أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
أَتَىٰٓ
أَمْرُ
ٱللَّهِ
فَلَا
تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ
tastaʿjilūhu
tidak sabar untuk itu
سُبْحَـٰنَهُۥ
وَتَعَـٰلَىٰ
wataʿālā
dan Maha Tinggi Dia
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
yush'rikūna
mereka menyekutukan
Atā amrullāhi falā tasta‘jilūh(u), subḥānahū wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn(a).
Ketetapan Allah pasti datang. Maka, janganlah kamu meminta agar dipercepat (kedatangan)-nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱتَّقُونِ
يُنَزِّلُ
ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ
l-malāikata
para Malaikat
بِٱلرُّوحِ
مِنْ
أَمْرِهِۦ
عَلَىٰ
مَن
يَشَآءُ
مِنْ
عِبَادِهِۦٓ
أَنْ
أَنذِرُوٓا۟
أَنَّهُۥ
لَآ
إِلَـٰهَ
إِلَّآ
أَنَا۠
فَٱتَّقُونِ
fa-ittaqūni
maka takutlah kepada-Ku
Yunazzilul-malā'ikata bir-rūḥi min amrihī ‘alā may yasyā'u min ‘ibādihī an anżirū annahū lā ilāha illā ana fattaqūn(i).
Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu atas perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu (dengan berfirman), “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku) bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, bertakwalah kepada-Ku.”
خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّۚ تَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
خَلَقَ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ
بِٱلْحَقِّ ۚ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
تَعَـٰلَىٰ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
yush'rikūna
mereka menyekutukan
Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq(i), ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn(a).
Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
خَلَقَ
ٱلْإِنسَـٰنَ
مِن
نُّطْفَةٍۢ
فَإِذَا
fa-idhā
maka seketika itu
هُوَ
خَصِيمٌۭ
khaṣīmun
adalah penentang
مُّبِينٌۭ
Khalaqal-insāna min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmum mubīn(un).
Dia telah menciptakan manusia dari mani, lalu ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.
وَٱلْأَنْعَـٰمَ خَلَقَهَاۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَـٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ
وَٱلْأَنْعَـٰمَ
wal-anʿāma
dan hewan ternak
خَلَقَهَا ۗ
khalaqahā
Dia menciptakannya
لَكُمْ
فِيهَا
دِفْءٌۭ
dif'on
(adalah) kehangatan
وَمَنَـٰفِعُ
وَمِنْهَا
تَأْكُلُونَ
Wal-an‘āma khalaqahā lakum fīhā dif'uw wa manāfi‘u wa minhā ta'kulūn(a).
Dia telah menciptakan hewan ternak untukmu. Padanya (hewan ternak itu) ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, serta sebagian (daging)-nya kamu makan.
وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ
وَلَكُمْ
فِيهَا
جَمَالٌ
حِينَ
تُرِيحُونَ
turīḥūna
kalian mengistirahatkan
وَحِينَ
تَسْرَحُونَ
tasraḥūna
kalian menggembalakan
Wa lakum fīhā jamālun ḥīna turīḥūna wa ḥīna tasraḥūn(a).
Kamu memperoleh keindahan padanya ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika melepaskannya (ke tempat penggembalaan).
وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُواْ بَـٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلْأَنفُسِۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
وَتَحْمِلُ
wataḥmilu
Dan mereka membawa
أَثْقَالَكُمْ
إِلَىٰ
بَلَدٍۢ
لَّمْ
تَكُونُوا۟
بَـٰلِغِيهِ
إِلَّا
بِشِقِّ
bishiqqi
dengan kesulitan besar
ٱلْأَنفُسِ ۚ
إِنَّ
رَبَّكُمْ
لَرَءُوفٌۭ
laraūfun
sungguh Maha Penyayang
رَّحِيمٌۭ
Wa taḥmilu aṡqālakum ilā baladil lam takūnū bāligīhi illā bisyiqqil-anfus(i), inna rabbakum lara'ūfur raḥīm(un).
Ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةًۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
وَٱلْخَيْلَ
وَٱلْبِغَالَ
وَٱلْحَمِيرَ
لِتَرْكَبُوهَا
litarkabūhā
agar kamu menungganginya
وَزِينَةًۭ ۚ
wazīnatan
dan (sebagai) perhiasan
وَيَخْلُقُ
wayakhluqu
Dan Dia menciptakan
مَا
لَا
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
kamu mengetahui
Wal-khaila wal-bigāla wal-ḥamīra litarkabūhā wa zīnah(tan), wa yakhluqu mā lā ta‘lamūn(a).
(Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.
وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَٮٰكُمْ أَجْمَعِينَ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
قَصْدُ
ٱلسَّبِيلِ
وَمِنْهَا
wamin'hā
dan di antara mereka
جَآئِرٌۭ ۚ
وَلَوْ
شَآءَ
لَهَدَىٰكُمْ
lahadākum
sungguh Dia akan memberi petunjuk kepadamu
أَجْمَعِينَ
Wa ‘alallāhi qaṣdus-sabīli wa minhā jā'ir(un), wa lau syā'a lahadākum ajma‘īn(a).
Allahlah yang menerangkan jalan yang lurus dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar).