وَالطُّوْرِۙ
Waṭ-ṭūr(i).
Demi gunung (Sinai),
Sumpah demi Bukit Tur; nikmat surga bagi orang bertakwa; kebenaran janji Allah.
Surah At-Tur mengukuhkan dasar-dasar keimanan melalui penegasan keesaan Allah dan kepastian hari kebangkitan serta pembalasan. Ini menantang keraguan kaum musyrik terhadap kenabian Muhammad dan ancaman neraka bagi orang-orang yang mengingkari, sementara menjanjikan surga bagi orang-orang bertakwa yang taat.
Menegaskan kepastian datangnya hari kiamat dan balasan bagi orang beriman serta azab bagi pendusta kebenaran.
Surah At-Tur berpusat pada kepastian datangnya hari kiamat dan kebenaran wahyu Allah. Melalui sumpah-sumpah di awal surah, Allah menegaskan bahwa azab bagi para pendusta pasti terjadi dan tidak ada satu pun kekuatan yang bisa menolaknya.
Selain itu, surah ini menggambarkan dengan sangat indah kenikmatan surga bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka akan berkumpul kembali dengan keluarga dan anak cucu mereka yang beriman, sebuah janji yang menunjukkan kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-hamba-Nya.
Di bagian akhir, Allah membantah tuduhan kaum musyrikin terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran dengan argumen rasional yang tajam. Allah kemudian memerintahkan Nabi untuk bersabar menunggu ketetapan-Nya dan terus bertasbih memuji kebesaran-Nya di setiap waktu.
Surah ini diturunkan di Makkah saat Nabi Muhammad menghadapi penolakan keras dan tuduhan keji dari kaum musyrikin. Allah menurunkannya untuk menguatkan hati Nabi dan para sahabat yang sedang diuji. Surah ini juga berfungsi membantah keraguan kaum kafir tentang hari kebangkitan dengan argumen yang kuat.
Surah At-Tur melanjutkan tema dari surah sebelumnya, Ad-Zariyat, yang juga membahas kepastian rezeki dan hari kiamat. Setelah At-Tur, surah An-Najm hadir untuk lebih menegaskan kebenaran wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Ketiganya saling menguatkan pilar keimanan kepada hari akhir dan kenabian.
Situasi Merasa lelah mendidik anak dalam ketaatan beragama.
Pesan surah Allah berjanji menyatukan keluarga beriman di surga tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Langkah kecil Ajak keluarga salat berjamaah atau membaca Al-Quran bersama hari ini.
Situasi Menghadapi fitnah atau omongan buruk di tempat kerja atau lingkungan.
Pesan surah Bersabarlah menunggu ketetapan Allah dan perbanyaklah bertasbih karena Allah selalu mengawasi kita.
Langkah kecil Ucapkan Subhanallah 33 kali saat merasa kesal atau tertekan.
Situasi Terjebak dalam rutinitas duniawi dan mulai melupakan tujuan akhirat.
Pesan surah Kiamat pasti datang dan dunia ini hanya tempat persinggahan sementara.
Langkah kecil Luangkan waktu 5 menit malam ini untuk merenungkan bekal apa yang sudah disiapkan untuk akhirat.
Surah ini ditutup dengan perintah untuk bersabar dan bertasbih memuji Allah ketika bangun, di waktu malam, dan saat bintang-bintang terbenam. Ini adalah kunci ketenangan hati dalam menghadapi ujian hidup.
Cara praktis Rutinkan membaca zikir pagi dan petang, serta sempatkan bertasbih sejenak sebelum tidur dan setelah bangun tidur.
Hari ini, doakan kebaikan dan keistiqamahan untuk seluruh anggota keluarga Anda agar kelak bisa berkumpul kembali di surga.
وَالطُّوْرِۙ
Waṭ-ṭūr(i).
Demi gunung (Sinai),
وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ
Wa kitābim masṭūr(in).
demi Kitab yang ditulis
فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ
Fī raqqim mansyūr(in).
pada lembaran yang terbuka,
وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ
Wal-baitil-ma‘mūr(i).
demi Baitulmakmur,
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ
Was-saqfil-marfū‘(i).
demi atap yang ditinggikan (langit),
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
Wal-baḥril-masjūr(i).
dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),
اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ
Inna ‘ażāba rabbika lawāqi‘(un).
sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.
مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ
Mā lahū min dāfi‘(in).
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.
يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًاۙ
Yauma tamūrus-samā'u maurā(n).
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya
وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًاۗ
Wa tasīrul-jibālu sairā(n).
dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.
فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Fawailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَۘ
Allażīna hum fī khauḍiy yal‘abūn(a).
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).
يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ
Yauma yuda‘‘ūna ilā nāri jahannama da‘‘ā(n).
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
Hāżihin-nārul-latī kuntum bihā tukażżibūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”
اَفَسِحْرٌ هٰذَآ اَمْ اَنْتُمْ لَا تُبْصِرُوْنَ
Afasiḥrun hāżā am antum lā tubṣirūn(a).
Apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Iṣlauhā faṣbirū au lā taṣbirū, sawā'un ‘alaikum, innamā tujzauna mā kuntum ta‘malūn(a).
Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa na‘īm(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.
فٰكِهِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۚ وَوَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
Fākihīna bimā ātāhum rabbuhum, wa waqāhum rabbuhum ‘ażābal-jaḥīm(i).
Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim.
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
Muttaki'īna ‘alā sururim maṣfūfah(tin), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah.
Telah menceritakan kepadaku [Thalq bin Ghannam] Telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] dia be…
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] Telah menceritakan kepada…
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim]; Telah menceritakan kepada kami [Syababah]; Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz Al Majisyun] dari […
Dalam Surat At-Tur ayat 20, Allah SWT melukiskan puncak ketenangan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa: Muttaqiina 'alaa sururin mashfuufah, mereka bersandar…
Dalam Surat At-Tur ayat 19, Allah SWT melukiskan puncak kebahagiaan penduduk surga dengan firman-Nya: Kuluu wasyrabuu hanii-an bimaa kuntum ta’maluun (Makan…
Dalam Surat At-Tur ayat 18, Allah SWT menggambarkan puncak ketenangan bagi penduduk surga dengan lafaz fakihiina bima aataahum rabbuhum. Ayat ini merupakan b…