← Kembali ke pelajaran
Hari 67 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Ar-Rum · 1
﴿ 1 ﴾

الٓمٓ

الٓمٓ
alif-lam-meem
Alif Lam Mim

Alif lām mīm.

Alif Lām Mīm.

Ar-Rum · 2
﴿ 2 ﴾

غُلِبَتِ ٱلرُّومُ

غُلِبَتِ
ghulibati
Telah dikalahkan
ٱلرُّومُ
l-rūmu
bangsa Romawi

Gulibatir-rūm(u).

Bangsa Romawi telah dikalahkan,

Ar-Rum · 3
﴿ 3 ﴾

فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

فِىٓ
di
أَدْنَى
adnā
yang terdekat
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَهُم
wahum
Tetapi mereka
مِّنۢ
min
dari
بَعْدِ
baʿdi
setelah
غَلَبِهِمْ
ghalabihim
kekalahan mereka
سَيَغْلِبُونَ
sayaghlibūna
akan mengalahkan

Fī adnal-arḍi wa hum mim ba‘di galabihim sayaglibūn(a).

di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang

Ar-Rum · 4
﴿ 4 ﴾

فِى بِضْعِ سِنِينَ‌ۗ لِلَّهِ ٱلْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِنۢ بَعْدُ‌ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ ٱلْمُؤْمِنُونَ

فِى
di dalam
بِضْعِ
biḍ'ʿi
beberapa
سِنِينَ ۗ
sinīna
tahun
لِلَّهِ
lillahi
Bagi Allah
ٱلْأَمْرُ
l-amru
(adalah) perintah
مِن
min
sebelum
قَبْلُ
qablu
sebelumnya
وَمِنۢ
wamin
dan dari
بَعْدُ ۚ
baʿdu
dan setelah
وَيَوْمَئِذٍۢ
wayawma-idhin
Dan pada hari itu
يَفْرَحُ
yafraḥu
akan bergembira
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin

Fī biḍ‘i sinīn(a), lillāhil-amru min qablu wa mim ba‘d(u), wa yauma'iżiy yafraḥul-mu'minūn(a).

dalam beberapa tahun (lagi). Milik Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin

Ar-Rum · 5
﴿ 5 ﴾

بِنَصْرِ ٱللَّهِ‌ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ‌ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

بِنَصْرِ
binaṣri
dengan pertolongan
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
يَنصُرُ
yanṣuru
Dia menolong
مَن
man
siapa
يَشَآءُ ۖ
yashāu
Dia kehendaki
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
Yang Maha Penyayang

Binaṣrillāh(i), yanṣuru may yasyā'(u), wa huwal-‘azīzur-raḥīm(u).

karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Ar-Rum · 6
﴿ 6 ﴾

وَعْدَ ٱللَّهِ‌ۖ لَا يُخْلِفُ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

وَعْدَ
waʿda
Itu adalah Janji
ٱللَّهِ ۖ
l-lahi
Allah
لَا
Tidak
يُخْلِفُ
yukh'lifu
gagal
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
وَعْدَهُۥ
waʿdahu
janji-Nya
وَلَـٰكِنَّ
walākinna
tetapi
أَكْثَرَ
akthara
kebanyakan
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia
لَا
jangan
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui

Wa‘dallāh(i), lā yukhlifullāhu wa‘dahū wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya‘lamūn(a).

(Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Ar-Rum · 7
﴿ 7 ﴾

يَعْلَمُونَ ظَـٰهِرًا مِّنَ ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ ٱلْأَخِرَةِ هُمْ غَـٰفِلُونَ

يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
ظَـٰهِرًۭا
ẓāhiran
yang tampak
مِّنَ
mina
dari
ٱلْحَيَوٰةِ
l-ḥayati
kehidupan
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
dunia
وَهُمْ
wahum
tetapi mereka
عَنِ
ʿani
tentang
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
akhirat
هُمْ
hum
mereka
غَـٰفِلُونَ
ghāfilūna
lalai

Ya‘lamūna ẓāhiram minal-ḥayātid-dun-yā, wa hum ‘anil-ākhirati hum gāfilūn(a).

Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.

Ar-Rum · 8
﴿ 8 ﴾

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُواْ فِىٓ أَنفُسِهِم‌ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى‌ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآىِٕ رَبِّهِمْ لَكَـٰفِرُونَ

أَوَلَمْ
awalam
Tidakkah
يَتَفَكَّرُوا۟
yatafakkarū
mereka merenungkan
فِىٓ
di dalam
أَنفُسِهِم ۗ
anfusihim
diri mereka
مَّا
Tidak
خَلَقَ
khalaqa
Allah menciptakan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
وَمَا
wamā
dan apa
بَيْنَهُمَآ
baynahumā
di antara keduanya
إِلَّا
illā
kecuali
بِٱلْحَقِّ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
وَأَجَلٍۢ
wa-ajalin
dan untuk suatu waktu
مُّسَمًّۭى ۗ
musamman
yang ditentukan
وَإِنَّ
wa-inna
Dan sesungguhnya
كَثِيرًۭا
kathīran
banyak
مِّنَ
mina
dari
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia
بِلِقَآئِ
biliqāi
dalam pertemuan
رَبِّهِمْ
rabbihim
dengan Tuhan mereka
لَكَـٰفِرُونَ
lakāfirūna
sungguh orang-orang kafir

Awalam yatafakkarū fī anfusihim, mā khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musammā(n), wa inna kaṡīram minan-nāsi biliqā'i rabbihim lakāfirūn(a).

Apakah mereka tidak berpikir tentang (kejadian) dirinya? Allah tidak menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, kecuali dengan benar dan waktu yang ditentukan. Sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Ar-Rum · 9
﴿ 9 ﴾

أَوَلَمْ يَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ‌ۚ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُواْ ٱلْأَرْضَ وَعَمَرُوهَآ أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ‌ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

أَوَلَمْ
awalam
Apakah belum
يَسِيرُوا۟
yasīrū
mereka bepergian
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
فَيَنظُرُوا۟
fayanẓurū
dan mengamati
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
كَانَ
kāna
adalah
عَـٰقِبَةُ
ʿāqibatu
akibat
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang
مِن
min
dari mereka
قَبْلِهِمْ ۚ
qablihim
sebelum mereka
كَانُوٓا۟
kānū
Mereka adalah
أَشَدَّ
ashadda
lebih perkasa
مِنْهُمْ
min'hum
daripada mereka
قُوَّةًۭ
quwwatan
kekuatan
وَأَثَارُوا۟
wa-athārū
dan mereka menggali
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
وَعَمَرُوهَآ
waʿamarūhā
dan mereka membangunnya
أَكْثَرَ
akthara
lebih banyak
مِمَّا
mimmā
daripada apa
عَمَرُوهَا
ʿamarūhā
mereka telah membangun (di atasnya)
وَجَآءَتْهُمْ
wajāathum
dan datang kepada mereka
رُسُلُهُم
rusuluhum
utusan-utusan mereka
بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ
bil-bayināti
dengan bukti-bukti yang jelas
فَمَا
famā
maka tidak
كَانَ
kāna
adalah
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
لِيَظْلِمَهُمْ
liyaẓlimahum
untuk menzalimi mereka
وَلَـٰكِن
walākin
tetapi
كَانُوٓا۟
kānū
mereka adalah
أَنفُسَهُمْ
anfusahum
diri mereka
يَظْلِمُونَ
yaẓlimūna
berbuat zalim

Awalam yasīrū fil-arḍi fayanẓurū kaifa kāna ‘āqibatul-lażīna min qablihim, kānū asyadda minhum quwwataw wa aṡārul-arḍa wa ‘amarūhā akṡara mimmā ‘amarūhā wa jā'athum rusuluhum bil-bayyināt(i), famā kānallāhu liyaẓlimahum wa lākin kānū anfusahum yaẓlimūn(a).

Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Para rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Allah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri.

Ar-Rum · 10
﴿ 10 ﴾

ثُمَّ كَانَ عَـٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـــُٔواْ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُواْ بِـَٔـايَـٰتِ ٱللَّهِ وَكَانُواْ بِهَا يَسْتَهْزِءُونَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
كَانَ
kāna
adalah
عَـٰقِبَةَ
ʿāqibata
akhir
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
أَسَـٰٓـُٔوا۟
asāū
berbuat jahat
ٱلسُّوٓأَىٰٓ
l-sūā
kejahatan
أَن
an
karena
كَذَّبُوا۟
kadhabū
mereka mendustakan
بِـَٔايَـٰتِ
biāyāti
ayat-ayat
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَكَانُوا۟
wakānū
dan mereka adalah
بِهَا
bihā
darinya
يَسْتَهْزِءُونَ
yastahziūna
mengolok-olok

Ṡumma kāna ‘āqibatal-lażīna asā'us-sū'ā an każżabū bi'āyātillāhi wa kānū bihā yastahzi'ūn(a).

Kemudian, kesudahan orang-orang yang berbuat jahat adalah (balasan) yang paling buruk karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan selalu memperolok-olokkannya.