← Al-Quran
52 · Makkiyyah

At-Tur

الطور

Bukit Tursina · 49 ayat

Tulisan Arab:
Maqasid Surah At-Tur الطور
Bukit Tursina · Makkiyyah · 49 ayat

Tema sentral

Surah At-Tur mengukuhkan dasar-dasar keimanan melalui penegasan keesaan Allah dan kepastian hari kebangkitan serta pembalasan. Ini menantang keraguan kaum musyrik terhadap kenabian Muhammad dan ancaman neraka bagi orang-orang yang mengingkari, sementara menjanjikan surga bagi orang-orang bertakwa yang taat.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menegaskan kebenaran kenabian Muhammad dan risalahnya kepada seluruh umat manusia.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, At-Tur

Menegaskan kepastian datangnya hari kiamat dan balasan bagi orang beriman serta azab bagi pendusta kebenaran.

Tema Sentral

Surah At-Tur berpusat pada kepastian datangnya hari kiamat dan kebenaran wahyu Allah. Melalui sumpah-sumpah di awal surah, Allah menegaskan bahwa azab bagi para pendusta pasti terjadi dan tidak ada satu pun kekuatan yang bisa menolaknya.

Selain itu, surah ini menggambarkan dengan sangat indah kenikmatan surga bagi orang-orang yang bertakwa. Mereka akan berkumpul kembali dengan keluarga dan anak cucu mereka yang beriman, sebuah janji yang menunjukkan kasih sayang Allah yang luar biasa kepada hamba-hamba-Nya.

Di bagian akhir, Allah membantah tuduhan kaum musyrikin terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran dengan argumen rasional yang tajam. Allah kemudian memerintahkan Nabi untuk bersabar menunggu ketetapan-Nya dan terus bertasbih memuji kebesaran-Nya di setiap waktu.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat Nabi Muhammad menghadapi penolakan keras dan tuduhan keji dari kaum musyrikin. Allah menurunkannya untuk menguatkan hati Nabi dan para sahabat yang sedang diuji. Surah ini juga berfungsi membantah keraguan kaum kafir tentang hari kebangkitan dengan argumen yang kuat.

Tujuan / Maqasid (5)
  • Menegaskan kepastian datangnya hari kiamat dan azab yang tidak bisa dihindari oleh para pendusta.
  • Menggambarkan kenikmatan surga dan reuni keluarga beriman sebagai motivasi untuk terus beramal saleh.
  • Membantah berbagai tuduhan tidak berdasar dari kaum musyrikin terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran.
  • Mengajak manusia untuk menggunakan akal sehat dalam merenungkan penciptaan alam semesta dan keesaan Allah.
  • Memerintahkan Rasulullah dan orang beriman untuk bersabar menghadapi ujian dan memperbanyak tasbih.
Hikmah Utama (4)
  • Keyakinan pada hari kiamat membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak dan tidak mudah tergiur kenikmatan dunia yang fana.
  • Membangun keluarga yang beriman di dunia adalah investasi terbaik, karena Allah berjanji akan mengumpulkan mereka kembali di surga.
  • Menghadapi tuduhan dan fitnah dengan kesabaran serta memperbanyak zikir akan membawa ketenangan batin.
  • Menggunakan akal untuk merenungkan kebesaran Allah akan memperkuat tauhid dan menjauhkan kita dari kesombongan.
Munasabah

Surah At-Tur melanjutkan tema dari surah sebelumnya, Ad-Zariyat, yang juga membahas kepastian rezeki dan hari kiamat. Setelah At-Tur, surah An-Najm hadir untuk lebih menegaskan kebenaran wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Ketiganya saling menguatkan pilar keimanan kepada hari akhir dan kenabian.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa lelah mendidik anak dalam ketaatan beragama.

    Pesan surah Allah berjanji menyatukan keluarga beriman di surga tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

    Langkah kecil Ajak keluarga salat berjamaah atau membaca Al-Quran bersama hari ini.

  • Situasi Menghadapi fitnah atau omongan buruk di tempat kerja atau lingkungan.

    Pesan surah Bersabarlah menunggu ketetapan Allah dan perbanyaklah bertasbih karena Allah selalu mengawasi kita.

    Langkah kecil Ucapkan Subhanallah 33 kali saat merasa kesal atau tertekan.

  • Situasi Terjebak dalam rutinitas duniawi dan mulai melupakan tujuan akhirat.

    Pesan surah Kiamat pasti datang dan dunia ini hanya tempat persinggahan sementara.

    Langkah kecil Luangkan waktu 5 menit malam ini untuk merenungkan bekal apa yang sudah disiapkan untuk akhirat.

Amalan dari Maqasid

Tasbih di Waktu Malam dan Fajar

Surah ini ditutup dengan perintah untuk bersabar dan bertasbih memuji Allah ketika bangun, di waktu malam, dan saat bintang-bintang terbenam. Ini adalah kunci ketenangan hati dalam menghadapi ujian hidup.

Cara praktis Rutinkan membaca zikir pagi dan petang, serta sempatkan bertasbih sejenak sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, doakan kebaikan dan keistiqamahan untuk seluruh anggota keluarga Anda agar kelak bisa berkumpul kembali di surga.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 7 Ayat ini menjadi inti peringatan surah tentang kepastian datangnya azab dan hari kiamat.
  • Ayat 21 Memberikan harapan besar tentang reuni keluarga yang beriman di surga berkat rahmat Allah.
  • Ayat 48 Menghibur hati yang lelah dengan kepastian bahwa Allah selalu mengawasi dan menjaga hamba-Nya yang bersabar.

Pelajaran Tadabbur untuk At-Tur

9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.

ﷺ Hadits yang menggemakan tema Surat At-Tur

Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.

✦ Refleksi tadabbur populer di Surat At-Tur

Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


Warna Tajwid

Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.

✓ Warna aktif

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

At-Tur · 1
﴿ 1 ﴾

وَٱلطُّورِ

Waṭ-ṭūr(i).

Demi gunung (Sinai),

At-Tur · 2
﴿ 2 ﴾

وَكِتَـٰبٍ مَّسْطُورٍ

Wa kitābim masṭūr(in).

demi Kitab yang ditulis

At-Tur · 3
﴿ 3 ﴾

فِى رَقٍّ مَّنشُورٍ

Fī raqqim mansyūr(in).

pada lembaran yang terbuka,

At-Tur · 4
﴿ 4 ﴾

وَٱلْبَيْتِ ٱلْمَعْمُورِ

Wal-baitil-ma‘mūr(i).

demi Baitulmakmur,

At-Tur · 5
﴿ 5 ﴾

وَٱلسَّقْفِ ٱلْمَرْفُوعِ

Was-saqfil-marfū‘(i).

demi atap yang ditinggikan (langit),

At-Tur · 6
﴿ 6 ﴾

وَٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ

Wal-baḥril-masjūr(i).

dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),

At-Tur · 7
﴿ 7 ﴾

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٲقِعٌ

Inna ‘ażāba rabbika lawāqi‘(un).

sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.

At-Tur · 8
﴿ 8 ﴾

مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٍ

Mā lahū min dāfi‘(in).

Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.

At-Tur · 9
﴿ 9 ﴾

يَوْمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوْرًا

Yauma tamūrus-samā'u maurā(n).

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya

At-Tur · 10
﴿ 10 ﴾

وَتَسِيرُ ٱلْجِبَالُ سَيْرًا

Wa tasīrul-jibālu sairā(n).

dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.

At-Tur · 11
﴿ 11 ﴾

فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

Fawailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,

At-Tur · 12
﴿ 12 ﴾

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى خَوْضٍ يَلْعَبُونَ

Allażīna hum fī khauḍiy yal‘abūn(a).

(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).

At-Tur · 13
﴿ 13 ﴾

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا

Yauma yuda‘‘ūna ilā nāri jahannama da‘‘ā(n).

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

At-Tur · 14
﴿ 14 ﴾

هَـٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِى كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ

Hāżihin-nārul-latī kuntum bihā tukażżibūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”

At-Tur · 15
﴿ 15 ﴾

أَفَسِحْرٌ هَـٰذَآ أَمْ أَنتُمْ لَا تُبْصِرُونَ

Afasiḥrun hāżā am antum lā tubṣirūn(a).

Apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

At-Tur · 16
﴿ 16 ﴾

ٱصْلَوْهَا فَٱصْبِرُوٓاْ أَوْ لَا تَصْبِرُواْ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ‌ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Iṣlauhā faṣbirū au lā taṣbirū, sawā'un ‘alaikum, innamā tujzauna mā kuntum ta‘malūn(a).

Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

At-Tur · 17
﴿ 17 ﴾

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ وَنَعِيمٍ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

At-Tur · 18
﴿ 18 ﴾

فَـٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَـٰهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَـٰهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ ٱلْجَحِيمِ

Fākihīna bimā ātāhum rabbuhum, wa waqāhum rabbuhum ‘ażābal-jaḥīm(i).

Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim.

At-Tur · 19
﴿ 19 ﴾

كُلُواْ وَٱشْرَبُواْ هَنِيٓـــَٔۢا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a).

(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”

At-Tur · 20
﴿ 20 ﴾

مُتَّكِــِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ‌ۖ وَزَوَّجْنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ

Muttaki'īna ‘alā sururim maṣfūfah(tin), wa zawwajnāhum biḥūrin ‘īn(in).

Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah.

At-Tur · 21
﴿ 21 ﴾

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَـٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَـٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ‌ۚ كُلُّ ٱمْرِىِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Wal-lażīna āmanū wattaba‘athum żurriyyatuhum bi'īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min ‘amalihim min syai'(in), kullumri'im bimā kasaba rahīn(un).

Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

At-Tur · 22
﴿ 22 ﴾

وَأَمْدَدْنَـٰهُم بِفَـٰكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

Wa amdadnāhum bifākihatiw wa laḥmim mimmā yasytahūn(a).

Kami menganugerahkan kepada mereka tambahan (kenikmatan) berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.

At-Tur · 23
﴿ 23 ﴾

يَتَنَـٰزَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ

Yatanāza‘ūna fīhā ka'sal lā lagwun fīhā wa lā ta'ṡīm(un).

Di dalam (surga) itu mereka saling mengulurkan gelas (yang isinya) tidak (menimbulkan) ucapan atau sikap yang tidak berfaedah dan tidak pula (menimbulkan) perbuatan dosa.

At-Tur · 24
﴿ 24 ﴾

۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُونٌ

Wa yaṭūfu ‘alaihim gilmānul lahum ka'annahum lu'lu'um maknūn(un).

Di sekitar mereka ada anak-anak muda belia berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan (anak muda belia) itu bagaikan mutiara yang tersimpan.

At-Tur · 25
﴿ 25 ﴾

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ

Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertegur sapa.

At-Tur · 26
﴿ 26 ﴾

قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

Qālū innā kunnā qablu fī ahlinā musyfiqīn(a).

Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, adalah orang yang takut (ditimpa azab Allah).

At-Tur · 27
﴿ 27 ﴾

فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَـٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ

Fa mannallāhu ‘alainā wa waqānā ‘ażābas-samūm(i).

Allah menganugerahkan karunia kepada kami dan menjaga kami dari azab neraka.

At-Tur · 28
﴿ 28 ﴾

إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ‌ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ

Innā kunnā min qablu nad‘ūh(u), innahū huwal-barrur-raḥīm(u).

Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Luas kebajikan-Nya lagi Maha Penyayang.”

At-Tur · 29
﴿ 29 ﴾

فَذَكِّرْ فَمَآ أَنتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ

Fa żakkir famā anta bini‘mati rabbika bikāhiniw wa lā majnūn(in).

(Wahai Nabi Muhammad,) teruslah menyampaikan peringatan karena berkat nikmat Tuhanmulah, engkau bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila!

At-Tur · 30
﴿ 30 ﴾

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيْبَ ٱلْمَنُونِ

Am yaqūlūna syā‘irin natarabbaṣu bihī raibal-manūn(i).

Bahkan, mereka (orang musyrik Makkah) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”

At-Tur · 31
﴿ 31 ﴾

قُلْ تَرَبَّصُواْ فَإِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُتَرَبِّصِينَ

Qul tarabbaṣū fa innī ma‘akum minal-mutarabbiṣīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersamamu.”

At-Tur · 32
﴿ 32 ﴾

أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَـٰمُهُم بِهَـٰذَآ‌ۚ أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

Am ta'muruhum aḥlāmuhum bihāżā am hum qaumun ṭāgūn(a).

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini atau apakah mereka kaum yang melampaui batas?

At-Tur · 33
﴿ 33 ﴾

أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥ‌ۚ بَل لَّا يُؤْمِنُونَ

Am yaqūlūna taqawwalah(ū), bal lā yu'minūn(a).

Bahkan, apakah mereka (juga) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) mereka-rekanya?” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.

At-Tur · 34
﴿ 34 ﴾

فَلْيَأْتُواْ بِحَدِيثٍ مِّثْلِهِۦٓ إِن كَانُواْ صَـٰدِقِينَ

Falya'tū biḥadīṡim miṡlihī in kānū ṣādiqīn(a).

Cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang benar.

At-Tur · 35
﴿ 35 ﴾

أَمْ خُلِقُواْ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ أَمْ هُمُ ٱلْخَـٰلِقُونَ

Am khuliqū min gairi syai'in am humul-khāliqūn(a).

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?

At-Tur · 36
﴿ 36 ﴾

أَمْ خَلَقُواْ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ‌ۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ

Am khalaqus-samāwāti wal-arḍ(a), bal lā yūqinūn(a).

Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

At-Tur · 37
﴿ 37 ﴾

أَمْ عِندَهُمْ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ ٱلْمُصَۣيْطِرُونَ

Am ‘indahum khazā'inu rabbika am humul-musaiṭirūn(a).

Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?

At-Tur · 38
﴿ 38 ﴾

أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ‌ۖ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُم بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ

Am lahum sullamuy yastami‘ūna fīh(i), falya'ti mustami‘uhum bisulṭānim mubīn(in).

Apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.

At-Tur · 39
﴿ 39 ﴾

أَمْ لَهُ ٱلْبَنَـٰتُ وَلَكُمُ ٱلْبَنُونَ

Am lahul-banātu wa lakumul-banūn(a).

Apakah (pantas) bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?

At-Tur · 40
﴿ 40 ﴾

أَمْ تَسْــَٔلُهُمْ أَجْرًا فَهُم مِّن مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُونَ

Am tas'aluhum ajran fahum mim magramim muṡqalūn(a).

Apakah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

At-Tur · 41
﴿ 41 ﴾

أَمْ عِندَهُمُ ٱلْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

Am ‘indahumul-gaibu fahum yaktubūn(a).

Apakah mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib, lalu mereka menuliskannya?

At-Tur · 42
﴿ 42 ﴾

أَمْ يُرِيدُونَ كَيْدًا‌ۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلْمَكِيدُونَ

Am yurīdūna kaidā(n), fal-lażīna kafarū humul-makīdūn(a).

Apakah mereka hendak melakukan tipu daya? Justru orang-orang yang kufur itulah yang terkena tipu daya.

At-Tur · 43
﴿ 43 ﴾

أَمْ لَهُمْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ‌ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Am lahum ilāhun gairullāh(i), subḥānallāhi ‘ammā yusyrikūn(a).

Apakah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

At-Tur · 44
﴿ 44 ﴾

وَإِن يَرَوْاْ كِسْفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطًا يَقُولُواْ سَحَابٌ مَّرْكُومٌ

Wa iy yarau kisfam minas-samā'i sāqiṭay yaqūlū saḥābum markūm(un).

Jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk (yang akan menurunkan hujan).”

At-Tur · 45
﴿ 45 ﴾

فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَـٰقُواْ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى فِيهِ يُصْعَقُونَ

Fażarhum ḥattā yulāqū yaumahumul-lażī fīhi yuṣ‘aqūn(a).

Biarkanlah mereka (dalam kesesatan) hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,

At-Tur · 46
﴿ 46 ﴾

يَوْمَ لَا يُغْنِى عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْــًٔا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

Yauma lā yugnī ‘anhum kaiduhum syai'aw wa lā hum yunṣarūn(a).

(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.

At-Tur · 47
﴿ 47 ﴾

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ عَذَابًا دُونَ ذَٲلِكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Wa inna lil-lażīna ẓalamū ‘ażāban dūna żālika wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn(a).

Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

At-Tur · 48
﴿ 48 ﴾

وَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا‌ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

Waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi'a‘yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqūm(u).

Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun!

At-Tur · 49
﴿ 49 ﴾

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَـٰرَ ٱلنُّجُومِ

Wa minal-laili fa sabbiḥhu wa idbāran-nujūm(i).

Bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar).