← Kembali ke pelajaran
Hari 36 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

'Abasa · 1
﴿ 1 ﴾

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ

عَبَسَ
ʿabasa
Dia bermuka masam
وَتَوَلَّىٰٓ
watawallā
dan berpaling

‘Abasa wa tawallā.

Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling

'Abasa · 2
﴿ 2 ﴾

أَن جَآءَهُ ٱلْأَعْمَىٰ

أَن
an
karena
جَآءَهُ
jāahu
datang kepadanya
ٱلْأَعْمَىٰ
l-aʿmā
orang buta

An jā'ahul-a‘mā.

karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya.

'Abasa · 3
﴿ 3 ﴾

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ

وَمَا
wamā
Dan apa
يُدْرِيكَ
yud'rīka
akan memberitahumu
لَعَلَّهُۥ
laʿallahu
agar dia
يَزَّكَّىٰٓ
yazzakkā
menyucikan diri

Wa mā yudrīka la‘allahū yazzakkā.

Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)

'Abasa · 4
﴿ 4 ﴾

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكْرَىٰٓ

أَوْ
aw
Atau
يَذَّكَّرُ
yadhakkaru
diingatkan
فَتَنفَعَهُ
fatanfaʿahu
maka akan bermanfaat baginya
ٱلذِّكْرَىٰٓ
l-dhik'rā
peringatan itu

Au yażżakkaru fatanfa‘ahuż-żikrā.

atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?

'Abasa · 5
﴿ 5 ﴾

أَمَّا مَنِ ٱسْتَغْنَىٰ

أَمَّا
ammā
adapun
مَنِ
mani
(dia) yang
ٱسْتَغْنَىٰ
is'taghnā
menganggap dirinya tidak membutuhkan

Ammā manistagnā.

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),

'Abasa · 6
﴿ 6 ﴾

فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ

فَأَنتَ
fa-anta
maka kamu
لَهُۥ
lahu
baginya
تَصَدَّىٰ
taṣaddā
memberi perhatian

Fa anta lahū taṣaddā.

engkau (Nabi Muhammad) memberi perhatian kepadanya.

'Abasa · 7
﴿ 7 ﴾

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

وَمَا
wamā
Dan tidak
عَلَيْكَ
ʿalayka
atasmu
أَلَّا
allā
bahwa tidak
يَزَّكَّىٰ
yazzakkā
dia menyucikan diri

Wa mā ‘alaika allā yazzakkā.

Padahal, tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).

'Abasa · 8
﴿ 8 ﴾

وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَىٰ

وَأَمَّا
wa-ammā
Adapun
مَن
man
barangsiapa
جَآءَكَ
jāaka
datang kepadamu
يَسْعَىٰ
yasʿā
berusaha

Wa ammā man jā'aka yas‘ā.

Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

'Abasa · 9
﴿ 9 ﴾

وَهُوَ يَخْشَىٰ

وَهُوَ
wahuwa
Sedangkan dia
يَخْشَىٰ
yakhshā
takut

Wa huwa yakhsyā.

sedangkan dia takut (kepada Allah),

'Abasa · 10
﴿ 10 ﴾

فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

فَأَنتَ
fa-anta
tetapi kamu
عَنْهُ
ʿanhu
darinya
تَلَهَّىٰ
talahhā
terlena

Fa anta ‘anhu talahhā.

malah engkau (Nabi Muhammad) abaikan.

'Abasa · 11
﴿ 11 ﴾

كَلَّآ إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

كَلَّآ
kallā
Sekali-kali tidak
إِنَّهَا
innahā
Sesungguhnya itu
تَذْكِرَةٌۭ
tadhkiratun
adalah sebuah peringatan

Kallā innahā tażkirah(tun).

Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.

'Abasa · 12
﴿ 12 ﴾

فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ

فَمَن
faman
Maka barangsiapa
شَآءَ
shāa
menghendaki
ذَكَرَهُۥ
dhakarahu
mengingatnya

Faman syā'a żakarah(ū).

Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya

'Abasa · 13
﴿ 13 ﴾

فِى صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ

فِى
di
صُحُفٍۢ
ṣuḥufin
lembaran-lembaran
مُّكَرَّمَةٍۢ
mukarramatin
dimuliakan

Fī ṣuḥufim mukarrmah(tin).

di dalam suhuf yang dimuliakan (di sisi Allah),

'Abasa · 14
﴿ 14 ﴾

مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةِۭ

مَّرْفُوعَةٍۢ
marfūʿatin
ditinggikan
مُّطَهَّرَةٍۭ
muṭahharatin
disucikan

Marfū‘atim muṭahharah(tin).

yang ditinggikan (kedudukannya) lagi disucikan

'Abasa · 15
﴿ 15 ﴾

بِأَيْدِى سَفَرَةٍ

بِأَيْدِى
bi-aydī
di tangan
سَفَرَةٍۢ
safaratin
para penulis

Bi'aidī safarah(tin).

di tangan para utusan (malaikat)

'Abasa · 16
﴿ 16 ﴾

كِرَامِۭ بَرَرَةٍ

كِرَامٍۭ
kirāmin
mulia
بَرَرَةٍۢ
bararatin
berbakti

Kirāmim bararah(tin).

yang mulia lagi berbudi.

'Abasa · 17
﴿ 17 ﴾

قُتِلَ ٱلْإِنسَـٰنُ مَآ أَكْفَرَهُۥ

قُتِلَ
qutila
Dihancurkan
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
مَآ
bagaimana
أَكْفَرَهُۥ
akfarahu
dia tidak bersyukur

Qutilal-insānu mā akfarah(ū).

Celakalah manusia! Alangkah kufur dia!

'Abasa · 18
﴿ 18 ﴾

مِنْ أَىِّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ

مِنْ
min
Dari
أَىِّ
ayyi
apa
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
خَلَقَهُۥ
khalaqahu
Dia menciptakannya

Min ayyi syai'in khalaqah(ū).

Dari apakah Dia menciptakannya?

'Abasa · 19
﴿ 19 ﴾

مِن نُّطْفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ

مِن
min
Dari
نُّطْفَةٍ
nuṭ'fatin
setetes mani
خَلَقَهُۥ
khalaqahu
Dia menciptakannya
فَقَدَّرَهُۥ
faqaddarahu
lalu Dia membentuknya

Min nuṭfah(tin), khalaqahū fa qaddarah(ū).

Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya.

'Abasa · 20
﴿ 20 ﴾

ثُمَّ ٱلسَّبِيلَ يَسَّرَهُۥ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
ٱلسَّبِيلَ
l-sabīla
jalan
يَسَّرَهُۥ
yassarahu
Dia memudahkannya

Ṡummas-sabīla yassarah(ū).

Kemudian, jalannya Dia mudahkan.

'Abasa · 21
﴿ 21 ﴾

ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقْبَرَهُۥ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
أَمَاتَهُۥ
amātahu
Dia mematikannya
فَأَقْبَرَهُۥ
fa-aqbarahu
dan menyediakan kuburan baginya

Ṡumma amātahū fa aqbarah(ū).

Kemudian, Dia mematikannya lalu menguburkannya.

'Abasa · 22
﴿ 22 ﴾

ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنشَرَهُۥ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِذَا
idhā
apabila
شَآءَ
shāa
Dia menghendaki
أَنشَرَهُۥ
ansharahu
Dia akan membangkitkannya

Ṡumma iżā syā'a ansyarah(ū).

Kemudian, jika menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

'Abasa · 23
﴿ 23 ﴾

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ أَمَرَهُۥ

كَلَّا
kallā
Sekali-kali tidak
لَمَّا
lammā
Tidak
يَقْضِ
yaqḍi
dia telah menyelesaikan
مَآ
apa
أَمَرَهُۥ
amarahu
Dia memerintahkannya

Kallā lammā yaqḍi mā amarah(ū).

Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.

'Abasa · 24
﴿ 24 ﴾

فَلْيَنظُرِ ٱلْإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦٓ

فَلْيَنظُرِ
falyanẓuri
Maka hendaklah melihat
ٱلْإِنسَـٰنُ
l-insānu
manusia
إِلَىٰ
ilā
kepada
طَعَامِهِۦٓ
ṭaʿāmihi
makanannya

Falyanẓuril-insānu ilā ṭa‘āmih(ī).

Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

'Abasa · 25
﴿ 25 ﴾

أَنَّا صَبَبْنَا ٱلْمَآءَ صَبًّا

اَنَّا
annā
bahwa [Kami]
صَبَبْنَا
ṣababnā
[Kami] menuangkan
ٱلْمَآءَ
l-māa
air
صَبًّۭا
ṣabban
(dengan) berlimpah

Annā ṣababnal-mā'a ṣabbā(n).

Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah.

'Abasa · 26
﴿ 26 ﴾

ثُمَّ شَقَقْنَا ٱلْأَرْضَ شَقًّا

ثُمَّ
thumma
Kemudian
شَقَقْنَا
shaqaqnā
Kami belah
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
شَقًّۭا
shaqqan
membelah

Ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā(n).

Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.

'Abasa · 27
﴿ 27 ﴾

فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا حَبًّا

فَأَنۢبَتْنَا
fa-anbatnā
lalu Kami tumbuhkan
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
حَبًّۭا
ḥabban
biji-bijian

Fa'ambatnā fīhā ḥabbā(n).

Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian,

'Abasa · 28
﴿ 28 ﴾

وَعِنَبًا وَقَضْبًا

وَعِنَبًۭا
waʿinaban
dan anggur
وَقَضْبًۭا
waqaḍban
dan rumput

Wa ‘inabaw wa qaḍbā(n).

anggur, sayur-sayuran,

'Abasa · 29
﴿ 29 ﴾

وَزَيْتُونًا وَنَخْلاً

وَزَيْتُونًۭا
wazaytūnan
Dan zaitun
وَنَخْلًۭا
wanakhlan
dan pohon kurma

Wa zaitūnaw wa nakhlā(n).

zaitun, pohon kurma,

'Abasa · 30
﴿ 30 ﴾

وَحَدَآئِقَ غُلْبًا

وَحَدَآئِقَ
waḥadāiqa
dan kebun-kebun
غُلْبًۭا
ghul'ban
dari dedaunan tebal

Wa ḥadā'iqa gulbā(n).

kebun-kebun (yang) rindang,

'Abasa · 31
﴿ 31 ﴾

وَفَـٰكِهَةً وَأَبًّا

وَفَـٰكِهَةًۭ
wafākihatan
Dan buah-buahan
وَأَبًّۭا
wa-abban
dan rumput

Wa fākihataw wa abbā(n).

buah-buahan, dan rerumputan.

'Abasa · 32
﴿ 32 ﴾

مَّتَـٰعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ

مَّتَـٰعًۭا
matāʿan
sebagai bekal
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ
wali-anʿāmikum
dan untuk hewan ternakmu

Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.

(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.

'Abasa · 33
﴿ 33 ﴾

فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ

فَإِذَا
fa-idhā
Maka apabila
جَآءَتِ
jāati
datang
ٱلصَّآخَّةُ
l-ṣākhatu
teriakan yang memekakkan

Fa iżā jā'atiṣ-ṣākhkhah(tu).

Maka, apabila datang suara yang memekakkan (dari tiupan sangkakala),

'Abasa · 34
﴿ 34 ﴾

يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

يَوْمَ
yawma
Hari
يَفِرُّ
yafirru
akan melarikan diri
ٱلْمَرْءُ
l-maru
seorang pria
مِنْ
min
dari
أَخِيهِ
akhīhi
saudaranya

Yauma yafirrul-mar'u min akhīh(i).

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

'Abasa · 35
﴿ 35 ﴾

وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ

وَأُمِّهِۦ
wa-ummihi
dan ibunya
وَأَبِيهِ
wa-abīhi
dan ayahnya

Wa ummihī wa abīh(i).

(dari) ibu dan bapaknya,

'Abasa · 36
﴿ 36 ﴾

وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ

وَصَـٰحِبَتِهِۦ
waṣāḥibatihi
Dan istrinya
وَبَنِيهِ
wabanīhi
dan di antara mereka

Wa ṣāḥibatihī wa banīh(i).

serta (dari) istri dan anak-anaknya.

'Abasa · 37
﴿ 37 ﴾

لِكُلِّ ٱمْرِىٍٕ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

لِكُلِّ
likulli
untuk setiap
ٱمْرِئٍۢ
im'ri-in
seseorang
مِّنْهُمْ
min'hum
di antara mereka
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
شَأْنٌۭ
shanun
suatu urusan
يُغْنِيهِ
yugh'nīhi
menyibukkannya

Likullimri'im minhum yauma'iżin sya'nuy yugnīh(i).

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

'Abasa · 38
﴿ 38 ﴾

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ

وُجُوهٌۭ
wujūhun
wajah-wajah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
مُّسْفِرَةٌۭ
mus'firatun
akan cerah

Wujūhuy yauma'iżim musfirah(tun).

Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,

'Abasa · 39
﴿ 39 ﴾

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ

ضَاحِكَةٌۭ
ḍāḥikatun
tertawa
مُّسْتَبْشِرَةٌۭ
mus'tabshiratun
bergembira dengan kabar baik

Ḍāḥikatum mustabsyirah(tun).

tertawa lagi gembira ria.

'Abasa · 40
﴿ 40 ﴾

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

وَوُجُوهٌۭ
wawujūhun
dan wajah-wajah
يَوْمَئِذٍ
yawma-idhin
pada hari itu
عَلَيْهَا
ʿalayhā
atasnya
غَبَرَةٌۭ
ghabaratun
akan ada debu

Wa wujūhuy yauma'iżin ‘alaihā gabarah(tun).

Pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram)

'Abasa · 41
﴿ 41 ﴾

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

تَرْهَقُهَا
tarhaquhā
akan menutupi mereka
قَتَرَةٌ
qataratun
kegelapan

Tarhaquhā qatarah(tun).

dan tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).

'Abasa · 42
﴿ 42 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَفَرَةُ ٱلْفَجَرَةُ

أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلْكَفَرَةُ
l-kafaratu
orang-orang kafir
ٱلْفَجَرَةُ
l-fajaratu
orang-orang durhaka

Ulā'ika humul-kafaratul-fajarah(tu).

Mereka itulah orang-orang kafir lagi para pendurhaka.