ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq(a).
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
العلق
Segumpal Darah · 19 ayat
Surah ini secara fundamental menegaskan pentingnya membaca dan mencari ilmu sebagai perintah ilahi pertama, menyoroti penciptaan manusia dari segumpal darah sebagai tanda kekuasaan Allah, serta memperingatkan tentang kesombongan manusia yang melampaui batas ketika merasa berkecukupan dan menolak petunjuk, mendorong untuk selalu kembali kepada-Nya dengan bersujud dan mendekatkan diri.
Perintah pertama untuk membaca dan belajar atas nama Allah, serta peringatan tentang kesombongan manusia.
Surah ini merupakan wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad, membawa pesan fundamental tentang pentingnya ilmu pengetahuan yang dilandasi keimanan. Membaca, belajar, dan meneliti harus selalu dikaitkan dengan nama Allah Sang Pencipta, sehingga ilmu tersebut membawa kebaikan dan bukan kerusakan.
Selain tentang ilmu, surah ini juga menyoroti tabiat buruk manusia yang cenderung sombong dan melampaui batas ketika merasa dirinya serba cukup. Harta, kecerdasan, dan kekuasaan sering kali membuat manusia lupa bahwa tempat kembalinya kelak hanyalah kepada Allah.
Di bagian akhir, Allah menegaskan pembelaan-Nya terhadap orang-orang yang beriman dan beribadah dari ancaman para penentang kebenaran. Pesan penutupnya adalah ajakan untuk tidak tunduk pada kezaliman, melainkan terus sujud dan mendekatkan diri kepada Allah, apa pun rintangan yang dihadapi.
Surah ini diturunkan di Gua Hira saat Nabi Muhammad sedang menyendiri mencari petunjuk di tengah kejahiliyahan masyarakat Makkah. Wahyu ini menjadi titik awal kenabian, memberikan fondasi bahwa perubahan besar umat harus dimulai dari ilmu dan tauhid.
Surah sebelumnya, At-Tin, menjelaskan penciptaan manusia dalam bentuk terbaik, dan Al-Alaq merincinya bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah. Surah setelahnya, Al-Qadr, menjelaskan waktu turunnya Al-Quran, sedangkan Al-Alaq adalah wahyu pertama dari Al-Quran itu sendiri.
Situasi Merasa pintar dan meremehkan nasihat orang lain dalam pekerjaan atau keluarga.
Pesan surah Ilmu sejati seharusnya melahirkan ketawadukan, bukan kesombongan yang melampaui batas.
Langkah kecil Dengarkan masukan orang lain hari ini dengan saksama tanpa memotong pembicaraannya.
Situasi Terlalu sibuk mengejar karir dan materi hingga mulai melalaikan ibadah wajib.
Pesan surah Merasa serba cukup dan tidak butuh Allah adalah awal dari kelalaian jiwa yang berbahaya.
Langkah kecil Luangkan waktu lima menit untuk berzikir dan merenung setelah selesai salat fardu.
Situasi Menghadapi tekanan atau intimidasi saat mencoba berpegang teguh pada nilai agama.
Pesan surah Allah melihat semuanya dan memerintahkan kita untuk tidak tunduk pada tekanan, melainkan tetap sujud dan mendekat.
Langkah kecil Lakukan salat sunah dua rakaat di rumah dan berdoalah memohon kekuatan hati.
Surah ini mengajarkan bahwa setiap aktivitas pencarian ilmu dan rezeki harus dikaitkan dengan Allah. Ini menjaga hati dari rasa sombong atas pencapaian diri sendiri.
Cara praktis Ucapkan bismillah dengan penuh kesadaran dan niat yang lurus sebelum membaca buku, bekerja, atau memulai aktivitas apa pun hari ini.
Hari ini, bacalah satu artikel atau halaman buku yang bermanfaat, lalu akhiri dengan doa syukur atas ilmu tersebut.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا قُطْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ مَا…
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib]; Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam]; Telah menceritakan kepada kami [Quthbah] dari [Al A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari ['Abdullah] dia…
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُوَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَه…
Telah menceritakan kepada kami [Umar bin Hafsh] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] Telah menceritakan kepada kami [Muslim] dari [Masruq] ia berkata; [A…
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَعَاهَدُ…
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al 'Ala`] Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersab…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Dalam menghadapi ujian kehidupan yang mengguncang rasa percaya diri, kita sering kali merasa tertekan oleh ekspektasi manusia atau ancaman kegagalan. Ayat penutup dalam Surat Al-'Alaq ayat 19 hadir…
Dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, sering kali hati merasa cemas akan kendali atas masa depan. Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita melalui Surat Al-'Alaq ayat 18: sana…
Dalam kehidupan, seringkali kita merasa tertekan oleh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan, pengaruh, atau dukungan kelompok yang besar. Ketika kita berusaha istiqamah dalam ketaatan, tantangan dari…
Dalam Surah Al-Alaq ayat 16, Allah SWT berfirman mengenai nashiyatin kadzibatin khathi'ah (ubun-ubun yang mendustakan dan durhaka). Ayat ini merupakan bagian dari ancaman keras bagi mereka yang mel…
Dalam Surat Al-'Alaq ayat 15, Allah berfirman: kallaa la'il lam yantahi lanasfa'an bin-naashiyah. Ayat ini merupakan bagian dari ancaman keras bagi mereka yang melampaui batas dengan merasa cukup a…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Iqra' bismi rabbikal-lażī khalaq(a).
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِنْ عَلَقٍ
Khalaqal-insāna min ‘alaq(in).
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
Iqra' wa rabbukal-akram(u).
Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia,
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
Allażī ‘allama bil-qalam(i).
yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ ٱلْإِنسَـٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ
Kallā innal-insāna layaṭgā.
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas
أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ
Ar ra'āhustagnā.
ketika melihat dirinya serba berkecukupan.
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ
Inna ilā rabbikar-ruj‘ā.
Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(-mu).
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ
Ara'aital-lażī yanhā.
Tahukah kamu tentang orang yang melarang
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
‘Abdan iżā ṣallā.
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ
Ara'aita in kāna ‘alal-hudā.
Bagaimana pendapatmu kalau terbukti dia berada di dalam kebenaran
أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ
Au amara bit-taqwā.
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ
Ara'aita in każżaba wa tawallā.
Bagaimana pendapatmu kalau dia mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan)?
أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ
Alam ya‘lam bi'annallāha yarā.
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ
Kallā la'il lam yantah(i), lanasfa‘am bin-nāṣiyah(ti).
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya (ke dalam neraka),
نَاصِيَةٍ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
Nāṣiyatin kāżibatin khāṭi'ah(tin).
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan (kebenaran) dan durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ
Falyad‘u nādiyah(ū).
Biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).
سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ
Sanad‘uz-zabāniyah(ta).
Kelak Kami akan memanggil (Malaikat) Zabaniah (penyiksa orang-orang yang berdosa).
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩
Kallā, lā tuṭi‘hu wasjud waqtarib.
Sekali-kali tidak! Janganlah patuh kepadanya, (tetapi) sujud dan mendekatlah (kepada Allah).