← Kembali ke pelajaran
Hari 93 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Waqi'ah · 1
﴿ 1 ﴾

إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ

إِذَا
idhā
Apabila
وَقَعَتِ
waqaʿati
terjadi
ٱلْوَاقِعَةُ
l-wāqiʿatu
Peristiwa

Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).

Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),

Al-Waqi'ah · 2
﴿ 2 ﴾

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ

لَيْسَ
laysa
Bukan
لِوَقْعَتِهَا
liwaqʿatihā
pada kejadiannya
كَاذِبَةٌ
kādhibatun
suatu dusta

Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).

tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.

Al-Waqi'ah · 3
﴿ 3 ﴾

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

خَافِضَةٌۭ
khāfiḍatun
Merendahkan
رَّافِعَةٌ
rāfiʿatun
mengangkat

Khāfiḍatur rāfi‘ah(tun).

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

Al-Waqi'ah · 4
﴿ 4 ﴾

إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّا

إِذَا
idhā
Apabila
رُجَّتِ
rujjati
akan diguncang
ٱلْأَرْضُ
l-arḍu
bumi
رَجًّۭا
rajjan
dengan guncangan

Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n).

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya

Al-Waqi'ah · 5
﴿ 5 ﴾

وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا

وَبُسَّتِ
wabussati
Dan akan dihancurkan
ٱلْجِبَالُ
l-jibālu
gunung-gunung
بَسًّۭا
bassan
dengan kehancuran

Wa bussatil-jibālu bassā(n).

dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,

Al-Waqi'ah · 6
﴿ 6 ﴾

فَكَانَتْ هَبَآءً مُّنۢبَثًّا

فَكَانَتْ
fakānat
maka mereka menjadi
هَبَآءًۭ
habāan
partikel debu
مُّنۢبَثًّۭا
munbathan
menyebar

Fa kānat habā'am mumbaṡṡā(n).

jadilah ia debu yang beterbangan.

Al-Waqi'ah · 7
﴿ 7 ﴾

وَكُنتُمْ أَزْوَٲجًا ثَلَـٰثَةً

وَكُنتُمْ
wakuntum
Dan kalian akan menjadi
أَزْوَٰجًۭا
azwājan
jenis
ثَلَـٰثَةًۭ
thalāthatan
tiga

Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).

Kamu menjadi tiga golongan,

Al-Waqi'ah · 8
﴿ 8 ﴾

فَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ

فَأَصْحَـٰبُ
fa-aṣḥābu
Maka para sahabat
ٱلْمَيْمَنَةِ
l-maymanati
kanan
مَآ
apa
أَصْحَـٰبُ
aṣḥābu
adalah penghuni
ٱلْمَيْمَنَةِ
l-maymanati
kanan

Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).

yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu

Al-Waqi'ah · 9
﴿ 9 ﴾

وَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْــَٔمَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْــَٔمَةِ

وَأَصْحَـٰبُ
wa-aṣḥābu
Dan para sahabat
ٱلْمَشْـَٔمَةِ
l-mashamati
kiri
مَآ
apa
أَصْحَـٰبُ
aṣḥābu
adalah penghuni
ٱلْمَشْـَٔمَةِ
l-mashamati
kiri

Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).

dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Al-Waqi'ah · 10
﴿ 10 ﴾

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلسَّـٰبِقُونَ

وَٱلسَّـٰبِقُونَ
wal-sābiqūna
Dan orang-orang yang terdepan
ٱلسَّـٰبِقُونَ
l-sābiqūna
adalah yang terdepan

Was-sābiqūnas-sābiqūn(a).

Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

Al-Waqi'ah · 11
﴿ 11 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلْمُقَرَّبُونَ

أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
ٱلْمُقَرَّبُونَ
l-muqarabūna
adalah yang terdekat

Ulā'ikal-muqarrabūn(a).

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Waqi'ah · 12
﴿ 12 ﴾

فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

فِى
di
جَنَّـٰتِ
jannāti
Surga
ٱلنَّعِيمِ
l-naʿīmi
kenikmatan

Fī jannātin-na‘īm(i).

(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.

Al-Waqi'ah · 13
﴿ 13 ﴾

ثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ

ثُلَّةٌۭ
thullatun
Segolongan
مِّنَ
mina
dari
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang terdahulu

Ṡullatum minal-awwalīn(a).

(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

Al-Waqi'ah · 14
﴿ 14 ﴾

وَقَلِيلٌ مِّنَ ٱلْأَخِرِينَ

وَقَلِيلٌۭ
waqalīlun
dan sedikit
مِّنَ
mina
dari
ٱلْـَٔاخِرِينَ
l-ākhirīna
orang-orang yang kemudian

Wa qalīlum minal-ākhirīn(a).

dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.

Al-Waqi'ah · 15
﴿ 15 ﴾

عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ

عَلَىٰ
ʿalā
Di
سُرُرٍۢ
sururin
singgasana
مَّوْضُونَةٍۢ
mawḍūnatin
teranyam

‘Alā sururim mauḍūnah(tin).

(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata

Al-Waqi'ah · 16
﴿ 16 ﴾

مُّتَّكِــِٔينَ عَلَيْهَا مُتَقَـٰبِلِينَ

مُّتَّكِـِٔينَ
muttakiīna
bersandar
عَلَيْهَا
ʿalayhā
atas mereka
مُتَقَـٰبِلِينَ
mutaqābilīna
saling berhadapan

Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).

seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.

Al-Waqi'ah · 17
﴿ 17 ﴾

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٲنٌ مُّخَلَّدُونَ

يَطُوفُ
yaṭūfu
akan berkeliling
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
di antara mereka
وِلْدَٰنٌۭ
wil'dānun
anak-anak lelaki
مُّخَلَّدُونَ
mukhalladūna
kekal

Yaṭūfu ‘alaihim wildānum mukhalladūn(a).

Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda

Al-Waqi'ah · 18
﴿ 18 ﴾

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ

بِأَكْوَابٍۢ
bi-akwābin
Dengan bejana
وَأَبَارِيقَ
wa-abārīqa
dan kendi
وَكَأْسٍۢ
wakasin
dan sebuah cawan
مِّن
min
dari
مَّعِينٍۢ
maʿīnin
aliran yang mengalir

Bi'akwābiw wa abārīq(a), wa ka'sim mim ma‘īn(in).

dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.

Al-Waqi'ah · 19
﴿ 19 ﴾

لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ

لَّا
Tidak
يُصَدَّعُونَ
yuṣaddaʿūna
mereka akan sakit kepala
عَنْهَا
ʿanhā
darinya
وَلَا
walā
dan tidak
يُنزِفُونَ
yunzifūna
mereka akan mabuk

Lā yuṣadda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn(a).

Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

Al-Waqi'ah · 20
﴿ 20 ﴾

وَفَـٰكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ

وَفَـٰكِهَةٍۢ
wafākihatin
Dan buah-buahan
مِّمَّا
mimmā
dari apa
يَتَخَيَّرُونَ
yatakhayyarūna
mereka memilih

Wa fākihatim mimmā yatakhayyarūn(a).

(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih

Al-Waqi'ah · 21
﴿ 21 ﴾

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

وَلَحْمِ
walaḥmi
Dan daging
طَيْرٍۢ
ṭayrin
burung-burung
مِّمَّا
mimmā
dari apa
يَشْتَهُونَ
yashtahūna
mereka inginkan

Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahūn(a).

dan daging burung yang mereka sukai.

Al-Waqi'ah · 22
﴿ 22 ﴾

وَحُورٌ عِينٌ

وَحُورٌ
waḥūrun
dan bidadari
عِينٌۭ
ʿīnun
bermata lebar

Wa ḥūrun ‘īn(un).

Ada bidadari yang bermata indah

Al-Waqi'ah · 23
﴿ 23 ﴾

كَأَمْثَـٰلِ ٱللُّؤْلُوِٕ ٱلْمَكْنُونِ

كَأَمْثَـٰلِ
ka-amthāli
seperti
ٱللُّؤْلُؤِ
l-lu'lu-i
mutiara
ٱلْمَكْنُونِ
l-maknūni
terlindungi dengan baik

Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn(i).

laksana mutiara yang tersimpan dengan baik

Al-Waqi'ah · 24
﴿ 24 ﴾

جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

جَزَآءًۢ
jazāan
Sebuah balasan
بِمَا
bimā
atas apa yang
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka melakukan

Jazā'am bimā kānū ya‘malūn(a).

sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.

Al-Waqi'ah · 25
﴿ 25 ﴾

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

لَا
Tidak
يَسْمَعُونَ
yasmaʿūna
mereka akan mendengar
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
لَغْوًۭا
laghwan
perkataan sia-sia
وَلَا
walā
dan tidak
تَأْثِيمًا
tathīman
perkataan dosa

Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā(n).

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,

Al-Waqi'ah · 26
﴿ 26 ﴾

إِلَّا قِيلاً سَلَـٰمًا سَلَـٰمًا

إِلَّا
illā
kecuali
قِيلًۭا
qīlan
ucapan
سَلَـٰمًۭا
salāman
kedamaian
سَلَـٰمًۭا
salāman
kedamaian

Illā qīlan salāman salāmā(n).

kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”