← Kembali ke pelajaran
Hari 27 Langkah 7 / 9 +25 XP

Renungan

Renungan ditulis pribadi, dienkripsi di browser sebelum dikirim ke server. Bahkan admin Tadabbur tidak bisa membacanya.

Surah Al-Fajr mengingatkan kita bahwa kekayaan dan kemiskinan adalah ujian. Bagaimana Anda merespons ketika Allah memberi kelapangan rezeki, dan bagaimana pula saat rezeki terasa sempit? Apakah Anda melihatnya sebagai kemuliaan atau penghinaan, atau sebagai ujian yang menuntut kesyukuran dan kesabaran?

Surah ini dengan tegas mencela mereka yang tidak memuliakan anak yatim dan tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. Langkah konkret apa yang bisa Anda ambil dalam minggu ini untuk berkontribusi pada kesejahteraan anak yatim atau orang miskin di lingkungan Anda?

Mengingat kehancuran kaum-kaum terdahulu akibat kezaliman dan kecintaan berlebihan pada harta, sifat-sifat negatif apa dalam diri Anda yang perlu Anda renungkan dan mulai perbaiki hari ini agar tidak terjerumus pada keserakahan dan ketidakpedulian?

Surah Al-Fajr diawali dengan sumpah-sumpah yang agung, termasuk 'demi malam apabila berlalu'. Apa makna 'berlalu' dalam konteks kehidupan Anda sehari-hari, dan bagaimana kesadaran akan waktu yang terus berlalu dapat memotivasi Anda untuk beramal shalih lebih giat?