīna
adalah lima puluh
أَلْفَ
alfa
seribu
سَنَةٍۢ
sanatin
tahun

Ta‘rujul-malā'ikatu war-rūḥu ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū khamsīna alfa sanah(tin).

Para malaikat dan Rūḥ (Jibril) naik (menghadap) kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.

Al-Ma'arij · 5
﴿ 5 ﴾

فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلاً

فَٱصْبِرْ
fa-iṣ'bir
Maka bersabarlah
صَبْرًۭا
ṣabran
kesabaran
جَمِيلًا
jamīlan
baik

Faṣbir ṣabran jamīlā(n).

Maka, bersabarlah dengan kesabaran yang baik.

Al-Ma'arij · 6
﴿ 6 ﴾

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُۥ بَعِيدًا

إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya mereka
يَرَوْنَهُۥ
yarawnahu
melihatnya
بَعِيدًۭا
baʿīdan
jauh

Innahum yaraunahū ba‘īdā(n).

Sesungguhnya mereka memandangnya (siksaan itu) jauh (mustahil terjadi),

Al-Ma'arij · 7
﴿ 7 ﴾

وَنَرَٮٰهُ قَرِيبًا

وَنَرَىٰهُ
wanarāhu
tetapi Kami melihatnya
قَرِيبًۭا
qarīban
dekat

Wa narāhu qarībā(n).

sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).

Al-Ma'arij · 8
﴿ 8 ﴾

يَوْمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلْمُهْلِ

يَوْمَ
yawma
Hari
تَكُونُ
takūnu
akan ada
ٱلسَّمَآءُ
l-samāu
langit
كَٱلْمُهْلِ
kal-muh'li
seperti tembaga cair

Yauma takūnus-samā'u kal-muhl(i).

(Siksaan itu datang) pada hari (ketika) langit menjadi seperti luluhan perak,

Al-Ma'arij · 9
﴿ 9 ﴾

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ

وَتَكُونُ
watakūnu
dan akan menjadi
ٱلْجِبَالُ
l-jibālu
gunung-gunung
كَٱلْعِهْنِ
kal-ʿih'ni
seperti wol

Wa takūnul-jibālu kal-‘ihn(i).

gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan),

Al-Ma'arij · 10
﴿ 10 ﴾

وَلَا يَسْــَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

وَلَا
walā
Dan tidak
يَسْـَٔلُ
yasalu
akan bertanya
حَمِيمٌ
ḥamīmun
teman dekat
حَمِيمًۭا
ḥamīman
seorang teman

Wa lā yas'alu ḥamīmun ḥamīmā(n).

dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya,

Al-Ma'arij · 11
﴿ 11 ﴾

يُبَصَّرُونَهُمْ‌ۚ يَوَدُّ ٱلْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِى مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذِۭ بِبَنِيهِ

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ
yubaṣṣarūnahum
Mereka akan diperlihatkan satu sama lain
يَوَدُّ
yawaddu
Akan berharap
ٱلْمُجْرِمُ
l-muj'rimu
orang yang berdosa
لَوْ
law
jika
يَفْتَدِى
yaftadī
dia (bisa) ditebus
مِنْ
min
dari
عَذَابِ
ʿadhābi
azab
يَوْمِئِذٍۭ
yawmi-idhin
pada hari itu
بِبَنِيهِ
bibanīhi
oleh anak-anaknya

Yubaṣṣarūnahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadī min ‘ażābi yaumi'iżim bibanīh(i).

(padahal) mereka saling melihat. Orang yang berbuat durhaka itu menginginkan sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,

Al-Ma'arij · 12
﴿ 12 ﴾

وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ

وَصَـٰحِبَتِهِۦ
waṣāḥibatihi
dan istrinya
وَأَخِيهِ
wa-akhīhi
dan saudaranya

Wa ṣāḥibatihī wa akhīh(i).

istrinya, saudaranya,

Al-Ma'arij · 13
﴿ 13 ﴾

وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُــْٔوِيهِ

وَفَصِيلَتِهِ
wafaṣīlatihi
dan kerabat terdekatnya
ٱلَّتِى
allatī
yang
تُـْٔوِيهِ
tu'wīhi
melindunginya

Wa faṣīlatihil-latī tu'wīh(i).

keluarga yang melindunginya (di dunia),

Al-Ma'arij · 14
﴿ 14 ﴾

وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ

وَمَن
waman
Dan barangsiapa
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
جَمِيعًۭا
jamīʿan
semua
ثُمَّ
thumma
kemudian
يُنجِيهِ
yunjīhi
itu (bisa) menyelamatkannya

Wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), ṡumma yunjīh(i).

dan seluruh orang di bumi. Kemudian, (dia mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

Al-Ma'arij · 15
﴿ 15 ﴾

كَلَّآ‌ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ

كَلَّآ ۖ
kallā
sekali-kali tidak
إِنَّهَا
innahā
Sesungguhnya, itu adalah
لَظَىٰ
laẓā
pasti Api Neraka

Kallā, innahā laẓā.

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia (neraka) itu adalah api yang bergejolak

Al-Ma'arij · 16
﴿ 16 ﴾

نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ

نَزَّاعَةًۭ
nazzāʿatan
penarik
لِّلشَّوَىٰ
lilshawā
kulit kepala

Nazzā‘atal lisy-syawā.

yang mengelupaskan kulit kepala,

Al-Ma'arij · 17
﴿ 17 ﴾

تَدْعُواْ مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ

تَدْعُوا۟
tadʿū
mengundang
مَنْ
man
siapa
أَدْبَرَ
adbara
membelakangi
وَتَوَلَّىٰ
watawallā
dan dia berpaling

Tad‘ū man adbara wa tawallā.

yang memanggil orang yang berpaling dan menjauh (dari agama),

Al-Ma'arij · 18
﴿ 18 ﴾

وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰٓ

وَجَمَعَ
wajamaʿa
dan dia mengumpulkan
فَأَوْعَىٰٓ
fa-awʿā
dan menimbun

Wa jama‘a fa'au‘ā.

serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya.

Al-Ma'arij · 19
﴿ 19 ﴾

۞ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا

۞ إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلْإِنسَـٰنَ
l-insāna
manusia
خُلِقَ
khuliqa
diciptakan
هَلُوعًا
halūʿan
gelisah

Innal-insāna khuliqa halu‘ā(n).

Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.

Al-Ma'arij · 20
﴿ 20 ﴾

إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعًا

إِذَا
idhā
Apabila
مَسَّهُ
massahu
menyentuhnya
ٱلشَّرُّ
l-sharu
untuk suatu waktu
جَزُوعًۭا
jazūʿan
gelisah

Iżā massahusy-syarru jazū‘ā(n).

Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah.

Al-Ma'arij · 21
﴿ 21 ﴾

وَإِذَا مَسَّهُ ٱلْخَيْرُ مَنُوعًا

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
مَسَّهُ
massahu
menyentuhnya
ٱلْخَيْرُ
l-khayru
kebaikan
مَنُوعًا
manūʿan
menahan

Wa iżā massahul-khairu manū‘ā(n).

Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,

Al-Ma'arij · 22
﴿ 22 ﴾

إِلَّا ٱلْمُصَلِّينَ

إِلَّا
illā
kecuali
ٱلْمُصَلِّينَ
l-muṣalīna
orang-orang yang shalat

Illal-muṣallīn(a).

kecuali orang-orang yang mengerjakan salat,

Al-Ma'arij · 23
﴿ 23 ﴾

ٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَآئِمُونَ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
هُمْ
hum
mereka
عَلَىٰ
ʿalā
di
صَلَاتِهِمْ
ṣalātihim
salat mereka
دَآئِمُونَ
dāimūna
kekal

Allażīna hum ‘alā ṣalātihim dā'imūn(a).

yang selalu setia mengerjakan salatnya,

Al-Ma'arij · 24
﴿ 24 ﴾

وَٱلَّذِينَ فِىٓ أَمْوَٲلِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
فِىٓ
di dalam
أَمْوَٰلِهِمْ
amwālihim
harta mereka
حَقٌّۭ
ḥaqqun
adalah hak
مَّعْلُومٌۭ
maʿlūmun
diketahui

Wal-lażīna fī amwālihim ḥaqqum ma‘lūm(un).

yang di dalam hartanya ada bagian tertentu

Al-Ma'arij · 25
﴿ 25 ﴾

لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

لِّلسَّآئِلِ
lilssāili
Bagi yang meminta
وَٱلْمَحْرُومِ
wal-maḥrūmi
dan yang terhalang

Lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).

untuk orang (miskin) yang meminta-minta dan orang (miskin) yang menahan diri dari meminta-minta,

Al-Ma'arij · 26
﴿ 26 ﴾

وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
يُصَدِّقُونَ
yuṣaddiqūna
menerima (kebenaran)
بِيَوْمِ
biyawmi
pada hari
ٱلدِّينِ
l-dīni
agama

Wal-lażīna yuṣaddiqūna biyaumid-dīn(i).

yang memercayai hari Pembalasan,

Al-Ma'arij · 27
﴿ 27 ﴾

وَٱلَّذِينَ هُم مِّنْ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
هُم
hum
mereka
مِّنْ
min
dari
عَذَابِ
ʿadhābi
azab
رَبِّهِم
rabbihim
Tuhan mereka
مُّشْفِقُونَ
mush'fiqūna
(adalah) takut

Wal-lażīna hum min ‘ażābi rabbihim musyfiqūn(a).

dan yang takut terhadap azab Tuhannya.

Al-Ma'arij · 28
﴿ 28 ﴾

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhanmu
غَيْرُ
ghayru
bukan
مَأْمُونٍۢ
mamūnin
untuk merasa aman

Inna ‘ażāba rabbihim gairu ma'mūn(in).

Sesungguhnya tidak ada orang yang merasa aman dari azab Tuhan mereka.

Al-Ma'arij · 29
﴿ 29 ﴾

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَـٰفِظُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
هُمْ
hum
mereka
لِفُرُوجِهِمْ
lifurūjihim
kemaluan mereka
حَـٰفِظُونَ
ḥāfiẓūna
penjaga

Wal-lażīna hum lifurūjihim ḥāfiẓūn(a).

(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang menjaga kemaluannya,

Al-Ma'arij · 30
﴿ 30 ﴾

إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٲجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

إِلَّا
illā
kecuali
عَلَىٰٓ
ʿalā
dari
أَزْوَٰجِهِمْ
azwājihim
pasangan mereka
أَوْ
aw
atau
مَا
apa
مَلَكَتْ
malakat
mereka miliki
أَيْمَـٰنُهُمْ
aymānuhum
sumpah mereka
فَإِنَّهُمْ
fa-innahum
maka sesungguhnya mereka
غَيْرُ
ghayru
atas mereka
مَلُومِينَ
malūmīna
tercela

Illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malūmīn(a).

kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Sesungguhnya mereka tidak tercela (karena menggaulinya).

Al-Ma'arij · 31
﴿ 31 ﴾

فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

فَمَنِ
famani
tetapi barangsiapa
ٱبْتَغَىٰ
ib'taghā
mencari
وَرَآءَ
warāa
di belakang
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلْعَادُونَ
l-ʿādūna
adalah para pelanggar

Fa manibtagā warā'a żālika fa ulā'ika humul-‘ādūn(a).

Maka, siapa yang mencari (pelampiasan syahwat) selain itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Al-Ma'arij · 32
﴿ 32 ﴾

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٲعُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
هُمْ
hum
mereka
لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ
li-amānātihim
amanah-amanah mereka
وَعَهْدِهِمْ
waʿahdihim
dan janji mereka
رَٰعُونَ
rāʿūna
adalah pengamat

Wal-lażīna hum li'amānātihim wa ‘ahdihim rā'ūn(a).

(Termasuk orang yang selamat dari azab adalah) orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka,

Al-Ma'arij · 33
﴿ 33 ﴾

وَٱلَّذِينَ هُم بِشَهَـٰدَٲتِهِمْ قَآئِمُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
هُم
hum
mereka
بِشَهَـٰدَٰتِهِمْ
bishahādātihim
dalam kesaksian mereka
قَآئِمُونَ
qāimūna
berdiri teguh

Wal-lażīna hum bisyahādātihim qā'imūn(a).

yang memberikan kesaksiannya (secara benar),

Al-Ma'arij · 34
﴿ 34 ﴾

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
هُمْ
hum
mereka
عَلَىٰ
ʿalā
atas
صَلَاتِهِمْ
ṣalātihim
salat mereka
يُحَافِظُونَ
yuḥāfiẓūna
menjaga

Wal-lażīna hum ‘alā ṣalātihim yuḥāfiẓūn(a).

dan yang memelihara salatnya.

Al-Ma'arij · 35
﴿ 35 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ فِى جَنَّـٰتٍ مُّكْرَمُونَ

أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
فِى
di
جَنَّـٰتٍۢ
jannātin
kebun-kebun
مُّكْرَمُونَ
muk'ramūna
dimuliakan

Ulā'ika fī jannātim mukramūn(a).

Mereka itu (berada) di surga lagi dimuliakan.

Al-Ma'arij · 36
﴿ 36 ﴾

فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

فَمَالِ
famāli
maka ada apa dengan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
قِبَلَكَ
qibalaka
sebelummu
مُهْطِعِينَ
muh'ṭiʿīna
mereka bergegas

Famālil-lażīna kafarū qibalaka muhṭi‘īn(a).

Mengapa orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu (Nabi Muhammad)

Al-Ma'arij · 37
﴿ 37 ﴾

عَنِ ٱلْيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ عِزِينَ

عَنِ
ʿani
Dari
ٱلْيَمِينِ
l-yamīni
kanan
وَعَنِ
waʿani
dan dari
ٱلشِّمَالِ
l-shimāli
kiri
عِزِينَ
ʿizīna
(dalam) kelompok-kelompok terpisah

‘Anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli ‘izīn(a).

dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?

Al-Ma'arij · 38
﴿ 38 ﴾

أَيَطْمَعُ كُلُّ ٱمْرِىٍٕ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

أَيَطْمَعُ
ayaṭmaʿu
Apakah ia berkeinginan
كُلُّ
kullu
setiap
ٱمْرِئٍۢ
im'ri-in
seseorang
مِّنْهُمْ
min'hum
di antara mereka
أَن
an
bahwa
يُدْخَلَ
yud'khala
ia masuk
جَنَّةَ
jannata
sebuah Taman
نَعِيمٍۢ
naʿīmin
Kenikmatan

Ayaṭma‘u kullumri'im minhum ay yudkhala jannata na‘īm(in).

Apakah setiap orang dari mereka (orang-orang kafir itu) ingin dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?

Al-Ma'arij · 39
﴿ 39 ﴾

كَلَّآ‌ۖ إِنَّا خَلَقْنَـٰهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ

كَلَّآ ۖ
kallā
sekali-kali tidak
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
خَلَقْنَـٰهُم
khalaqnāhum
Kami telah menciptakan mereka
مِّمَّا
mimmā
dari apa yang
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui

Kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya‘malūn(a).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).

Al-Ma'arij · 40
﴿ 40 ﴾

فَلَآ أُقْسِمُ بِرَبِّ ٱلْمَشَـٰرِقِ وَٱلْمَغَـٰرِبِ إِنَّا لَقَـٰدِرُونَ

فَلَآ
falā
Maka tidak
أُقْسِمُ
uq'simu
Aku bersumpah
بِرَبِّ
birabbi
oleh Tuhan
ٱلْمَشَـٰرِقِ
l-mashāriqi
tempat-tempat terbit
وَٱلْمَغَـٰرِبِ
wal-maghāribi
dan tempat-tempat terbenamnya
إِنَّا
innā
bahwa Kami
لَقَـٰدِرُونَ
laqādirūna
sungguh mampu

Falā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-magāribi innā laqādirūn(a).

Maka, Aku bersumpah dengan Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan, dan bintang), sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa

Al-Ma'arij · 41
﴿ 41 ﴾

عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
أَن
an
untuk
نُّبَدِّلَ
nubaddila
[Kami] mengganti
خَيْرًۭا
khayran
lebih baik
مِّنْهُمْ
min'hum
daripada mereka
وَمَا
wamā
dan tidak
نَحْنُ
naḥnu
Kami
بِمَسْبُوقِينَ
bimasbūqīna
akan didahului

‘Alā an nubaddila khairam minhum, wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).

untuk mengganti (mereka) dengan (kaum) yang lebih baik daripada mereka. Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Al-Ma'arij · 42
﴿ 42 ﴾

فَذَرْهُمْ يَخُوضُواْ وَيَلْعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَـٰقُواْ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ

فَذَرْهُمْ
fadharhum
Maka biarkan mereka
يَخُوضُوا۟
yakhūḍū
mereka berbincang sia-sia
وَيَلْعَبُوا۟
wayalʿabū
dan mereka bermain
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga
يُلَـٰقُوا۟
yulāqū
mereka bertemu
يَوْمَهُمُ
yawmahumu
hari mereka
ٱلَّذِى
alladhī
yang
يُوعَدُونَ
yūʿadūna
mereka dijanjikan

Fa żarhum yakhūḍū wa yal‘abū ḥattā yulāqū yaumahumul-lażī yū‘adūn(a)

Maka, biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main (di dunia) sampai mereka menjumpai hari yang dijanjikan kepada mereka,

Al-Ma'arij · 43
﴿ 43 ﴾

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ ٱلْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

يَوْمَ
yawma
Hari
يَخْرُجُونَ
yakhrujūna
mereka akan keluar
مِنَ
mina
dari
ٱلْأَجْدَاثِ
l-ajdāthi
kuburan
سِرَاعًۭا
sirāʿan
dengan cepat
كَأَنَّهُمْ
ka-annahum
seolah-olah mereka
إِلَىٰ
ilā
kepada
نُصُبٍۢ
nuṣubin
tujuan
يُوفِضُونَ
yūfiḍūna
bergegas

Yauma yakhrujūna minal-ajdāṡi sirā‘an ka'annahum ilā nuṣubiy yūfiḍūn(a).

(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seperti ketika mereka pergi dengan segera menuju berhala-berhala (sewaktu di dunia).

Al-Ma'arij · 44
﴿ 44 ﴾

خَـٰشِعَةً أَبْصَـٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلْيَوْمُ ٱلَّذِى كَانُواْ يُوعَدُونَ

خَـٰشِعَةً
khāshiʿatan
Tunduk
أَبْصَـٰرُهُمْ
abṣāruhum
penglihatan mereka
تَرْهَقُهُمْ
tarhaquhum
akan menutupi mereka
ذِلَّةٌۭ ۚ
dhillatun
kehinaan
ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
ٱلْيَوْمُ
l-yawmu
adalah Hari
ٱلَّذِى
alladhī
yang
كَانُوا۟
kānū
mereka adalah
يُوعَدُونَ
yūʿadūna
dijanjikan

Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), żālikal-yaumul-lażī kānū yū‘adūn(a).

Pandangan mereka tertunduk (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.