← Kembali ke pelajaran
Hari 112 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Qiyamah · 1
﴿ 1 ﴾

لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ

لَآ
tidak
أُقْسِمُ
uq'simu
Aku bersumpah
بِيَوْمِ
biyawmi
demi hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
Kiamat

Lā uqsimu biyaumil-qiyāmah(ti).

Aku bersumpah demi hari Kiamat.

Al-Qiyamah · 2
﴿ 2 ﴾

وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ

وَلَآ
walā
dan tidak
أُقْسِمُ
uq'simu
Aku bersumpah
بِٱلنَّفْسِ
bil-nafsi
dengan jiwa
ٱللَّوَّامَةِ
l-lawāmati
yang mencela diri sendiri

Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmah(ti).

Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).

Al-Qiyamah · 3
﴿ 3 ﴾

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ

أَيَحْسَبُ
ayaḥsabu
Apakah ia mengira
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
أَلَّن
allan
bahwa tidak
نَّجْمَعَ
najmaʿa
kami akan mengumpulkan
عِظَامَهُۥ
ʿiẓāmahu
tulang-tulangnya

Ayaḥsabul-insānu allan najma‘a ‘iẓāmah(ū).

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?

Al-Qiyamah · 4
﴿ 4 ﴾

بَلَىٰ قَـٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ

بَلَىٰ
balā
bahkan
قَـٰدِرِينَ
qādirīna
mampu
عَلَىٰٓ
ʿalā
di atas
أَن
an
bahwa
نُّسَوِّىَ
nusawwiya
Kami dapat mengembalikan
بَنَانَهُۥ
banānahu
ujung jarinya

Balā qādirīna ‘alā an nusawwiya banānah(ū).

Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.

Al-Qiyamah · 5
﴿ 5 ﴾

بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَـٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ

بَلْ
bal
Bahkan
يُرِيدُ
yurīdu
menginginkan
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
لِيَفْجُرَ
liyafjura
untuk mendustakan
أَمَامَهُۥ
amāmahu
ke apa yang di hadapannya

Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmah(ū).

Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus.

Al-Qiyamah · 6
﴿ 6 ﴾

يَسْــَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلْقِيَـٰمَةِ

يَسْـَٔلُ
yasalu
Dia bertanya
أَيَّانَ
ayyāna
Kapan
يَوْمُ
yawmu
adalah Hari
ٱلْقِيَـٰمَةِ
l-qiyāmati
Kiamat

Yas'alu ayyāna yaumul-qiyāmah(ti).

Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”

Al-Qiyamah · 7
﴿ 7 ﴾

فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ

فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
بَرِقَ
bariqa
terkesima
ٱلْبَصَرُ
l-baṣaru
penglihatan

Fa iżā bariqal-baṣar(u).

Apabila mata terbelalak (ketakutan),

Al-Qiyamah · 8
﴿ 8 ﴾

وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ

وَخَسَفَ
wakhasafa
dan menjadi gelap
ٱلْقَمَرُ
l-qamaru
bulan

Wa khasafal-qamar(u).

bulan pun telah hilang cahayanya,

Al-Qiyamah · 9
﴿ 9 ﴾

وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ

وَجُمِعَ
wajumiʿa
Dan digabungkan
ٱلشَّمْسُ
l-shamsu
matahari
وَٱلْقَمَرُ
wal-qamaru
dan bulan

Wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar(u).

serta matahari dan bulan dikumpulkan,

Al-Qiyamah · 10
﴿ 10 ﴾

يَقُولُ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ

يَقُولُ
yaqūlu
Akan berkata
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
يَوْمَئِذٍ
yawma-idhin
pada hari itu
أَيْنَ
ayna
di mana
ٱلْمَفَرُّ
l-mafaru
tempat melarikan diri

Yaqūlul-insānu yauma'iżin ainal-mafarr(u).

pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”

Al-Qiyamah · 11
﴿ 11 ﴾

كَلَّا لَا وَزَرَ

كَلَّا
kallā
Sekali-kali tidak
لَا
tidak ada
وَزَرَ
wazara
perlindungan

Kallā lā wazar(a).

Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung.

Al-Qiyamah · 12
﴿ 12 ﴾

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمُسْتَقَرُّ

إِلَىٰ
ilā
Kepada
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
يَوْمَئِذٍ
yawma-idhin
pada hari itu
ٱلْمُسْتَقَرُّ
l-mus'taqaru
(adalah) tempat kembali

Ilā rabbika yauma'iżinil-mustaqarr(u).

(Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.

Al-Qiyamah · 13
﴿ 13 ﴾

يُنَبَّؤُاْ ٱلْإِنسَـٰنُ يَوْمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

يُنَبَّؤُا۟
yunabba-u
Akan diberitahu
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
يَوْمَئِذٍۭ
yawma-idhin
Dia menghidupkan
بِمَا
bimā
tentang apa
قَدَّمَ
qaddama
dia telah mengirimkan
وَأَخَّرَ
wa-akhara
dan menunda

Yunabba'ul-insānu yauma'iżim bimā qaddama wa akhkhar(a).

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan.

Al-Qiyamah · 14
﴿ 14 ﴾

بَلِ ٱلْإِنسَـٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌ

بَلِ
bali
Bahkan
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
Manusia
عَلَىٰ
ʿalā
atas
نَفْسِهِۦ
nafsihi
adalah tempat kembalimu
بَصِيرَةٌۭ
baṣīratun
saksi

Balil-insānu ‘alā nafsihī baṣīrah(tun).

Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri

Al-Qiyamah · 15
﴿ 15 ﴾

وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ

وَلَوْ
walaw
Meskipun
أَلْقَىٰ
alqā
dia mempersembahkan
مَعَاذِيرَهُۥ
maʿādhīrahu
alasannya

Wa lau alqā ma‘āżīrah(ū).

walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya).

Al-Qiyamah · 16
﴿ 16 ﴾

لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ

لَا
Tidak
تُحَرِّكْ
tuḥarrik
gerakkan
بِهِۦ
bihi
dengannya
لِسَانَكَ
lisānaka
lidahmu
لِتَعْجَلَ
litaʿjala
untuk mempercepat
بِهِۦٓ
bihi
dengannya

Lā tuḥarrik bihī lisānaka lita‘jala bih(ī).

Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya.

Al-Qiyamah · 17
﴿ 17 ﴾

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
عَلَيْنَا
ʿalaynā
atas Kami
جَمْعَهُۥ
jamʿahu
pengumpulannya
وَقُرْءَانَهُۥ
waqur'ānahu
dan bacaannya

Inna ‘alainā jam‘ahū wa qur'ānah(ū).

Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya.

Al-Qiyamah · 18
﴿ 18 ﴾

فَإِذَا قَرَأْنَـٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ

فَإِذَا
fa-idhā
Dan ketika
قَرَأْنَـٰهُ
qaranāhu
Kami telah membacanya
فَٱتَّبِعْ
fa-ittabiʿ
maka ikutilah
قُرْءَانَهُۥ
qur'ānahu
bacaannya

Fa iżā qara'nāhu fattabi‘ qur'ānah(ū).

Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.

Al-Qiyamah · 19
﴿ 19 ﴾

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِنَّ
inna
sesungguhnya
عَلَيْنَا
ʿalaynā
atas Kami
بَيَانَهُۥ
bayānahu
adalah penjelasannya

Ṡumma inna ‘alainā bayānah(ū).

Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya.

Al-Qiyamah · 20
﴿ 20 ﴾

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ

كَلَّا
kallā
Tidak
بَلْ
bal
tetapi
تُحِبُّونَ
tuḥibbūna
kalian cintai
ٱلْعَاجِلَةَ
l-ʿājilata
Yang segera

Kallā bal tuḥibbūnal-‘ājilah(ta).

Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,

Al-Qiyamah · 21
﴿ 21 ﴾

وَتَذَرُونَ ٱلْأَخِرَةَ

وَتَذَرُونَ
watadharūna
Dan kalian tinggalkan
ٱلْـَٔاخِرَةَ
l-ākhirata
akhirat

Wa tażarūnal-‘ākhirah(ta).

dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.

Al-Qiyamah · 22
﴿ 22 ﴾

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ

وُجُوهٌۭ
wujūhun
wajah-wajah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
نَّاضِرَةٌ
nāḍiratun
berseri-seri

Wujūhuy yauma'iżin nāḍirah(tun).

Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri

Al-Qiyamah · 23
﴿ 23 ﴾

إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

إِلَىٰ
ilā
menuju
رَبِّهَا
rabbihā
Tuhan mereka
نَاظِرَةٌۭ
nāẓiratun
melihat

Ilā rabbihā nāẓirah(tun).

(karena) memandang Tuhannya.

Al-Qiyamah · 24
﴿ 24 ﴾

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذِۭ بَاسِرَةٌ

وَوُجُوهٌۭ
wawujūhun
dan wajah-wajah
يَوْمَئِذٍۭ
yawma-idhin
Dia menghidupkan
بَاسِرَةٌۭ
bāsiratun
akan muram

Wa wujūhuy yauma'iżim bāsirah(tun).

Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram

Al-Qiyamah · 25
﴿ 25 ﴾

تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ

تَظُنُّ
taẓunnu
berpikir
أَن
an
bahwa
يُفْعَلَ
yuf'ʿala
akan dilakukan
بِهَا
bihā
kepada mereka
فَاقِرَةٌۭ
fāqiratun
mematahkan punggung

Taẓunnu ay yuf‘ala bihā fāqirah(tun).

(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.

Al-Qiyamah · 26
﴿ 26 ﴾

كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ

كَلَّآ
kallā
Tidak
إِذَا
idhā
Apabila
بَلَغَتِ
balaghati
itu mencapai
ٱلتَّرَاقِىَ
l-tarāqiya
tulang selangka

Kallā iżā balagatit-tarāqiy(a).

Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

Al-Qiyamah · 27
﴿ 27 ﴾

وَقِيلَ مَنْۜ رَاقٍ

وَقِيلَ
waqīla
dan dikatakan
مَنْ ۜ
man
Siapa
رَاقٍۢ
rāqin
akan menyembuhkan

Wa qīla man…rāq(in).

dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”

Al-Qiyamah · 28
﴿ 28 ﴾

وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلْفِرَاقُ

وَظَنَّ
waẓanna
dan dia yakin
أَنَّهُ
annahu
bahwa itu
ٱلْفِرَاقُ
l-firāqu
perpisahan

Wa ẓanna annahul-firāq(u).

Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

Al-Qiyamah · 29
﴿ 29 ﴾

وَٱلْتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ

وَٱلْتَفَّتِ
wal-tafati
dan tergulung
ٱلسَّاقُ
l-sāqu
betis
بِٱلسَّاقِ
bil-sāqi
tentang betis

Waltaffatis-sāqu bis-sāq(i).

dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).

Al-Qiyamah · 30
﴿ 30 ﴾

إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمَسَاقُ

إِلَىٰ
ilā
Kepada
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
يَوْمَئِذٍ
yawma-idhin
pada hari itu
ٱلْمَسَاقُ
l-masāqu
adalah penggiringan

Ilā rabbika yauma'iżinil-masāq(u).

Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.

Al-Qiyamah · 31
﴿ 31 ﴾

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ

فَلَا
falā
Maka tidak
صَدَّقَ
ṣaddaqa
dia menerima kebenaran
وَلَا
walā
dan tidak
صَلَّىٰ
ṣallā
dia shalat

Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā.

Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat.

Al-Qiyamah · 32
﴿ 32 ﴾

وَلَـٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

وَلَـٰكِن
walākin
Tetapi
كَذَّبَ
kadhaba
dia mendustakan
وَتَوَلَّىٰ
watawallā
dan berpaling

Wa lākin każżaba wa tawallā.

Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran).

Al-Qiyamah · 33
﴿ 33 ﴾

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
ذَهَبَ
dhahaba
dia pergi
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَهْلِهِۦ
ahlihi
keluarganya
يَتَمَطَّىٰٓ
yatamaṭṭā
menyombongkan diri

Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā.

Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri.

Al-Qiyamah · 34
﴿ 34 ﴾

أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ

أَوْلَىٰ
awlā
celaka
لَكَ
laka
bagimu
فَأَوْلَىٰ
fa-awlā
maka celakalah

Aulā laka fa'aulā.

Celakalah kamu! Maka, celakalah!

Al-Qiyamah · 35
﴿ 35 ﴾

ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰٓ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
أَوْلَىٰ
awlā
celaka
لَكَ
laka
bagimu
فَأَوْلَىٰٓ
fa-awlā
dan celaka

Ṡumma aulā laka fa'aulā.

Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah!

Al-Qiyamah · 36
﴿ 36 ﴾

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَـٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

أَيَحْسَبُ
ayaḥsabu
Apakah ia mengira
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
أَن
an
bahwa
يُتْرَكَ
yut'raka
dia akan dibiarkan
سُدًى
sudan
terabaikan

Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudā(n).

Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

Al-Qiyamah · 37
﴿ 37 ﴾

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّن مَّنِىٍّ يُمْنَىٰ

أَلَمْ
alam
Bukankah
يَكُ
yaku
dia
نُطْفَةًۭ
nuṭ'fatan
setetes mani
مِّن
min
dari
مَّنِىٍّۢ
maniyyin
air mani
يُمْنَىٰ
yum'nā
dipancarkan

Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā.

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?

Al-Qiyamah · 38
﴿ 38 ﴾

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
كَانَ
kāna
dia adalah
عَلَقَةًۭ
ʿalaqatan
segumpal darah
فَخَلَقَ
fakhalaqa
lalu Dia menciptakan
فَسَوَّىٰ
fasawwā
dan menyempurnakan

Ṡumma kāna ‘alaqatan fa khalaqa fa sawwā.

Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya.

Al-Qiyamah · 39
﴿ 39 ﴾

فَجَعَلَ مِنْهُ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ

فَجَعَلَ
fajaʿala
Lalu Dia menjadikan
مِنْهُ
min'hu
darinya
ٱلزَّوْجَيْنِ
l-zawjayni
dua jenis
ٱلذَّكَرَ
l-dhakara
laki-laki
وَٱلْأُنثَىٰٓ
wal-unthā
dan perempuan

Fa ja‘ala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.

Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

Al-Qiyamah · 40
﴿ 40 ﴾

أَلَيْسَ ذَٲلِكَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْــِۧىَ ٱلْمَوْتَىٰ

أَلَيْسَ
alaysa
Bukankah
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
بِقَـٰدِرٍ
biqādirin
Dia Maha Kuasa
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
أَن
an
untuk
يُحْـِۧىَ
yuḥ'yiya
menghidupkan
ٱلْمَوْتَىٰ
l-mawtā
orang-orang mati

Alaisa żālika biqādirin ‘alā ay yuḥyiyal-mautā.

Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?