قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَـٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ
قَدْ
سَمِعَ
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah mendengar
قَوْلَ
ٱلَّتِى
تُجَـٰدِلُكَ
فِى
زَوْجِهَا
وَتَشْتَكِىٓ
watashtakī
dan dia mengadu
إِلَى
ٱللَّهِ
وَٱللَّهُ
يَسْمَعُ
تَحَاوُرَكُمَآ ۚ
taḥāwurakumā
(adalah) dialog kalian berdua
إِنَّ
ٱللَّهَ
سَمِيعٌۢ
بَصِيرٌ
Qad sami‘allāhu qaulal-latī tujādiluka fī zaujihā wa tasytakī ilallāh(i), wallāhu yasma‘u taḥāwurakumā, innallāha samī‘um baṣīr(un).
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang suaminya dan mengadukan kepada Allah, padahal Allah mendengar percakapan kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
ٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَـٰتِهِمْۖ إِنْ أُمَّهَـٰتُهُمْ إِلَّا ٱلَّــٰٓــِٔى وَلَدْنَهُمْۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًا مِّنَ ٱلْقَوْلِ وَزُورًاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يُظَـٰهِرُونَ
مِنكُم
مِّن
نِّسَآئِهِم
nisāihim
kepada istri-istri mereka
مَّا
هُنَّ
أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ
ummahātihim
(adalah) ibu-ibu mereka
إِنْ
أُمَّهَـٰتُهُمْ
ummahātuhum
adalah ibu-ibu mereka
إِلَّا
ٱلَّـٰٓـِٔى
وَلَدْنَهُمْ ۚ
waladnahum
melahirkan mereka
وَإِنَّهُمْ
wa-innahum
Dan sesungguhnya, mereka
لَيَقُولُونَ
layaqūlūna
sungguh berkata
مُنكَرًۭا
مِّنَ
ٱلْقَوْلِ
وَزُورًۭا ۚ
وَإِنَّ
wa-inna
tetapi sesungguhnya
ٱللَّهَ
لَعَفُوٌّ
laʿafuwwun
sungguh Maha Pemaaf
غَفُورٌۭ
Allażīna yuẓāhirūna minkum min nisā'ihim mā hunna ummahātihim, in ummahātuhum illal-lā'ī waladnahum, wa innahum layaqūlūna munkaram minal-qauli wa zūrā(n), wa innallāha la‘afuwwun gafūr(un).
Orang-orang yang menzihar istrinya (menganggapnya sebagai ibu) di antara kamu, istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah perempuan yang melahirkannya. Sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
وَٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُواْ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّاۚ ذَٲلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
يُظَـٰهِرُونَ
مِن
نِّسَآئِهِمْ
nisāihim
kepada istri-istri mereka
ثُمَّ
يَعُودُونَ
لِمَا
قَالُوا۟
فَتَحْرِيرُ
fataḥrīru
maka membebaskan
رَقَبَةٍۢ
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَتَمَآسَّا ۚ
yatamāssā
mereka saling menyentuh
ذَٰلِكُمْ
تُوعَظُونَ
بِهِۦ ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
خَبِيرٌۭ
Wal-lażīna yuẓāhirūna min nisā'ihim ṡumma ya‘ūdūna limā qālū fa taḥrīru raqabatim min qabli ay yatamāssā, żālikum tū‘aẓūna bih(ī), wallāhu bimā ta‘malūna khabīr(un).
Orang-orang yang menzihar istrinya kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan wajibmemerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu berhubungan badan. Demikianlah yang diajarkan kepadamu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّاۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًاۚ ذَٲلِكَ لِتُؤْمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
فَمَن
لَّمْ
يَجِدْ
فَصِيَامُ
شَهْرَيْنِ
مُتَتَابِعَيْنِ
mutatābiʿayni
berturut-turut
مِن
قَبْلِ
أَن
يَتَمَآسَّا ۖ
yatamāssā
keduanya saling bersentuhan
فَمَن
faman
Tetapi barang siapa
لَّمْ
يَسْتَطِعْ
فَإِطْعَامُ
fa-iṭ'ʿāmu
maka memberi makan
سِتِّينَ
مِسْكِينًۭا ۚ
ذَٰلِكَ
لِتُؤْمِنُوا۟
litu'minū
agar kamu beriman
بِٱللَّهِ
وَرَسُولِهِۦ ۚ
وَتِلْكَ
watil'ka
menyibukkan kami
حُدُودُ
ḥudūdu
adalah batas-batas
ٱللَّهِ ۗ
وَلِلْكَـٰفِرِينَ
walil'kāfirīna
dan bagi orang-orang kafir
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
Famal lam yajid faṣiyāmu syahraini mutatābi‘aini min qabli ay yatamāssā, famal lam yastaṭi‘ fa iṭ‘āmu sittīna miskīnā(n), żālika litu'minū billāhi wa rasūlih(ī), wa tilka ḥudūdullāh(i), wa lil-kāfirīna ‘ażābun alīm(un).
Siapa yang tidak mendapatkan (hamba sahaya) wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya berhubungan badan. Akan tetapi, siapa yang tidak mampu, (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah ketentuan-ketentuan Allah. Orang-orang kafir mendapat azab yang pedih.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْۚ وَقَدْ أَنزَلْنَآ ءَايَـٰتِۭ بَيِّنَـٰتٍۚ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يُحَآدُّونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
كُبِتُوا۟
كَمَا
كُبِتَ
kubita
mereka dipermalukan
ٱلَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ ۚ
وَقَدْ
أَنزَلْنَآ
anzalnā
Kami telah menurunkan
ءَايَـٰتٍۭ
بَيِّنَـٰتٍۢ ۚ
وَلِلْكَـٰفِرِينَ
walil'kāfirīna
dan bagi orang-orang kafir
عَذَابٌۭ
مُّهِينٌۭ
Innal-lażīna yuḥāddūnallāha wa rasūlahū kubitū kamā kubital-lażīna min qablihim wa qad anzalnā āyātim bayyināt(in), wa lil-kāfirīna ‘ażābum muhīn(un).
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya dihinakan sebagaimana dihinakan orang-orang sebelum mereka. Sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Orang-orang kafir mendapat azab yang menghinakan.
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْۚ أَحْصَـٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
يَوْمَ
يَبْعَثُهُمُ
yabʿathuhumu
ketika Allah akan membangkitkan mereka
ٱللَّهُ
l-lahu
ketika Allah akan membangkitkan mereka
جَمِيعًۭا
فَيُنَبِّئُهُم
fayunabbi-uhum
dan memberitahu mereka
بِمَا
عَمِلُوٓا۟ ۚ
أَحْصَىٰهُ
aḥṣāhu
Allah telah mencatatnya
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah mencatatnya
وَنَسُوهُ ۚ
wanasūhu
sementara mereka melupakannya
وَٱللَّهُ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍۢ
شَهِيدٌ
Yauma yab‘aṡuhumullāhu jamī‘an fa yunabbi'uhum bimā ‘amilū, aḥṣāhullāhu wa nasūh(u), wallāhu ‘alā kulli syai'in syahīd(un).
Pada hari itu Allah membangkitkan mereka semua, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal) meskipun mereka telah melupakannya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَـٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَآ أَدْنَىٰ مِن ذَٲلِكَ وَلَآ أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُواْۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
أَلَمْ
تَرَ
أَنَّ
ٱللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ ۖ
مَا
يَكُونُ
مِن
نَّجْوَىٰ
ثَلَـٰثَةٍ
إِلَّا
هُوَ
رَابِعُهُمْ
rābiʿuhum
yang keempat dari mereka
وَلَا
خَمْسَةٍ
إِلَّا
هُوَ
سَادِسُهُمْ
sādisuhum
keenam dari mereka
وَلَآ
أَدْنَىٰ
مِن
ذَٰلِكَ
وَلَآ
أَكْثَرَ
إِلَّا
هُوَ
مَعَهُمْ
أَيْنَ
مَا
كَانُوا۟ ۖ
ثُمَّ
يُنَبِّئُهُم
yunabbi-uhum
Dia akan memberitahu mereka
بِمَا
عَمِلُوا۟
يَوْمَ
ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
بِكُلِّ
شَىْءٍ
عَلِيمٌ
Alam tara annallāha ya‘lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), mā yakūnu min najwā ṡalāṡatin illā huwa rābi‘uhum wa lā khamsatin illā huwa sādisuhum wa lā adnā min żālika wa lā akṡara illā huwa ma‘ahum aina mā kānū, ṡumma yunabbi'uhum bimā ‘amilū yaumal-qiyāmah(ti), innallāha bikulli syai'in ‘alīm(un).
Apakah engkau tidak memperhatikan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, kecuali Dialah yang keempatnya dan tidak ada lima orang, kecuali Dialah yang keenamnya. Tidak kurang dari itu atau lebih banyak, kecuali Dia bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian, Dia memberitakan apa yang telah mereka kerjakan kepada mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنْهُ وَيَتَنَـٰجَوْنَ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٲنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِىٓ أَنفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَاۖ فَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
نُهُوا۟
عَنِ
ٱلنَّجْوَىٰ
ثُمَّ
يَعُودُونَ
لِمَا
نُهُوا۟
عَنْهُ
وَيَتَنَـٰجَوْنَ
wayatanājawna
dan mereka berbisik-bisik
بِٱلْإِثْمِ
وَٱلْعُدْوَٰنِ
wal-ʿud'wāni
dan permusuhan
وَمَعْصِيَتِ
wamaʿṣiyati
dan kemaksiatan
ٱلرَّسُولِ
وَإِذَا
جَآءُوكَ
jāūka
mereka datang kepadamu
حَيَّوْكَ
ḥayyawka
mereka menyambutmu
بِمَا
لَمْ
يُحَيِّكَ
بِهِ
ٱللَّهُ
وَيَقُولُونَ
wayaqūlūna
dan mereka berkata
فِىٓ
أَنفُسِهِمْ
لَوْلَا
يُعَذِّبُنَا
yuʿadhibunā
Allah mengazab kami
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah menghukum kami
بِمَا
نَقُولُ ۚ
حَسْبُهُمْ
ḥasbuhum
Cukuplah bagi mereka
جَهَنَّمُ
jahannamu
(adalah) Neraka Jahanam
يَصْلَوْنَهَا ۖ
yaṣlawnahā
mereka akan terbakar di dalamnya
فَبِئْسَ
fabi'sa
dan seburuk-buruknya adalah
ٱلْمَصِيرُ
Alam tara ilal-lażīna nuhū ‘anin-najwā ṡummā ya‘ūdūna limā nuhū ‘anhu wa yatanājauna bil-iṡmi wal-‘udwāni wa ma‘ṣiyatir-rasūl(i), wa iżā jā'ūka ḥayyauka bimā lam yuḥayyika bihillāh(u), wa yaqūlūna fī anfusihim lau lā yu‘ażżibunallāhu bimā naqūl(u), ḥasbuhum jahannam(u), yaṣlaunahā, fa bi'sal-maṣīr(u).
Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (melakukan) apa yang telah dilarang itu? Mereka saling mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Apabila datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka mengucapkan salam kepadamu dengan cara yang bukan sebagaimana yang ditentukan Allah untukmu. Mereka mengatakan dalam hati, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan?” Cukuplah bagi mereka (neraka) Jahanam yang akan mereka masuki. Maka, (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَنَـٰجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَـٰجَوْاْ بِٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٲنِ وَمَعْصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَـٰجَوْاْ بِٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
إِذَا
تَنَـٰجَيْتُمْ
tanājaytum
kamu berbisik-bisik
فَلَا
تَتَنَـٰجَوْا۟
بِٱلْإِثْمِ
وَٱلْعُدْوَٰنِ
wal-ʿud'wāni
dan permusuhan
وَمَعْصِيَتِ
wamaʿṣiyati
dan kemaksiatan
ٱلرَّسُولِ
وَتَنَـٰجَوْا۟
watanājaw
tetapi mengadakan pembicaraan rahasia
بِٱلْبِرِّ
وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
Dan bertakwalah
ٱللَّهَ
ٱلَّذِىٓ
إِلَيْهِ
تُحْشَرُونَ
tuḥ'sharūna
kamu akan dikumpulkan
Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā tanājaitum falā tatanājau bil-iṡmi wal-‘udwāni wa ma‘ṣiyatir-rasūli wa tanājau bil-birri wat-taqwā, wattaqullāhal-lażī ilaihi tuḥsyarūn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu saling mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah berbicara tentang perbuatan dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Akan tetapi, berbicaralah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.
إِنَّمَا ٱلنَّجْوَىٰ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ لِيَحْزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيْسَ بِضَآرِّهِمْ شَيْــًٔا إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
إِنَّمَا
ٱلنَّجْوَىٰ
مِنَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
لِيَحْزُنَ
liyaḥzuna
agar dia bersedih
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
وَلَيْسَ
بِضَآرِّهِمْ
biḍārrihim
dia (dapat) membahayakan mereka
شَيْـًٔا
إِلَّا
بِإِذْنِ
bi-idh'ni
dengan izin Allah
ٱللَّهِ ۚ
وَعَلَى
ٱللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ
falyatawakkali
hendaklah bertawakal
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin
Innaman-najwā minasy-syaiṭāni liyaḥzunal-lażīna āmanū wa laisa biḍārrihim syai'an illā bi'iżnillāh(i), wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu'minūn(a).
Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu hanyalah dari setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedangkan (pembicaraan) itu tidaklah memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُواْ فِى ٱلْمَجَـٰلِسِ فَٱفْسَحُواْ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
إِذَا
قِيلَ
لَكُمْ
تَفَسَّحُوا۟
فِى
ٱلْمَجَـٰلِسِ
l-majālisi
majelis-majelis
فَٱفْسَحُوا۟
fa-if'saḥū
maka lapangkanlah
يَفْسَحِ
yafsaḥi
Allah akan melapangkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah akan melapangkan
لَكُمْ ۖ
وَإِذَا
قِيلَ
ٱنشُزُوا۟
فَٱنشُزُوا۟
fa-unshuzū
maka bangkitlah
يَرْفَعِ
yarfaʿi
Allah akan mengangkat
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah akan mengangkat
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
مِنكُمْ
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang yang
أُوتُوا۟
ٱلْعِلْمَ
دَرَجَـٰتٍۢ ۚ
وَٱللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
خَبِيرٌۭ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥū fil-majālisi fafsaḥū yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzū fansyuzū yarfa‘illāhul-lażīna āmanū minkum, wal-lażīna ūtul-‘ilma darajāt(in), wallāhu bimā ta‘malūna khabīr(un).
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَـٰجَيْتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُواْ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَٮٰكُمْ صَدَقَةًۚ ذَٲلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَأَطْهَرُۚ فَإِن لَّمْ تَجِدُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
إِذَا
نَـٰجَيْتُمُ
nājaytumu
kalian berbisik-bisik
ٱلرَّسُولَ
فَقَدِّمُوا۟
faqaddimū
maka persembahkanlah
بَيْنَ
يَدَىْ
نَجْوَىٰكُمْ
najwākum
bisikan rahasiamu
صَدَقَةًۭ ۚ
ذَٰلِكَ
خَيْرٌۭ
لَّكُمْ
وَأَطْهَرُ ۚ
فَإِن
لَّمْ
تَجِدُوا۟
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
غَفُورٌۭ
رَّحِيمٌ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā nājaitumur-rasūla fa qaddimū baina yaday najwākum ṣadaqah(tan), żālika khairul lakum wa aṭhar(u), fa'illam tajidū fa innallāha gafūrur raḥīm(un).
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu (ingin) melakukan pembicaraan rahasia dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Hal itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Akan tetapi, jika kamu tidak mendapatkan (apa yang akan disedekahkan), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
ءَأَشْفَقْتُمْ أَن تُقَدِّمُواْ بَيْنَ يَدَىْ نَجْوَٮٰكُمْ صَدَقَـٰتٍۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُواْ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٲةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٲةَ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
ءَأَشْفَقْتُمْ
a-ashfaqtum
Apakah kamu takut
أَن
تُقَدِّمُوا۟
بَيْنَ
يَدَىْ
نَجْوَىٰكُمْ
najwākum
bisikan rahasiamu
صَدَقَـٰتٍۢ ۚ
فَإِذْ
لَمْ
تَفْعَلُوا۟
وَتَابَ
watāba
dan Allah telah mengampuni
ٱللَّهُ
l-lahu
dan Allah telah mengampuni
عَلَيْكُمْ
فَأَقِيمُوا۟
ٱلصَّلَوٰةَ
وَءَاتُوا۟
ٱلزَّكَوٰةَ
وَأَطِيعُوا۟
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ ۚ
وَٱللَّهُ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
A'asyfaqtum an tuqaddimū baina yaday najwākum ṣadaqāt(in), fa iż lam taf‘alū wa tāballāhu ‘alaikum fa'aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aṭī‘ullāha wa rasūlah(ūwallāhu khabīrum bimā ta‘malūn(a).
Apakah kamu takut (menjadi miskin) jika mengeluarkan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia dengan Rasul? Jika kamu tidak melakukannya dan Allah mengampunimu, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوْاْ قَوْمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى ٱلْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
۞ أَلَمْ
تَرَ
إِلَى
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
تَوَلَّوْا۟
tawallaw
mengambil sebagai sekutu
قَوْمًا
غَضِبَ
ٱللَّهُ
عَلَيْهِم
مَّا
هُم
مِّنكُمْ
وَلَا
مِنْهُمْ
وَيَحْلِفُونَ
wayaḥlifūna
dan mereka bersumpah
عَلَى
ٱلْكَذِبِ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
Alam tara ilal-lażīna tawallau qauman gaḍiballāhu ‘alaihim, mā hum minkum wa lā minhum, wa yaḥlifūna ‘alal-każibi wa hum ya‘lamūn(a).
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum)-mu dan bukan dari (kaum) mereka. Mereka bersumpah secara dusta (mengaku mukmin), padahal mereka mengetahuinya.
أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًاۖ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
أَعَدَّ
aʿadda
Allah telah menyiapkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah menyiapkan
لَهُمْ
عَذَابًۭا
شَدِيدًا ۖ
إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya, mereka
سَآءَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka melakukan
A‘addallāhu lahum ‘ażāban syadīdā(n), innahum sā'a mā kānū ya‘malūn(a).
Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnya sangat buruk apa yang selalu mereka kerjakan.
ٱتَّخَذُوٓاْ أَيْمَـٰنَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
ٱتَّخَذُوٓا۟
ittakhadhū
Mereka telah mengambil
أَيْمَـٰنَهُمْ
جُنَّةًۭ
فَصَدُّوا۟
faṣaddū
maka mereka menghalangi
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
فَلَهُمْ
عَذَابٌۭ
مُّهِينٌۭ
Ittakhażū aimānahum junnatan fa ṣaddū ‘an sabīlillāhi falahum ‘ażābum muhīn(un).
Mereka menjadikan sumpah-sumpahnya sebagai perisai, lalu menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Maka, bagi mereka azab yang menghinakan.
لَّن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٲلُهُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْــًٔاۚ أُوْلَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ
لَّن
تُغْنِىَ
عَنْهُمْ
أَمْوَٰلُهُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُهُم
awlāduhum
anak-anak mereka
مِّنَ
ٱللَّهِ
شَيْـًٔا ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
أَصْحَـٰبُ
aṣḥābu
(akan menjadi) penghuni
ٱلنَّارِ ۖ
هُمْ
فِيهَا
خَـٰلِدُونَ
Lan tugniya ‘anhum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai'ā(n), ulā'ika aṣḥābun-nār(i), hum fīhā khālidūn(a).
Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong mereka) dari (azab) Allah. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَىْءٍۚ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ
يَوْمَ
يَبْعَثُهُمُ
yabʿathuhumu
Allah akan membangkitkan mereka
ٱللَّهُ
جَمِيعًۭا
فَيَحْلِفُونَ
fayaḥlifūna
maka mereka akan bersumpah
لَهُۥ
كَمَا
يَحْلِفُونَ
yaḥlifūna
mereka bersumpah
لَكُمْ ۖ
وَيَحْسَبُونَ
wayaḥsabūna
dan mereka mengira
أَنَّهُمْ
عَلَىٰ
شَىْءٍ ۚ
أَلَآ
إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya mereka
هُمُ
ٱلْكَـٰذِبُونَ
l-kādhibūna
adalah para pendusta
Yauma yab‘aṡuhumullāhu jamī‘an fa yaḥlifūna lahū kamā yaḥlifūna lakum wa yaḥsabūna annahum ‘alā syai'(in), alā innahum humul-kāżibūn(a).
(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah membangkitkan mereka semuanya. Lalu, mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka mukmin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu. Mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat dari dustanya). Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta.
ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ فَأَنسَـٰهُمْ ذِكْرَ ٱللَّهِۚ أُوْلَـٰٓئِكَ حِزْبُ ٱلشَّيْطَـٰنِۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱلشَّيْطَـٰنِ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ
ٱسْتَحْوَذَ
is'taḥwadha
Telah menguasai
عَلَيْهِمُ
ٱلشَّيْطَـٰنُ
فَأَنسَىٰهُمْ
fa-ansāhum
maka dia membuat mereka lupa
ذِكْرَ
ٱللَّهِ ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حِزْبُ
ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ
أَلَآ
إِنَّ
حِزْبَ
ٱلشَّيْطَـٰنِ
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
l-khāsirūna
orang-orang yang merugi
Istaḥważa ‘alaihimusy-syaiṭānu fa'ansāhum żikrallāh(i), ulā'ika ḥizbusy-syaiṭān(i), alā inna ḥizbasy-syaiṭāni humul-khāsirūn(a).
Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikannya lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah sesungguhnya golongan setan itulah orang-orang yang rugi.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ أُوْلَـٰٓئِكَ فِى ٱلْأَذَلِّينَ
إِنَّ
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يُحَآدُّونَ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥٓ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
فِى
ٱلْأَذَلِّينَ
l-adhalīna
yang paling terhina
Innal-lażīna yuḥāddūnallāha wa rasūlahū ulā'ika fil-ażallīn(a).
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا۟ وَرُسُلِىٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ عَزِيزٌ
كَتَبَ
kataba
Allah telah menetapkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah menetapkan
لَأَغْلِبَنَّ
la-aghlibanna
sungguh, aku akan mengalahkan
أَنَا۠
وَرُسُلِىٓ ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
قَوِىٌّ
عَزِيزٌۭ
Kataballāhu la'aglibanna ana wa rusulī, innallāha qawiyyun ‘azīz(un).
Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْأَخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٲنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْۚ أُوْلَـٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُۚ أُوْلَـٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
لَّا
تَجِدُ
tajidu
kamu tidak akan menemukan
قَوْمًۭا
يُؤْمِنُونَ
بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ
ٱلْـَٔاخِرِ
يُوَآدُّونَ
مَنْ
حَآدَّ
ٱللَّهَ
وَرَسُولَهُۥ
وَلَوْ
كَانُوٓا۟
ءَابَآءَهُمْ
أَوْ
أَبْنَآءَهُمْ
abnāahum
putra-putra mereka
أَوْ
إِخْوَٰنَهُمْ
ikh'wānahum
saudara-saudara mereka
أَوْ
عَشِيرَتَهُمْ ۚ
ʿashīratahum
kaum kerabat mereka
أُو۟لَـٰٓئِكَ
كَتَبَ
kataba
Dia telah menetapkan
فِى
قُلُوبِهِمُ
ٱلْإِيمَـٰنَ
وَأَيَّدَهُم
wa-ayyadahum
dan mendukung mereka
بِرُوحٍۢ
مِّنْهُ ۖ
وَيُدْخِلُهُمْ
wayud'khiluhum
Dan Dia akan memasukkan mereka
جَنَّـٰتٍۢ
تَجْرِى
مِن
تَحْتِهَا
ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ
فِيهَا ۚ
رَضِىَ
ٱللَّهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُوا۟
عَنْهُ ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
حِزْبُ
ٱللَّهِ ۚ
أَلَآ
إِنَّ
حِزْبَ
ٱللَّهِ
هُمُ
ٱلْمُفْلِحُونَ
l-muf'liḥūna
orang-orang yang beruntung
Lā tajidu qaumay yu'minūna billāhi wal-yaumil ākhiri yuwāddūna man ḥāddallāha wa rasūlahū wa lau kānū ābā'ahum au abnā'ahum au ikhwānahum au ‘asyīratahum, ulā'ika kataba fī qulūbihimul-īmāna wa ayyadahum birūḥim minh(u), wa yudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā, raḍiyallāhu ‘anhum wa raḍū ‘anh(u), ulā'ika ḥizbullāh(i), alā inna ḥizballāhi humul-mufliḥūn(a).
Engkau (Nabi Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun mereka itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau kerabatnya. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tetapkan keimanan di dalam hatinya dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang beruntung.