أَلْهَـٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ
Alhākumut-takāṡur(u).
Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
التكاثر
Bermegah-Megahan · 8 ayat
Surah At-Takasur memperingatkan manusia tentang bahaya terbuai oleh perlombaan mengumpulkan harta dan keturunan, yang melalaikan mereka dari tujuan hidup hakiki dan persiapan akhirat. Fokus utamanya adalah mengecam kesombongan dan kebanggaan duniawi yang membutakan hati, serta mendorong refleksi tentang kematian dan hisab di kemudian hari.
Peringatan keras tentang bahaya terlena oleh persaingan mengumpulkan harta dunia hingga maut menjemput.
Surah ini menyoroti tabiat manusia yang sering kali terjebak dalam perlombaan mengumpulkan harta, kekuasaan, dan status sosial. Kesibukan bermegah-megahan ini membuat mereka lalai dari tujuan utama penciptaan, yaitu beribadah kepada Allah dan mempersiapkan bekal akhirat.
Allah menegaskan bahwa kelalaian ini baru akan disadari ketika manusia sudah masuk ke liang lahad. Di akhirat kelak, setiap nikmat yang dibanggakan di dunia, mulai dari waktu luang, kesehatan, hingga harta benda, akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat rinci.
Surah ini diturunkan di Makkah untuk menegur kebiasaan masyarakat Arab Jahiliah yang suka membanggakan nasab, harta, dan jumlah kabilah mereka. Persaingan ini bahkan membuat mereka menghitung jumlah orang mati di kuburan untuk membuktikan siapa yang lebih hebat. Pesan ini sangat relevan untuk menyadarkan umat dari ilusi materialisme.
Surah sebelumnya, Al-Qari'ah, menggambarkan dahsyatnya hari kiamat dan timbangan amal. Surah At-Takasur kemudian menjelaskan penyebab utama timbangan kebaikan manusia menjadi ringan, yaitu kelalaian akibat mengejar dunia. Setelah itu, surah Al-'Asr memberikan solusi agar manusia tidak merugi, yaitu dengan iman, amal saleh, dan saling menasihati.
Situasi Terlalu sibuk bekerja lembur setiap hari demi membeli barang-barang mewah hingga menunda waktu salat.
Pesan surah Mengejar dunia tidak akan ada habisnya dan bisa melalaikan kita dari kewajiban utama kepada Allah.
Langkah kecil Pasang alarm salat dan hentikan pekerjaan sejenak ketika azan berkumandang.
Situasi Merasa iri melihat pencapaian finansial atau gaya hidup teman di media sosial.
Pesan surah Berbangga-bangga dengan status dan harta adalah ilusi yang menipu dan berujung pada hisab yang berat.
Langkah kecil Batasi waktu penggunaan media sosial hari ini dan syukuri tiga hal kecil yang Anda miliki.
Situasi Menggunakan waktu luang dan kesehatan hanya untuk hiburan tanpa henti.
Pesan surah Nikmat waktu dan kesehatan adalah bagian dari hal yang akan ditanyakan secara rinci di akhirat.
Langkah kecil Luangkan waktu 15 menit hari ini untuk membaca Al-Quran atau buku agama.
Surah ini mengingatkan bahwa setiap nikmat akan dihisab. Dengan menyadari hal ini, kita diajak untuk proaktif mengevaluasi bagaimana kita menggunakan fasilitas hidup yang Allah berikan.
Cara praktis Sebelum tidur, tuliskan satu nikmat besar yang Anda gunakan hari ini dan pastikan itu tidak digunakan untuk kemaksiatan.
Hari ini, sedekahkan sebagian harta atau barang yang Anda miliki untuk memutus rasa cinta berlebihan pada dunia.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِلَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ و…
Telah menceritakan kepada kami [Utsman] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Alqamah], [Abdullah] mengatakan; "Allah melaknat orang yang mentato dan orang yang me…
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ الْمَاجِشُونُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَل…
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim]; Telah menceritakan kepada kami [Syababah]; Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz Al Majisyun] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu 'Umar] dia …
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي ا…
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] dia berkata; saya bacakan di hadapan [Malik]; dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meminu…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Surat At-Takasur ayat 8 menutup peringatan Allah dengan sebuah kepastian yang menggetarkan jiwa, "Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan." Ayat ini menyoroti…
Dalam Surat At-Takasur ayat 7, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dengan penegasan yang menggetarkan: "Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin ('aynal-yaqīn)." Ayat ini…
Surat At-Takasur mengingatkan manusia akan kelalaian yang lahir dari ambisi bermegah-megahan. Pada ayat ke-6, peringatan itu memuncak dengan penegasan yang menggetarkan: Latarawunnal-jahiim (Pasti…
Di dalam Surat At-Takasur ayat 5, Allah menegur keras kelalaian manusia: Kalla law ta'lamuna 'ilmal yaqin (Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti). Ayat ini hadir sebagai peringa…
Dalam Surat At-Takasur ayat 4, Allah berfirman secara tegas, Tsumma kallaa saufa ta'lamuun (Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui). Ayat ini bukan sekadar pengulangan dari ayat seb…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
أَلْهَـٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ
Alhākumut-takāṡur(u).
Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ
Ḥattā zurtumul-maqābir(a).
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Kallā saufa ta‘lamūn(a).
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Ṡumma kallā saufa ta‘lamūn(a).
Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ
Kallā lau ta‘lamūna ‘ilmal-yaqīn(i).
Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya).
لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ
Latarawunnal-jaḥīm(a).
Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim.
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ
Ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn(i).
Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin.
ثُمَّ لَتُسْــَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ
Ṡumma latus'alunna yauma'iżin ‘anin-na‘īm(i).
Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).