Surah At-Tur (QS 52) ini memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Adz-Dzariyat (QS 51), yang sama-sama menekankan keniscayaan Hari Kiamat dan balasan bagi orang beriman serta pendusta. Adz-Dzariyat mengawali dengan sumpah-sumpah terkait fenomena alam dan keberadaan malaikat untuk menegaskan kebenaran hari perhitungan. At-Tur melanjutkan pola ini dengan sumpah-sumpah yang lebih spesifik, seperti Gunung Sinai, Kitab yang tertulis, Baitul Makmur, dan langit yang ditinggikan, yang semuanya berfungsi untuk menguatkan janji azab bagi para pendusta dan pahala bagi orang-orang bertakwa. Sumpah-sumpah ini secara internal dalam At-Tur membangun argumen kuat tentang kekuasaan Allah dan kebenaran wahyu-Nya, yang kemudian mengarah pada penegasan bahwa azab Tuhan pasti terjadi dan tidak ada yang dapat menolaknya.
Hubungan antar ayat dalam Surah At-Tur sangat koheren. Dimulai dengan serangkaian sumpah (ayat 1-6) yang menunjuk pada tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta dan di alam ghaib, sumpah-sumpah ini berfungsi sebagai mukadimah untuk menegaskan kebenaran inti surah: "Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi" (ayat 7). Setelah itu, surah ini memberikan gambaran detail tentang kengerian Hari Kiamat bagi para pendusta (ayat 9-16) dan kontras yang jelas dengan keindahan serta kenikmatan surga bagi orang-orang bertakwa (ayat 17-20). Kontras ini memperkuat pesan moral dan teologis surah, mendorong mukmin untuk merenungkan konsekuensi dari pilihan hidup mereka.