لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ
Li'īlāfi quraisy(in).
Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,
قريش
Quraisy · 4 ayat
Surah Quraisy secara ringkas mengingatkan suku Quraisy akan nikmat Allah berupa keamanan dan kemudahan dalam perdagangan, yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan musim dingin dan musim panas. Ini berfungsi sebagai panggilan untuk menyembah Allah semata, Tuhan Ka'bah, yang telah memberi mereka makan dari kelaparan dan mengamankan mereka dari ketakutan, menyoroti hubungan antara rezeki dan ibadah.
Peringatan kepada suku Quraisy untuk mensyukuri nikmat keamanan dan rezeki dengan beribadah murni kepada Allah.
Surah ini menyoroti dua nikmat besar yang Allah berikan kepada suku Quraisy, yaitu stabilitas ekonomi melalui perdagangan musim dingin dan musim panas, serta keamanan dari rasa takut. Nikmat-nikmat ini seharusnya menjadi alasan utama bagi mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah, Pemilik Kakbah.
Pesan utama surah ini adalah keterkaitan erat antara nikmat duniawi dan kewajiban beribadah. Keamanan dan kesejahteraan bukanlah hasil dari kehebatan manusia semata, melainkan karunia Allah yang menuntut rasa syukur yang tulus melalui ketaatan kepada-Nya.
Surah ini diturunkan di Makkah untuk mengingatkan suku Quraisy yang saat itu tenggelam dalam kemusyrikan. Allah mengingatkan mereka bahwa kedudukan istimewa dan rute perdagangan mereka yang aman adalah murni karunia-Nya. Pesan ini menggugah kesadaran mereka agar kembali menyembah Allah semata.
Surah Quraisy memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Fil, yang menceritakan bagaimana Allah menghancurkan pasukan gajah untuk melindungi Makkah. Perlindungan tersebut memastikan suku Quraisy tetap aman dan bisa berdagang, yang kemudian dilanjutkan dengan perintah dalam surah ini untuk menyembah Pemilik Kakbah. Setelahnya, surah Al-Ma'un menyindir orang-orang yang mendustakan agama meskipun telah diberi nikmat, seperti mereka yang enggan berbagi rezeki.
Situasi Merasa jenuh dengan rutinitas pekerjaan harian.
Pesan surah Pekerjaan adalah sarana rezeki dari Allah yang patut disyukuri, bukan sekadar beban.
Langkah kecil Ucapkan alhamdulillah saat memulai dan menyelesaikan pekerjaan hari ini.
Situasi Merasa khawatir dengan kondisi finansial di masa depan.
Pesan surah Allah yang memberi makan dan mengamankan dari rasa takut adalah tempat bergantung terbaik.
Langkah kecil Lakukan salat Dhuha dua rakaat dengan niat memohon keberkahan rezeki.
Situasi Terlalu sibuk mengejar target duniawi hingga melalaikan ibadah.
Pesan surah Segala pencapaian duniawi harus dikembalikan pada tujuan utama, yaitu menyembah Tuhan.
Langkah kecil Hentikan segala aktivitas segera setelah azan berkumandang dan bersiaplah untuk salat.
Surah ini mengajarkan bahwa keamanan dan kecukupan pangan adalah alasan utama untuk beribadah. Menyadari kedua nikmat ini akan menghindarkan kita dari kelalaian.
Cara praktis Luangkan waktu sejenak setelah makan untuk merenungkan bahwa makanan tersebut dan rasa aman saat menyantapnya adalah murni pemberian Allah.
Hari ini, catat tiga hal sederhana yang membuat Anda merasa aman dan kenyang, lalu ucapkan syukur kepada Allah atas ketiganya.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أُعْطِي قُرَيْشًا أَ…
Telah bercerita kepada kami [Abu Al Walid] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Anas radliallahu 'anhu] berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sungguh aku membagikan…
و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُاقَالَ ال…
Dan telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Habib Al Haritsi] telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia me…
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ …
Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam bin Munabbih] dia berkata; ini seperti yang per…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Di penghujung Surat Quraisy ayat 4, Allah berfirman tentang nikmat agung yang menjadi penyangga kehidupan manusia: Alladzi ath'amahum min ju'in wa aamanahum min khauf (Yang telah memberi mereka mak…
Surat Quraisy ayat 3 berbunyi Falya'buduu rabba haadzal bait (maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini). Ayat ini adalah titik puncak dari surat Quraisy. Setelah menyebutkan kemudaha…
Dalam Surat Quraisy ayat 2, Allah berfirman tentang kebiasaan suku Quraisy, yakni ilafihim rihlatasy-syita'i was-shaif (kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas). Ayat ini merup…
Surat Quraisy ayat 1 membuka dengan sebuah lafaz yang penuh hikmah: Li iilaafi Quraish (Karena kebiasaan orang-orang Quraisy). Ayat ini menyoroti sebuah celah hati yang sering muncul tanpa disadari…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ
Li'īlāfi quraisy(in).
Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,
إِۦلَـٰفِهِمْ رِحْلَةَ ٱلشِّتَآءِ وَٱلصَّيْفِ
´lāfihim riḥlatasy-syitā'i waṣ-ṣaif(i).
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),
فَلْيَعْبُدُواْ رَبَّ هَـٰذَا ٱلْبَيْتِ
Falya‘budū rabba hāżal-bait(i).
maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفِۭ
Allażī aṭ‘amahum min jū‘(in), wa āmanahum min khauf(in).
yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.