← Kembali ke pelajaran
Hari 33 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Mutaffifin · 1
﴿ 1 ﴾

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
لِّلْمُطَفِّفِينَ
lil'muṭaffifīna
bagi orang-orang yang curang

Wailul lil-muṭaffifīn(a).

Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!

Al-Mutaffifin · 2
﴿ 2 ﴾

ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
إِذَا
idhā
apabila
ٱكْتَالُوا۟
ik'tālū
mereka menakar
عَلَى
ʿalā
dari
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia
يَسْتَوْفُونَ
yastawfūna
mereka mengambil penuh

Allażīna iżaktālū ‘alan-nāsi yastaufūn(a).

(Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi.

Al-Mutaffifin · 3
﴿ 3 ﴾

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
كَالُوهُمْ
kālūhum
mereka menakar untuk mereka
أَو
aw
atau
وَّزَنُوهُمْ
wazanūhum
mereka menimbang untuk mereka
يُخْسِرُونَ
yukh'sirūna
mereka mengurangi

Wa iżā kālūhum au wazanūhum yukhsirūn(a).

(Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.

Al-Mutaffifin · 4
﴿ 4 ﴾

أَلَا يَظُنُّ أُوْلَـٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ

أَلَا
alā
Tidakkah
يَظُنُّ
yaẓunnu
mengira
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
أَنَّهُم
annahum
bahwa mereka
مَّبْعُوثُونَ
mabʿūthūna
akan dibangkitkan

Alā yaẓunnu ulā'ika annahum mab‘ūṡūn(a).

Tidakkah mereka mengira (bahwa) sesungguhnya mereka akan dibangkitkan

Al-Mutaffifin · 5
﴿ 5 ﴾

لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

لِيَوْمٍ
liyawmin
untuk suatu Hari
عَظِيمٍۢ
ʿaẓīmin
Agung

Liyaumin ‘aẓīm(in).

pada suatu hari yang besar (Kiamat),

Al-Mutaffifin · 6
﴿ 6 ﴾

يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

يَوْمَ
yawma
Hari
يَقُومُ
yaqūmu
akan berdiri
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
manusia
لِرَبِّ
lirabbi
di hadapan Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
alam semesta

Yauma yaqūmun-nāsu lirabbil-‘ālamīn(a).

(yaitu) hari (ketika) manusia bangkit menghadap Tuhan seluruh alam?

Al-Mutaffifin · 7
﴿ 7 ﴾

كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ

كَلَّآ
kallā
Sekali-kali tidak
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
كِتَـٰبَ
kitāba
(catatan) amal
ٱلْفُجَّارِ
l-fujāri
orang-orang durhaka
لَفِى
lafī
sungguh di dalam
سِجِّينٍۢ
sijjīnin
Sijjin

Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn(in).

Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn.

Al-Mutaffifin · 8
﴿ 8 ﴾

وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا سِجِّينٌ

وَمَآ
wamā
Dan apa
أَدْرَىٰكَ
adrāka
dapat memberitahumu
مَا
apa
سِجِّينٌۭ
sijjīnun
adalah Sijjin

Wa mā adrāka mā sijjīn(un).

Tahukah engkau apakah Sijjīn itu?

Al-Mutaffifin · 9
﴿ 9 ﴾

كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ

كِتَـٰبٌۭ
kitābun
Sebuah Kitab
مَّرْقُومٌۭ
marqūmun
tertulis

Kitābum marqūm(un).

(Ia adalah) kitab yang berisi catatan (amal).

Al-Mutaffifin · 10
﴿ 10 ﴾

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ

وَيْلٌۭ
waylun
Celakalah
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لِّلْمُكَذِّبِينَ
lil'mukadhibīna
bagi para pendusta

Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).

Celakalah pada hari itu bagi para pendusta,

Al-Mutaffifin · 11
﴿ 11 ﴾

ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يُكَذِّبُونَ
yukadhibūna
mendustakan
بِيَوْمِ
biyawmi
hari
ٱلدِّينِ
l-dīni
agama

Allażīna yukażżibūna biyaumid-dīn(i).

yaitu orang-orang yang mendustakan hari Pembalasan.

Al-Mutaffifin · 12
﴿ 12 ﴾

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

وَمَا
wamā
Dan tidak
يُكَذِّبُ
yukadhibu
dapat mendustakan
بِهِۦٓ
bihi
nya
إِلَّا
illā
kecuali
كُلُّ
kullu
setiap
مُعْتَدٍ
muʿ'tadin
pelanggar
أَثِيمٍ
athīmin
berdosa

Wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu‘tadin aṡīm(in).

Tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi sangat berdosa.

Al-Mutaffifin · 13
﴿ 13 ﴾

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

إِذَا
idhā
Apabila
تُتْلَىٰ
tut'lā
dibacakan
عَلَيْهِ
ʿalayhi
kepadanya
ءَايَـٰتُنَا
āyātunā
ayat-ayat Kami
قَالَ
qāla
dia berkata
أَسَـٰطِيرُ
asāṭīru
dongeng
ٱلْأَوَّلِينَ
l-awalīna
orang-orang terdahulu

Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Itu adalah) dongeng orang-orang dahulu.”

Al-Mutaffifin · 14
﴿ 14 ﴾

كَلَّا‌ۖ بَلْۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

كَلَّا ۖ
kallā
Tidak!
بَلْ ۜ
bal
Tetapi
رَانَ
rāna
noda telah menutupi
عَلَىٰ
ʿalā
atas
قُلُوبِهِم
qulūbihim
hati mereka
مَّا
untuk apa
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَكْسِبُونَ
yaksibūna
mereka usahakan

Kallā bal…rāna ‘alā qulūbihim mā kānū yaksibūn(a).

Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.

Al-Mutaffifin · 15
﴿ 15 ﴾

كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ

كَلَّآ
kallā
Sekali-kali tidak
إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya mereka
عَن
ʿan
dari
رَّبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
pada hari itu
لَّمَحْجُوبُونَ
lamaḥjūbūna
sungguh akan dihalangi

Kallā innahum ‘ar rabbihim yauma'iżil lamaḥjūbūn(a).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (rahmat) Tuhannya.

Al-Mutaffifin · 16
﴿ 16 ﴾

ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُواْ ٱلْجَحِيمِ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِنَّهُمْ
innahum
sesungguhnya mereka
لَصَالُوا۟
laṣālū
sungguh akan terbakar
ٱلْجَحِيمِ
l-jaḥīmi
neraka Jahim

Ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm(i).

Sesungguhnya mereka kemudian benar-benar masuk (neraka) Jahim.

Al-Mutaffifin · 17
﴿ 17 ﴾

ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
يُقَالُ
yuqālu
akan dikatakan
هَـٰذَا
hādhā
Ini
ٱلَّذِى
alladhī
adalah apa
كُنتُم
kuntum
Kalian dulu
بِهِۦ
bihi
dengannya
تُكَذِّبُونَ
tukadhibūna
mendustakan

Ṡumma yuqālu hāżal-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).

Lalu dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang selalu kamu dustakan.”

Al-Mutaffifin · 18
﴿ 18 ﴾

كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ

كَلَّآ
kallā
Sekali-kali tidak
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
كِتَـٰبَ
kitāba
(catatan) amal
ٱلْأَبْرَارِ
l-abrāri
telah datang kepadaku
لَفِى
lafī
pasti dalam
عِلِّيِّينَ
ʿilliyyīna
Illiyin

Kallā inna kitābal-abrāri lafī ‘illiyyīn(a).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn.

Al-Mutaffifin · 19
﴿ 19 ﴾

وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا عِلِّيُّونَ

وَمَآ
wamā
Dan apa
أَدْرَىٰكَ
adrāka
dapat memberitahumu
مَا
apa
عِلِّيُّونَ
ʿilliyyūna
adalah Illiyun

Wa mā adrāka mā ‘illiyyūn(a).

Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?

Al-Mutaffifin · 20
﴿ 20 ﴾

كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ

كِتَـٰبٌۭ
kitābun
Sebuah Kitab
مَّرْقُومٌۭ
marqūmun
tertulis

Kitābum marqūm(un).

(Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)

Al-Mutaffifin · 21
﴿ 21 ﴾

يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ

يَشْهَدُهُ
yashhaduhu
Menyaksikannya
ٱلْمُقَرَّبُونَ
l-muqarabūna
mereka yang didekatkan

Yasyhaduhul-muqarrabūn(a).

yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Mutaffifin · 22
﴿ 22 ﴾

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلْأَبْرَارَ
l-abrāra
orang-orang yang berbakti
لَفِى
lafī
pasti dalam
نَعِيمٍ
naʿīmin
kenikmatan

Innal-abrāra lafī na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.

Al-Mutaffifin · 23
﴿ 23 ﴾

عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ

عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْأَرَآئِكِ
l-arāiki
singgasana
يَنظُرُونَ
yanẓurūna
mengamati

‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).

Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.

Al-Mutaffifin · 24
﴿ 24 ﴾

تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ

تَعْرِفُ
taʿrifu
Kamu akan mengenali
فِى
di
وُجُوهِهِمْ
wujūhihim
wajah-wajah mereka
نَضْرَةَ
naḍrata
cahaya
ٱلنَّعِيمِ
l-naʿīmi
kenikmatan

Ta‘rifu fī wujūhihim naḍratan na‘īm(i).

Engkau dapat mengetahui pada wajah mereka gemerlapnya kenikmatan.

Al-Mutaffifin · 25
﴿ 25 ﴾

يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ

يُسْقَوْنَ
yus'qawna
Mereka akan diberi minum
مِن
min
dari
رَّحِيقٍۢ
raḥīqin
anggur murni
مَّخْتُومٍ
makhtūmin
tersegel

Yusqauna mir raḥīqim makhtūm(in).

Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya).

Al-Mutaffifin · 26
﴿ 26 ﴾

خِتَـٰمُهُۥ مِسْكٌ‌ۚ وَفِى ذَٲلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ

خِتَـٰمُهُۥ
khitāmuhu
segelnya
مِسْكٌۭ ۚ
mis'kun
kasturi
وَفِى
wafī
Dan untuk
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
فَلْيَتَنَافَسِ
falyatanāfasi
hendaklah berlomba
ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ
l-mutanāfisūna
orang-orang yang berlomba

Khitāmuhū misk(un), wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisūn(a).

Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

Al-Mutaffifin · 27
﴿ 27 ﴾

وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسْنِيمٍ

وَمِزَاجُهُۥ
wamizājuhu
informasi
مِن
min
adalah dari
تَسْنِيمٍ
tasnīmin
Tasnim

Wa mizājuhū min tasnīm(in).

Campurannya terbuat dari tasnīm,

Al-Mutaffifin · 28
﴿ 28 ﴾

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ

عَيْنًۭا
ʿaynan
Mata air
يَشْرَبُ
yashrabu
akan minum
بِهَا
bihā
darinya
ٱلْمُقَرَّبُونَ
l-muqarabūna
mereka yang didekatkan

‘Ainay yasyrabu bihal-muqarrabūn(a).

(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Mutaffifin · 29
﴿ 29 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضْحَكُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
أَجْرَمُوا۟
ajramū
melakukan kejahatan
كَانُوا۟
kānū
mereka dulu
مِنَ
mina
pada
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
mereka beriman
يَضْحَكُونَ
yaḍḥakūna
tertawa

Innal-lażīna ajramū kānū minal-lażīna āmanū yaḍḥakūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman.

Al-Mutaffifin · 30
﴿ 30 ﴾

وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
مَرُّوا۟
marrū
mereka melewati
بِهِمْ
bihim
oleh mereka
يَتَغَامَزُونَ
yataghāmazūna
mereka saling mengedipkan mata

Wa iżā marrū bihim yatagāmazūn(a).

Apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

Al-Mutaffifin · 31
﴿ 31 ﴾

وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
ٱنقَلَبُوٓا۟
inqalabū
mereka kembali
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَهْلِهِمُ
ahlihimu
kaum mereka
ٱنقَلَبُوا۟
inqalabū
mereka akan kembali
فَكِهِينَ
fakihīna
bersenda gurau

Wa iżanqalabū ilā ahlihimunqalabū fakihīn(a).

Apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria (dan sombong).

Al-Mutaffifin · 32
﴿ 32 ﴾

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓاْ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ

وَإِذَا
wa-idhā
Dan ketika
رَأَوْهُمْ
ra-awhum
mereka melihat mereka
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
هَـٰٓؤُلَآءِ
hāulāi
ini
لَضَآلُّونَ
laḍāllūna
sungguh tersesat

Wa iżā ra'auhum qālū inna hā'ulā'i laḍāllūn(a).

Apabila melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”

Al-Mutaffifin · 33
﴿ 33 ﴾

وَمَآ أُرْسِلُواْ عَلَيْهِمْ حَـٰفِظِينَ

وَمَآ
wamā
Tetapi tidak
أُرْسِلُوا۟
ur'silū
mereka telah diutus
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
حَـٰفِظِينَ
ḥāfiẓīna
sebagai penjaga

Wa mā ursilū ‘alaihim ḥāfiẓīn(a).

padahal mereka (orang-orang yang berdosa itu) tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).

Al-Mutaffifin · 34
﴿ 34 ﴾

فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

فَٱلْيَوْمَ
fal-yawma
maka hari ini
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
mereka beriman
مِنَ
mina
pada
ٱلْكُفَّارِ
l-kufāri
orang-orang kafir
يَضْحَكُونَ
yaḍḥakūna
mereka akan tertawa

Fal-yaumal-lażīna āmanū minal kuffāri yaḍḥakūn(a).

Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang mentertawakan orang-orang kafir.

Al-Mutaffifin · 35
﴿ 35 ﴾

عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ

عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْأَرَآئِكِ
l-arāiki
singgasana
يَنظُرُونَ
yanẓurūna
mengamati

‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).

Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.

Al-Mutaffifin · 36
﴿ 36 ﴾

هَلْ ثُوِّبَ ٱلْكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

هَلْ
hal
Tidakkah
ثُوِّبَ
thuwwiba
telah diberi pahala
ٱلْكُفَّارُ
l-kufāru
orang-orang kafir
مَا
apa yang
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَفْعَلُونَ
yafʿalūna
mereka melakukan

Hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānū yaf‘alūn(a).

Apakah orang-orang kafir itu telah diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang selalu mereka perbuat?